AAJI Daily News - 23 Oktober


Tanggal terbit (23 / 10 / 2017)

FM-CC-AAJI-06-001

HEADLINE NEWS

  1. Reorientasi Industri Asuransi
  2. Berita Foto : Pendidikan Finansial
  3. Asuransi Sulit Penuhi Batasan Investasi SUN
  4. Berita Foto : Sun Life Edufair
  5. Strategi Sun Life Financial
  6. Berita Foto : Peresmian Kantor AIA
  7. Kuartal III, Premi Sun Life Financial Tumbuh 121%
  8. Laba Wanaartha Life Tumbuh 35%
  9. Asuransi : Secangkir Kopi
  10. Berita Foto : Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  11. Berita Foto : Kerjasama Bancassurance
  12. CAF dan Allianz Luncurkan Jaga Motorku
  13. Berita Foto : Sun Life Edufair 2017

 

 

INDUSTRI ASURANSI JIWA

 

Reorientasi Industri Asuransi

Sektor asuransi terus mendapat sorotan belakangan ini. Kasus ditutupnya PT Asuransi Jiwa Bumiputera dan penolakan pembayaran klaim PT Asuransi Allianz Life Indonesia hingga ditetapkannya Direktur Utama dan Manajer Klaimnya sebagai tersangka seakan menjadi bukti valid. Ironisnya dua kasus di atas terjadi justru di saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian Keuangan tengah menggodok pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP). Sesuai amanat UU No. 40/2014 tentang perasuransian, LPP secara yuridis sudah harus terbentuk sebelum tenggat Oktober 2017. Alhasil, keberadaan LPP diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan terhadap industri Asuransi lantaran polis dari perusahaan Asuransi dijamin oleh regulator keuangan.

Kontan – 21/10/2017 , Hal. 19

 

Berita Foto : Pendidikan Finansial

Kontan – 23/10/2017 , Hal. 24

 

Asuransi Sulit Penuhi Batasan Investasi SUN

Industri Asuransi jiwa masih punya pekerjaan rumah untuk memenuhi aturan soal penempatan investasi di surat utang negara (SUN). Industri Asuransi jiwa masih kesulitan memenuhi ketentuan minimal investasi di SUN. Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Agustus 2017, pelaku industri Asuransi jiwa menempatkan dana sebesar Rp 63,08 triliun di SUN. Jumlah ini baru setara 14,8% dari keseluruhan dana investasi yang sebesar Rp 423,95 triliun. Padahal sampai tutup tahun, porsi minimal investasi di SUN setidaknya harus mencapai 30%.

Kontan – 23/10/2017, Hal. 24

 

Berita Foto : Sun Life Edufair

Bisnis Indonesia – 23/10/2017 , Hal. 17

 

Strategi Sun Life Financial

PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) semakin memperluas jaringan distribusi melalui kanal bancassurance. Hal ini sebagai strategi perusahaan untuk mengencangkan semua kanal distribusi. Chief Marketing Officer Sun Life, Shierly Ge mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan lima bank besar di Indonesia. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT OCBC NISP Tbk, PT CIM NIAGA Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). “Kami berencana menambah dua kerjasama lagi dengan bank dan satu perusahaan pembiayaan tahun ini,” kata Shierly, Jumat (20/10).

Kontan – 23/10/2017, Hal. 24

 

Berita Foto : Peresmian Kantor AIA

Bisnis Indonesia – 23/10/2017 , Hal. 18

 

Kuartal III, Premi Sun Life Financial Tumbuh 121%

PT Sun Life Financial Indonesia mencatat total pendapatan premi hingga kuartal III-2017 sebesar Rp 2,7 triliun. Nilai tersebut tumbuh 121% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Chief Marketing Operational Sun Life Financial Shierly Ge mengatakan, produk unit linked masih menjadi kontribusi Utama terhadap pendapatan premi perseroan perSeptember 2017. Dengan komposisi produk unit linked sebesar 80% sedangkan produk tradisional sebesar 20%.

Investor Daily – 23/10/2017, Hal. 23

 

Laba Wanaartha Life Tumbuh 35%

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 35% hingga Agustus 2017, karena didorong kenaikan pendapatan premi dan hasil investasi. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Yanes Y. Matulatuwa menyatakan hingga Agustus 2017, perusahaan membukukan laba sebesar Rp 147,5 miliar, atau tumbuh 35,44% jika dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 108,9 miliar. “Pertumbuhan laba sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan yang signifikan dari sisi pendapatan premi dan hasil investasi,” kata Yanes kepada Bisnis belum lama ini.

Bisnis Indonesia – 23/10/2017, Hal. 21

 

Asuransi : Secangkir Kopi

Perayaan Hari Asuransi baru saja berlalu. Kendati sudah dibicarakan, seperti Asuransi belum menjadi kebutuhan masyarakat dalam rencana keuangan keluarga. Hingga tahun lalu, tingkat penetrasi Asuransi sekitar 7,5 persen dari 255 juta penduduk Indonesia. Angka ini tidak beranjak jauh dari tahun ke tahun. Tingkat penetrasi itu sangat kecil dibandingkan dengan negara lain. Sebenarnya, kesadaran untuk membangun proteksi keluarga perlu dibangun sejak dini. Ketika seseorang mulai bekerja atau memiliki penghasilan, sesungguhnya dia sudah mulai memerlukan proteksi. Setidaknya, untuk diri sendiri.

Kompas – 21/10/2017, Hal. 19

 

Berita Foto : Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Bisnis Indonesia – 23/10/2017 , Hal. 21

 

Berita Foto : Kerjasama Bancassurance

Kontan – 21/10/2017 , Hal. 11

 

CAF dan Allianz Luncurkan Jaga Motorku

PT Central Asia Financial (CAF) menggandeng Allianz meluncurkan Asuransi Jaga Motorku (JM). CAF sebelumnya memiliki Asuransi digital tanpa beban, Jagadiri. Produk JM memberikan dua perlindungan, yakni personal accident terhadap tertanggung (jiwa) dan perlindungan bagi kendaraan sepeda motor yang dimiliki oleh tertanggung. “Kolabarasi kami bersama Allianz Utama Indonesia merancang produk Asuransi yang bisa sekaligus melindungi kendaraan maupun pengemudi.

Investor Daily – 23/10/2017, Hal. 23

 

Berita Foto Serupa : Sun Life Edufair 2017

Investor Daily – 23/10/2017 , Hal. 8

 

INFORMASI KEUANGAN

 

USD/IDR

13.519

IHSG (per 20 Oktober 2017)

5.929,55

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

 

 

Sumber Kontan.com

 

Sumber Media:

Kontan, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kompas

 

DOWNLOAD PDF