AAJI Daily News - 23 Maret 2017


Tanggal terbit (23 / 03 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Capital Life Segera Luncurkan Cakap
  2. Indonesia Re Optimistis Jadi Reasuransi Terbesar di Asia Tenggara 2020
  3. Premi Reasuransi Melonjak Rp7 Triliun dalam 2 Tahun
  4. Premi BCA Life Tumbuh 190%
  5. Defisit Premi Reasuransi Menurun
  6. (Berita Photo) Taspen Life Raih Premi Rp388,96 Miliar di 2016
  7. (Berita Photo) Diskusi Asuransi
  8. Banyak Asuransi Belum Penuhi Aturan Investasi SUN

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Capital Life Segera Luncurkan Cakap

PT Capital Life Indonesia berencana meluncurkan produk asuransi mikro dengan menggandeng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. pada awal April 2017. Direktur Utama PT Capital Life Indonesia (Capital Life) Antony Japari menjelaskan produk asuransi mikro dengan nama Capital Eka Proteksi atau Cakap itu telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Pihaknya tengah menyiapkan sistem pemasaran bersama dengan jaringan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) agar siap dipasarkan pada bulan depan. “Rencananya awal April akan kami luncurkan sebab butuh waktu juga untuk mempersiapkan sistemnya,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/3). Antony menjelaskan Cakap merupakan produk asuransi mikro dengan premi tunggal seharga Rp20.000. Produk asuransi ini memberikan pertanggungan jiwa dalam jangka waktu enam bulan. Produk ini akan memberikan nilai pertanggungan senilai Rp15 juta untuk risiko meninggal karena sakit. “Jadi, preminya sekali dibayarkan untuk masa pertanggungan enam bulan.”

Bisnis Indonesia – 23/03/2017, Hal. 21

Indonesia Re Optimistis Jadi Reasuransi Terbesar di Asia Tenggara 2020

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re tetap optimistis menjadi reasuransi terbesar di kawasan Asia Tenggara pada 2020. Direktur Utama Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane mengatakan sejak didirikan pada 2015 lalu hingga saat ini pihaknya telah menempati urutan keempat reasuransi terbesar di Asia Tenggara. Peningkatan kapasitas modal, jelasnya, akan terus dilakukan melalui dukungan pemerintah. Bukannya mengandalkan suntikan modal negara, dia mengatakan ke depan Indonesia Re akan didukung pendanaan dari empat BUMN besar. "Kami sudah urutan ke empat dalam dua tahun terakhir. Kami optimistis bisa menjadi reasuransi terbesar di Asean pada 2020," jelasnya di sela-sela seremoni Indonesia Re - Broker Re Gathering 2017, Rabu (22/3/2017).

Bisnis.com - 22/03/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170322/215/639274/-indonesia-re-optimistis-jadi-reasuransi-terbesar-di- asia-tenggara-2020

Premi Reasuransi Melonjak Rp7 Triliun dalam 2 Tahun

Premi sektor reasuransi melonjak dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane mengakui kehadiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri berdampak signifikan kepada peningkatan premi sektor reasuransi. Pada 2014, jelasnya, total pendapatan premi dari empat reasuransi di Indonesia mencapai kisaran Rp6 triliun. Realisasi itu melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2016 menjadi Rp13 triliun. “Dalam dua tahun meningkat sekitar Rp7 triliun, meningkat lebih dari 100%,” ungkapnya di sela-sela seremoni Indonesia Re - Broker Re Gathering 2017, Rabu (22/3/2017). Karena itu, Frans mengakui aliran premi dari asuransi ke luar negeri pun berkurang sejalan dengan penurunan defisit neraca pembayaran industri asuransi.

Bisnis.com - 23/03/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170323/215/639501/premi-reasuransi-melonjak-rp7-triliun-dalam-2-

tahun

Premi BCA Life Tumbuh 190%

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) membukukan pertumbuhan premi signifikan 190% sebesar Rp 322,08 miliar pada 2016 dibandingkan tahun 2015 senilai Rp 110,87 milyar. Pencapaian ini ditopang oleh 11 produk yang telah dipasarkan sepanjang tahun lalu. Presiden Direktur dan CEO BCA Life Christine Setyabudhi mengatakan, pendapatan perusahaan yang meningkat signifikan didasari oleh semakin kuatnya jalur distribusi yang dimiliki oleh BCA Life. “Sepanjang tahun 2016, kami telah melengkapi jalur distribusi pemasaran produk asuransi jiwa melalui jalur kumpulan, bundled, telemarketing, worksite, dan bancassurance (face to face),” terang Christine dalam siaran pers, Selasa (21/3). Dia menjelaskan, selain jalur yang telah lengkap, kualitas produk dan mutu pelayanan BCA Life ikut meningkatkan kepercayaan nasabah. Pada 2016, BCA Life melakukan strategi deepening and expanding dengan menghadirkan lima produk baru untuk melengkapi produk-produk yang sudah ada. Hal ini berhasil memberikan peningkatan jumlah nasabah menjadi 293.968 nasabah, jumlah klaim juga meningkat 198% sebesar Rp 55,65 miliar. Namun tingkat solvabilitas tetap bisa dijaga sebesar 780% atau di atas ketentuan Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Suara Pembaruan – 22/03/2017, Hal. 23

Defisit Premi Reasuransi Menurun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim premi reasuransi yang biasanya terbang ke luar negeri mulai ditekan. Tren ini diprediksi kembali terjadi di 2017. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan, tahun lalu penempatan premi reasuransi ke reasuradur asing mencapai Rp 8,99 triliun. Jumlah ini turun 41,45% secara tahuan. Dus, angka de?sit  transaksi reasuransi ke luar negeri pun menurun. Yakni dari Rp 10 triliun dalam beberapa tahun lalu menjadi Rp 4,1 triliun per akhir tahun lalu. Penurunan ini tak lepas dari aturan OJK agar pemain asuransi lokal memprioritaskan reasuradur lokal dalam mengalihkan risiko. Ini membuat penanggung mereasuransikan risiko ke mitra lokal.

Harian Kontan – 23/03/2017, Hal. 24

(Berita Photo) Taspen Life Raih Premi Rp388,96 Miliar di 2016

Mediaasuransinews co.id - 22/03/2017

http://mediaasuransinews.co.id/2017/03/22/taspen-life-raih-premi-rp38896-miliar-di-2016-2/

(Berita Photo) Diskusi Asuransi

Bisnis Indonesia – 23/03/2017, Hal. 21

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Banyak Asuransi Belum Penuhi Aturan Investasi SUN

Industri asuransi harus bekerja keras memenuhi aturan investasi di surat utang negara (SUN). Pasalnya, banyak perusahaan asuransi belum bisa memenuhi ketentuan minimal investasi di SUN pada tahun lalu. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai penghujung 2016, baru 23 entitas asuransi jiwa yang memenuhi ketentuan investasi di obligasi pemerintah atau sukuk negara. Rinciannya, 15 entitas merupakan pemain konvensional sementara sisanya unit usaha syariah maupun asuransi jiwa syariah murni. Padahal, menurut data OJK, sampai akhir 2016, terdapat 52 perusahaan asuransi jiwa konvensional yang beroperasi di Indonesia. Sementara di segmen syariah, terdapat 27 perusahaan baik berupa unit usaha syariah (UUS) maupun full fledge syariah. Kondisi yang sama juga terjadi pada segmen asuransi umum dan reasuransi. Jumlah pelaku usaha yang sudah memenuhi ketentuan tersebut tercatat lebih banyak yakni 51 entitas.

Kontan.co.id - 23/03/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/banyak-asuransi-belum-penuhi-aturan-investasi-sun

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.320

IHSG

5.557,24

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF