AAJI Daily News - 28 November 2017


Tanggal terbit (28 / 11 / 2017)

 

FM-CC-AAJI-06-001

 

HEADLINE NEWS

 

  1. Produk Baru Disiapkan
  2. Target Premi Amanah Githa Tumbuh 73% Tahun Depan
  3. Edukasi Kurang, Porsi Premi Asuransi Mikro Rendah
  4. Investasi Asuransi Capai Rp 954 Triliun

 

 

INDUSTRI ASURANSI JIWA

 

Produk Baru Disiapkan

Plt Direktur Utama PT BNI Life Insurance Geger N. Maulana mengatakan pada tahun depan pihaknya bakal meluncurkan dua produk baru yaitu Medical Care dan Optima Cash Plan. Dia menuturkan, kedua produk itu merupakan asuransi kesehatan yang dikhususkan untuk menyasar segmen kumpulan. “Saat ini kami sedang dalam proses administratif dan persiapan untuk perizinan produk tersebut ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), “kata Geger kepada Bisnis belum lama ini.

Bisnis Indonesia –28/11/2017 , Hal. 22

 

 

Target Premi Amanah Githa Tumbuh 73% Tahun Depan

PT Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha (Amanah Githa) optimistis bisa membukukan kinerja cemerlang di tahun depan. Kondisi ekonomi diprediksi makin cerah turut menopang bisnis perusahaan Asuransi syariah ini. Direktur Utama Amanah Githa Salim Al Bakry mengatakan, di tahun depan akan membidik kenaikan kontribusi alias premi sebesar 73% dibandingkan dengan realisasi tahun ini.

Kontan –28/11/2017 , Hal. 24

 

 

Edukasi Kurang, Porsi Premi Asuransi Mikro Rendah

Prospek produk asuransi mikro tahun depan tak akan banyak berubah dari tahun ini. Kontribusi asuransi mikro masih mini sepanjang tahun 2018. PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah), misalnya, mengaku belum akan agresif memasarkan asuransi mikro di tahun depan. Edukasi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan ini.

Kontan –28/11/2017 , Hal. 24

 

 

REGULASI & EKONOMI MAKRO

 

Investasi Asuransi Capai Rp 954 Triliun

Deputi Komisioner Pengawasan dan Pengaturan Terintegrasi OJK Imansyah mengungkapkan, peningkatan investasi asuransi sejalan dengan pertumbuhan aset asuransi yang mencapai Rp 1,124 triliun atau tumbuh 18,2% (year on year/yoy). “Pertumbuhan aset dan investasi asuransi sejalan dengan turunnya risiko pasar,” kata Imansyah di Jakarta, baru-baru ini. Berdasarkan portofolio investasi, perusahaan asuransi jiwa paling banyak menempatkan investasi di reksa dana dan saham masing-masing 35% dan 30% dari total investasi. Investasi di surat berharga (SBN) sebesar 14%, deposito 9%, sisanya di instrumen lainnya.

Investor Daily–28/11/2017 , Hal. 24

 

 

INFORMASI KEUANGAN

 

USD/IDR

13.508

IHSG (per 27 November 2017)

6.064,58

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

 

 

Sumber Kotan.com

 

Sumber Media:

Kontan, Bisnis Indonesia, Investor Daily

DOWNLOAD PDF