AAJI Daily News - 11 Januari 2017


Tanggal terbit (11 / 01 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Capital Life Syariah Beroperasi Kuartal I
  2. Tahun Ini, BNI Life Targetkan Pertumbuhan Premi 50%
  3. Marein Berencana Terbitkan 130 Juta Saham
  4. Capital Life Kerja Sama dengan Bank Victoria
  5. Restrukturisasi Bumiputera Sedikit Berubah
  6. (Berita Photo) Pendapatan Tumbuh
  7. (Berita Photo) Astra Life Gandeng Optik Internasional
  8. Pinjaman Online Diatur OJK, Bagaimana Bunganya?
  9. OJK Terbitkan Aturan Transaksi Pinjaman Online
  10. Asing Hanya Boleh Miliki 85% Saham Perusahaan Pinjaman Online di RI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Capital Life Syariah Beroperasi Kuartal I

Realisasi pembentukan anak usaha PT Capital Financial Indonesia Tbk. di sektor asuransi jiwa syariah diproyeksikan bakal rampung pada kuartal pertama tahun ini. Antony Japari, Presiden Direktur PT Capital Life Indonesia (Capital Life), anak usaha PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) di sektor asuransi jiwa konvensional, mengungkapkan pada akhir tahun lalu fit and proper test sudah dilaksanakan bagi para calon direksinya. “Keputusan lulus dari proses itu baru diterima pada awal tahun ini,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/1). Saat ini pihaknya tinggal menunggu terbitnya izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu, dia mengatakan sister company Capital Life itu diperkirakan akan mulai berjalan pada kuartal pertama tahun ini.

Bisnis Indonesia – 11/01/2017, Hal. 21

Tahun Ini, BNI Life Targetkan Pertumbuhan Premi 50%

Perusahaan  asuransi  jiwa  gigih  memburu  premi  pada  tahun  bershio  Ayam  Api  ini.  Perbaikan  ekonomi diharapkan mampu menopang pertumbuhan premi hingga dua digit. PT BNI Life Insurance, semisal. Menurut Geger Maulana, Wakil Direktur Utama BNI Life Assurance, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan premi 40%-50%. Secara nominal target premi tahun ini berkisar antara Rp 6,6 triliun hingga Rp 7,1 triliun. Sebagai catatan, premi bruto BNI Life per akhir Desember 2016 mencapai Rp 4,74 triliun. Jumlah ini melonjak 46%  dibandingkan  periode  sama  2015  dan  sekaligus  melampaui  rata-rata  pertumbuhan  premi  industri asuransi yang berkisar 20%–30%. Meski naik tinggi, namun pencapaian premi BNI Life masih di bawah target awal tahun 2016 yang sebesar Rp 5 triliun. Tetapi bila premi produk syariah turut diperhitungkan, total premi BNI  Life  telah  melampaui  Rp 5 triliun. BNI  Life  memasang t arget pertumbuhan  premi  tinggi bukannya tanpa pertimbangan. Kata Geger, optimisme  datang  dari   perbaikan   kondisi   ekonomi dan pasar modal Indonesia. Menurut   Geger, nasabah  sudah  percaya  dengan  indikator-indikator  yang  mengarah   pada perbaikan.

Harian Kontan – 11/01/2017, Hal. 24

Marein Berencana Terbitkan 130 Juta Saham

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk berencana menerbitkan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada tahun depan. Aksi korporasi ini seiring dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal optimalisasi kapasitas reasuransi di dalam negeri. Perseroan berniat menerbitkan 130 juta saham dengan nominal Rp200 per saham. Saat ini, jumlah modal disetor dan ditempatkan perseroan mencapai Rp77,6 miliar. Melalui aksi korporasi tersebut, modal perseroan diproyeksi meningkat menjadi Rp103,6 miliar. “Aturan OJK terkait peningkatan kapasitas reasuransi di dalam negeri resmi berlaku November ini. Untuk mengantisipasinya, kami perlu menguatkan struktur permodalan,” ujar Presiden Direktur Marein Robby Loho, di Jakarta, 8 Desember 2016. Sejauh ini, saham Marein sebesar 19,78 persen dimiliki Asuransi Jiwa   Bersama (AJB) Bumiputera   yang   saat   ini   sedang   dipegang   oleh   tim   statuter   yang   ditunjuk oleh OJK. Kemudian 16,1  persen  oleh  Citibank  Singapore, dan tujuh persen  dikantongi  PT  Surya  Mitra Prasarana Graha, 5,1 persen oleh Standard Chartered Bank SG, serta 52,1 persen didominasi oleh publik.

Media Asuransi – Januari 2017, Hal. 52

Capital Life Kerja Sama dengan Bank Victoria

PT Capital Life Indonesia (Capital Life) memasarkan produk asuransi jiwa kredit dengan menggandeng PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria). Direktur Utama Capital Life Antony Japari mengatakan kerja sama ini dilakukan lantaran perusahaan masih mengandalkan pemasaran produk melalui bank atau bancassurance. “Kontribusi pemasaran dari saluran bancassurance mencapai 99 persen, sedangkan yang satu persen berasal dari saluran non-bank yang terdiri dari corporate care dan direct marketing. Melalui kemitraan dengan Bank Victoria, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak tertanggung dan penetrasi asuransi jiwa bisa semakin meningkat,” kata Antony di Jakarta, 16 Desember 2016. Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama Capital Life Indonesia Hengky Setiono, Direktur Utama Capital Life Indonesia Antony Japari, Direktur Keuangan Capital Life Indonesia Kasturi Yanu, dan Direktur Operasional Capital Life Indonesia Fitri Hartati. Sedangkan dari Bank Victoria, hadir Direktur Utama Bank Victoria Daniel Budirahayu dan Direktur Bank Victoria Fransica Rita Gosal.

Media Asuransi – Januari 2017, Hal. 52

Restrukturisasi Bumiputera Sedikit Berubah

Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) menegaskan skema besar dari restrukturisasi sudah final. Namun ada sejumlah perombakan di tataran yang lebih teknis. Pengelola Statuter AJBB Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie Massardi menyebut, skema besar restrukturisasi AJBB adalah lewat penerbitan promissory note dari PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) yang kelak diserap Erick Thohir dan konsorsiumnya. "Namun penerbitannya kami tunda sementara karena ada beberapa usulan baru yang sedang diupayakan," kata dia, Senin (9/1). Salah satunya AJBB ingin memiliki saham di PT Bumiputera Investama Indonesia (BII). Karena itu, masih ada negosiasi kepada para investor yang terlibat dalam proses restrukturisasi. BII adalah perusahaan yang membawahi sejumlah lini bisnis jasa keuangan warisan AJBB setelah restrukturisasi.

Kontan.co.id - 10/01/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/restrukturisasi-bumiputera-sedikit-berubah

(Berita Photo) Pendapatan Tumbuh

Bisnis Indonesia – 11/01/2017, Hal. 21

(Berita Photo) Astra Life Gandeng Optik Internasional

Media Asuransi – Januari 2017, Hal. 52

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Pinjaman Online Diatur OJK, Bagaimana Bunganya?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan mengenai pinjam meminjam pada layanan digital dengan skema peer to peer (P2P) lending atau penyelenggara bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna. Dalam aturan ini, perusahaan P2P Lending akan diberi kesempatan untuk mendaftarkan perusahaannya ke OJK dengan berbagai syarat. Dalam peraturan tersebut, OJK tidak menentukan besaran bunga yang dipatok oleh kreditur kepada debitur dalam melakukan pengembalian pinjaman. OJK juga tidak menyebutkan batas bunga yang dibolehkan dalam bisnis P2P Lending lantaran bisnis ini memiliki risiko kredit yang tinggi. Dalam pasal 17 yang tertuang pada POJK  Nomor 77 /POJK.01/2016, disebutkan bahwa penyelenggara memberikan masukan atas suku bunga yang ditawarkan oleh Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman dengan mempertimbangkan kewajaran dan perkembangan perekonomian nasional. Namun OJK meminta perusahaan Fintech mengutip bunga secara rasional.

Detik.com - 10/01/2017

https://finance.detik.com/moneter/d-3392661/pinjaman-online-diatur-ojk-bagaimana-bunganya

OJK Terbitkan Aturan Transaksi Pinjaman Online

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan mengenai pinjam meminjam pada layanan digital dengan skema peer to peer (P2P) lending atau penyelenggara bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna. Dalam aturan ini, perusahaan P2P Lending akan diberi kesempatan untuk mendaftarkan perusahaannya ke OJK dengan berbagai syarat. Peraturan ini diperlukan seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri keuangan yang memanfaatkan teknologi internet. Sebut saja, Uang Teman yang merupakan perusahaan digital keuangan di wilayah Asia Tenggara yang menyediakan pinjaman jangka pendek baik untuk keperluan konsumsi atau bisnis melalui pembiayaan online, sebagai alternatif dari model peminjaman konvensional bank atau perusahaan pembiayaan lainnya.

Detik.com - 10/01/2017

https://finance.detik.com/moneter/d-3392590/ojk-terbitkan-aturan-transaksi-pinjaman-online

Asing Hanya Boleh Miliki 85% Saham Perusahaan Pinjaman Online di RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menerbitkan aturan yang mengatur tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) alias pinjam meminjam online. Salah satu isinya adalah batasan kepemilikan pihak asing terhadap layanan yang bergerak di bisnis tersebut. Dalam pasal 3 pada POJK Nomor 77 /POJK.01/2016 disebutkan, kepemilikan saham penyelenggara oleh warga negara asing dan/atau badan hukum asing, baik secara langsung maupun tidak langsung paling banyak 85%. OJK pun hanya mengizinkan pihak asing untuk berpartisipasi sebagai pemberi pinjaman saja, namun mereka tidak boleh mendaftar sebagai penerima pinjaman.

Detik.com - 10/01/2017

https://finance.detik.com/moneter/d-3392679/asing-hanya-boleh-miliki-85-saham-perusahaan-pinjaman- online-di-ri

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.274

IHSG

5.309,92

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

 

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF