AAJI Daily News - 22 Maret 2017


Tanggal terbit (22 / 03 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-006-01
  1. Asuransi Alihkan Investasi Ke Saham & Reksa Dana
  2. Klaim BCA Life Naik Signifikan
  3. Premi BCA Life Tumbuh 190%
  4. Premi BCA Life Naik 190% di 2016 Jadi Rp322 Miliar
  5. Tugu Mandiri Kejar Aset Rp3,5 Triliun
  6. Aset DPLK Tugu Mandiri Capai Rp2,5 Triliun
  7. Reorganisasi SDM Tekan Biaya 40%
  8. Sun Life Financial Perluas Pasar Di Jawa Timur
  9. AXA Kembangkan Produk Syariah
  10. Banyak Asuransi Belum Penuhi Aturan Investasi SUN

MENGENAI AAJI

Asuransi Alihkan Investasi Ke Saham & Reksa Dana

Membaiknya indeks sepanjang 2016 berdampak positif terhadap kinerja investasi asuransi. peningkatan instrumen reksa dana dan saham digunakan sebagai kesempatan mendulang gain. Sembari menyiapkan pemenuhan ketentuan POJK No. 1/2016 untuk memperbesar porsi SBN. Faktor utama membaiknya investasi tersebut kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim karena bursa membaik. Hasil investasi memang, memiliki korelasi dengan kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam beberapa kali kejatuhan bursa saham, investasi asuransi turut terkena dampak secara langsung, seperti terjadi pada pertengahan tahun 2014 hingga pertengahan 2015. Pembalikan hasil investasi dari zona negatif kembali positif mulai terjadi memasuki tahun 2016. Berdasarkan catatan AAJI, per triwulan keempat 2015, hasil investasi masih minus 104,1%. Dari semula untung Rp 40,83 triliun pada kuartal empat 2014 menjadi rugi Rp 1,66 triliun.

Majalah Investor – Edisi Maret, Hal. 20

Narasumber:

-     Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Klaim BCA Life Naik Signifikan

PT Asuransi Jiwa BCA telah menyalurkan klaim Rp55,65 miliar sepanjang 2016, atau naik sekitar tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp18,64 miliar. Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) Christine Setyabudhi mengatakan penyaluran klaim pada tahun lalu meningkat signifikan lantaran pendapatan premi yang di bukukan perusahaan juga tumbuh tinggi. “Meskipun pembayaran klaim tahun lalu meningkat, tetapi kami tetap bisa menjaga solvabilitas sebesar 780% atau jauh di atas ketentuan yang ditetapkan OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” kata Christine, Selasa (21/3). Dia mengungkapkan, sepanjang 2016 perseroan telah membukukan premi Rp322,08 miliar atau tumbuh 190% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yaitu Rp110,87 miliar. Menurutnya, faktor pendorong pertumbuhan premi cukup tinggi ialah adanya upaya pengembangan produk dan perluasan saluran distribusi.

Bisnis Indonesia – 22/03/2017, Hal. 21

Premi BCA Life Tumbuh 190%

PT Asuransi  Jiwa BCA  alias BCA  Life membukukan  pertumbuhan  bisnis  yang  signifikan  pada  tahun  lalu.Dibandingkan pencapaian pada 2015, premi BCA Life melompat 190% sepanjang 2016. Presiden Direktur BCA Life Christine Setyabudhi bilang, tahun lalu, perusahaan mencatatkan perolehan premi sebesar Rp 322,08 miliar. Sedangkan tahun sebelumnya, premi yang dikantongi perseroan senilai Rp 110,87 miliar. Menurutnya, pertumbuhan  bisnis  ini  didukung  oleh  penguatan  saluran  distribusi  yang  dimanfaatkan  perusahaan. “Sepanjang tahun 2016, kami telah melengkapi jalur distribusi pemasaran produk asuransi jiwa melalui jalur kumpulan, bundled, telemarketing, worksite, dan bancassurance," ucap Christine dalam keterangan tertulis, Selasa (21/3). Tahun lalu, BCA Life juga melakukan strategi deepening and expanding dengan menghadirkan lima produk baru melengkapi produk-produk yang sudah ada.

Investor Daily – 22/03/2017, Hal. 23

Premi BCA Life Naik 190% di 2016 Jadi Rp322 Miliar

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) membukukan pertumbuhan bisnis yang signi? an di tahun 2016. Dibandingkan pencapaian pada 2015, premi BCA Life melompat 190% secara year-on-year (yoy). Presiden Direktur BCA Life Christine Setyabudhi bilang, di tahun  lalu pihaknya mencatatkan premi Rp 322,08 miliar. Sedangkan di tahun 2015, premi yang dikantongi BCA Life baru mencapai Rp 110,87 miliar. Menurut dia, pertumbuhan bisnis ini didukung penguatan saluran  distribusi. "Sepanjang 2016, kami telah melengkapi jalur distribusi pemasaran produk asuransi jiwa melalui jalur kumpulan, bundled, telemarketing, worksite dan bancassurance," papar dia dalam   keterangan  tertulis, Selasa (21/3). Pada   tahun  lalu, BCA Life melakukan strategi deepening & expanding dengan  menghadirkan lima produk baru. BCA  Life  memasarkan 11 produk di 2016. Strategi ini berhasil meningkat jumlah nasabah menjadi 293.968 nasabah di akhir 2016 dari tahun 2015 sebanyak 84.478 nasabah. Di sisi lain, BCA Life  menuai  kenaikan  klaim dari Rp 18,6 miliar menjadi Rp 55,6 miliar per akhir 2016.

Harian Kontan – 22/03/2017, Hal. 24

Berita Serupa :

  • Kontan.co.id - 21/03/2017 Premi BCA Life melesat 190% pada 2016

http://keuangan.kontan.co.id/news/premi-bca-life-melesat-190-pada-2016

  • Bisnis.com - 21/03/2017 Sepanjang 2016, BCA Life Bayarkan Klaim Rp55 Miliar

http://finansial.bisnis.com/read/20170321/215/639059/sepanjang-2016-bca-life-bayarkan-klaim-

rp55-miliar

Tugu Mandiri Kejar Aset Rp3,5 Triliun

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tugu Mandiri menargetkan total dana kelolaan Rp3,5 triliun sepanjang 2017. Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Daneth Fitrianto menjelaskan hingga akhir tahun lalu pihaknya mampu merealisasikan total aset senilai Rp2,5 triliun. Pada tahun ini, Dana Pensiun Lembaga Keuangan milik PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri itu menargetkan pertumbuhan aset sekitar 40%. “Kalau akhir 2017, aset kurang lebih mungkin bisa sampai Rp3,5 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/3). Daneth mengatakan peningkatan aset DPLK Tugu Mandiri sepanjang 2016 tidak terlepas dari peningkatan peningkatan yang signifikan pada dana kelolaan program pensiun untuk kompensasi pesangon (PPUKP). Dari total aset yang mencapai Rp2,5 triliun, PPUKP berkontribusi hingga 50%. Pada akhir 2015 kontribusi PPUKP terhadap aset DPLK Tugu Mandiri baru mencapai Rp10 miliar. “Sekarang aset PPUKP Tugu Mandiri sudah mencapai Rp1,3 triliun.”

Bisnis Indonesia – 22/03/2017, Hal. 21

Aset DPLK Tugu Mandiri Capai Rp2,5 Triliun

Dana Pensiun Lembaga Pensiun Keuangan Tugu Mandiri mencatatkan total aset senilai Rp2,5 triliun sepanjang 2016. Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Daneth Fitrianto mengatakan peningkatan aset DPLK tidak terlepas dari peningkatan peningkatan yang signifikan pada dana kelolaan PPUKP. Dari total aset yang mencapai Rp2,5 triliun, PPUKP berkontribusi hingga 50%.Padahal, jelasnya, pada akhir 2015 kontribusi PPUKP pada aset DPLK Tugu Mandiri baru mencapai kisaran Rp10 miliar. “Sekarang aset PPUKP Tugu Mandiri sudah mencapai 1,3 triliun,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (20/3/2017). Daneth menilai secara industri lonjakan dana kelolaan PPUKP juga bisa dikaitkan dengan peningkatan kesadaran dan kepatuhan perusahaan untuk mencadangkan pesangon. Di sisi lain, jelasnya, terdapat juga desakan dari para pekerja kepada perusahaannya untuk memindahkan pengelolaan pesangon mereka ke pihak ketiga, yakni DPLK.

Bisnis.com - 20/03/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170320/215/638690/aset-dplk-tugu-mandiri-capai-rp25-triliun

Reorganisasi SDM Tekan Biaya 40%

Pengelola Statuter mengklaim reorganisasi sumber daya manusia dalam restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 mampu menekan biaya hingga 40%. Adhie Massardi, Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera), Bidang SDM, Umum dan Komunikasi, menjelaskan penataan ulang atau reorganisasi karyawan memang menjadi salah satu fokus dalam restrukturisasi. Pasalnya, langkah tersebut diyakini dapat mengurangi beban atau biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya total beban. “Kami harapkan dengan reorganisasi karyawan ini kami bisa menekan biaya hingga 40%,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/3). Adhie menjelaskan selama ini biaya yang timbul dari proses pengumpulan premi lanjutan terbilang signifikan. Dia mengatakan pada Januari 2016, untuk mengumpulkan premi lanjutan senilai Rp317 miliar, AJB Bumiputera mesti mengeluarkan biaya Rp200 miliar.

Bisnis Indonesia – 22/03/2017, Hal. 22

Sun Life Financial Perluas Pasar Di Jawa Timur

PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) memperluas jangkauan pasar di Jawa Timur melalui peningkatan kualitas layanan tenaga pemasar. Perseroan membuka kantor Agency Development Centre (ADC) di Malang, Jawa Timur. Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty mengatakan, ekspansi kantor ADC menjadi penegasan komitmen Sun Life dalam mengakselerasi laju pertumbuhan bisnisnya di Indonesia dengan menggarap serius potensi kota lapis kedua. Keberadaan ADC juga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layanan asuransi berkualitas melalui agen-agen profesional. “Profesionalisme para tenaga pemasar, khususnya agen, sangat diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial jangka panjang,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Koran Sindo – 22/03/2017, Hal. 19

AXA Kembangkan Produk Syariah

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) akan terus mengembangkan produk asuransi syariah. AXA pada tahun ini rencananya meluncurkan produk Mandiri Elite Plan Syariah. Director of In Branch Channel AXA Mandiri Tisye Diah Retnojati menjelaskan, Mandiri Elite Plan Syariah merupakan asuransi unit link yang menyasar nasabah menengah ke atas. Produk tersebut sebelumnya sudah diluncurkan pada 2016, tapi menggunakan skema konvensional. Tisye menjelaskan, produk dengan skema syariah tersebut sedang dalam proses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “kami berharap pada kuartal dua sudah bisa diluncurkan,” kata Tisye saat berbincang dengan awak media di banda aceh, belum lama ini.

Republika – 22/03/2017, Hal. 20

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Banyak Asuransi Belum Penuhi Aturan Investasi SUN

Industri asuransi harus bekerja keras memenuhi aturan investasi di surat utang negara (SUN). Pasalnya, banyak perusahaan asuransi belum bisa memenuhi ketentuan minimal investasi di SUN pada tahun lalu. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai penghujung 2016, baru 23 entitas asuransi jiwa yang memenuhi ketentuan investasi di obligasi pemerintah atau sukuk negara. Rinciannya, 15 entitas merupakan pemain konvensional sementara sisanya unit usaha syariah maupun asuransi jiwa syariah murni. Padahal, menurut data OJK, sampai akhir 2016, terdapat 52 perusahaan asuransi jiwa konvensional yang beroperasi di Indonesia. Sementara di segmen syariah, terdapat 27 perusahaan baik berupa unit usaha syariah (UUS) maupun full ? edge syariah.

Harian Kontan – 22/03/2017, Hal. 24

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.330

IHSG

5.490,10

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor

DOWNLOAD PDF