AAJI Daily News - 3 April 2017


Tanggal terbit (03 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Menggaet Kalangan Aparat Sipil Negara
  2. Cigna Targetkan Premi Dua Digit
  3. Cigna Targetkan Pendapatan Dua Digit
  4. Produk Baru Asuransi Cigna
  5. Astra Life Catat Pertumbuhan Premi 115 Persen
  6. (Berita Photo) Cigna Family Care Optima
  7. (Berita Photo) Kinerja Astra Life
  8. (Berita Photo) Perlindungan Asuransi untuk Persib
  9. (Berita Photo) Asuransi Pemain Dan Ofisial Persib
  10. (Berita Photo) Asuransi Pemain dan Official Persib
  11. Investasi Perusahaan Asuransi Rp 809 T, Mayoritas di SBN
  12. Sosok Lokal Di Puncak Korporasi Global
  13. Rata-rata Belanja Asuransi Masyarakat Indonesia Capai Rp 1,29 Juta per Tahun

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Menggaet Kalangan Aparat Sipil Negara

Meski kalah beken dibanding industri perbankan, industri asuransi diyakini amat potensial. Keyakinan ini membuat PT Taspen (Persero) mendirikan anak perusahaan, PT Taspen Life 2014, yang bermain di bidang asuransi jiwa retail. Sebagai anak usaha, Taspen Life berupaya memberikan keuntungan tambahan kepada masyarakat yang  bisa  didapat  dari  asuransi  jiwa.  Namun,  selain  itu  ,  dalam  perkembangannya  banyak tantangan yang harus dihadapi industri keuangan. Lalu, apa strategi Taspen Life? Presiden Direktur Taspen Life Maryoso membeberkan pandangannya. Berikut ini petikan wawancara Maryoso bersama wartawan Tempo, Andi Ibnu, dan fotografer Tony Hartawan pekan lalu. Apa perbedaan PT Taspen (Persero) dengan Taspen Life? Taspen (Persero) asuransi wajib bagi aparat sipil negara yang dibayarkan otomatis menggunakan duit negara. Kalau Taspen Life itu anak perusahaan taspen dengan kepemilikan saham 99,97 persen, kami ini asuransi jiwa komersial.

Koran Tempo – 03/04/2017, Hal. 17

Cigna Targetkan Premi Dua Digit

Manajemen PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) menargetkan pendapatan premi baru sebesar dua digit hingga akhir tahun ini. Itu diyakini bisa terealisasi dengan hadirnya sejumlah produk inovasi kesehatan di tahun ini. "Meski perekonomian belum begitu membaik, kami yakin bisa meraih pendapatan double digit," ujar Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto pada peluncuran produk Family Care Optima di Jakarta, Kamis (30/3). Ia mengatakan berdasarkan survei Cigna, mayoritas masyarakat Indonesia amat mementingkan keluarga dari sisi kesehatan. Survei Skor Kesejahteraan Cigna pada 2015 juga mengungkapkan salah satu kekhawatiran masyarakat Indonesia khususnya yang berusia 30-40 tahun ialah biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat. "Maka itu, sebagai perusahaan asuransi yang fokus pada perlindungan kesehatan, Cigna merancang Family Care Optima agar bisa memberi perlindungan kesehatan masyarakat yang berorientasi pada keluarga secara optimal," kata dia. Marketing Director Cigna Indonesia Ben Furneaux mengatakan Family Care Optima ialah asuransi kesehatan yang melindungi suami-istri dan tiga anak dalam satu keluarga hanya dengan satu premi. "Manfaatnya lengkap termasuk santunan harian rawat inap, ICU, biaya operasi, dan biaya rawat jalan pascarawat inap," ujarnya. Itu bisa diperoleh nasabah dengan premi terjangkau, mulai Rp16 ribu per hari untuk satu keluarga, sudah memperoleh total manfaat maksimal Rp100 juta selama setahun.

Media Indonesia – 01/04/2017, Hal. 14

Cigna Targetkan Pendapatan Dua Digit

PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) menargetkan pendapatan premi baru sebesar dua digit hingga akhir tahun ini. Hal itu diyakini bisa terealisasi dengan adanya sejumlah produk inovasi di bidang kesehatan selama tahun ini. “Walaupun kondisi perekonomian belum begitu membaik, kami tetap harus optimistis. Kami yakin Cigna bisa meraih pendapatan double digit ,” ujar Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto di sela-sela peluncuran produk inovasi terbaru Family Care Optima di Jakarta kemarin. Herlin menjelaskan, pihaknya belum dapat merilis kinerja 2016. Namun, secara garis besar, Cigna akan terus mempertahankan kinerja positif. Awal 2016 manajemen Cigna juga menargetkan pendapatan dua digit. Menurut dia, optimisme itu terkait hadirnya produk perlindungan kesehatan untuk keluarga. Sesuai hasil survei Cigna, mayoritas masyarakat Indonesia sangat mementingkan keluarga, dalam hal ini dari sisi kesehatan. Di sisi lain, Cigna merupakan perusahaan yang ahli di bidang kesehatan. “Makanya, produk kesehatanlah yang akan menjadi fokus layanan Cigna di Indonesia, terutama produk perlindungan kesehatan keluarga,” ujar dia.

Koran Sindo – 03/04/2017, Hal. 19

Produk Baru Asuransi Cigna

PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) menargetkan pendapatan premi tumbuh dua digit tahun ini. Agar premi tercapai, Cigna merilis produk teranyarnya yakni Family Care Optima. Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto mengatakan optimis target premi dua digit dapat tercapai. Untuk itu, perusahaan merilis produk perlindungan kesehatan keluarga. Peluncuran produk baru tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Cigna bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mementingkan keluarga untuk urusan kesehatan. "Family Care Optima kami rancang untuk memberikan manfaat optimal sesuai kebutuhan perlindungan kesehatan," terang Herlin, pekan lalu. Produk ini dapat melindungi satu keluarga dalam satu premi. Manfaat yang diterima antara lain santunan harian rawat inap, ICU, biaya operasi dan biaya rawat jalan pasca rawat inap. Premi yang dibayar nasabah mulai Rp 16.000 per hari untuk satu keluarga dan manfaat maksimal Rp 100 juta selama setahun.

Harian Kontan – 03/04/2017, Hal. 24

Berita Serupa :

  • Suara Pembaruan – 31/03/2017, Hal. 11 2017, Cigna Targetkan Pendapatan Dua Digit
  • Kompas.com - 31/03/2017 Bidik Pertumbuhan Dua Digit, Cigna Intensif Garap Asuransi Kesehatan Keluarga

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/30/214144226/bidik.pertumbuhan.dua.digit.cign a.intensif.garap.asuransi.kesehatan.keluarga

  • Mediaasuransinews.co.id - 31/03/2017 Cigna Indonesia Hadirkan Family Care Optima

http://mediaasuransinews.co.id/2017/03/31/cigna-indonesia-hadirkan-family-care-optima/

Astra Life Catat Pertumbuhan Premi 115 Persen

PT Astra Aviva Life (Astra Life) mencatatkan pertumbuhan premi bruto menjadi Rp2,9 triliun atau sebesar 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp1,4 triliun. Presiden Direktur Astra Life, Auddie A Wiranata dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu mengemukakan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus bekerja dan berkarya lebih baik lagi sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. "Selama dua tahun Astra Life beroperasi, kami terus bekerja keras untuk mewujudkan 'Asuransi Jiwa adalah untuk semua orang'. Kami juga akan terus mengarahkan pandangan, semangat dan upaya kepada masa depan untuk dapat melayani masyarakat dengan lebih baik lagi," katanya. Pada periode itu, lanjut dia, Astra Life juga membukukan premi tahunan equivalen (APE) sebesar Rp489 miliar atau naik sebesar 100 persen dari tahun sebelumnya diantara industri asuransi yang mengalami kenaikan bisnis baru sebesar 16 persen.

Wartaekonomi.co.id - 02/04/2017

http://wartaekonomi.co.id/read136228/astra-life-catat-pertumbuhan-premi-115-persen.html

(Berita Photo) Cigna Family Care Optima

Investor Daily – 31/03/2017, Hal 24

(Berita Photo) Kinerja Astra Life

Investor Daily – 03/04/2017, Hal. 19

(Berita Photo) Perlindungan Asuransi untuk Persib

Harian Kontan – 03/04/2017, Hal. 24

(Berita Photo) Asuransi Pemain Dan Ofisial Persib

Media Indonesia – 03/04/2017, Hal. 26

Antarafoto.com - 02/04/2017 (Berita Photo) Asuransi Pemain dan Official Persib

http://www.antarafoto.com/olahraga/v1491131401/asuransi-pemain-dan-official-persib

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Investasi Perusahaan Asuransi Rp 809 T, Mayoritas di SBN

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi industri asuransi sepanjang 2016 mencapai Rp 809,3 triliun. Menurut Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II OJK, Kristanto Andi Handoko, mengatakan, dari total investasi industri asuransi, sebagian besar masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). "Dari total portofolio investasi Rp 809,3 triliun, 27,6% ke SBN," kata Andi saat acara Pelatihan dan Media Gathering OJK di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (1/4/2017). Tingginya porsi investasi perusahaan asuransi di SBN juga telah diatur oleh Peraturan OJK (POJK) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Investasi SBN bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank. Dalam beleid tersebut juga mewajibkan perusahaan asuransi jiwa setidaknya melakukan investasi sebesar 30% di SBN pemerintah, dan untuk asuransi umum berkewajiban investasi di SBN pemerintah sebanyak 20 persen dari total investasi perusahaan. Selanjutnya, lembaga penjamin syariah diwajibkan investasi 20% di SBN, sedangkan lembaga dana pensiun memiliki porsi kewajiban sebanyak 30% dari seluruh jumlah investasi dana pensiun pemberi kerja.

Detik.com - 01/04/2017

https://finance.detik.com/moneter/d-3462534/investasi-perusahaan-asuransi-rp-809-t-mayoritas-di-sbn

Sosok Lokal Di Puncak Korporasi Global

Siapa bilang anak bangsa tidak layak memimpin perusahaan multinasional? Memang tidak sembarang orang bisa menempati posisi CEO, presiden direktur, atau direktur utama, apalagi untuk  korporasi  berkelas global. Namun beberapa orang sudah membuktikan kemampuan dan kelayakannya menempati posisi bergengsi tersebut. Bukti kemampuan anak bangsa teranyar disuguhkan Warih Andang Tjahjono. Mulai 1 April kemarin, dia resmi melakoni jabatan sebagai presiden direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Tercatat, di antara mereka ada nama Arividya Noviyanto yang menjabat sebagai presiden dan general manager Total Exploration & Production (Total E&P) Indonesie dan group representative untuk Indonesia, Elin Waty yang menduduki posisi sebagai Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia. Ada pula nama Philia Wibowo (Presiden Direktur McKinsey Indonesia dan partner McKinsey di Tanah Air), Neneng Goenadi (Country Managing Director Accenture Indonesia sejak 2013), Darwin Silalahi (Presiden Direktur PT Shell Indonesia dan Country Chairman Shell Companies di Indonesia), Gunawan Susanto (Presiden Direktur IBM Indonesia). Selanjutnya ada Daniel Tumiwa (CEO OLX Indonesia), David Hutagalung (Country Leader GE Power Indonesia), Elisa Lumbantoruan (President Director dan Chief Executive Officer ISS Indonesia) dan Batara Sianturi (Chief Executive Officer Citibank Indonesia). Kemudian Nico Kanter (Presiden Direktur Vale Indonesia), Ardhi Lutfi Siregar (Head of Human Resources for Manulife Global Resourcing MBPS Filipina, Chengdu China, dan MTS Malaysia) serta lainnya.

Koran Sindo – 03/04/2017, Hal. 19

Rata-rata Belanja Asuransi Masyarakat Indonesia Capai Rp 1,29 Juta per Tahun

Perkembangan industri asuransi di Indonesia terbilang cukup positif. Dari segi aset, terjadi pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pada 2012 total aset industri asuransi mencapai Rp 584,02 triliun. Pada akhir 2016, asetnya lompat menjadi Rp 968,92 triliun. Penetrasi dan densitas asuransi juga makin tinggi. Penetrasi asuransi menggambarkan perkembangan asuransi jika dibandingkan dengan perkembangan produk domestik bruto (PDB). Sedangkan densitas menggambarkan pengeluaran rata-rata penduduk Indonesia untuk asuransi dalam setahun. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2, Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, OJK Kristianto Andi Handoko menuturkan, per Januari 2017 penetrasi industri asuransi mencapai 2,87 persen dari PDB.

Kompas.com - 02/04/2017

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/02/171500726/rata-

rata.belanja.asuransi.masyarakat.indonesia.capai.rp.1.29.juta.per.tahun

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.317

IHSG

5.588,92

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF