AAJI Daily News - 4 April 2017


Tanggal terbit (04 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Asuransi dan Dapen Belum Kecipratan
  2. Mandiri Inhealth Raih Premi Rp 475 Miliar di Kuartal 1
  3. Mandiri Inhealth Sasar BUMN
  4. Mandiri Inhealth : Segmen Managed Care Mendominasi Hingga 80%
  5. Empat Asuransi Jiwa Berencana Bentuk DPLK
  6. Siapa Saja yang Tidak Butuh Asuransi Jiwa?
  7. Mandiri Inhealth Raih Premi Rp 475 Miliar di Kuartal 1
  8. Penetrasi Asuransi Masih Sangat Rendah
  9. RBC Empat Asuransi di Bawah 120%
  10. SEREMONIA) Commonwealth Life dan Commonwealth Bank Ajak Nasabah Hidup Sehat
  11. (Berita Photo) Asuransi Karyawan
  12. (Berita Photo) Kinerja Meningkat
  13. Aset Industri Asuransi Tumbuh Rata-rata 16,47 persen per Tahun

MENGENAI AAJI

Asuransi dan Dapen Belum Kecipratan

Penyelenggaraan program pengampunan pajak atau tax amnesty dinilai tidak berdampak langsung ke sektor asuransi dan dana pensiun atau dapen. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan hingga saat ini pengaruh penyelenggaraan program pemerintah itu belum tampak pada sektor asuransi jiwa. Menurutnya, pertumbuhan pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked, yang menjadi salah satu instrumen keuangan untuk dana repatriasi pun masih biasa. Dia menduga dana pengalihan pada program tersebut lebih dominan mengendap di bank persepsi. “Ada peningkatan [pemasaran produk unit-linked], tetapi seperti biasa saja,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/3). Togar mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan informasi terkait adanya penambahan modal, akuisisi dan pendirian usaha baru di sektor asuransi jiwa akibat implementasi program tersebut. Dia mengatakan AAJI saat ini masih beranggotakan 56 perusahaan asuransi jiwa atau tidak berubah sejak tahun lalu.

Bisnis Indonesia – 04/04/2017, Hal. 22

Narasumber:

-             Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif ,AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Mandiri Inhealth Raih Premi Rp 475 Miliar di Kuartal 1

Bisnis PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) melaju di awal tahun ini. Realisasi premi di kuartal I-2017 diyakini mampu memenuhi ekspektasi. Direktur Mandiri Inhealth Armendra memperkirakan, pada periode Januari-Maret 2017, premi yang didapat Mandiri Inhealth diperkirakan mencapai 25% dari total target setahun. Sebagai catatan, di sepanjang 2017, Mandiri Inhealth memasang target perolahan premi sebesar Rp 1,9 triliun, atau tumbuh sekitar 20% dibanding realisasi tahun 2016. Dus, di kuartal I 2017, premi yang sudah diraup Mandiri Inhealth mencapai Rp 475 miliar. Menurut Armendra, salah satu pendorong bisnis di awal tahun ini adalah masuknya premi asuransi kumpulan dari segmen perusahaan pelat merah. Kebanyakan kontrak  asuransi kumpulan dari perusahaan BUMN maupun anak  usahanya akan habis di semester I tiap tahun. "Jadi di kuartal I dan II biasanya terbantu dari BUMN," kata dia, Senin (3/4).

Harian Kontan – 04/04/2016, Hal. 24

Mandiri Inhealth Sasar BUMN

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth membidik kontribusi premi dari hasil kerja sama dengan BUMN pada tahun ini dapat mencapai 50%. Kendati enggan menyebut angka pasti, Direktur Keuangan Mandiri Inhealth Armendra optimistis pencapaian premi pada tahun ini akan lebih besar ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp1,62 triliun. “Kami memang belum closing pada kuartal I/2017, mudah-mudahan bisa tumbuh di atas pasar,” ujarnya, Senin (3/4) Dia mengatakan pada kuartal I/2017 hingga kuartal II/2017 perusahaan optimistis akan ada banyak badan usaha yang memulai kontrak dengan Mandiri Inhealth. “Kami harapkan di kuartal I bisa memberikan kontribusi sebesar 25% [dari target premi],” ujarnya. Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila mengatakan hingga saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan 40 BUMN berikut anak perusahaan. Menurutnya, jumlah tersebut masih kecil ketimbang total BUMN yang mencapai 145 perusahaan.

Bisnis Indonesia – 04/04/2017, Hal. 21

Mandiri Inhealth : Segmen Managed Care Mendominasi Hingga 80%

Segmen managed care PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth sudah mendominasi hingga 80% dari perolehan premi pada kuartal I di 2017. Produk tersebut merupakan kombinasi antara produk asuransi  komersial  dengan  program  jaminan  kesehatan  nasional  BPJS  Kesehatan  yang  dikenal  dengan koordinasi  manfaat  atau  Coordination  of  Benefit  (COB).  Direktur  Utama  Mandiri  Inhealth  Iwan  Pasila mengatakan  pencapaian  tersebut  sudah  melebih  target  yang  sudah  ditentukan.  Sebelumnya,  pihaknya menargetkan kontribusi premi dari segmen managed care hanya 70% dari total pendapatan premi tahun ini. "Peserta yang ingin memanfaatkannya, tinggal mengaktifkan kartu BPJS kesehatannya saja dan nanti tinggal di-merge dengan database yang kami miliki. Kami melihat, produk dengan skema ini bisa berkembang, karena keuntungannya pun berbeda," kata Iwan, Senin (3/4/2017).

Bisnis.com - 03/04/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170403/215/642341/mandiri-inhealth-segmen-managed-care- mendominasi-hingga-80

Berita Serupa:

  • Bisnis.com - 03/04/2017 Tingkatkan Pasar, Mandiri Inhealth Gandeng Pelindo III

http://finansial.bisnis.com/read/20170403/215/642293/tingkatkan-pasar-mandiri-inhealth-gandeng- pelindo-iii

  • Indopos 04/04/2017, Hal. 4 Inhealth Mandiri Gaet Pelindo 3
  • Kontan.co.id - 03/04/2017 Genjot pasar BUMN, Inhealth gaet Pelindo lll

http://keuangan.kontan.co.id/news/genjot-pasar-bumn-inhealth-gaet-pelindo-lll

Empat Asuransi Jiwa Berencana Bentuk DPLK

Empat perusahaan asuransi jiwa tengah menjajaki pembentukan Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Wakil Ketua Perkumpulan - DPLK Nur Hasan Kurniawan menjelaskan empat perusahaan asuransi jiwa tersebut tengah mempersiapkan diri. Kendati begitu, dia belum bisa mengungkapkan nama perusahaan tersebut. Dua di antara asuransi itu, ujarnya, merupakan perusahaan patungan asing atau joint venture. “Sudah ada empat asuransi yang ingin bentuk [DPLK],” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (3/4/2017). Nur Hasan menilai meningkatnya minat perusahaan asuransi jiwa untuk membentuk DPLK tidak terlepas dari besarnya potensi di salah satu sektor jasa keuangan non bank itu.

Bisnis.com - 04/04/2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170404/215/642403/empat-asuransi-jiwa-berencana-bentuk-dplk

Siapa Saja yang Tidak Butuh Asuransi Jiwa?

Coba tebak, bila ada seorang single alias belum berkeluarga, masih muda, tidak punya anak, tidak punya tanggungan, sementara duitnya banyak alias ratusan juta bahkan sampai miliaran, kira-kira berapa besar asuransi jiwa yang sebaiknya orang ini butuhkan? Kita fokus dan spesifik ke Asuransi Jiwa dulu ya. Berapa jawabannya? Yes jawaban yang benar adalah, orang ini tidak butuh asuransi jiwa sama sekali. Anda mungkin berpikir, lho kok bisa begitu? Yuk kita balik lagi ke konsep awal asuransi jiwa, sebenarnya siapa sih yang dilindungi ketika anda membeli sebuah polis asuransi jiwa? Apakah diri anda? Atau orang yang bergantung hidup dari anda? Pasti anda berpikir…. Hhmmmm tunggu dulu ya sudah pasti bukan anda dong, wong anda kan yang meninggal dunia. Nah, kalau begitu uang dari asuransi jiwa itu untuk siapa? Yes, itu untuk orang yang bergantung hidup dari anda (Bahasa lainnya adalah ahli waris). Nah, dalam contoh di atas apakah orang tersebut punya orang yang bergantung hidup dari diri dan penghasilannya? Jawabannya tidak, dia seorang diri saja, belum menikah, tidak punya anak, tidak punya tanggungan bahkan uangnya banyak sekali. Maka kondisi tadi membuktikan bahwa orang tersebut saat ini tidak butuh untuk membeli asuransi jiwa.

Detik.com - 04/04/2017

https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3464210/siapa-saja-yang-tidak-butuh-asuransi-jiwa

Penetrasi Asuransi Masih Sangat Rendah

Kinerja industri asuransi di Indonesia menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya  literasi masyarakat mengenai asuransi. Di tambah lagi dengan semakin beragamnya produk yang disediakan dan digitalisasi pelayanan membuat masyarakat semakin mudah untuk memahami asuransi. Presiden Direktur FWD Life Rudi Kamdani menuturkan berdasarkan survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi asuransi masih sangat rendah. Tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi baru mencapai 2,63% dari PBD.

Pikiran Rakyat – 03/04/2017, Hal. 16

RBC Empat Asuransi di Bawah 120%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi sejumlah perusahaan asuransi. Ini terkait tidak tercapainya batas minimal tingkat solvabilitas ditetapkan OJK. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani bilang, ada empat perusahaan asuransi yang memiliki risk based capital (RBC) di bawah 120%. Perusahaan tersebut terdiri dari dua perusahaan asuransi jiwa dan dua asuransi umum.Sayangnya Firdaus belum mau blak-blakan soal indentitas perusahaan tersebut. Hanya saja, salah satu dari keempat perusahaan yang tak mampu menjaga tingkat solvabilitas adalah PT Asuransi Jiwa Recapital (Relife). Relife dan ketiga perusahaan lainnya memiliki perbandingan antara liabilitas dan aset yang tidak ideal. Hingga dibutuhkan tambahan modal baru agar rasio solvabilitas bisa kembali di atas 120%.

Investor Daily – 04/04/2016, Hal. 23

(SEREMONIA) Commonwealth Life dan Commonwealth Bank Ajak Nasabah Hidup Sehat

Commonwealth Life dan Commonwealth Bank secara konsisten terus menigkatkan kerja samanya dengan kembali menghadirkan sebuah acara bertema “Make Your Way to a Healthy Lifestyle” bagi nasabah setianya di Surabaya, Kamis (23/3). Acara ini menghadirkan Shopie Navita dan dr Maruna Rimadhani Sp. KK sebagai pembicara. Acara berlangsung di Hotel Serathon, Surabaya.

Kompas – 04/04/2017, Hal. 2

(Berita Photo) Asuransi Karyawan

Harian Kontan – 04/04/2017, Hal. 24

(Berita Photo) Kinerja Meningkat

Media Indonesia – 04/04/2017, Hal. 19

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Aset Industri Asuransi Tumbuh Rata-rata 16,47 persen per Tahun

Industri asuransi di Indonesia berkembang cukup pesat dalam empat tahun terakhir, terlihat dari pertumbuhan aset rata-rata 16,47 persen per tahun. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pada tahun 2012 total aset industri asuransi mencapai Rp584,02 triliun. Jumlahnya meningkat signifikan jika dilihat pada akhir 2016 yang nilai asetnya mencapai Rp968,92 triliun. Nilai aset 2016 ini tumbuh 13,53 persen dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp853,43 triliun. Hal ini disampaikan Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2, Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, OJK Kristianto Andi Handoko dalam Pers Gathering OJK di Bogor, 1 April 2017. Selain aset, penetrasi dan densitas asuransi juga makin tinggi. Penetrasi asuransi menggambarkan perkembangan asuransi jika dibandingkan dengan perkembangan produk domestik bruto (PDB).

Mediaasuransinews.co.id - 03/04/2017

http://mediaasuransinews.co.id/2017/04/03/aset-industri-asuransi-tumbuh-rata-rata-1647-persen-per-

tahun/

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.320

IHSG

5.638,82

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF