AAJI Daily News - 27 Februari 2017


Tanggal terbit (27 / 02 / 2017)

HEADLINE NEWS

  1. Asosiasi Masih Tunggu Peraturan Pemerintah
  2. Kerjasama Taspen Life dan Kementerian Pariwisata
  3. Perluas Layanan, Taspen Life Rangkul Kemenpar
  4. Modal Tambahan Dibutuhkan
  5. Investasi dan Efisiensi Jadi Kunci
  6. AXA Mandiri Gelar Literasi Keuangan di Sorong
  7. BNI Life Targetkan Premi Tumbuh Agresif 50%
  8. BNI Life Perkuat Bancassurance Pada 2017
  9. BKPM Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan

MENGENAI AAJI

Asosiasi Masih Tunggu Peraturan Pemerintah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengeluarkan peraturan lanjutan mengenai batasan kepemilikan asing di industri perasuransian. Peraturan lanjutan ini akan di keluarkan setelah pemerintah secara resmi merilis peraturan mengenai batasan kepemilikan saham asing di industri asuransi. Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK Yusman menjelaskan, meski menteri keuangan sudah mengatakan akan membatasi kepemilikan asing sebesar 80%, OJK tetap menunggu peraturan resmi tersebut. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI ) Togar Pasaribu menjelaskan, pihaknya juga menunggu aturan resmi mengenai batasan kepemilikan asing tersebut. Namun, hal terpenting bagi industri asuransi adalah adanya mekanisme penyesuaian bertahap bagi perusahaan yang sudah berdiri.

Rakyat Merdeka – 26/02/2017, Hal. 18

Narasumber :

  • Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Kerjasama Taspen Life dan Kementerian Pariwisata

PT Asuransi Jiwa Taspen alias Taspen Life mengincar nasabah dari kalangan kementerian dan lembaga negara. Perusahaan ini menawarkan manfaat tambahan dari program Tabungan Hari Tua (THT) yang diberikan induk usaha mereka, PT Taspen. Sebagai langkah awal, Taspen Life menggandeng Kementerian Pariwisata, dengan penandatanganan perjanjian kerja sama peningkatan manfaat THT bagi aparatur sipil negara (ASN) di institusi itu. "Semoga dapat membuat kinerja ASN lebih baik lagi karena sebagian kesejahteraan ASN sudah dijamin oleh Taspen Life," ujar Maryoso Sumaryono, Direktur Utama Taspen Life dalam keterangan tertulis, Jumat (24/2). Kementerian Pariwisata menjadi kementerian pertama yang ikut program peningkatan manfaat THT Taspen Life.

Harian Kontan – 25/02/2017, Hal. 11

Perluas Layanan, Taspen Life Rangkul Kemenpar

PT Taspen (Persero) melalui anak usahanya Taspen Life siap meningkatkan manfaat tunjungan hari tua (THT) dengan memperluas layanan asuransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pariwisata. "Kerja sama Taspen-Kementerian Pariwisata dimaksudkan agar kesejahteraan para pegawai Kementerian BUMN dapat ditingkatkan," kata Dirut Taspen Life Maryoso Sumaryono, di Jakarta, Sabtu. Menurut Maryoso, sinergi ini sekaligus mendorong kinerja ASN lebih baik lagi karena kesejahteraan ASN sudah dijamin oleh Taspen Life. Ia mejelaskan, Kementerian Pariwisata merupakan kementerian pertama yang mengikuti program peningkatan manfaat THT di Taspen Life, diharapkan diikuti pula oleh kementerian lainnya. Peningkatan manfaat THT bagi ASN ini merupakan salah satu program kerja Taspen Life.

Wartaekonomi.co.id - 26/02/2017

http://wartaekonomi.co.id/read132042/perluas-layanan-taspen-life-rangkul-kemenpar.html

Modal Tambahan Dibutuhkan

Sejumlah perusahaan asuransi perlu merealisasikan penambahan modal guna memperkuat tingkat solvabilitas dan merealisasikan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini. Berdasarkan data Otoritas Jasa keuangan, hingga akhir 2016 tingkat solvabilitas atau rasio kecukupan modal (risk based capital/RBC) rata-rata di industri asuransi umum mencapai 266,7% dan di sektor asuransi jiwa 497,4%. Realisasi tersebut terbilang menurun karena pada akhir 2015 RBC rata-rata asuransi umum mencapai 282,7% dan asuransi jiwa 534,8%. Di sektor asuransi jiwa, pada akhir 2016 terdapat enam perusahaan dengan RBC di antara 120%-180% dan 11 perusahaan dengan rasio kecukupan modal lebih dari 1.000%.

Bisnis indonesia – 27/02/2017, hal. 21

Investasi dan Efisiensi Jadi Kunci

Sejumlah perusahaan asuransi umum dan reasuransi optimistis perolehan laba pada tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu lantaran didorong peningkatan produksi, hasil investasi, dan efisiensi. Para pelaku industri asuransi umum, ujarnya, lebih optimistis terhadap kinerja industri di tahun ini, lantaran pertumbuhan perekonomian nasional diprediksi bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, proses konstruksi beberapa bangunan seperti perkantoran, hotel, dan pergudangan di beberapa daerah banyak yang memasuki tahap penyelesaian juga bisa menjadi peluang bagi industri untuk meningkatkan produksi. Direktur Keuangan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) Dradjat Irwansyah menyatakan, sepanjang 2017 perusahaan menargetkan perolehan laba bisa mencapai Rp220 miliar, atau tumbuh 14,5% dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Menurutnya, kenaikan target produksi menjadi faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan laba.

Bisnis indonesia – 27/02/2017, hal. 21

AXA Mandiri Gelar Literasi Keuangan di Sorong

AXA Mandiri kembali menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan, kali ini diberikan kepada 50 guru mata pelajaran Ekonomi tingkat SMA dan SMK di Kota Sorong, Papua Barat. Director of Marketing & Operations AXA Mandiri, Kartono, mengatakan bahwa literasi keuangan yang dilakukan AXA Mandiri kepada guru mata pelajaran ekonomi di kota Sorong ini menjadi sangat penting karena peran strategis guru sebagai pendidik. Dengan memberikan pemahaman kepada lima puluh guru ini diharapkan dapat menciptakan efek berganda, yaitu para guru dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai perencanaan keuangan tersebut kepada anak didik, keluarga, hingga masyarakat di sekitarnya. “Guru adalah aset penting bangsa ini. Dengan memperkuat basis pemahaman para guru mengenai perencanaan keuangan, kita berharap mereka dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat mengenai perlunya pengelolaan keuangan secara baik, guna mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, termasuk bagaimana mempersiapkan proteksi diri dan keluarga.” Jelas Kartono di Sorong, Jumat, 24 Februari 2017.

Infobanknews.com - 24/02/2017

http://infobanknews.com/axa-mandiri-gelar-literasi-keuangan-di-sorong/#respond

BNI Life Targetkan Premi Tumbuh Agresif 50%

PT BNI Life menargetkan pendapatan premi dapat tumbuh agresif mencapai 40%-50% pada 2017. Wakil Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana mengharapkan dapat mencapai pertumbuhan premi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan premi industri yang dipatok oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebesar 20%. “Sesuai dengan rencana bisnis pada 2017 diharapkan pertumbuhan premi tumbuh agresif di atas rata-rata industri,” kata Geger kepada Bisnis Minggu (26/2/2017). Sepanjang 2016 BNI Life membukukan realisasi premi mencapai Rp4,75 triliun, atau tumbuh 46% dibandingkan dengan 2015, sebesar Rp3,25 triliun. Dia mengatakan guna mencapai target tersebut, perseroan telah menyusun beberapa strategi. Pihaknya optimistis dengan pencapaian yang baik pada tahun lalu dapat menjadi pendorong dalam merealisasikan target dan dapat memberikan pelayanan yang baik bagi nasabah.

Bisnis.com - 26/02/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170226/215/632004/bni-life-targetkan-premi-tumbuh-agresif-50

BNI Life Perkuat Bancassurance Pada 2017

PT BNI Life tahun ini akan melakukan optimilasasi sinergi bancassurance untuk meningkatkan layanan kepada nasabah. Strategi bisnis bancassurance untuk optimalisasi, BNI Life akan meningkatkan jumlah dan kapasitas bancassurance. “Kami akan mengembangkan partner bisnis bancassurance selain BNI. Kedepan bisa dengan beberapa partner seperti bank BUMN lain, bank daerah, dan bank swasta menengah,” kata Wakil Direktur Utama BNI Life, Geger N. Maulana, saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (26/2/2016). Hal tersebut dilakukan sebagai strategi untuk menumbuhkan premi pada 2017. Pasalnya pihaknya menargetkan pertumbuhan premi 2017 mencapai 50%. Selain itu, dia menjelaskan alokasi  BNI Life masih didominasi oleh produk unit-linked. Pasalnya unit-linked  dapat memberikan alternatif pilihan untuk  berinvestasi dalam kondisi tren penurunan suku bunga perbankan di pasar uang. “Memang masyarakat ini masih memilih produk asuransi yang ada bagian investasinya  dibandingkan dengan proteksi seperti kesehatan, kematian, kecelakaan, dan perlindungan warisan”.

Bisnis.com - 26/02/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170226/215/631974/bni-life-perkuat-bancassurance-pada-2017

EKONOMI MAKRO & REGULASI

BKPM Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan dukungan penuh atas perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para penanam modal, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Hal ini ditunjukkan melalui penandatangan nota kesepahaman antara BKPM dengan BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan di Nusa Dua, Bali, Jumat (24/2). Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menandatangani langsung nota kesepahaman tersebut di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BKPM bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah mengenai komitmen kedua belah pihak untuk saling memberikan dukungan terkait implementasi program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada penanam modal asing dan penanam modal dalam negeri sebagai bagian dari program Ease of Doing Business dari Pemerintah Republik Indonesia. 

Republika – 27/02/2017, Hal. 14

USD/IDR

13.330

IHSG

5.382,45

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%


Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF