AAJI Daily News - 24 Maret 2017


Tanggal terbit (24 / 03 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Commonwealth Fokus Garap Kelas Menengah
  2. Equity Life - Bank Jateng Wujudkan Proteksi Nasabah
  3. Premi Astra Life 2016 Tumbuh 115 Persen Jadi Rp 2,9 Triliun
  4. Astra Life raup premi Rp 2,9 triliun di 2016
  5. Sun Life Financial Perluas Pasar di Jawa Timur
  6. Defisit Premi Reasuransi Menurun
  7. Penambahan Modal Mendesak
  8. Premi Jiwa Dipacu
  9. (Berita Photo) Bantuan Kaki Palsu
  10. Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3%, Ini Syaratnya

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Commonwealth Fokus Garap Kelas Menengah

PT Commonwealth Life gencar melakukan penetrasi pasar asuransi di Jawa Timur. Mereka membidik segmen kelas menengah melalui layanan asuransi dan investasi untuk kesehatan, pensiun, dan pendidikan. Presiden Direktur Commonwealth Life Elvis Liongosari menyatakan, pihaknya memiliki basis pasar yang jelas karena jumlah nasabah Bank Commonwealth di Indonesia saat ini mencapai 500 ribu orang. Sekitar 30 persen di antaranya berada di Jawa Timur. ”Semua nasabah tersebut bisa menjadi pasar yang potensial bagi kami karena memang kelasnya menengah ke atas,’’ kata Elvis kemarin (23/3). Produk yang ditawarkan Commonwealth pada awal tahun ini adalah Maxiwealth Link, COMM Classy Care, dan COMM Extra Care. ’’Dari Januari ke Februari,  jumlah  peminatnya naik  20–30  persen,’’  jelasnya.  Asuransi  pensiun  menjadi  salah  satu pasar potensial bagi Commonwealth Life lantaran hanya 2 persen pekerja di Indonesia yang memiliki program jaminan pensiun. ’’Pendidikan juga menjadi pasar yang cukup penting. Terutama bagi keluarga muda untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak mereka,’’ paparnya.

Jawapos – 24/03/2017, Hal. 7

Equity Life - Bank Jateng Wujudkan Proteksi Nasabah

Equity Life Indonesia dan Bank Jateng menjajaki kerja sama mewujudkan stabilitas keuangan dan proteksi bagi nasabah. ”Kerja sama strategis yang terjalin antara Equity Life Indonesia dan Bank Jateng bertujuan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama bagi nasabah Bank Jateng. Yaitu dengan membantu nasabah mewujudkan stabilitas keuangan dan proteksi bagi mereka,” tutur Senior Vice President Business Partnership Equity Life Indonesia, Dino Sjarif saat meresmikan kerja samanya di Hotel Aston Jalan MT Haryono Semarang, Rabu (22/3). Dino menuturkan, dengan menggabungkan kekuatan jaringan dan basis nasabah Bank Jateng serta kekuatan Equity Life sebagai salah satu mitra penyedia asuransi, maka kerja sama ini memungkinkan terpenuhinya kebutuhan nasabah. Mereka memperoleh perlindungan asuransi, sekaligus investasi sebagai perencanaan keuangan jangka panjang.

Suara Merdeka – 23/03/2017, Hal. 5

Premi Astra Life 2016 Tumbuh 115 Persen Jadi Rp 2,9 Triliun

PT Astra Aviva Life atau Astra Life melaporkan premi bruto pada tahun 2016 mencapai Rp 2,9 triliun, tumbuh 115 persen dibandingkan tahun 2015 yang senilai Rp 1,4 triliun. Sementara itu, aset mengalami pertumbuhan 100 persen menjadi Rp 3,8 triliun sepanjang tahun 2016. "Selama dua tahun Astra Life beroperasi, kami bekerja keras untuk mewujudkan ‘asuransi jiwa adalah untuk semua orang’ melalui pesan – pesan Love Life di seluruh jaringan distribusi serta mitra kami," jelas Presiden Direktur Astra Life Auddie A Wiranata dalam pernyataan resmi, Kamis (23/3/2017). Pada tahun 2016, rasio solvabilitas atau RBC mencapai 1.289 persen sebelum diaudit. Sementara itu, premi tahunan ekuivalen atau APE perseroan tercatat sebesar Rp 489 miliar, tumbuh 100 persen secara tahunan.

Kompas.com - 23/03/2017

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/23/172933726/premi.astra.life.2016.tumbuh.115.persen

.jadi.rp.2.9.triliun

Astra Life raup premi Rp 2,9 triliun di 2016

PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life) mencetak kinerja moncer di tahun lalu. Pada 2016, Astra Life mencatatkan pertumbuhan premi bruto sebesar 115% menjadi Rp 2,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, aset perusahaan pada 2016 juga tumbuh dua kali lipat menjadi Rp 3,8 triliun dibandingkan periode 2015 sebesar Rp 1,9 triliun. Presiden Direktur Astra Life, Auddie A. Wiranata mengatakan, pencapaian kinerja di sepanjang tahun lalu menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus menggenjot bisnisnya di tengah kondisi perekonomian dan industri asuransi nasional yang masih menantang. Selama dua tahun Astra Life beroperasi sejak November 2014.

Kontan.co.id - 23/03/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/astra-life-raup-premi-rp-29-triliun-di-2016

Sun Life Financial Perluas Pasar di Jawa Timur

PT Sun Life Financial Indonesia memperluas jaringan bisnisnya di Jawa Timur melalui peningkatan kualitas layanan tenaga pemasar. Perseroan membuka kantor Agency Devel opment Center (ADC) di Malang, Jawa Timur. Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty mengatakan peresmian kantor ADC menjadi penegasan komitmen Sun Life dalam mengakselerasi laju pertumbuhan bisnisnya di Indonesia dengan menggarap serius potensi kota lapis kedua. Keberadaan ADC juga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layanan asuransi berkualitas melalui agen -agen profesional. “Profesionalisme para tenaga pemasar, khususnya agen sangat diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial jangka panjang.

Wartaekonomi.co.id - 23/03/2017

http://wartaekonomi.co.id/read135113/sun-life-financial-perluas-pasar-di-jawa-timur.html

Defisit Premi Reasuransi Menurun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim premi reasuransi yang biasanya terbang ke luar negeri mulai ditekan. Tren ini diprediksi kembali terjadi di 2017. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan, tahun lalu penempatan premi reasuransi ke reasuradur asing mencapai Rp 8,99 triliun. Jumlah ini turun 41,45% secara tahunan. Dus, angka defisit transaksi reasuransi ke luar negeri pun menurun. Yakni dari Rp 10 triliun dalam beberapa tahun lalu menjadi Rp 4,1 triliun per akhir tahun lalu. Firdaus mengakui sulit bisa menahan semua premi reasuransi di dalam negeri. Pasalnya, ada sejumlah jenis pertanggungan rumit  dan  bernilai  besar  membutuhkan  dukungan reasuransi asing.  "Tapi  akan  kami  coba  kurangi  dan meningkatkan kemampuan dalam negeri," kata dia.

Kontan.co.id - 23/03/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/defisit-premi-reasuransi-menurun-1

Penambahan Modal Mendesak

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan sepanjang tahun lalu neraca pembayaran di sektor asuransi masih mengalami defisit sekitar Rp8 triliun. Oleh karena itu, reasuransi dalam negeri perlu memperkuat kapasitas modal agar mampu menahan premi lebih banyak di dalam negeri. Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane mengakui kehadiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri berdampak signifikan kepada peningkatan premi sektor reasuransi. Pada 2014, ujarnya, total pendapatan premi dari empat reasuransi di Indonesia mencapai kisaran Rp6 triliun. Realisasi itu melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2016 menjadi Rp13 triliun. “Dalam dua tahun meningkat sekitar Rp7 triliun, meningkat lebih dari 100%,” katanya saat seremoni Indonesia Re-Broker Re Gathering 2017, Rabu (22/3).

Bisnis Indonesia – 24/03/2017, Hal. 21

Premi Jiwa Dipacu

Perusahaan asuransi PT Commonwealth Life mengincar pertumbuhan premi 10%— 20% pada tahun ini seiring dengan diluncurkannya produk baru asuransi jiwa unit-linked melalui kerja sama bancassurance dengan PT Bank Commonwealth. Presiden Direktur Commonwealth Life Elvis Liongosari mengatakan, saat ini total nasabah Commonwealth grup secara nasional mencapai 550.000 nasabah, di mana sekitar 30% di antaranya berasal dari Jawa Timur. Melalui kerja sama bancassurance diharapkan seluruh nasabah bank turut memanfaatkan produk asuransi jiwa yang baru di luncurkan  di Jakarta pada bulan lalu yakni Comm Family Protection yang terdiri dari Maxi wealth Link, Comm Classy Care, dan Comm Extra Care.

Bisnis Indonesia – 24/03/2017, Hal. 21

Antarafoto.com - 23/3/2017 (Berita Photo) Bantuan Kaki Palsu

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1490273123/bantuan-kaki-palsu

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3%, Ini Syaratnya

Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,1%. Namun ternyata, Indonesia memiliki peluang untuk bisa melampaui target tersebut. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jika ekspor Indonesia bisa tumbuh positif tahun ini, dengan asumsi konsumsi dan investasi yang  terus dijaga, maka tak salah jika menginginkan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,3%. "Jadi asalkan ekspornya 0 atau mendekati 0,5% saja, tidak negatif, karena 3 tahun terakhir ekspornya negatif terus, pertumbuhan ekonomi itu bisa di atas 5,1% yaitu 5,2% atau bahkan 5,3%. Itu dengan catatan, ekspornya tidak negatif lagi, karena dia bisa mengurangi posibilitas kita untuk tumbuh," katanya dalam rapat kerja dengan DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Detik.com - 23/03/2017

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3455518/ekonomi-ri-bisa-tumbuh-53-ini-syaratnya

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.325

IHSG

5.572,87

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF