Transformasi AAJI untuk Kemajuan Industri Asuransi Jiwa



Bermula dari Dewan Asuransi Indonesia atau kita bisa singkat menjadi DAI, dimana DAI merupakan  wadah pemersatu bagi semua perusahaan asuransi jiwa, umum, syariah, jaminan sosial, penilai kerugian asuransi, serta pialang asuransi dan reasuransi di seluruh Indonesia. Kemudian, bertepatan dengan penyelenggaraan kongres tahunan DAI ke-10 pada 23 Januari 2002, deklarasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai induk organisasi bagi industri asuransi jiwa di Indonesia.

Setelah 19 tahun, di tahun 2021 ini Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meluncurkan transformasi brand agar mampu melampaui berbagai kinerja yang sudah dicapai saat ini. Dalam proses transformasinya, AAJI mendorong semua perusahaan dan para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan bisnis dan berbagai proses usaha industri asuransi jiwa Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa saat ini adalah momentum emas bagi industrinya untuk menciptakan produk asuransi yang menjawab berbagai kebutuhan dan melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia.

Transformasi yang kami deklarasikan hari ini adalah wujud penguatan komitmen jangka panjang AAJI dalam memberikan sumbangsih industri asuransi jiwa ke masyarakat. Meski dalam beberapa tahun terakhir, industri kami telah memberikan berbagai manfaat penting bagi Indonesia, namun hari ini AAJI bersama seluruh anggota bersepakat untuk lebih melampaui lagi catatan positif tersebut,” jelas Budi.

Budi mengakui bahwa proses transformasi yang sedang berjalan tidaklah mudah. Transformasi membutuhkan dukungan penuh semua pemangku kepentingan dalam proses mencapai tujuan berskala besar ini.

Sejalan dengan transformasi yang diinisiasi AAJI tersebut, dirancang pula peta jalan yang menjadi panduan transformasi bagi seluruh anggota AAJI. Peta jalan tersebut berisikan tiga pilar perubahan.

Di pilar pertamanya, AAJI akan mendorong industrinya melakukan pengembangan produk dan layanan asuransi jiwa berkelas dunia dengan mengedepankan customer centricity, customer protection, dan digital experience. Pada pilar kedua, asosiasi akan meningkatkan operational excellence industri asuransi jiwa lewat penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Terakhir, industri akan didorong terus untuk menjalankan penguatan permodalan dan portofolio investasi dalam pilar ketiga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menjelaskan bahwa transformasi ini didasari oleh keinginan industri asuransi jiwa untuk senantiasa memberikan manfaat terbesarnya dalam melindungi lebih banyak masyarakat di masa depan.

“Hingga saat ini, Industri asuransi jiwa sudah cukup banyak berkontribusi ke perekonomian. Dalam kondisi pandemi dan momentum economic rebound saat ini, kami ingin membuka lembaran baru. Kami optimis, inklusi dan perlindungan asuransi yang lebih masif bagi semua lapisan masyarakat dapat kita capai bersama dengan lebih cepat dan efektif,” kata Togar.

Optimisme yang sama juga disampaikan oleh Kepala Departemen Marketing AAJI Jos Chandra Irawan. Menurutnya, momentum positif saat ini akan dimanfaatkan maksimal oleh AAJI dengan meluncurkan berbagai inovasi di industri asuransi jiwa.

Transformasi yang diinisiasi bersama ini memunculkan berbagai potensi inovasi di industri. Salah satunya di soal penggunaan teknologi. IT dalam pemasaran produk asuransi jiwa yang selama ini sudah didukung regulator akan makin kami genjot. Di masa depan, industri asuransi jiwa akan memberikan lebih banyak lagi kemudahan kepada masyarakat,” jelas Jos.

Kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan akan lebih diintensifkan di masa depan. Cakupannya meliputi proses knowledge sharing dalam digitalisasi bisnis asuransi. Kolaborasi digital di dunia asuransi dijadikan AAJI sebagai instrumen baru dalam melayani nasabah. Dampak positifnya, industri asuransi jiwa akan memiliki ekosistem layanan yang saling terkoneksi dan terintegrasi. Akibatnya, proses pendaftaran, pembayaran, pengurusan klaim dan platform interaksi nasabah akan menjadi lebih cepat dan akurat.

Budi Tampubolon menambahkan “Semangat transformasi ini kami yakini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. AAJI akan terus menjembatani setiap pemangku kepentingan dalam menyuarakan aspirasi perbaikan business process. Semoga di masa depan, industri asuransi jiwa akan terus meningkatkan ketangguhan dan menyumbang pertumbuhan bangsa Indonesia,”.

Older Post