AAJI Daily News - 1 Maret 2017


Tanggal terbit (02 / 03 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM--CC-AAJI-06-001
  1. Bancassurance Jadi Andalan
  2. Joint Venture Kuasai 60% Produk Asuransi Jiwa
  3. Unitlink Pendapatan Tetap Masih Paling Menarik
  4. Puluhan Asuransi Kesehatan Swasta Siap Terapkan CoB BPJS Kesehatan
  5. Perusahaan JV Dominan
  6. Era Baru CoB Dimulai
  7. Indonesia Re Bidik Imbal Hasil 8%
  8. Double Claim Asuransi Kesehatan Menguntungkan, Siapa Bilang?
  9. Analis Bahas Aturan OJK Soal Investasi Surat Berharga Negara
  10. Tingkatkan Minat Asuransi, Ini Saran OJK
  11. Fintech Diimbau Tidak Jual Asuransi Mahal

MENGENAI AAJI

Bancassurance Jadi Andalan

Pendapatan premi asuransi jiwa dari lini bancassurance diprediksi bakal tumbuh signifikan pada tahun ini. Sepanjang 2016, berdasarkan data yang di himpun dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance tumbuh 74,1%, serta berkontribusi 43,3% dari total pendapatan premi   industri   asuransi   jiwa. Merujuk  pada   realisasi 2016 yang tumbuh signifikan, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu optimistis  kinerja bancassurance pada  tahun ini bisa lebih baik. “Kami memproyeksikan premi bancassurance masih agresif, apalagi  masyarakat lebih nyaman untuk membeli asuransi jiwa melalui bank,” kata      Togar    saat    di   hubungi    Bisnis, Senin (27/2).  Dia    menuturkan    perkembangan     premi bancassurance  juga didukung oleh  pertumbuhan  tenaga  pemasar dari saluran tersebut. Pada akhir 2016, jumlah  tenaga  pemasar bancassurance   mencapai   26.374   orang, atau tumbuh 7,1% jika di bandingkan dengan 2015 yakni 24.632 orang.

Bisnis Indonesia – 01/03/2017, Hal. 22

Narasumber:

-                 Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Joint Venture Kuasai 60% Produk Asuransi Jiwa

Skema koordinasi manfaat atau coordination of bene?t (CoB) BPJS Kesehatan dan asuransi komersial diperbaharui. Skema CoB baru ini lebih menarik bagi asuransi komersial. Wahyuddin Bagenda, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan mengatakan, skema  baru CoB  tetap  merujuk pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4/2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Koordinasi Manfaat. Skema baru ini menguntungkan peserta maupun asuransi komersial atau asuransi kesehatan tambahan (AKT). "Jika dulu produk JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) terpisah dari produk asuransi kesehatan tambahan, kini JKN-KIS menjadi produk rider dari asuransi kesehatan tambahan," ujar Wahyuddin. Ada tiga hal yang berbeda dari skema baru ini. Pertama, kepesertaan. Jika sebelumnya perusahaan mendaftarkan langsung JKNKIS ke BPJS Kesehatan.

Investor Daily – 01/03/2017, Hal. 23

Unitlink Pendapatan Tetap Masih Paling Menarik

Unitlink saham diprediksi masih akan jadi pemberi imbal terbesar dibanding jenis produk proteksi berb alut investasi lain. Namun unitlink campuran dan pendapatan tetap dinilai pelaku industri juga tetap menarik. Direktur Infovesta Utama Parto Karwito mengatakan, bila menilik kinerja unitlink secara historis dalam tiga tahun sampai lima tahun terakhir, rentang imbal yang diberikan unitlink saham dengan unitlink pendapatan tetap tidaklah jauh berbeda. Kata Parto, selama tiga tahun ke belakang rata-rata imbal hasil unitlink saham berkisar 19%. Sedangkan dari jenis unitlink pendapatan tetap, rata-rata imbal hasil yang bisa dikantongi nasabah mencapai sebesar 17%. Unitlink pendapatan tetap lebih kebal terhadap ?uktuasi pasar yang kerap singgah ke pasar modal.

Harian Kontan – 01/03/2017, Hal. 24

Puluhan Asuransi Kesehatan Swasta Siap Terapkan CoB BPJS Kesehatan

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional -Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang mampu serta ingin meng-upgrade pelayanan kesehatan non medisnya, BPJS Kesehatan siap bersinergi dengan puluhan perusahaan asuransi kesehatan swasta atau yang lebih dikenal dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) untuk mengimplementasikan aturan baru tentang coordination of benefit (CoB)  alias koordinasi manfaat. Menurut Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda yang hadir mewakili Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan dalam acara tersebut, aturan baru CoB yang tertuang dalam Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016 tersebut memiliki beberapa perbedaan dengan aturan sebelumnya, yang lebih menguntungkan b agi peserta maupun perusahaan AKT.

Wartaekonomi.co.id - 28/02/2017

http://wartaekonomi.co.id/read132304/puluhan-asuransi-kesehatan-swasta-siap-terapkan-cob-bpjs- kesehatan.html

Perusahaan JV Dominan

Perusahaan asuransi jiwa patungan atau joint venture menguasai pangsa pasar produk asuransi jiwa berbalut investasi atau unit-linked dengan porsi sekitar 60%. Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Firdaus Djaelani mengatakan, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk unit-linked terus bertambah. Menurutnya, pada akhir 2016 terdapat 36 perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk unit-linked atau meningkat jika dibandingkan 2015 yang baru 33 perusahaan. Dia menuturkan bertambahnya jumlah perusahaan yang memasarkan produk unit-linked menunjukkan minat perusahaan asuransi untuk memasarkan produk tersebut tinggi. Pasalnya, peluang bisnis asuransi jiwa di dalam negeri sangat besar, lantaran penetrasi asuransi jiwa hingga akhir 2016 baru mencapai kisaran 2,9%. “Pemain-pemain besar di unit-linked itu memang masih perusahaan JV [joint venture], pangsa pasar mereka itu hampir sekitar 60% jika dibandingkan perusahaan asuransi lokal,” kata Firdaus, Selasa (28/2).

Bisnis Indonesia – 01/03/2017, Hal. 21

Era Baru CoB Dimulai

Era baru penyelenggaraan skema koordinasi manfaat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS akhirnya dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Kesehatan dan 23 penyelenggara asuransi swasta. Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda menjelaskan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan No. 4/2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Koordinasi Manfaat Dalam Program Jaminan Kesehatan pada tahun lalu memberikan arah baru bagi implementasi koordinasi manfaat atau coordination of benefit (CoB). Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Iwan Pasila menjelaskan, pihaknya sejak awal sudah terlibat dalam implementasi CoB dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, BPJS Kesehatan memberikan kelonggaran aturan dengan hadirnya perjanjian kerja sama baru tersebut.

Bisnis Indonesia – 01/03/2017, Hal. 21

Indonesia Re Bidik Imbal Hasil 8%

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menargetkan imbal hasil investasi sepanjang tahun ini bisa mencapai kisaran 8% atau lebih tinggi jika dibandingkan capaian tahun lalu yang berkisar 7%. Direktur Utama Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane mengatakan untuk meningkatkan imbal hasil investasi, pihaknya berencana menggenjot penempatan investasi pada instrumen obligasi korporasi khususnya yang diterbitkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang infrastruktur, dan meningkatkan porsi investasi pada instrumen reksadana. “Dalam memilih penempatan investasi kami cenderung mengutamakan asas kehati-hatian dan keamanannya, dan kedua instrumen itu memenuhi kriteria. Selain itu, yield yang ditawarkan cukup menarik, makanya kami targetkan imbal hasil investasi tahun ini bisa di kisaran 8%,” kata Frans, Selasa (28/2/2017).

Bisnis.com - 01/03/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170301/215/632756/indonesia-re-bidik-imbal-hasil-8

Double Claim Asuransi Kesehatan Menguntungkan, Siapa Bilang?

Bayangkan anda sedang memilih untuk sebuah proteksi untuk kesehatan anda, apa yang biasanya anda harapkan dari sebuah asuransi kesehatan? Ketika memilih sebuah produk keuangan yang akan memberikan anda proteksi atau perlindungan, tentu anda menginginkan sebuah perlindungan yang maksimal bukan? Seperti kemudahan klaim, 'perlindungan' atas penyakit yang cukup luas, dan adanya kerja sama yang baik dengan rumah sakit pilihan anda. Namun demikian, biasanya ketiga hal tersebut belum dapat memenuhi rasa aman dalam diri anda. Karena biasanya dan entah mengapa kebanyakan orang Indonesia selalu berbicara tentang untung rugi ketika memilih produk asuransi. Boleh anda akui atau tidak, meski asuransi yang anda miliki telah memberikan proteksi maksimal seperti proteksi yang luas atas penyakit, kerja sama yang baik dengan rumah sakit, dan adanya kemudahan klaim, Anda pasti selalu ingin lebih, dalam hal apapun.

Detik.com - 01/03/2017

https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3434649/double-claim-asuransi-kesehatan- menguntungkan-siapa-bilang

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Analis Bahas Aturan OJK Soal Investasi Surat Berharga Negara

Hingga akhir tahun lalu, baru 151 perusahaan atau 34% dari total Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank (LJKNB) yang mencapai 440, telah memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang investasi Surat Berharga Negara (SBN). Menurut OJK, akhir tahun lalu terdapat 74 perusahaan asuransi (asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi) yang memenuhi aturan itu, dengan 18 perusahaan asuransi diantaranya merupakan asuransi syariah. Karyawan melintas didepan divisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute, di Jakarta. Selain itu, 72 dana pensiun pemberi kerja (DPPK), empat lembaga penjaminan konvensional dan dana jaminan social yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan juga sudah memenuhi peraturan OJK tersebut.

Bisnis.com - 28/03/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170228/215/632469/analis-bahas-aturan-ojk-soal-investasi-surat-

berharga-negara-

Tingkatkan Minat Asuransi, Ini Saran OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengungkapkan pertumbuhan asuransi jiwa sejauh ini semakin positif. Hal tersebut bisa diliat dari pertumbuhan aset dalam lima tahun terakhir yang mencapai 78,2 persen. Di sisi lain, secara rata-rata pertumbuhan premi asuransi jiwa bisa mencapai hingga 15,6 persen dalam lima tahun terakhir. “Kondisi tersebut menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi semakin bertambah,” kata Firdaus di acara Infobank 2nd Unit Link Awards 2017″ di Hotel Hilton Double Tree, Jakarta, Selasa, 28 Februari 2017. Kendati demikian, lanjut Firdaus tentu hal ini harus menjadi motivasi buat industri asuransi jiwa untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. OJK sendiri, lanjutnya, selalu senantiasa mengacu standar terbaik, untuk memberlakukan peraturan ke industri.

Infobanknews.com - 28/02/2017

http://infobanknews.com/tingkatkan-minat-asuransi-ini-saran-ojk/2/

Fintech Diimbau Tidak Jual Asuransi Mahal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau pelaku financial technology (fintech) sektor asuransi harus lebih selektif. Hal ini baik dari jenis produknya maupun nilai pertanggungannya.  Anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani mengatakan hal ini penting untuk memitigasi risiko karena konsep dari fintech ialah tidak ada tatap muka sehingga segala sesuatunya harus jelas. “Di sini harus jelas apa risiko yang nanti dijamin dan tidak dijamin. Nasabah juga harus mengecek polisnya dengan teliti,” kata Firdaus seusai menghadiri acara Infobank 2nd Unit Link Awards 2017 di Jakarta kemarin. Dia pun menyarankan untuk angka pertanggungan dari produk asuransi dengan konsep fintech tidak terlalu besar dan lebih bersifat sederhana.  “Kalau bisa sekitar angka Rp10  juta  paling  tinggi,  nilai  pertanggungannya.  Kemudian  harga  tidak  terlalu  mahal,”  jelasnya.Dia mengungkapkan, jika produk-produk yang ditawarkan ke depan terlalu komplit misalnya digabung dengan kesehatan, kecelakaan, dan lain-lain, sangat sulit sebab harus ada penjelasan yang sangat detail ke nasabah.

Koran Sindo – 01/03/2017, Hal. 20

USD/IDR

13.329

IHSG

5.386,34

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF