AAJI Daily News - 26 April 2017


Tanggal terbit (26 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Bancassurance Masih Jadi Andalan
  2. Premi Dua Perusahaan Tumbuh Stagnan
  3. Laba Bersih Allianz Indonesia Turun Rp2,51 Miliar di 2016
  4. Kinerja AXA dan Allianz Life Meningkat
  5. Bisnis Allianz Indonesia Terus Tumbuh
  6. Genjot Bisnis Bancassurance BRI dan BRI Life Berkolaborasi
  7. BRI Life genjot segmen mikro
  8. Gejot Asuransi Mikro, BRI Life Andalkan Induk Perusahaan
  9. (Berita Photo) Produk Terbaru Sinarmas MSIG Life
  10. (Berita Photo) Inovasi FWD Life

MENGENAI AAJI

Bancassurance Masih Jadi Andalan

Sejumlah  perusahaan  asuransi  jiwa  masih  mengandalkan  pemasaran  produk  melalui  saluran  distribusi bancassurance untuk mencapai target pertumbuhan premi pada tahun ini. Salah satu perusahaan asuransi jiwa yang masih mengandalkan pemasaran produk melalui saluran bancassurance ialah PT BNI Life Insurance (BNI Life). Wakil Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana menyatakan saat ini saluran tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan premi perusahaan. Dari total premi yang berhasil di kumpul kan sampai dengan kuartal pertama tahun ini yaitu Rp1,3 triliun, saluran bancassurance berkontribusi sebesar 50%. Kemudian, disusul oleh pendapatan premi dari employee benefit 40%, dan 10% sisanya berasal dari pemasaran produk melalui agen. Ketua AAJI Hendrisman Rahim mengungkapkan pada tahun lalu realisasi kinerja kanal bancassurance bertumbuh pesat sehingga mendukung pertumbuhan premi industri asuransi jiwa. Menurutnya, pertumbuhan premi yang cukup tinggi dari saluran bancassurance menandakan tingginya minat dari konsumen untuk mendapatkan produk asuransi melalui perbankan.

Bisnis Indonesia – 26/04/2017, Hal. 22

Narasumber:

-            Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Premi Dua Perusahaan Tumbuh Stagnan

Dua perusahaan asuransi jiwa joint venture beraset besar mencatatkan stagnasi perolehan premi sepanjang 2016, di tengah-tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. PT Allianz Indonesia mencatatkan pendapatan premi bruto gabungan dari lini asuransi jiwa dan umum sebesar Rp10,19 triliun pada 2016, naik 1,4% dibandingkan dengan realisasi 2015 (year on year/yoy). Meskipun demikian, Direktur Utama sekaligus Country Manager Allianz Life Indonesia Joachim Wessling mengatakan, Allianz tetap menunjukan tren yang positif selama 4 tahun terakhir untuk pendapatan premi bruto. Bahkan di tengah-tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, jumlah nasabah juga naik. Sedangkan untuk total aset gabungan Allianz Indonesia tumbuh 8,0% dari Rp29,77 triliun pada 2015 menjadi Rp32,17 triliun pada 2016. “Pertumbuhan yang terjadi lantaran kami menjaga kepercayaan lebih dari 7 juta tertanggung dan memberikan pelayanan yang prima dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan risiko keuangan,” kata Joachim melalui siaran resmi Selasa (25/4).

Bisnis Indonesia – 26/04/2017, Hal. 21

Laba Bersih Allianz Indonesia Turun Rp2,51 Miliar di 2016

Allianz Indonesia mencatat laba bersih gabungan (dari lini usaha asuransi jiwa dan umum) sebesar Rp837,49 miliar, atau mengalami penurunan sebesar Rp2,51 miliar (0,3 persen) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp840 miliar. Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joachim Wessling mengatakan, penurunan laba bersih di sepanjang tahun lalu, disebabkan oleh tantangan yang dihadapi oleh lini asuransi umum. Namun, bila dilihat dari laju pertumbuhan tahunan majemuk (Compunding Annual Growth Rate) selama 4 tahun terakhir, laba bersih Allianz Indonesia masih menunjukkan tren positif atau tumbuh 17 persen. Kendati laba bersih Allianz Indonesia mengalami penurunan di 2016, kata dia, dari sisi pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/GWP) gabungan tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,4 persen menjadi Rp10,19 triliun, bila dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp10,04 triliun.

Infobanknews.com - 25/04/2017

http://infobanknews.com/laba-bersih-allianz-indonesia-turun-rp251-miliar-di-2016/

Kinerja AXA dan Allianz Life Meningkat

Dua perusahaan asuransi jiwa patungan mampu mengantongi pertumbuhan keuntungan sepanjang tahun kemarin. Laba bersih dari PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia sama-sama tumbuh pada 2016 lalu. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan. Kemarin, pendorong pertumbuhan laba dua perusahaan tersebut dari hasil investasi yang lebih baik. Secara industri pada 2016, hasil investasi perusahaan asuransi jiwa memang lebih baik ketimbang tahun 2015.

Harian Kontan – 26/04/2017, Hal. 24

Bisnis Allianz Indonesia Terus Tumbuh

Allianz Indonesia mencatat pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) gabungan atau dari lini usaha asuransi jiwa dan umum sebesar Rp 10,19 triliun pada tahun 2016 atau mengalami peningkatan 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Sampai dengan akhir 2016, Allianz Indonesia mencatat laba bersih gabungan Rp 873,49 miliar atau turun sangat tipis sebesar 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh tantangan yang dihadapi lini asuransi umum pada 2016. “Pertumbuhan yang terjadi adalah berkat upaya kami untuk selalu menjaga kepercayaan lebih dari 7 juta tertanggung  dan memberikan pelayanan yang prima dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan risiko keuangan mereka.

Kompas – 26/04/2017, Hal. 18

Genjot Bisnis Bancassurance BRI dan BRI Life Berkolaborasi

Perkembangan bisnis bancassurance yang semakin pesat menjadikan bisnis ini menarik banyak perhatian industri keuangan. Dengan customer based yang besar serta jaringan outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, Bank BRI memiliki keunggulan untuk terjun dan berkompetisi di industri ini. Keseriusan Bank BRI telah dibuktikan dengan mengakuisisi Bringin Life di akhir tahun 2015 menjadi perusahaan anak Bank BRI, dan saat ini dikenal dengan BRIife. Sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bancassurance merupakan aktivitas kerja sama antara Bank dengan Perusahaan Asuransi. Pengertian ini memberikan penjelasan bahwa melalui kerja sama bancassurance, produk asuransi dapat lebih dikenal luas serta dimanfaatkan oleh masyarakat melalui jaringan perbankan. Hal tersebut dapat terjadi karena saat ini produk perbankan relatif lebih dikenal di masyarakat apabila dibandingkan dengan produk asuransi.

Rakyat Merdeka – 26/04/2017, Hal. 18

BRI Life genjot segmen mikro

PT Asuransi BRI Life makin gencar memanfaatkan kerja sama dengan induk usaha. BRI Life menilai potensi bisnis dengan kerja sama tersebut masih cukup besar, terutama untuk bermain di segmen mikro lewat kerja sama bancassurance. Direktur BRI Life Fabiola Sondakh menilai, potensi di segman mikro ini tak lepas dari banyaknya nasabah mikro yang dipunya Bank BRI. Tapi baru segelintir potensi captive market ini yang sudah bisa digarap perusahaannya. Saat ini, nasabah mikro dari bank pelat merah tersebut mencapai sekitar 11 juta jiwa. "Tapi yang sudah bisa didapat BRI Life menjadi nasabah paling baru 3% saja," kata dia, Selasa (25/4). Padahal dengan premi yang murah, produk asuransi mikro disebutnya bakal cocok dengan profil nasabah mikro dari Bank BRI. Makanya untuk tahun ini dia bilang perusahaannya akan makin mendorong pemasaran produk tersebut lewat bancassurance. Di antaranya dengan masuk lebih dalam ke jaringan-jaringan yang dimiliki oleh Bank BRI. Mulai dari kantor unit sampai ke Teras BRI.

Kontan.co.id - 25/04/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/bri-life-genjot-segmen-mikro

Gejot Asuransi Mikro, BRI Life Andalkan Induk Perusahaan

PT Asuransi BRI Life mengandalkan induk usaha yaitu PT Bank Rakyat Indonesia untuk mengembangkan potensi bisnis di segmen mikro yaitu melalui bancassurance. Direktur Pemasaran BRI Life Fabiola N. Sondakh mengklaim kinerja jalur distribusi in branch sales bancassurance BRI Life terus melaju seiring dengan dukungan dari induk perusahaan yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. “Apalagi bancassurance menjadi penyumpang terbesar, size-nya bisa dikatakan mencapai 80% dari semua premi yang terkumpul,” kata Fabiola, Selasa(25/4). Dia mengatakan potensi segmen mikro juga tidak terlepas dari banyaknya nasabah yang dimiliki Bank BRI. Nasabah mikro yang dimiliki oleh Bank BRI sekitar 11 juta jiwa.“Yang sudah didapat BRI Life menjadi nasabah baru sekitar 3% saja,” katanya. Dia mengungkapkan pemasaran melalui produk saluran bancassurance dinilai menjanjikan lantaran adanya kepastian pangsa pasar yakni para nasabah bank baik individu maupun korporasi. Pasalnya, jalur distribusi tersebut, kata Fabiola, dapat lebih mengguntungkan bagi nasabah, lantaran dalam membeli produk asuransi dapat langsung melalui bank yang dimiliki.

Bisnis.com - 26/04/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170426/215/647968/gejot-asuransi-mikro-bri-life-andalkan-induk- perusahaan

(Berita Photo) Produk Terbaru Sinarmas MSIG Life

Suara Pembaruan – 25/04/2017, hal. 9

(Berita Photo) Inovasi FWD Life

Suara Pembaruan – 25/04/2017, hal. 9

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.273

IHSG

5.639,72

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF