Pandemi Tak Surutkan Komitmen Perusahaan Asuransi Bayarkan Klaim



Pembayaran klaim kepada nasabah adalah sebuah komitmen yang selalu dijaga oleh para perusahaan asuransi jiwa. Dalam hal ini, AAJI menilai adanya konsistensi pembayaran klaim dan manfaat dari anggotanya (perusahaan asuransi) dalam tiga tahun terakhir. Hal ini ditunjukan dengan rata-rata klaim per tahun yang dibayarkan industri asuransi jiwa ke masyarakat sudah mencapai tidak kurang dari Rp 148,52 triliun.  

Budi Tampubolon selaku Ketua Dewan Pengurus AAJI menambahkan komitmen industri asuransi jiwa dalam memperkuat langkah pemerintah mengelola Pandemi Covid-19 selama ini sangatlah besar. Klaim serta manfaat yang telah dibayarkan oleh industri asuransi jiwa sejak awal pandemi di tahun 2020 hingga Juni 2021 telah mencapai sekitar Rp3,74 triliun untuk klaim covid-19.

Nilai triliunan tersebut menggambarkan biaya perawatan pasien Covid-19 di luar rumah sakit rujukan wajib pemerintah yang berhasil ditutup oleh asuransi. Dan tentunya bagi masyarakat, pembayaran klaim serta santunan kesehatan tersebut sangat melindungi dirinya dari risiko gangguan pendapatan yang dialami saat menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Saat perekonomian belum pulih sepenuhnya, tentunya partisipasi sektor swasta dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah. Kinerja baik soal pembayaran klaim kesehatan akibat Covid-19 tersebut tentu dapat meringankan beban pemerintah saat pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Meski tekanan ekonomi yang muncul akibat adanya pandemi diakui Budi berimbas ke juga ke industri asuransi jiwa sejak tahun lalu, namun pelaku usaha tetap berkomitmen penuh dalam penciptaan lapangan kerja. Hingga bulan Juni lalu, industri asuransi jiwa mampu menjadi rumah bagi sekitar 20 ribu karyawan dan lebih dari 600 ribu agen (tenaga pemasar) dari berbagai kalangan masyarakat.

Komitmen Anggota AAJI terhadap nasabahnya tidak perlu diragukan lagi. Untuk itu, bersama dengan Anggotanya AAJI akan terus bertransformasi untuk melampaui batas.

Older Post Newer Post