AAJI Daily News - 20 April 2017


Tanggal terbit (20 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Deposito Masih Andalan Hanwha
  2. Makin Optimistis Incar Asia Tenggara
  3. DPR Khawatir Industri Asuransi Dikuasai Asing
  4. Bancassurance Jadi Andalan BNI Life
  5. Prudential Indonesia Bayarkan Klaim Rp10 Triliun
  6. Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp9,9 Triliun
  7. Kuartal I-2017, Capital Life Meraih Premi Rp 1,1 Triliun
  8. Sepanjang 2016, Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp 10 Triliun
  9. Prudential Indonesia Bukukan Premi Rp26,5 Triliun di 2016
  10. Indonesia Re Kantongi Rating AA dari Fitch
  11. (Berita Photo) Kinerja Prudential Indonesia
  12. (Berita Photo) Kontribusi Bancassurance

MENGENAI AAJI

Deposito Masih Andalan Hanwha

PT Hanwha Life Insurance Indonesia masih mengandalkan instrumen deposito untuk penempatan dana pada 2017. Finance Accounting Head PT Hanwha Life Insurance Robertus Deddy Gunawan mengatakan  dari penempatan tersebut pihaknya mengincar imbal hasil sebesar 8,5%—9% sepanjang 2017. Robertus mengakui kebijakan penempatan dana pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada 2016, perusahaan menempatkan sebanyak 60% – 65% investasi pada instrumen deposito dan sekitar 34% pada obligasi pemerintah. “Karena kami ingin benar-benar secure, kami belum masuk ke infrastruktur dan lain-lain, paling besar masih di deposito,” kata Deddy, belum lama ini. Dari penempatan dana pada 2016, pihaknya membukukan hasil Rp29 miliar. Dia mengakui, hasil investasi tersebut tidak terlalu besar. Pihaknya baru menambah modal pada November 2016, yakni Rp1,7 triliun. Khusus untuk pendapatan premi, pihaknya mengejar target perolehan Rp403 miliar sepanjang tahun ini. Angka ini tumbuh 93% jika dibandingkan dengan pendapatan premi 2016 sebesar Rp209 miliar. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, mempertimbangkan usul DPR untuk mengubah porsi kepemilikan saham dalam rentang waktu 10- 20 tahun. “yang sudah 80 persen, tak mudah menurunkan asingnya jadi 49 persen,’’ ujar dia.

Bisnis Indonesia – 20/04/2017, Hal. 19

Narasumber:

-             Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Makin Optimistis Incar Asia Tenggara

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re optimistis meningkatkan ekspansi baik di dalam negeri maupun di kawasan Asia Tenggara setelah mendapatkan peringkat National Insurer Financial Strength (IFS) di ‘AA(idn)’ dengan outlook stabil. Direktur Utama Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane menjelaskan peringkat dari PT Fitch Ratings Indonesia tersebut menjadi bagian dari rencana pihaknya untuk mewujudkan cita-cita menjadi giant reinsurer kelas dunia. Dengan peringkat itu, pihaknya ingin memaksimalkan potensi pasar reasuransi dalam negeri yang dalam 2 tahun terakhir bertumbuh signifikan dengan kehadiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri. Di sisi lain, BUMN di sektor reasuransi ini pun ingin semakin memperluas jangkauan bisnis di kawasan regional Asia Tenggara.

Bisnis Indonesia – 19/04/2017, Hal. 19

DPR Khawatir Industri Asuransi Dikuasai Asing

Dewan Perwakilan Rakyat berkukuh mengurangi porsi kepemilikan asing pada perusahaan asuransi hingga 40 persen dari batas  maksimal   80 persen. Dewan  khawatir  potensi   perkembangan  bisnis asuransi dalam negeri dicaplok  oleh  perusahaan  asing. Usul ini muncul saat pembahasan rancangan peraturan pemerintah tentang perasuransian. Wakil Ketua Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Soepriyatno, mengatakan porsi asing yang melampau besar akan menyebabkan dana kelola mengalir ke luar. “Awal pendirian modalnya 80 persen, nanti disuntik modal asing lagi, tergerus dong 20 persennya. Kami sudah tahu motifnya,” kata dia kepada tempo, kemarin.

Tempo – 20/04/2017, Hal. 6

Bancassurance Jadi Andalan BNI Life

Sejumlah perusahaan asuransi jiwa masih mengandalkan  pemasaran produk melalui saluran distribusi bancassurance untuk mencapai target pertumbuhan premi di tahun ini. Salah satu perusahaan asuransi jiwa yang masih mengandalkan pemasaran produk melalui saluran bancassurance ialah PT BNI Life Insurance (BNI Life). Wakil Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana menyatakan saat ini saluran tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan premi perusahaan. Dari total premi yang berhasil dikumpulkan sampai dengan kuartal pertama  tahun ini yaitu Rp1,3 triliun, saluran bancassurance berkontribusi sebesar 50%. Kemudian, disusul oleh pendapatan premi dari employee benefit 40%, dan 10% sisanya berasal dari pemasaran produk melalui agen.

Bisnis.com - 19/04/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170419/215/646522/bancassurance-jadi-andalan-bni-life

Prudential Indonesia Bayarkan Klaim Rp10 Triliun

PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia telah membayarkan total klaim sebesar Rp10 triliun sepanjang 2016. “Angka tersebut mewakili lebih dari 10% total klaim yang dibayarkan industri [asuransi jiwa] di seluruh Indonesia,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch, Selasa(18/4/2017). Sepanjang tahun lalu, ujarnya, total pendapatan premi sebesar Rp26,5 triliun. Menurut dia, total jumlah polis aktif sebanyak 3,4 juta polis. Selain itu, Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga keunggulan di asuransi jiwa syariah. Sepanjang 2016, perseroan mencatatkan perolehan tabarru sebesar Rp2,2 triliun, dengan total polis mencapai 510.000. Sedangkan untuk pendapatan investasi yang telah diperoleh perusahaan sebesar Rp5,2 triliun, dengan total dana kelola sebesar Rp54,4 triliun sepanjang 2016.

Bisnis.com - 18/04/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170418/215/646247/prudential-indonesia-bayarkan-klaim-rp10-triliun

Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp9,9 Triliun

PT Prudential Life Assurance (Prudential lndonesia) terus menjalankan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada nasabah. Sepanjang 2016, perseroan membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp9,9 triliun, meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp8,1 triliun. “Total klaim dan manfaat pada tahun ini hampir menyentuh Rp10 triliun yaitu sebesar Rp9,9 triliun,” ujar Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia di Kantor Prudential, Jakarta, Selasa, 18 April 2017. Jens menjelaskan, Prudential secara rata-rata memproses satu klaim setiap delapan detik. Total klaim yang dibayarkan tersebut merupakan angka tertinggi di industri asuransi jiwa dan mewakili lebih dari 10 persen total klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa di lndonesia pada 2016.

Infobanknews.com - 18/04/2017

http://infobanknews.com/prudential-indonesia-bayar-klaim-rp99-triliun/2/

Kuartal I-2017, Capital Life Meraih Premi Rp 1,1 Triliun

PT Capital Life Indonesia (Capital Life) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tiga bulan pertama tahun ini. Kuartal I 2017, perusahaan mengantongi pendapatan premi sebesar Rp 1,1 triliun, naik 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 474,2 miliar. Menurut Antony Japari, Presiden Direktur Capital Life, peningkatan pencapaian tersebut didapat dari kontribusi produk endowment sebesar Rp 600 miliar dan produk unitlink sebesar Rp 500 miliar. "Produk endowment memang masih mendominasi, namun sekarang kami juga mulai meningkatkan pertumbuhan produk unitlink yang pasarnya juga cukup besar," ujar Antony, Rabu (19/4). Tahun ini, Capital Life menargetkan dapat membukukan pendapatan premi mencapai Rp 3 triliun. Pertumbuhan premi tersebut meningkat 50% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp 2,1 triliun. Antony optimistis, Capital Life dapat memenuhi target tahun ini. Untuk itu, Capital Life memiliki beberapa strategi untuk mencapai target tersebut.

Harian Kontan – 20/04/2017, Hal. 24

Berita Serupa :

  • Kontan.co.id - 19/04/2017 Premi Capital Life naik 59% di kuartal I

http://keuangan.kontan.co.id/news/premi-capital-life-naik-59-di-kuartal-i

Sepanjang 2016, Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp 10 Triliun

PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia melaporkan telah membayar klaim dan manfaat sebesar hampir Rp 10 triliun di tahun 2016. Prudential secara rata-rata memproses satu klaim setiap delapan detik. "Total klaim yang dibayarkan tersebut merupakan angka tertinggi di industri asuransi jiwa dan mewakili lebih dari 10 persen total klaim yang dibayarkan industri di Indonesia," ujar Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia di Jakarta, Selasa (18/4/2017). Prudential Indonesia juga mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 26,5 triliun. Adapun jumlah polis aktif mencapai 3,4 juta polis aktif pada tahun 2016. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan para nasabah sepanjang tahun 2016 yang mengantar kami ke posisi yang kuat untuk melanjutkan komitmen dalam menyediakan proteksi keuangan dan keluarga terbaik di Indonesia," ujar Reisch.

Kompas.com - 18/04/2017

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/18/181815726/sepanjang.2016.prudential.indonesia.bay

ar.klaim.rp.10.triliun

Prudential Indonesia Bukukan Premi Rp26,5 Triliun di 2016

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan total pendapatan premi sebesar Rp26,5 triliun yang mayoritas berasal dari premi reguler/ jangka panjang, serta 3,4 juta polis aktif pada tahun 2016. Pencapaian ini berkontribusi sebesar 16% terhadap total pendapatan premi industri asuransi nasional. "Tahun lalu total premi kami Rp26,5 triliun, angka ini 16% dari total industri asuransi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan para nasabah sepanjang tahun 2016 yang mengantar kami ke posisi yang kuat untuk melanjutkan komitmen dalam menyediakan proteksi keuangan dan keluarga terbaik di Indonesia," ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch saat pemaparan hasil bisnis Prudential Indonesia di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (18/4/2017). Lebih jauh katanya, Prudential Indonesia juga menjaga keunggulannya di industri asuransi jiwa syariah dengan mencatat total pendapatan kontribusi Tabarru sebesar Rp2,2 triliun dan jumlah polis aktif sebesar 510 ribu di tahun 2016.

Wartaekonomi.co.id - 18/04/2017

http://wartaekonomi.co.id/read138217/prudential-indonesia-bukukan-premi-rp265-triliun-di-2016.html

Berita Serupa :

  • Kontan.co.id - 18/04/2017 Prudential bukukan kelolaan Rp 54,4 triliun

http://keuangan.kontan.co.id/news/prudential-bukukan-kelolaan-rp-544-triliun

  • Kontan.co.id - 18/04/2017 Pencapaian Premi Prudential Stagnan di 2016

http://keuangan.kontan.co.id/news/pencapaian-premi-prudential-stagnan-di-2016

Indonesia Re Kantongi Rating AA dari Fitch

PT Reasuransi Indonesia Utama alias Indonesia Re mengantongi rating dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Dari lembaga tersebut, Indonesia Re mengantongi rating AA dengan outlook stabil. Direktur Utama Indonesia Re Frans Sahusilawane menyebut, pengganjaran rating dari lembaga internasional ini terbilang penting. Karena bisa membantu perusahaan melakukan penetrasi pasar dengan kepercayaan yang lebih besar dari para mitra. Dengan rating dari lembaga internasional ini, ia menilai perusahaannya bisa lebih memaksimalkan potensi pasar domestik yang terus bertumbuh. Di sisi lain, membuka peluang bisnis di luar negeri. "Dua alasan tersebut membuat rating ini menjadi penting," kata dia, Selasa (18/4). Fitch menilai Indonesia Re punya dukungan modal yang kuat untuk mendorong kinerja sejalan dengan upaya memaksimalkan kapasitas reasuransi di dalam negeri.

Kontan.co.id - 18/04/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/indonesia-re-kantongi-rating-aa-dari-fitch

(Berita Photo) Kinerja Prudential Indonesia

Bisnis Indonesia – 19/04/2017, Hal. 14

(Berita Photo) Kontribusi Bancassurance

Bisnis Indonesia – 20/04/2017, Hal. 19

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.329

IHSG

5.606,15

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF