Konferensi Pers Kuartal IV 2015


Tanggal terbit (05 / 04 / 2016)

Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal Keempat 2015

Jakarta, 23 Maret 2016Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan konferensi pers laporan kinerja industri asuransi jiwa kuartal keempat 2015 sebagai bentuk pertanggungjawaban industri kepada publik. Bertempat di Ruang Prudential Rumah AAJI, acara ini dihadiri oleh media-media ternama dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, yang didampingi oleh Edy Tuhirman selaku Ketua Bidang Keuangan, Keanggotaan dan Kepatuhan AAJI, serta Togar Pasaribu selaku Direktur Eksekutif AAJI.

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 di kisaran angka 4,79% secara year-on-year (BPS, 2016), hingga kuartal keempat 2015 industri asuransi jiwa tetap menunjukkan kinerja yang positif. Optimisme terhadap industri terbangun dari adanya pertumbuhan di beberapa sektor diantaranya total pendapatan premi yang tumbuh 5,8% menjadi Rp 128,66 triliun. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan total premi lanjutan sebesar 12,9% menjadi Rp 58,24 triliun dan pertumbuhan total premi bisnis baru sebesar 0,6% atau sebesar Rp 70,42 triliun pada kuartal keempat 2015. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi tetap tumbuh di tengah melemahnya kondisi perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil ini turut berdampak pada industri asuransi jiwa seperti terlihat pada hasil investasi yang mengalami penurunan. Meski demikian, hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat mengalami perbaikan kinerja sebesar 89,6% jika dibandingkan dengan kuartal ketiga 2015. Hal ini menunjukkan bahwa peralihan portofolio investasi yang dilakukan sebelumnya mulai menujukkan hasil yang diharapkan.

Sementara itu sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab perusahaan, pada kuartal keempat 2015 ini, industri asuransi jiwa tercatat berhasil membayarkan total klaim dan manfaat senilai Rp 72,57 triliun. Angka tersebut turun sedikit dari periode yang sama tahun 2014. Penurunan ini didorong oleh pembayaran klaim penarikan sebagian yang turun 27,9%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin paham tujuan proteksi jangka panjang dari produk asuransi jiwa.

Pencapaian membanggakan yang berhasil dicapai oleh industri asuransi jiwa pada kuartal keempat 2015 adalah kesuksesan untuk melampaui target tenaga pemasar sebanyak 500.000 di tahun 2015. Disampaikan bahwa sampai dengan kuartal keempat 2015, tenaga pemasar berhasil tumbuh sebesar 23,7% menjadi 512.657 orang. Kedepannya, AAJI berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah tenaga pemasar salah satunya dengan mendukung pemerintah dan OJK dalam program “10 Juta Agen” untuk menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depannya. 

Sebelum menutup acara, Hendrisman menyampaikan bahwa AAJI komitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan industri sehingga dapat terus relevan bagi perekonomian nasional. Maju terus industri asuransi jiwa.

Salam Asuransi!

DOWNLOAD PDF