AAJI Daily New - 22 Februari 2017


Tanggal terbit (22 / 02 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Rp 208,92 Triliun
  2. Kebutuhan Dana Tunai Jadi Pemicu
  3. Klaim asuransi jiwa sepanjang 2016 capai Rp96,05 triliun
  4. Prudential Luncurkan Produk Asuransi Rawat Inap Komprehensif
  5. Bumiputera Mobilisasi Sumber Pembiayaan
  6. Asuransi Jiwa Perbesar Porsi Dana Di Saham
  7. Inflasi Medis Bisa Ditekan
  8. Nasib Bumiputera Jika Erick Tak Jadi Masuk
  9. (Berita Photo) Klaim Asuransi Kesehatan
  10. (Berita Photo) Sosialisasi CoB
  11. (Berita Photo) FWD Life Ekspansi ke Batam
  12. OJK Dinilai Sukses Terapkan Pengawasan

MENGENAI AAJI

Pendapatan Indsustri Asuransi Jiwa Rp 208,92 Triliun

Industri asuransi jiwa Indonesia pada tahun 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp208,92 triliun, meningkat 57 persen dari tahun 2015 sebesar Rp132,47 triliun. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menjelaskan, pendapatan tersebut berasal dari pendapatan premi baru Rp104,5 triliun, premi lanjutan Rp62,6 triliun, hasil investasi Rp33,94 triliun, klaim reasuransi Rp2,92 triliun dan pendapatan lainnya Rp5,02 triliun. “Meningkatnya total pendapatan premi didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang tumbuh 74,1 persen dan berkontribusi sebesar 43,3 persen dari total pendapatan industri asuransi jiwa. Sementara dari saluran distribusi keagenan meningkat 6,2 persen dan saluran distribusi alternatif meningkat 14,7 persen, masing - masing memberikan kontribusi 38,9 persen dan 17,7 persen,” ungkap Hendrisman di Jakarta, Kamis.

Analisa – 17/02/2017, Hal. 22

Narasumber :

-    Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI

Kebutuhan Dana Tunai Jadi Pemicu

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pada akhir tahun lalu total klaim dan manfaat yang dibayar mencapai Rp96,05 triliun. Realisasi itu bertumbuh 32,4% (year on year/yoy). Pada akhir 2015 nilainya tercatat Rp72,57 triliun. Ketua Bidang Regulasi dan Best Practice AAJI Maryoso Sumaryono menjelaskan klaim surrender memiliki proporsi terbesar dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 54,5% dari total klaim yang dibayarkan. Dia mengatakan peningkatan nilai klaim surrender tersebut dapat terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam memenuhi keperluan sehari-hari. “Maupun pengalihan dana untuk keperluan lainnya,” ujarnya, pekan lalu. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menilai peningkatan klaim tidak dilihat sebagai masalah di industri sejalan dengan peningkatan pendapatan premi. Realisasi klaim, ujarnya, seharusnya menjadi bukti komitmen dari pelaku industri dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah.

Bisnis Indonesia – 22/02/2017, Hal. 22

Narasumber:

  • Maryoso Sumaryono, Ketua Bidang Regulasi dan Best Practice, AAJI
  • Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI

Klaim asuransi jiwa sepanjang 2016 capai Rp96,05 triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat sepanjang 2016 lalu total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat 32,4 persen menjadi sebesar Rp96,05 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,57 triliun. "Peningkatan ini dapat terjadi akibat bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun pengalihan dana untuk keperluan lainnya," Ketua Bidang Regulasi dan Best Practices AAJI Maryoso Sumaryono saat jumpa pers di Jakarta, Kamis Klaim Nilai Tebus (Surrender) sebesar Rp52,32 triliun memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 54,5 persen dari total klaim yang dibayarkan. Klaim nilai tebus tersebut meningkat sebesar 49,0% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp35,12 triliun.

Antaranews.com - 16/02/2017

http://www.antaranews.com/berita/612818/klaim-asuransi-jiwa-sepanjang-2016-capai-rp9605-triliun

Narasumber:

  • Maryoso Sumaryono, Ketua Bidang Regulasi dan Best Practice, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Prudential Luncurkan Produk Asuransi Rawat Inap Komprehensif

Mendengarkan dan memahami tingginya biaya untuk kesehatan terutama di Indonesia, Prudential kembali menawarkan produk yaitu PRUprime healthcare. Country CEO Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar saat temu pers peluncuran PRUprime healthcare di Hotel JW Marriot Medan, mengatakan, PRUprime healthcare merupakan sebuah produk asuransi rawat inap yang komprehensif, global, dengan manfaat yang dapat berkembang. “PRUprime healthcare merupakan sebuah inovasi yang menunjukkan komitmen Prudential Indonesia terhadap kebutuhan konsumen Indonesia akan solusi rawat inap yang benar-benar komprehensif, global, dengan manfaat berkembang,” ujarnya, Selasa (21/2/2017). Ia menerangkan, PRUprime healthcare menawarkan beberapa inovasi yang baru di pasar Indonesia, seperti PRUprime limit booster yaitu sejumlah dana tambahan hingga Rp 35 miliar yang diberikan di awal, yang dapat Anda gunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai.

Investor Daily – 22/02/2017, Hal. 23

Bumiputera Mobilisasi Sumber Pembiayaan

Asuransi Bumiputera melakukan restrukturisasi dan langkah-langkah korporasi, serta membuat skema mobilisasi sumber pembiayaan untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada pemegang polis. Direktur Utama Wiroyo Karsono menuturkan sesuai dengan tugasnya mengawasi dan menjaga eksistensi industri jasa keuangan, pada 21 Oktober 2016 OJK telah mengeluarkan keputusan tentang pengelola statuter dalam penguatan dan pengembangan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Pengelola statuter, lanjut dia, kemudian mestrukturisasi dan menempuh langkah-langkah korporasi untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada pemegang polis yang jumlahnya lebih dari 6,5 juta jiwa. ”Investor konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha Erick Thohir makin memperkuat Bumiputera,” tutur Wiroyo, hari minggu. Bertepatan dengan peringatan 105 tahun AJB Bumiputera pada 12 Februari lalu di Jakarta, diluncurkan PT Asuransi Jiwa Bumiputera sebagai pengganti dan penerus perusahaan nasional tertua di Indonesia itu. Selanjutnya, menurut dia, AJB Bumiputera hanya akan meneruskan memberi pelayanan kepada pemegang polis yang sedang berjalan hingga proses klaim jatuh tempo.

Suara merdeka – 21/02/2017, Hal. 5

Asuransi Jiwa Perbesar Porsi Dana Di Saham

Pasar modal bergairah, sejumlah perusahaan asuransi jiwa akan menambah porsi investasi di instrumen saham. Peningkatan investasi akan dilakukan secara konservatif.  Direktur  Keuangan PT  Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo mengatakan, tahun ini industri asuransi jiwa dihadapkan sejumlah tantangan. Seperti kewajiban investasi di surat utang negara (SUN) dengan porsi minimal 30% dari total investasi. Padahal, harga obligasi pemerintah saat ini mahal. Akibatnya, imbal hasil investasi bakal tergerus. Selain kewajiban investasi di SUN, perusahaan asuransi juga terimbas tren bunga rendah. Akibatnya jika banyak menempatkan dana di deposito kinerja investasi bakal tertekan. Karena itu investasi di saham akan jadi pilihan. "Termasuk berinvestasi di reksadana underlying saham," kata dia. Saat ini porsi investasi Jiwasraya di saham mencapai 11%.

Kontan.co.id - 21/02/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-jiwa-perbesar-porsi-dana-di-saham

Inflasi Medis Bisa Ditekan

Penerapan skema koordinasi manfaat antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan asuransi swasta diyakini dapat mengerem kenaikan inflasi medis. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) Iwan Pasila mengungkapkan jika inflasi medis terus meningkat, maka biaya medis bisa lebih tinggi dari pendapatan. Adapun inflasi medis pada tahun ini diperkirakan meningkat dari 9,4% menjadi 9,5%. “Berbagai riset menunjukkan inflasi medis lebih tinggi dibandingkan inflasi ekonomi. Jika inflasi ini terus meningkat, maka biaya kesehatan akan lebih tinggi dari pendapatan. Ini juga akan berdampak pada industri kesehatan karena tidak ada lagi masyarakat yang mampu mengakses pengobatan,” ujarnya dalam sosialisasi skema koordinasi manfaat untuk rumah sakit yang digelar di Bandung, Selasa (21/2).

Bisnis Indonesia – 22/02/2017, Hal. 21

Nasib Bumiputera Jika Erick Tak Jadi Masuk

Upaya penyelamatan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 (selanjutnya disebut Bumiputera) masih menarik untuk terus diikuti. Seperti saat memasuki 2017, pengelola statuter (PS) Bumiputera tiba-tiba membatalkan rencana restrukturisasi lewat rights issue PT Evergreen Invesco Tbk (GREN). Seperti diketahui, sejak September 2016, setelah mengakuisisi Bumiputera, GREN siap melakukan right issue.

Infobank – Edisi Februari, Hal. 84-85

(Berita Photo) Klaim Asuransi Kesehatan

Koran Tempo – 22/02/2017, Hal. 19

(Berita Photo) Sosialisasi CoB

Bisnis Indonesia – 22/02/2017, Hal. 21

(Berita Photo) FWD Life Ekspansi ke Batam

Suara Pembaruan – 21/02/2017, Hal. 9

EKONOMI MAKRO & REGULASI

OJK Dinilai Sukses Terapkan Pengawasan

Selama lima tahun beroperasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diakui bankir telah membuat berbagai program dan kebijakan untuk membangun  sektor jasa keuangan yang kredibel. Sesuai undang-undang (UU), OJK bertugas melaksankan pengawasan disektor perbankan, pasar modal dan kegiatan perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Koran Sindo – 22/02/2017, Hal. 19

USD/IDR

13.354

IHSG

5.349,86

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF