AAJI Corporate News - Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2016


Tanggal terbit (24 / 11 / 2016)

Jakarta (18/11), Bertempat di The XXI Lounge Plaza Indonesia Lt.6, Thamrin, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI),  menggelar Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2016 sekaligus Media Gathering II di tahun 2016.

Sebagai narasumber pada kesempatan ini, Ketua Umum AAJI Bapak Hendrisman Rahim, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Ibu Christine Setyabudhi, serta Ibu Nini Sumohandoyo, selaku Kepala Departemen Komunikasi AAJI.

Beberapa catatan penting dalam konferensi pers Kuartal III 2016 antara lain;

  • Total pendapatan industri asuransi jiwa meningkat 78,1% menjadi Rp 158,65 triliun dibandingkan kuartal III-2015 sebesar Rp 89,10 triliun.
  • Total pendapatan premi meningkat 15,1% menjadi Rp 116,06 triliun dari Rp 100,80 triliun.
  • Total klaim dan manfaat meningkat 17,3%, dari Rp 61,76 naik menjadi sebesar Rp 72,45 triliun.
  • Total tertanggung meningkat sebesar 2,7% menjadi 58,16 juta orang dari 56,66 juta orang.
  • Total tenaga pemasar berlisensi meningkat 16,3% menjadi 520.281 dari 447.407 orang.

Bapak Hendrisman Rahim mengatakan, peningkatan pendapatan, ditopang oleh pendapatan premi sebesar Rp 116,06 triliun atau tumbuh  15,1 persen dari periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 100,8 triliun, yang menyumbang 73,2 persen dari total pendapatan industri asuransi jiwa.

"Kenaikan itu disumbang dari saluran-saluran distribusi terutama distribusi bancassurance yang mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen," ujar Bapak Hendrisman Rahim.  

Sementara, Ibu Christine Setyabudhi memaparkan, pembayaran klaim nilai tebus (surrender) sepanjang kuartal III 2016 mencapai Rp 39,82 triliun. Klaim nilai tebus ini mengalami peningkatan sebesar 38,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Hal ini karena adanya perilaku konsumen yang melakukan perubahan produk atau membeli produk lain yang dinilai lebih baik dengan menutup polis lamanya terlebih dahulu," dikatakan Ibu Christine.

Sesi terakhir disampaikan oleh Ibu Nini Sumohandoyo, yang menerangkan terkait profesi sebagai tenaga pemasar asuransi jiwa, kini sudah menjadi profesi pilihan yang semakin diminati oleh masyarakat.

"Kami juga terus meningkatkan jumlah agen asuransi berlisensi sebagai kunci edukasi pentingnya memiliki asuransi jiwa dalam perencanaan keuangan jangka panjang," sebut Ibu Nini.

Selesai konferensi pers, acara dilanjutkan dengan kegiatan nonton bareng bersama awak media, guna lebih meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi.

Salam Asuransi ….

DOWNLOAD PDF