AAJI Daily News - 5 Januari 2017


Tanggal terbit (05 / 01 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Industri Asuransi Tumbuh 78,1 %
  2. Indonesia Re Jajaki Terbitkan MCB Rp 600 Miliar
  3. Buat Apa Berasuransi, Jika...
  4. Pelaku Jasa Keuangan Wajib Sediakan Unit Khusus Literasi & Inklusi
  5. Baru Sekarang Ekonomi RI Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

MENGENAI AAJI

Industri Asuransi Tumbuh 78,1 %

Industri asuransi nasional sepanjang tahun 2016 mengalami pertumbuhan signifikan tercermin dari tingginya pendapatan asuransi jiwa, umum, maupun syariah yang mencapai Rp 158,65 triliun pada kuartal III-2016 meningkat 78,1 persen dibandingkan periode sama pada 2015. "Dari sisi investasi, industri asuransi mencapai Rp 386,18 triliun meningkat 25,7 persen dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp 307,29 triliun," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim, di Jakarta, Sabtu. Menurut Hendrisman, peningkatan pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya saluran distribusi bancassurance, produk asuransi yang ditawarkan melalui layanan perbankan. Pemasaran melalui bancassurance dinilai relatif lebih mudah dilakukan karena pasar yang dibidik adalah nasabah perbankan yang lebih memahami beragam jenis jasa keuangan. Apalagi, kini sejumlah bank BUMN yang menggaet mitra strategis telah menunjukkan kinerja terbaik.

Jawapos – 05/01/17/2016, Hal. 6

Narasumber:

-             Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Indonesia Re Jajaki Terbitkan MCB Rp 600 Miliar

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re berencana menerbitkan obligasi wajib konversi (Mandatory Convertible Bond/MCB) seri 2 dengan nominal Rp 600 miliar. Aksi korporasi tersebut adalah strategi perseroan untuk menjaga posisi risk based capital (RBC) terjaga sekitar 250-350% pada 2017. Direktur Utama Indonesia Re Frans Sahusilawane mengatakan, perseroan berencana kembali  menambah penerbit- penerbitan MCB. Namun, dia belum dapat memaparkan pembagian porsi  yang  akan  dibeli  oleh  pembeli siaga (stand by buyer) MCB Indonesia Re. Namun hal yang pasti perusahaan reasuransi ini akan menawarkan porsi kepada PT Asabri( persero), yang sudah menyatakan siap menjadi salah satu pembeli saja.

Investor Daily – 05/01/2016, Hal. 23

Buat Apa Berasuransi, Jika...

Saya rasa semua sepakat, memiliki suatu perlindungan untuk mengantisipasi hal-hal yang diharapkan tidak terjadi merupakan langkah antisipatif yang diperlukan agar seseorang dapat menjadi lebih tenang dan fokus mengejar tujuan yang dimiliki. Ibarat ban serep, kalau kita sebagai pengendara tahu adanya ban cadangan yang tersedia di bagasi mobil, sudah tentu kita dapat lebih tenang untuk melajukan kendaraan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Permasalahan yang muncul kemudian adalah ternyata banyak orang memiliki 'ban serep' yang tidak sesuai dengan 'ukuran ban' yang saat ini digunakan. Bahkan, seringkali ban yang tidak sesuai tersebut dibawa melebihi kebutuhan. Bisa ditebak, alih-alih dapat menenangkan pikiran orang yang berkendara, yang ada justru banyaknya ban yang dibawa malah membenani kendaraan sehingga mengurangi kecepatan kendaraan itu sendiri.

Detik.com - 05/01/2017

http://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/3388021/buat-apa-berasuransi-jika

EKONOMI MAKRO & REGULASI

Pelaku Jasa Keuangan Wajib Sediakan Unit Khusus Literasi & Inklusi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan pelaku usaha jasa keuangan membentuk 'fungsi' atau unit khusus untuk melaksanakan kegiatan terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Hal itu termuat Peraturan OJK No. 76 /POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan/atau Masyarakat yang diterbitkan pada 23 Desember 2016. Dalam Bab V tentang Fungsi atau Unit Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan, Pasal 22, dinyatakan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) wajib membentuk fungsi atau unit untuk pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan.

Detik.com - 05/01/ 2017

http://finansial.bisnis.com/read/20170105/9/616787/pelaku-jasa-keuangan-wajib-sediakan-unit-khusus- literasi-inklusi

Baru Sekarang Ekonomi RI Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Ekonomi Indonesia memang tumbuh tidak terlalu tinggi dalam dua tahun terakhir, yakni sekitar 5%. Akan tetapi, pertumbuhan tersebut mampu mendorong turunnya angka pengangguran dan kemiskinan. Ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Demikian hal itu disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution usai sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017). "Memang pada tahun 2015-2016 pertumbuhan ekonomi kita berjalan terjadi walau nggak terlalu tinggi, bersama dengan tingkat pengangguran yang turun, kemiskinan turun dan distribusi pendapatan yang baik. Selama belasan tahun terakhir dia nggak pernah terjadi dengan arah yang diharapkan secara bersama-sama," paparnya.

Detik.com - 05/01/ 2017

https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3387703/baru-sekarang-ekonomi-ri-tumbuh-kemiskinan-dan- pengangguran-turun

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.466

IHSG

5.257,65

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF