AAJI Daily News - 9 Februari 2017


Tanggal terbit (09 / 02 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Sequis Financial Pacu Employee Benefit
  2. Penyelamatan AJB Bumiputera Utamakan Nasabah
  3. Holding Asuransi Jiwa Jadi Opsi
  4. Unitlink Saham Tergelincir Indeks Saham
  5. AXA Financial Indonesia Seeks New Customers From Digital Platform
  6. (Berita Photo) Penghargaan Astra Life
  7. (Berita Photo) Bahas AJB Bumiputera
  8. (Berita Photo) Kantor Pelayanan Nasabah
  9. Sri Mulyani Tak Ingin Pertumbuhan Ekonomi Dinikmati Segelintir Orang

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Sequis Financial Pacu Employee Benefit

PT Asuransi Jiwa Sequis Financial bakal memperbesar kontribusi lini bisnis employee benefit bagi pendapatan perseroan dalam lima tahun ke depan. VP Employee Benefit Business PT Asuransi Jiwa Sequis Financial (Sequis Financial) Kuntoro Andri P. menjelaskan, hingga saat ini kontribusi lini bisnis tersebut masih di bawah 10% dari total pendapatan perusahaan asuransi jiwa yang merupakan anak usaha dari PT Asuransi Sequis Life itu. Menurutnya, dalam rencana kerja perusahaan kontribusi lini bisnis diharapkan dapat mencapai 20% hingga 2022. “Dan untuk Business Plan 2017— 2022 (kontribusi employee benefit business bagi total pendapatan perusahaan) akan menjadi 20%,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (7/2).

Bisnis Indonesia – 09/02/2017, Hal. 22

Penyelamatan AJB Bumiputera Utamakan Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprioritaskan penyelamatan nasabah atau pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dari krisis di lembaga asuransi tersebut."Para pemegang polis merupakan tulang punggung bisnis asuransi," kata Mukhammad Misbakhun di Jakarta, Rabu (8/2). Pernyataan itu disampaikan Miskbakhun guna menyikapi krisis yang terjadi di lembaga asuransi AJB Bumiputera. Menurut Misbakhun, krisis yang mendera AJB Bumiputera memang pelik dan sensitif, sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara berhati-hati dengan mengutamakan prinsip- prinsip membantu kepentingan nasabah pemegang polis asuransi. "Pemegang polis harus jadi pertimbangan utama dalam menangani persoalan di perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia itu," katanya. Politikus Partai Golkar tersebut, meminta OJK menjadikan pemegang polis sebagai konsideran utama. Misbakhun menegaskan, harus ada solusi komprehensif dan tuntas dalam persoalan Bumiputera dan OJK agar tidak mengumbar hal-hal sensitif soal Bumiputera.

Republika – 09/02/2017, Hal. 15

Holding Asuransi Jiwa Jadi Opsi

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan pembentukan perusahaan asuransi jiwa milik negara, hasil penggabungan perusahaan pelat merah dan sejumlah anak usaha BUMN, dapat menjadi solusi untuk merebut pangsa pasar yang selama ini dikuasai perusahaan joint venture. Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, menjelaskan hingga saat ini PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi satu-satunya BUMN di sektor asuransi jiwa. Di samping itu, terdapat sejumlah anak usaha BUMN, khususnya dari sektor perbankan, yang aktif mengejar pendapatan di industri tersebut. Menurutnya, ketimbang bersaing memperebutkan ceruk pasar, perusahaan pelat merah dan anak usaha BUMN itu lebih baik digabung. PT Asuransi Jiwasraya, kata Dumoly, dapat menjadi holding dari gabungan perusahaan asuransi jiwa milik anak BUMN tersebut. “Kami mendukung ada satu BUMN asuransi jiwa yang kuat. Kalau Jiwasraya lead merger asuransi jiwa anak-anak BUMN maka gagasan itu sangat cemerlang,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (6/2).

Bisnis Indonesia – 09/02/2017, Hal. 21

Unitlink Saham Tergelincir Indeks Saham

Imbal hasil sejumlah unitlink masih merekah di awal tahun ini. Merujuk data PT Infovesta Utama, rata-rata imbal hasil unitlink masih bergerak positif sepanjang bulan Januari 2017 kecuali unitlink saham. Unitlink yang mampu membukukan imbal hasil positif yakni, unitlink campuran dan unitlink pendapatan tetap. Unitlink campuran membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 0,11%. Sedangkan unitlink pendapatan tetap membukukan return rata-rata 0,75%. Kondisi berbeda dialami unitlink saham. Prospek positif juga diungkapkan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim. Dus, Jiwasraya akan menyiapkan produk baru unitlink untuk memenuhi permintaan pasar asuransi berbalut investasi ini. Meski saat ini, porsi premi unitlink masih minoritas, namun Jiwasraya tak mau kehilangan pasar potensial. Selama ini, Jiwasraya lebih banyak ditopang produk tradisional. Hendrisman menyebut, 90% dari total premi didapat dari asuransi tradisional. Sementara sisanya dari unitlink.

Harian Kontan – 09/02/2017, Hal. 24

AXA Financial Indonesia Seeks New Customers From Digital Platform

Life insurer AXA Financial Indonesia, part of the AXA Indonesia Group, launched a digital tool to expand its customer base on Monday. The tool provides easy access to information for several purposes, namely creating a children's education fund, retirement fund, business capital and tourism or pilgrimage fund. AXA Financial Indonesia chief agency officer Nina Ong said the tool and products were directed at modern dynamic citizens, ages 25 to 45 years old. The company expects the tool to help attract 20 percent to 30 percent of such citizens as its new clients and expand its customer base, which is now served by about 14,000 agents.

Thejakartapost.com - 07/02/2017

http://www.thejakartapost.com/news/2017/02/06/axa-financial-indonesia-seeks-new-customers-from-digital-

platform.html

(Berita Photo) Penghargaan Astra Life

Suara Pembaruan – 08/02/2017, Hal. 8

Antarafoto.com - 07/02/2017 (Berita Photo) Bahas AJB Bumiputera

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1486458008/bahas-ajb-bumiputera

(Berita Photo) Kantor Pelayanan Nasabah

Bisnis Indonesia – 09/02/2017, Hal. 21

EKONOMI MAKRO DAN REGULASI

Sri Mulyani Tak Ingin Pertumbuhan Ekonomi Dinikmati Segelintir Orang

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, setiap penduduk Indonesia berhak menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang. "Tidak bisa pertumbuhan ekonomi eksklusif dan hanya bermanfaat bagi segelintir orang saja," ujarnya saat berbicara di acara Mandiri Invesment Forum, Jakarta, Rabu (8/2/2017). Sepanjang 2016, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,02 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 yang hanya sebesar 4,88 persen. Meski begitu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia berdasarkan gini ratio mencapai 0,394 pada September 2016, atau hanya turun 0,008 poin dari data September 2015.

Kompas.com - 08/02/2017

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/08/170000826/sri.mulyani.tak.ingin.pertumbuhan.ekono

mi.dinikmati.segelintir.orang

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.302

IHSG

5.379,23

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF