Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020



Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020

Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa, Kuartal IV Tahun 2020

 

Jakarta, 9 Maret 2021 – AAJI menyelenggarakan konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV Tahun 2020, sebagai bentuk laporan kinerja industri asuransi jiwa kepada masyarakat. Acara berlangsung secara online pada Selasa, 9 Maret 2021, pukul 10.00 WIB menggunakan Zoom Meeting, dan dihadiri oleh rekan-rekan media. Dipandu oleh Ibu Kamelia Mohamad selaku Anggota Departemen Komunikasi  AAJI, Konferensi Press Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV Tahun 2020 menghadirkan tiga pembicara yaitu,

Bapak Fauzi Arfan selaku Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen AAJI, Bapak Freddy Thamrin selaku Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI, dan Ibu Nini Sumohandoyo selaku Kepala Departemen Komunikasi AAJI.    

AAJI menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kerja di Kuartal IV Tahun 2020. Peningkatan terjadi pada Pendapatan, Pendapatan Premi, Hasil Investasi, dan Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada nasabah. Bapak Fauzi Arfan selaku Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen AAJI mengatakan bahwa tren peningkatan dihasilkan dari berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi yang membaik sebagai dampak dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), meningkatknya kesadaran masyarakat akan kebutuhan perlindungan jiwa, serta inovasi dan strategi pelaku industri asuransi jiwa dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020.  

Sementara itu, tren peningkatan pembayaran Klaim dan Manfaat sepanjang tahun 2020, yaitu total Klaim Dan Manfaat pada Kuartal IV Tahun 2020 meningkat sebesar 5,7% dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020 menjadi Rp 41,49 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Klaim Akhir Kontrak meningkat sebesar 92,5% dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020 menjadi Rp 6,03 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Klaim Meninggal Dunia meningkat sebesar 4,2% dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2020 menjadi Rp 3,44 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Kemudian, total Klaim terkait Covid-19 sampai dengan Oktober 2020 mencapai Rp 661 milyar telah dibayarkan kepada 9,128 pemegang polis, meskipun pemerintah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi.

Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III Tahun 2020 ke Kuartal IV Tahun 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III Tahun 2020, menjadi Rp 91,86 triliun di Kuartal IV Tahun 2020. Namun, jika Kuartal IV Tahun 2020 dibandingkan dengan Kuartal IV Tahun 2019, tercatat perlambatan Total Pendapatan sebesar 8,6%. Sedangkan pada investasi, AAJI mencatatkan perbaikan Hasil Investasi sebesar Rp 35,52 triliun selama Kuartal IV tahun 2020. Namun, pertumbuhan melambat jika dibandingkan pada Kuartal IV Tahun 2019 yang disebabkan oleh kondisi pasar modal di Indonesia yang kurang kondusif hingga Kuartal IV 2020, ditandai dengan adanya koreksi yang cukup dalam dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yaitu sebesar 5,1% dibandingkan Kuartal IV 2019. 

AAJI berpandangan optimis melihat kinerja industri asuransi jiwa yang menunjukkan kinerja yang membaik dan tren yang membaik di Kuartal IV Tahun 2020 di tengah tantangan akibat pandemi Covid-19. Menutup konfrensi pers Laporan Kinerja Kuartal IV Tahun 2020, AAJI menyampaikan harapannya kepada Otoritas terkait untuk meningkatkan penetrasi dan pertumbuhan industri asuransi jiwa, yaitu relaksasi PAYDI berlaku permanen, percepatan pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP), kampanye tentang pentingnya memiliki asuransi, insentif pajak untuk para pemegang polis sehubungan dengan Omnibus Law, tidak membatasi penempatan investasi PAYDI pada reksadana, serta regulasi yang mendukung digitalisasi di industri asuransi.

Salam Asuransi. . .