AAJI Laporkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Pada Kuartal Pertama di Tahun 2015


Jakarta, 4 Juni 2015AAJI telah melangsungkan konferensi pers terkait laporan kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia pada kuartal pertama 2015.

 

Bertempat di kantor baru AAJI, acara ini dihadiri oleh sejumlah media bisnis dan keuangan.

 

Dibuka oleh Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, acara ini dihadiri pula oleh Budi Tampubolon selaku Ketua Bidang Aktuaria dan Underwriting AAJI serta Nini Sumohandoyo selaku Kepala Departemen Komunikasi AAJI.

 

Melalui acara ini, AAJI memaparkan berbagai informasi terkait perkembangan industri asuransi jiwa sampai dengan bulan Maret 2015 dimana secara umum disampaikan oleh Hendrisman Rahim tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif.

 

Total pendapatan asuransi jiwa sampai dengan kuartal pertama 2015 dikatakan naik sebesar 15,9% dari periode yang sama sebelumnya mencapai nilai Rp44,80 triliun yang didukung oleh pertumbuhan premi sebesar 28,5%.

 

Sementara itu, total klaim dan manfaat yang dibayarkan dinyatakan juga meningkat sebesar 57,8% menjadi Rp22,64 triliun pada periode yang sama.

 

Data lain yang menarik adalah meningkatnya jumlah tenaga pemasar yang sampai dengan kuartal pertama 2015 meningkat sebesar 25,4% mencapai 432.219 orang dari total target 500.000 tenaga pemasar berlisensi di akhir tahun.

 

Dari data-data yang dipaparkan, AAJI menyatakan bahwa terlihat adanya peningkatan pemahaman dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pentingnya asuransi jiwa sebagai perlindungan atas perencanaan keuangan jangka panjang. Untuk menjaga kepercayaan ini, anggota-anggota AAJI pun berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan layanan terbaik dan menunaikan kewajiban sesuai dengan manfaat yang ditawarkan.

 

Menutup acara, Hendrisman Rahim menyatakan bahwa AAJI dan para perusahaan anggotanya akan terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia dan merangkul lebih banyak orang lagi untuk memiliki proteksi masa depan yang mencukupi.

DOWNLOAD PDF