AAJI Daily News - 7 April 2017


Tanggal terbit (07 / 04 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Asuransi Jiwa Main Aman
  2. Zurich Topas Life Luncurkan Digital Credit Protection
  3. Infobank 2nd Unit Link Awards 2017
  4. OJK Ingatkan Relife Cari Dana Penuhi Ketentuan Modal
  5. Hanwha Optimis Bisa IPO di 2020
  6. Cari Return Tinggi, Saham Jadi Incaran
  7. Zurich Topas Life Luncurkan Digital Credit Protection
  8. Mandiri Inhealth Buka Konter Layanan di Rs Ini
  9. OJK Minta Recapital Life Perkuat Permodalan
  10. OJK Minta Relife Penuhi Ketentuan RBC 120 Persen
  11. (Berita Photo) Produk Asuransi Digital
  12. (Berita Photo) Mandiri Inhealth Mitra Keluarga Kalideres
  13. (Berita Photo) Kerja Sama Keamanan Investasi

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Asuransi Jiwa Main Aman

Sejumlah pelaku industri asuransi jiwa enggan mematok imbal hasil investasi kelewat tinggi pada tahun ini. Deposito pun masih menjadi pilihan demi mengamankan kinerja investasi. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth misalnya, menargetkan imbal hasil 7,5%—7,8% sepanjang tahun ini. Direktur Keuangan Mandiri Inhealth Armendra mengatakan, hingga saat ini total portofolio fixed income mencapai 80%, yang ditempatkan pada instrumen obligasi dan deposito. “Untuk obligasi kami menyesuaikan dengan maturity untuk memenuhi kewajiban. Obligasi sudah kami penuhi sebesar 30% sesuai ketentuan OJK,” kata Armendra, Kamis (6/4).

Bisnis Indonesia – 07/04/2017, Hal. 21

Zurich Topas Life Luncurkan Digital Credit Protection

Zurich Topas Life (ZTL) bekerja sama dengan salah satu perusahaan teknologi keuangan (fintech), Investree, meluncurkan Digital Credit Protection, program asuransi jiwa kredit yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan pengusaha kecil dan profesional. Kolaborasi ini memungkinkan para debitur Investree, dalam hal ini Borrower, untuk mendapatkan proteksi dari risiko tidak terduga sekaligus memberikan keamanan bagi investasi kreditur selama periode angsuran pinjaman mereka. Presiden Direktur Zurich Topas Life Peter Huber mengatakan, Digital Credit Protection dirancang khusus untuk pengusaha mikro dan profesional untuk menjaga masa depan finansial serta membantu mereka untuk fokus pada pertumbuhan bisnis dan menjalani aktivitas profesional mereka dengan pikiran yang tenang. Selain itu, Digital Credit Protection menyasar pengusaha muda dan profesional, bagi pihaknya hal ini bukan sekadar bisnis tetapi juga misi sosial.

Koran Sindo – 07/04/2017, Hal. 19

Infobank 2nd Unit Link Awards 2017

Pada 28 Februari 2017 Infobank bekerja sama dengan infovesta untuk kedua kalinya memberikan penghargaan kepada 18 perusahaan asuransi jiwa atas 47 produk unit linknya yang memberikan return tinggi dan risiko rendah. Untuk award kali ini, Infobank dan infovesta me-rating 1.021 produk unit link jenis saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang yang terdiri atas produk bertenor lima tahun, tiga tahun, dan satu tahun untuk yang berdenominasi rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Majalah Infobank – Edisi April, Hal. 102

OJK Ingatkan Relife Cari Dana Penuhi Ketentuan Modal

PT Asuransi Jiwa Recapital alias Relife mendapat perhatian khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kesehatannya yang di bawah standar, terutama jika dilihat dari risk based capital (RBC) berada di bawah ketentuan 120 persen. Oleh sebab itu, OJK meminta Relife mencari sumber dana untuk memenuhi ketentuan modalnya sebesar 120 persen. Atas tingkat kesehatan yang rendah, OJK pun telah menyurati direksi dan komisaris Relife, di mana isi surat itu adalah sanksi pembatasan kegiatan usaha. Pembatasan kegiatan usaha tersebut terkait dengan upaya Relife yang tanpa hasil setelah OJK memberikan sanksi peringatan pertama dan terakhir. Bahkan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan final, diketahui bahwa rasio tingkat solvabilitas Relife minus 827,34 persen  per 31 Desember 2015. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, jika ada perusahaan asuransi dengan RBC di bawah standar, maka pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Infobanknews.com - 06/04/2017

http://infobanknews.com/ojk-ingatkan-relife-cari-dana-penuhi-ketentuan-modal/

Hanwha Optimis Bisa IPO di 2020

Perusahaan asuransi jiwa asal Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Indonesia memastikan rencana pencatatan saham lewat mekanisme initial public offering (IPO) masih tetap berjalan. Chief Bancassurance and Agency Officer Direktor Hanwha, Henry Januar mengatakan rencana IPO kemungkinan besar baru bisa dilakukan pihaknya pada 2020. “Syarat IPO itu perusahaan harus profit dua tahun berturut-turut. Kita optimis di 2020 kita sudah bisa lakukan itu, kalau bisa lebih cepat kenapa tidak,” kata Henry di Jakarta, Rabu, 5 April 2017. Henry sendiri tak menampik tahun lalu kondisi perusahaan masih merugi hingga Rp90 miliar. Maklum, perusahaan asuransi satu ini baru masuk ke Indonesia di 2013. Sehingga butuh dana besar untuk melakukan ekspansi, mulai dari cabang hingga SDM.

Infobanknews.com - 05/04/2017

http://infobanknews.com/hanwha-optimis-bisa-ipo-di-2020/

Cari Return Tinggi, Saham Jadi Incaran

Industri asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan dana investasi di awal 2017. Namun, penempatan dana di deposito mulai dikurangi. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2017, dana investasi dari pelaku usaha asuransi jiwa tercatat Rp 351,9 triliun. Angka ini naik 2,5% dari akhir 2016 yang mencapai Rp 343,2 triliun. Dari total dana investasi tersebut, penempatan di deposito menurun menjadi Rp 39,1 triliun per Februari 2017. Di akhir 2016, kepemilikan deposito perusahaan asuransi jiwa masih tercatat Rp 40 triliun. Dus, porsi dana asuransi di deposito susut dari 12% per Desember 2016 menjadi 11% per Februari 2017. Sementara, penempatan dana di instrumen lain mayoritas meningkat. Misal, investasi asuransi jiwa di saham, meningkat dari Rp 111,5 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 113,5 triliun per Februari 2017. Meski naik, tapi porsinya malah sedikit turun dari 32,4% menjadi 32,2%. Peningkatan investasi juga terjadi di reksadana. Porsi investasi di reksadana pun meningkat dari 26,3% menjadi 27,6%.

Harian Kontan – 07/04/2017, Hal. 24

Zurich Topas Life Luncurkan Digital Credit Protection

Zurich Topas Life (ZTL) bekerjasama dengan salah satu perusahaan teknologi keuangan (fintech) terkemuka di Indonesia, Investree, hari ini, Kamis (6/4/2017) meluncurkan Digital Credit Protection, program asuransi jiwa kredit yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan pengusaha kecil dan profesional. Kolaborasi ini memungkinkan para debitur Investree, dalam hal ini Borrower, untuk mendapatkan proteksi dari risiko tidak terduga sekaligus memberikan keamanan bagi investasi kreditur selama periode angsuran pinjaman mereka. Perkembangan bisnis peer to peer lending (P2P) telah membawa alternatif baru bagi bisnis dan individu untuk mengakses pendanaan mereka. Indonesia Fintech Association (IFA) melihat pada akhir 2016 terdapat 150 perusahaan teknologi keuangan di Indonesia dengan 17 persen dari mereka yang berfokus pada bisnis pinjaman.

Investor Daily – 07/04/2017, Hal. 23

Mandiri Inhealth Buka Konter Layanan di Rs Ini

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia alias Mandiri Inhealth kembali membuka counter khusus di rumah sakit rekanan. Kali ini, pemain asuransi jiwa ini membuka counter di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Lewat kerja sama ini, peserta Mandiri Inheatlh dapat mendapat layanan lebih cepat dan lengkap di rumah sakit yang jadi bagian Mitra Keluarga Group tersebut. Peningkatan kerja sama dengan rumah sakit mitra seperti ini, sudah dilakukan Mandiri Inhealth selama beberapa kali. Sebelumnya Mandiri Inhealth membuka counter khusus diantaranya di RS Mayapada TB Simatupang, RS Awal Bros Bekasi, dan  RS  Royal Progress  Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila menyebut, dengan kerja sama ini diharapkan bisa makin meningkatkan sinergi perusahaannya dengan Mitra Keluarga Group di masa yang akan datang.

Kontan.co.id - 06/04/2017

http://keuangan.kontan.co.id/news/mandiri-inhealth-buka-konter-layanan-di-rs-ini

OJK Minta Recapital Life Perkuat Permodalan

PT Asuransi Jiwa Recapital (Relife) memperoleh perhatian khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini terkait kesehatannya di bawah standar, terutama risk based capital (RBC) yang berada di bawah ketentuan 120 persen. OJK pun telah menyurati direksi dan komisaris Relife, terkait sanksi administratif berupa pembatasan kegiatan usaha. Pembatasan itu membuat Relife tidak diperbolehkan menjual polis baru. Diketahui bahwa rasio tingkat solvabilitas Relife minus 827,34 persen per 31 Desember  2015.  Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyatakan, jika ada perusahaan asuransi dengan RBC di bawah standar, maka pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai dengan yang berlaku. "Ada SP (surat peringatan) satu, SP 2 dan lain sebagainya. Kalau tidak memenuhi aturan ada tahapan-tahapannya.

Kompas.com - 06/04/2017

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/06/160000526/ojk.minta.recapital.life.perkuat.permodal

an

OJK Minta Relife Penuhi Ketentuan RBC 120 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perhatian khusus kepada PT Asuransi Jiwa Recapital Life (Relife). Pasalnya, rasio risk based capital atau rasio solvabilitas (RBC) Relife berada di bawah ketentuan regulator, yakni di level 120%. Atas tingkat kesehatan yang rendah, OJK pun menyurati direksi dan komisaris Relife. Isi surat itu adalah sanksi pembatasan kegiatan usaha, yakni tidak diizinkan menjual polis baru selama RBC masih di bawah ketentuan. Pembatasan kegiatan usaha itu pun terkait dengan upaya Relife yang tanpa hasil setelah OJK memberikan sanksi peringatan pertama dan terakhir. Bahkan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan final, diketahui bahwa rasio tingkat solvabilitas Relife minus 827,34 persen per 31 Desember 2015.

Wartaekonomi.co.id - 06/04/2017

http://wartaekonomi.co.id/read136754/ojk-minta-relife-penuhi-ketentuan-rbc-120-persen.html

(Berita Photo) Produk Asuransi Digital

Kontan – 06/04/2017, Hal. 24

(Berita Photo) Mandiri Inhealth Mitra Keluarga Kalideres

Investor Daily – 07/04/2017, Hal. 23

(Berita Photo) Kerja Sama Keamanan Investasi

Bisnis Indonesia – 07/04/2017, Hal. 21

(Berita Photo) Kerja Sama Keamanan Investasi

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.338

IHSG

5.653,37

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF