Inilah Cara Kerja Asuransi Jiwa Unit Link yang perlu Diketahui!



Asuransi memang sudah menjadi hal biasa saat ini. Tetapi ternyata tingkat kesadaran masyarakat akan kebutuhan finansial ini masih rendah. Padahal memiliki asuransi terutama asuransi jiwa mempunyai banyak manfaatnya. Dengan mempunyai asuransi jiwa maka kita akan merasakan manfaat akan ketidakpastian dalam hidup ini. Paling tidak kita bisa merasa tenang saat pencari nafkah di keluargamu sudah meninggalkan kita, maka keluargamu tidak kesulitan akan keuangan.

Asuransi jiwa telah banyak berkembang dari masa ke masa, dan semua itu selalu menawarkan berbagai macam layanan untuk masyarakat. Produk dari asuransi jiwa juga bukan hanya pada kematian saja tetapi ada juga untuk kesehatan, penyakit kritis, kecelakaan serta lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing orang.

Nah, dalam asuransi jiwa unit link ada dua elemen yang penting, yaitu proteksi dan investasi. Jika kamu tertarik dengan  asuransi jiwa tetapi juga ingin mempunyai investasi, kamu bisa membeli asuransi jiwa unit link ini. Hasil investasi pada asuransi jiwa unit link ini tergantung dari kondisi pasar serta saham. Sehingga asuransi jiwa unit link ini disebut juga asuransi jangka panjang.

Tetapi sebagaimana produk investasi lainnya, asuransi jiwa unit link tentu saja tidak selalu menjanjikan keuntungan. Karena itu, kamu perlu menyesuaikan pilihan ketentuan asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan membayar premi. Dan kamu juga harus memahami produk dari asuransi jiwa unit link itu sendiri. Berikut cara kerja dari asuransi jiwa unit link. 

Alur kerja dari asuransi jiwa unit link bisa dijelaskan sebagai berikut. Premi awal yang dibayarkan pemegang polis akan dialokasikan mulai dari proteksi hingga dipotong untuk membayar biaya akuisisi. Biaya akuisisi ini merupakan biaya yang dibebankan kepada nasabah saat membeli polis. Biaya itu biasanya digunakan untuk membayar kegiatan operasional perusahaan, termasuk komisi tenaga pemasar asuransi jiwa. 

Selain itu, premi asuransi juga dimasukkan ke dalam instrumen investasi yang dipilih. 

Sejumlah premi yang dimasukkan ke dalam instrumen investasi ini kemudian menghasilkan hasil investasi. Hasil dari investasi ini nantinya akan digunakan untuk membayar biaya asuransi, biaya asuransi tambahan, serta biaya administrasi. 

Jadi, proteksi asuransi dibayar dari hasil investasi tadi. Nilai investasi dari pemegang polis dipotong secara rutin untuk membayar biaya asuransi. Setelah seluruh pembayaran diselesaikan maka ada nilai  yang bisa diambil pemegang polis. Hal inilah yang bisa dicairkan untuk dana pendidikan atau dana pensiun. 

Sebagai catatan, selama nilai polis cukup untuk membayar biaya asuransi, maka proteksi asuransi tetap aktif. Tapi kalau tidak cukup, maka perusahaan asuransi akan meminta nasabah melakukan penambahan (top up) dana atau polis akan menjadi lapsed (batal) ketika nilai polis tidak lagi cukup untuk membayar biaya asuransi. 

Jadi lebih paham dengan asuransi jiwa unit link dan tertarik membeli atau mungkin berdiskusi dengan tenaga pemasar asuransi jiwa dari AAJI? Langsung tentukan pilihan asuransi jiwa unit link mana yang mau kamu ambil. Tapi yang perlu kamu ingat adalah nilai polis sangat bergantung pada kinerja investasi, namanya investasi pasti memiliki potensi risiko, termasuk juga kerugian.

Older Post Newer Post