AAJI Daily News - 16 Februari 2017


Tanggal terbit (17 / 02 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Investasi Asuransi di SBN Naik 46%
  2. Asuransi Bumiputera Bidik Premi Rp 3 Triliun
  3. Tiga Tahun Capai Target
  4. Kinerja Positif Investasi Allianz
  5. Kinerja Fund Allianz Indonesia Tunjukkan Hasil Positif
  6. Paket Unitlink Baru BNI Life
  7. Sun Life Terus Kembangkan SDM Bidang Aktuaria
  8. Inhealth Incar Korporat Bank Mandiri
  9. (Berita Photo) Mandiri Inhealth Resmikan Konter
  10. Laba Industri Asuransi Tak Menggembirakan, Ini Penjelasan OJK

MENGENAI AAJI

Investasi Asuransi di SBN Naik 46%

Penempatan investasi asuransi di Surat Berharga Negara (SBN) hingga Desember 2016 mencapai Rp 220,66 triliun, naik 45,95% dibandingkan priode Desember 2015 yang sebesar Rp 151,18 triliun. Berdasarkan data statistik perasuransian yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi sosial menempatkan investasi paling banyak di SBN sebesar Rp 131,26 triliun, naik 57,15% dibandingkan tahun 2015. Sebelumnya,  Eksekutif Asosisasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan, tingginya penempatan asuransi jiwa di SBN berasal dari pengalihan investasi di deposito. Pengalihan ini, akan terus terjadi sampai perusahaan asuransi jiwa bisa memenuhi alokasi investasi sebesar 30% dari total investasi.

Investor Daily – 16/02/2017, Hal. 23

Narasumber:

-            Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Asuransi Bumiputera Bidik Premi Rp 3 Triliun

PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) sepanjang tahun ini memiliki target premi sebesar Rp3 triliun setelah disuntik modal Rp100 miliar oleh Bumiputera Investama Indonesia (BII). Direktur Utama Asuransi Jiwa Bumiputera Wiryono Karsono mengatakan, setelah diluncurkan pada awal 2017 oleh Asuransi Jiwa Bersama Bumiputra 1912 (AJBB), AJB mengaku memiliki target premi yang tidak jauh berbeda dengan premi perusahaan induknya. “Sekitar Rp2 triliun sampai dengan Rp3 triliun, tapi itu bisa berkembang terus. Ini kan dikonsep terus ke depan, kami juga menjual produk baru dan lama, sistemnya juga lebih canggih,” kata Wiryono di Jakarta baru-baru ini. Dia optimistis, dengan target tersebut, pangsa pasar asuransi di Indonesia masih terbuka lebar. Bahkan menurut Wiryono, AJB bisa masuk 10 besar perusahaan asuransi di Tanah Air. Hal ini didukung dengan nama besar AJBB yang telah berdiri selama lebih dari 100 tahun. “Nasabah AJBB yang mencapai 6 juta lebih ini merupakan aset yang luar biasa dan akan terus dikembangkan, kita juga akan meluncurkan sejumlah produk baru,” paparnya.

Koran Sindo – 16/02/2017, Hal. 19

Tiga Tahun Capai Target

PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) sepanjang tahun ini memiliki target premi sebesar Rp3 triliun setelah disuntik modal Rp100 miliar oleh Bumiputera Investama Indonesia (BII). Bahkan menurut Wiryono, AJB bisa masuk 10 besar perusahaan asuransi di Tanah Air. Hal ini didukung dengan nama besar AJBB yang telah berdiri selama lebih dari 100 tahun. “Nasabah AJBB yang mencapai 6 juta lebih ini merupakan aset yang luar biasa dan akan terus dikembangkan, kita juga akan meluncurkan sejumlah produk baru,” paparnya. Sebelumnya, konsorsium Bumiputra Investama Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar sebagai modal awal terbentuknya AJB. Pada Maret 2017, konsorsium juga akan kembali menyuntikkan dananya ke AJB. “Nanti juga ada pemasukan dari premi karena AJB sudah berjalan sejak Januari 2017, kami telah didukung dengan 10.000 agen aktif,” kata Wiroyo. Menurut dia, pembentukan AJB akan melanjutkan pendahulunya, yakni Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912. Ini adalah salah satu perusahaan lokal yang masih bertahan selama lebih dari 100 tahun. AJBB mempunyai keunggulan yakni pemasaran asuransi di kota-kota kecil, yang belum bisa dilakukan perusahaan lainnya.

Warta Kota – 15/02/2017, Hal. 13

Kinerja Positif Investasi Allianz

Allianz Indonesia di tahun 2016 berhasil mencatatkan hasil yang positif atas pengelolaan dana investasi (fund) polis unitlink para nasabahnya. Keberhasilan ini turut dipengaruhi oleh kinerja pasar yang optimistis sepanjang tahun 2016. Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2016 antara lain banyak dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat pada  pemerintah,  khususnya  terkait  kebijakan  yang dikeluarkan oleh  pemerintah  termasuk program tax amnesty yang memberikan sentimen positif bagi pasar  modal Indonesia.  “Kami  memahami bahwa investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan nasabah Allianz. Dengan mengandalkan pengalaman dan kemampuan Allianz, khususnya dalam bidang pengelolaan dana, kami senantiasa berupaya memberikan return yang optimal bagi nasabah Allianz agar dapat mewujudkan rencana masa depannya,” ujar Made Daryanti.

Warta Kota – 15/02/2017, Hal. 13

Kinerja Fund Allianz Indonesia Tunjukkan Hasil Positif

Allianz Indonesia di tahun 2016 berhasil mencatatkan hasil yang positif atas pengelolaan dana investasi (fund) polis unitlink para nasabahnya. Keberhasilan ini turut dipengaruhi oleh kinerja pasar yang optimistis sepanjang tahun 2016. Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2016 antara lain banyak dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat pada pemerintah, khususnya terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah termasuk program tax amnesty yang memberikan sentimen positif  bagi  pasar  modal  Indonesia.  Head of Investment Allianz Indonesia Made Daryanti mengatakan bahwa  bagaimanapun  juga,  produk  asuransi jiwa unit link harus mengedepankan sisi perlindungan finansial bagi nasabah, karena hal ini yang merupakan manfaat utama dari produk asuransi. “Strategi Investasi yang kami terapkan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan tetap memperhatikan pergerakan pasar yang dinamis,” katanya dalam rilis, 10 Februari 2017. Jumlah total fund yang dikelola Allianz Indonesia sebanyak 56 fund, hampir seluruh fund unggulan menunjukkan hasil yang positif. Beberapa fund yang paling banyak dipilih oleh nasabah sepanjang 2016.

Mediaasuransinews.co.id - 14/02/2017

https://mediaasuransinews.co.id/2017/02/14/1718/

Paket Unitlink Baru BNI Life

Awal tahun menjadi momen terbaik baik perusahaan asuransi jiwa untuk melempar produk baru ke pasar. Perusahaan asuransi jiwa siap menjaring nasabah dan premi baru dari produk baru ini. Geger Maulana, Wakil Direktur Utama PT BNI Life Insurance mengatakan, pihaknya menawarkan produk unitlink yang dibalut dengan asuransi tambahan (rider). Produk ini terdiri atas paket sederhana hingga paket lengkap. Ada tiga hingga empat paket produk yang di tawarkan kepada nasabah. Paket unitlink dengan rider ini menyasar pada nasabah individu, baik nasabah PT BNI Tbk hingga nasabah umum. Paket unitlink ini disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Adapun preminya cukup terjangkau bagi nasabah individu. "Preminya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Paket yang lengkap menawarkan tambahan asuransi kesehatan, kecelakaan dan critical illness," terang Geger

Warta Kota – 15/02/2017, Hal. 13

Sun Life Terus Kembangkan SDM Bidang Aktuaria

Sun Life Financial Asia (Sun Life Asia) dan University of Waterloo bekerja sama dalam proyek Manajemen Risiko,  Ekonomi  yang  Berkesinambungan  dan  Pengembangan  Ilmu  Aktuaria  di  Indonesia  atau  Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia (READI). Program yang didukung  Global  Affairs  Canada,  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  dan  para  mitra  di  industri  asuransi  itu diharapkan dapat mengatasi kesenjangan di sektor asuransi dan pensiun di Indonesia. Bersamaan dengan kerja sama tersebut, juga telah ditunjuk Profesor Ken Seng Tan sebagai pengelola beasiswa Sun Life di bidang Ilmu  Aktuaria  Internasional.  “Kami  gembira  mengumumkan  Profesor  Ken  Seng  Tan  sebagai  pengelola beasiswa Sun Life di bidang Ilmu Aktuaria Internasional dan kami yakin beliau adalah orang yang tepat untuk memimpin  upaya  kami  dalam  mengembangkan  sumber  daya  manusia  di bidang  aktuaria dan  risiko di Indonesia,”  ujar  President  Sun  Life  Financial  Asia  Kevin  Strain,  dalam  keterangan  tertulisnya,  kemarin. Sementara itu, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty mengatakan, Profesor Tan adalah akademisi yang telah diakui atas upayanya yang secara aktif mendorong ilmu aktuaria di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. “Beliau mempunyai peranan yang penting sejak tahap penggodokan proyek READI dan kami berharap untuk melihat program ini bertumbuh lebih baik di bawah bimbingannya,” kata Elin. Koran Sindo – 16/02/2017, Hal. 19

Inhealth Incar Korporat Bank Mandiri

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Mandiri Inhealth siapkan sejumlah jurus untuk mendongkrak kinerja di tahun ayam api. Perusahaan yang mengandalkan lini asuransi kesehatan ini mematok target pertumbuhan premi yang lebih tinggi ketimbang realisasi tahun 2016 lalu. Direktur Mandiri Inhealth Armendra menyebut sepanjang tahun kemarin berhasil mencatatkan perolehan premi sebesar Rp 1,62 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi sekitar 14,2% dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,43 triliun. Nah untuk tahun 2017 ini, Mandiri Inhealth menargetkan bisa menggondol premi sebesar Rp 1,92 triliun. "Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai pertumbuhan 20%," kata Armendra. Strategi lain adalah dengan lebih memaksimalkan konsolidasi dengan grup usaha Bank Mandiri. Misalnya dengan mengincar pasar asuransi kesehatan dari nasabah Bank Mandiri. "Bank Mandiri kan punya nasabah korporat yang bisa kami tawarkan untuk asuransi kesehatannya," ungkap dia. Sebenarnya, upaya ini sendiri diakuinya sudah dijalankan sejak 2015 lalu. Namun ke depan, upaya ini akan dilakukan dengan lebih masif termasuk dengan ikut fokus menyasar nasabah dari anggota grup Mandiri yang lain.

Tribun Timur – 15/02/2017, Hal. 4

(Berita Photo) Mandiri Inhealth Resmikan Konter

Investor Daily – 16/02/2017, Hal. 23

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Laba Industri Asuransi Tak Menggembirakan, Ini Penjelasan OJK

Laba industri asuransi nasional pada akhir tahun 2016 tercatat kurang menggembirakan. Statistik Asuransi yang  dirilis Otoritas  Jasa  Keuangan (OJK)  mencatat,  bisnis  asuransi  jiwa  nasional  rugi  Rp  3,5  triliun, dibandingkan laba pada akhir tahun 2015 sebesar Rp 10,23 triliun. Selain itu, laba bersih industri asuransi umum pada akhir tahun 2016 juga turun 9 persen menjadi Rp 5,76 triliun. Bagaimana tanggapan OJK selaku pengawas industri asuransi nasional? Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani menilai, pada dasarnya kinerja industri asuransi, khususnya asuransi jiwa masih dalam kondisi sehat. Adapun turunnya laba disinyalir lantaran terkait menurunnya investasi. "Perkara ini investasi yang saham-saham yang dibeli mungkin nilainya lagi turun. Itu saja kerugiannya," ujar Firdaus di Jakarta. Kompas.com - 15/02/2017 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/14/152254126/laba.industri.asuransi.tak.menggembirak an.ini.penjelasan.ojk

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.328

IHSG

5.375,08

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF