AAJI Daily News - 18 April 2017


Tanggal terbit (18 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Ritel Topang Pendapatan Premi
  2. Pelaku IKNB Antisipasi Potensi Penurunan
  3. Investasi DPLK Dilindungi ARMS
  4. Tidak Bisa Lepas dari Kemajuan Perusahaan Pendiri
  5. (SEREMONIA) Comonwealth Life Raih Tiga Penghargaan di “Contact Center Service Excellence Award 2017"
  6. (Berita Photo) Asuransi Jiwa Nelayan
  7. Porsi Asing Di Perusahaan Asuransi Harus Disiasati
  8. Revisi Aturan Saham Asing Di Asuransi Molor

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Ritel Topang Pendapatan Premi

Sejumlah perusahaan asuransi jiwa bakal memacu pendapatan premi dari segmen ritel atau individu untuk mencapai target pertumbuhan pada tahun ini. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Maryoso Sumaryono menyatakan saat ini pihaknya tengah mengembangkan saluran distribusi   keagenan (agency) untuk memasarkan produk yang difokuskan kepada segmen ritel. Dia menuturkan, mayoritas pendapatan premi perusahaan saat ini masih berasal dari segmen korporasi atau kumpulan dengan porsi sekitar 95%, sedangkan kontribusi dari segmen ritel masih sangat rendah atau berkisar 5%. “Peluang bisnis dari segmen individu masih sangat besar. Untuk menyasar segmen tersebut, kami sedang membangun saluran agency,” kata Maryoso kepada Bisnis, Minggu (16/4).

Bisnis Indonesia – 18/04/2017, Hal. 22

Pelaku IKNB Antisipasi Potensi Penurunan

Pelaku  industri  keuangan  nonbank  atau  IKNB  dinilai  perlu  menata  kembali  portofolio  investasi  guna mengantisipasi penurunan imbal hasil surat berharga negara seiring dengan munculnya potensi penaikan peringkat Indonesia oleh  Standard  & Poor’s menjadi investment grade.  Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), surat berharga negara (SBN) merupakan salah satu instrumen andalan industri     dalam menempatkan  dananya. Per Februari 2017, industri asuransi jiwa menempatkan 16,26% dana kelolaannya pada instrumen SBN. Adapun industri asuransi umum  menempatkan sebanyak 12,41% dana di SBN. (Lihat grafis) Direktur Utama PT Capital Life Indonesia Antony Japari menyebutkan, perubahan peringkat dari S&P bakal meningkatkan permintaan SBN, khususnya dari investor asing. Dengan begitu, jelasnya, penurunan imbal  hasil  SBN  akan  terjadi.  “Ini  pasti  mempengaruhi  [imbal  hasil],  terkait  supply  dan  demand  saja,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (16/4).

Bisnis Indonesia – 18/04/2017, Hal. 21

Investasi DPLK Dilindungi ARMS

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia bermain di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sejak 2015. Bisnis DPLK yang dijalani oleh perusahaan asal Italia ini, menurut CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman masih tergolong baru. “Aset kami akhir 2016 sebesar Rp 145 miliar dan pertumbuhan kami cukup kencang tahun lalu meningkat sekitar 163 persen dibanding tahun 2015,” kata Edy Tuhirman kepada Media Asuransi. Dia mengemukakan Generali Indonesia mau ikut bisnis DPLK karena melihat potensi pasar dana pensiun yang masih besar dan yang terutama karena Generali Indonesia menggarap bisnis employee benefit. Media Asuransi – Edisi April 2017, Hal. 16

Tidak Bisa Lepas dari Kemajuan Perusahaan Pendiri

Pencapaian bisnis Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tidak lepas dari kemajuan bisnis perusahaan pendiri. Karena, direksi perusahaan pendiri DPLK sebagai pengurus, dalam kegiatan operasionalnya, DPLK mempunyai visi, misi, dan tata nilai yang harus sama dengan perusahaan pendiri, dan pendiri DPLK Tugu Mandiri adalah PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Asuransi jiwa Tugu Mandiri kepada Media Asuransi. Pertumbuhan DPLK Tugu Mandiri, kata Donny Subakti, sejalan dengan perkembangan usaha Asuransi Jiwa Tugu Mandiri.

Media Asuransi – Edisi April 2017, Hal. 16

(SEREMONIA) Commonwealth Life Raih Tiga Penghargaan di “Contact Center Service Excellence Award 2017”

Commonwealth Life Meraih Penghargaan “Contact Center Service Excellence Award 2017” yang diselenggarakan oleh Service Exellence Magazine dan Carre – CSSL di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (12/4). Tiga penghargaan berhasil diraih, yakni The Best Call Center dan Email Center dengan predikat “Exceptional”, serta Twitter dengan predikat “Good” untuk kategori Life and Health Insurance.

Kompas – 18/04/2017, Hal. 10

Antarafoto.com - 13/04/2017 (Berita Photo) Asuransi Jiwa Nelayan

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1492059004/asuransi-jiwa-nelayan

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Porsi Asing Di Perusahaan Asuransi Harus Disiasati

Kementerian Keuangan (Kemkeu) saat ini tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian. Meski didalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, diatur mengenai batasan sampai 80%. Di lain sisi, aspek kedaulatan ekonomi juga perlu dipertimbangkan. Anggota komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun berpandangan, beberapa pemikiran tentang kedaulatan ekonomi Indonesia dalam bidang asuransi haruslah menjadi pertimbangan. Menurutnya, pemerintah harus mensiasatinya, meski dalam UU 40/2014 ada pengaturan 80%.  Nah, saat ini Pemerintah belum bersikap angkanya berapa. Meski RPP itu kewenangan pemerintah yang dikonsultasikan dengan DPR. "Kita harus hati-hati dalam mengambil keputusan ini, walaupun kita belum tahu pemerintah akan mengambil angka berapa persen.

Kontan.co.id - 17/04/2027

http://keuangan.kontan.co.id/news/porsi-asing-di-perusahaan-asuransi-harus-disiasati

Revisi Aturan Saham Asing Di Asuransi Molor

Kementerian Keuangan masih punya pekerjaan rumah untuk menyelesaikan aturan turunan soal batas kepemilikan saham asing di perusahaan asuransi. Pasalnya legislator belum sepenuhnya setuju dengan usulan yang dikeluarkan Kemenkeu. Padahal dalam undang-undang no 40 tahun 2014 tentang perasuransian, batas waktu pembuatan aturan turunan soal kepemilikan asing adalah dua setengah tahun dari saat beleid tersebut. Momen tersebut jatuh tepat hari ini, Senin (17/4). Dalam usulannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan rancangan peraturan pemerintah yang disiapkan lembaganya akan kembali menegaskan batasan kepemilikan saham asing ke level 80%. Alias sama dengan yang tertuang pada PP 73 tahun 1992. Nah untuk pembuatan aturan turunan undang-undang tersebut, Kemenkeu memang harus berkonsultasi dulu dengan DPR.

Kontan.co.id - 18/04/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/revisi-aturan-saham-asing-di-asuransi-molor

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.251

IHSG

5.607,35

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF