Industri Keuangan Non-Bank Resmikan Indonesia Investment Club
Selasa, 7 Juli 2015 – Sebagai upaya dalam mendukung terciptanya sinergi dalam pengembangan produk-produk di sektor jasa keuangan dan adanya kebutuhan terhadap sebuah wadah pertemuan dan pertukaran informasi antara investor dan investee, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) meluncurkan inisiatif berjudul Indonesia Investment Club (IIC) di Hotel Shangri La pada Selasa (7/7) lalu. Hadir dalam peluncuran ini Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad; Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida; Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Nelson Tampubolon; Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani; Deputi Komisioner Pengawas IKNB, Dumoly Pardede; serta Ketua IIC, Mujiharno M Sudjono.
Pendirian IIC ini dilatarbelakangi besarnya potensi aset IKNB yang mencapai Rp1.597 triliun sampai dengan April 2015. Potensi aset ini akan digunakan untuk membantu pemerintah dalam pendalaman pasar obligasi negara, pemenuhan kebutuhan akan tersedianya infrastruktur, dukungan pada sektor riil dan pasar modal nasional; dimana semuanya mampu menunjang pertumbuhan ekonomi serta membantu menciptakan stabilitas perekonomian di Indonesia. Lebih lanjut, Ketua IIC, Mujiharno, menyampaikan bahwa keberadaan IIC sekaligus mampu memperkuat peran investor lokal terhadap pembangunan di skala nasional.
Pada kesempatan yang sama, dilaporkan juga susunan keanggotaan pengurus, yang terdiri dari: Mudjiharno M Sudjono sebagai Chairman, Imelda Novi sebagai Vice Chairman, Analisis Investasi dan MR, Jenry Cardo Manurung dan Basuki Setyadjid sebagai Vice Chairman, Edukasi, Hubungan Anggota dan Kerjasama Lembaga, Dwi Agus Pramudya dan Rusdono sebagai Vice Chairman, Hukum dan Pengembangan Organisasi, dan Inderahadi sebagai Sekretaris Jenderal.
Kehadiran IIC dalam peta perekonomian Indonesia disambut baik oleh Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro. Berkaca dari kegiatan G20 dimana ada inisiatif pendanaan jangka panjang untuk infrastruktur, Bambang menyatakan industri asuransi dan dana pensiun bisa berperan menjadi kontributor utama dengan melarikan dananya pada instrument lain selain deposito; terutama pada pasar modal yang saat ini masih didominasi investor asing. Lebih lanjut, IIC juga diharapkan mampu membantu meredam gejolak pasar keuangan yang semakin kerap terjadi belakangan ini.
Menutup pidatonya, Bambang menyatakan bahwa pemerintah memiliki harapan yang besar terhadap IIC. Ke depannya, IIC diharapkan mampu memenuhi mimpi besar untuk turut berperan aktif dalam perkembangan pasar investasi di Indonesia.
