Siapa dari anggota keluargamu yang pertama kali memerlukan asuransi jiwa?



Dalam hidup terdapat banyak cara dalam mengatur perencanaan keuangan, salah satunya adalah dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan kita untuk dialokasikan ke dalam asuransi jiwa. Perencanaan keuangan yang sehat adalah dengan menghindari risiko yang akan terjadi dikemudian hari, tapi masih banyak orang yang masih berpikir sepertinya asuransi jiwa tidaklah dibutuhkan.

Salah satu yang menjadi alasan seseorang berpikir tidak memerlukan asuransi adalah karena bukan seorang kepala keluarga. Namun coba pikirkan kembali hal ini. Jika sahabat asuransi tidak memiliki asuransi jiwa dan terdapat kondisi diluar dugaan dimana harus membebankan anggota keluarga lainnya dengan biaya-biaya yang tidak terduga seperti biaya pengobatan, pemakaman, dan lain-lain. Tentu ini sangatlah tidak diharapkan.

Jadi sebenarnya setiap orang memiliki risiko hidup yang sewaktu-waktu terjadi yaitu kematian. Sehingga tidak hanya seorang kepala keluaga memerlukan asuransi jiwa melainkan siapa saja yang ingin memberikan warisan menjaga risiko finansial keluarga mereka di kemudian hari. Dalam hal ini asuransi jiwa memang disarakan adalah seorang yang menjadi tulang punggung atau pencari nafkah utama. Jadi bisa saja bukan seorang ayah, melainkan ibu, ataupun anak yang harus membiayai kebutuhan keluarganya. Karena jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan maka kelangsungan hidup keluarga yang kamu tinggalkan masih bisa berlangsung.

Perlu diingat Asuransi jiwa memang tidak bisa menggantikan nyawa orang yang sudah meninggal dunia. Asuransi jiwa juga tidak bisa membiayai hidup keluarga kamu seumur hidup. Namun asuransi jiwa bisa meminimalisasi risiko finansial dan menurunkan beban keuangan keluarga kamu saat kamu sudah meninggal dunia yang kamu sendiri tidak tahu kapan.

Older Post Newer Post