AAJI Daily News - 23 Januari 2017
HEADLINE NEWS
FM-CC-AAJI-06-001- Kinerja 2016: Premi Capital Life Lampaui Target
- Premi Simas Jiwa Melejit
- 2016, Premi Sinarmas Jiwa Tumbuh Signifikan
- Simas Jiwa Targetkan Premi Naik 10%
- Simas Jiwa Gandeng Bank of China
- Bisnis Asuransi Syariah Akan Makin Meriah
- FWD Life Kenalkan Produk Asuransi Syariah
- Chubb Ganti Nama untuk Bisnis Asuransi Syariah
- Manulife Terancam Sanksi OJK Jika PHK Tanpa Prosedur
- Premi Tumbuh Signifikan
- Reliance Perluas Bisnis ke Segmen Syariah
- Wow, Sampai Bulan November Aset Industri Asuransi Syariah Tembus Rp 32,5 Triliun
- (Berita Photo) Target Premi 2017
- (Berita Photo) Distribusi Produk
MENGENAI AAJI
Kinerja 2016: Premi Capital Life Lampaui Target
Sepanjang 2016 pendapatan premi PT Capital Life Indonesia tumbuh signifikan yang didorong oleh upaya pengembangan produk dan penambahan mitra pemasaran. Salah satu perusahaan asuransi yang pendapatan preminya bertumbuh signifikan ialah PT Capital Life Indonesia yang berhasil membukukan premi Rp 2,19 triliun sepanjang 2016. Direktur Utama Capital Life Antony Japari mengatakan, realisasi tersebut melampaui target awal yang diperkirakan bisa mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, dia mengungkapkan pendapatan premi pada tahun lalu juga jauh lebih besar jika dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya dengan pendapatan premi Rp 209 miliar. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim memperkirakan pendapatan industri asuransi pada 2017 bisa bertumbuh sekitar 20% dari capaian tahun sebelumnya. Beberapa faktor pendorongnya antara lain adalah meningkatnya pendapatan premi yang dipicu oleh pertumbuhan penjualan dari saluran bancassurance.
Bisnis.com - 23/01/2017
http://finansial.bisnis.com/read/20170123/215/621780/kinerja-2016-premi-capital-life-lampaui-target
Narasumber:
- Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Premi Simas Jiwa Melejit
Pendapatan premi PT Asuransi Sinar Mas Jiwa sepanjang 2016 mencapai Rp 12,49 triliun, atau tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu. Direktur PT Asuransi Sinar Mas Jiwa (Simas Jiwa) I.J. Soegeng Wibowo mengatakan, pendapatan premi sebesar Rp 12,49 triliun pada 2016 melampaui target awal yang diperkirakan sebesar Rp 7 triliun. Adapun, pada 2015 total premi yang di bukukan perusahaan hanya Rp 519,5 miliar. Dia menuturkan pertumbuhan premi yang signifikan bisa dicapai karena didorong oleh naiknya penjualan produk asuransi dari saluran distribusi bancassurance. Menurutnya, dari total premi yang dikumpulkan, saluran bancassurance berkontribusi sebesar 99%, sedangkan 1% sisanya berasal dari saluran lainnya seperti jalur keagenan, korporat, dan direct marketing. “Faktor lainnya yang mendorong premi tumbuh sangat tinggi pada tahun lalu juga karena cukup banyak nasabah yang membayarkan premi dalam jumlah yang cukup besar dalam satu kali pembayaran atau single premium,” kata Soegeng, Jumat (20/1).
Bisnis Indonesia – 21/01/2017, Hal. 5
2016, Premi Sinarmas Jiwa Tumbuh Signifikan
Pendapatan premi PT Asuransi Sinar Mas Jiwa sepanjang 2016 mencapai Rp 12,49 triliun, tumbuh signifikan jika dibandingkan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu. Direktur PT Asuransi Sinar Mas Jiwa (Simas Jiwa) I. J. Soegeng Wibowo mengatakan, pendapatan premi Rp 12,49 triliun pada 2016 melampaui target awal yang diperkirakan perusahaan bisa mencapai kisaran Rp 7 triliun. Adapun, pada 2015 total premi yang dibukukan perusahaan hanya Rp 519,5 miliar. Dia menuturkan pertumbuhan premi yang signifikan bisa dicapai karena didorong oleh naiknya penjualan produk asuransi dari saluran distribusi bancassurance.
Bisnis.com - 20/01/2017
http://finansial.bisnis.com/read/20170120/215/621510/2016-premi-sinarmas-jiwa-tumbuh-signifikan
Simas Jiwa Targetkan Premi Naik 10%
Bisnis asuransi jiwa di tahun ini dinilai PT Asuransi Simas Jiwa punya prospek yang bagus di 2017 ini. Pertumbuhan premi di kisaran 5% sampai 10% diyakini masih bisa dicapai. Sepanjang 2016 lalu, Direktur Utama Simas Jiwa I.J. Soegeng Wibowo mengatakan perusahaannya berhasil membukukan premi sebesar Rp 12,49 triliun. Dengan begitu, sampai tutup tahun nanti perseroan mematok target premi di antara Rp 13,1 triliun sampai Rp 13,7 triliun.
Harian Kontan – 23/01/2017, Hal. 24
Berita Serupa :
- Kontan.co.id - 23/01/2017 Simas Jiwa Bidik Pertumbuhan Premi 10% Di 2017
http://keuangan.kontan.co.id/news/simas-jiwa-bidik-pertumbuhan-premi-10-di-2017
Simas Jiwa Gandeng Bank of China
PT Asuransi Simas Jiwa perkuat kanal distribusi bancassurance. Di awal 2017 ini, Asuransi Simas menggan- deng Bank of China sebagai mitra baru dalam menjajakan produk asuransi jiwa. Direktur Utama Simas Jiwa, Soegeng Wibowo bilang, dengan kerja sama ini, maka perusahaannya kini telah memiliki lima belas mitra pemasaran dalam kanal distribusi bancassurance. Ada pun untuk kerja sama ini, Bank of China akan memasarkan dua produk racikan Simas Jiwa. Produk pertama adalah produk Simas Dana Berkembang yang merupakan produk unit link. Sedangkan yang kedua adalah produk endowment yang berlabel Simas Proteksi. Dari kerja sama ini, Soegeng bilang pihaknya mengincar segmen-segmen pasar baru yang selama ini menjadi nasabah setia dari Bank of China.
Harian Kontan – 21/01/2017, Hal. 11
Berita Serupa :
- Kontan.co.id - 20/01/2017 Asuransi Simas Jiwa Gandeng Bank of China
http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-simas-jiwa-gandeng-bank-of-china
Bisnis Asuransi Syariah Akan Makin Meriah
Aksi korporasi menyapih unit usaha syariah dan pendirian bisnis syariah bakal terus berlanjut pada tahun 2017. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menyatakan, ada empat proposal yang sedang diproses berkaitan dengan bisnis syariah. Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Mochammad Muchlasin mengatakan, dari empat proposal tersebut, tiga di antaranya rencana spin off. Tiga aksi itu dari PT Asuran- si Reliance Indonesia, PT Asuransi Simas Net dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Sementara satu pro- posal lagi dari PT Capital Life Indonesia, yang berencana mendirikan satu perusahaan asuransi jiwa syariah secara langsung, tanpa mendirikan unit usaha syariah terlebih dahulu. "Masih kami proses, mudah- mudahan bisa selesai tahun ini," kata Muchlasin. Bila terwujud di tahun ini, maka empat perusahaan asuransi ini akan menyusul dua perusahaan lain yang sudah berdiri sendiri. Mereka adalah PT Asuransi Jasindo Syariah dan PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera.
Harian Kontan – 21/01/2017, Hal. 11
Berita Serupa :
- Kontan.co.id - 21/01/2017 Bisnis Asuransi Syariah Akan Makin Meriah
http://keuangan.kontan.co.id/news/bisnis-asuransi-syariah-akan-makin-meriah
FWD Life Kenalkan Produk Asuransi Syariah
Seiring dengan berkembangnya teknologi , PT FWD Life Indonesia mengaku tengah menyiapkan produk berbasis digital. Hal ini bertujuan agar semakin mempercepat proses edukasi, sosialisasi dan penyediaan akses terhadap produk asuransi syariah. Kepala Departemen Asuransi Syariah FWD Life Indonesia Ade Bungsu menjelaskan bahwa sebagai pelaku industri. FWD Life yang merupakan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia telah menyiapkan strategi khusus dalam menjawab tantangan dan peluang industri asuransi jiwa syariah kedepan.
Rakyat Merdeka – 23/01/2017, Hal. 18
Chubb Ganti Nama untuk Bisnis Asuransi Syariah
Setelah didirikan tahun 2010 perusahaan asuransi umum syariah. Chubb Indonesia secara resmi mengumumkan perubahan nama anak perusahaannya di Indonesia yang bergerak di bisnis asuransi umum syariah. PT Jaya Proteksi Takaful kini menjadi PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia (Chubb Syariah). Perubahan nama anak Perusahaan Chubb tersebut merupakan bagian dari perubahan nama pemegang saham mayoritasnya, PT Chubb General Insurance Indonesia, yang telah lebih dulu mengumumkan perubahan namanya pada tanggal 1 Juni 2016.
Wartaekonomi.co.id - 23/01/2017
http://wartaekonomi.co.id/read128184/chubb-ganti-nama-untuk-bisnis-asuransi-syariah.html
Manulife Terancam Sanksi OJK Jika PHK Tanpa Prosedur
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terancam mendapat sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika terbukti melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan tanpa melalui prosedur yang berlaku. Terlebih lagi, langkah PHK tersebut diketahui tidak termuat dalam rencana bisnis tahunan sehingga menyalahi ketentuan dari regulator. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mendesak OJK untuk tidak berlama-lama memberikan sanksi kepada Manulife apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam PHK itu dan tidak memenuhi kewajiban perusahaan untuk membayar hak para pekerja yang telah dipecat. "Apalagi ini merupakan PHK yang terkesan sepihak oleh Manulife," kata Arief kepada wartawan, Jumat (20/1). PHK ini dirasanya janggal.
Beritasatu.com - 21/01/2017
http://www.beritasatu.com/asuransi/410581-manulife-terancam-sanksi-ojk-jika-phk-tanpa-prosedur.html
Premi Tumbuh Signifikan
Pendapatan premi sejumlah perusahaan asuransi jiwa sepanjang 2016 tumbuh signifikan yang didorong oleh upaya pengembangan produk dan penambahan mitra pemasaran. Salah satu perusahaan asuransi yang pendapatan preminya tumbuh signifikan adalah PT Capital Life Indonesia yang berhasil membukukan premi Rp 2,19 triliun sepanjang 2016. Direktur Utama Capital Life Antony Japari mengatakan, realisasi ter- sebut melampaui target awal yang diperkirakan bisa mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, dia mengung- kapkan pendapatan premi pada tahun lalu juga jauh lebih besar dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya dengan pendapatan premi Rp 209 miliar. “Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan premi, seperti penguatan dari sisi pemasaran dan penjualan, serta peningkatan kerja sama dengan mitra bank baru,” kata Antony kepada Bisnis, Minggu (22/1).
Bisnis Indonesia – 23/01/2017, Hal. 21
Reliance Perluas Bisnis ke Segmen Syariah
Reliance Group menargetkan dalam semester pertama tahun ini pembiayaan dan asuransi jiwa milik perusahaan memperoleh izin bisnis di segmen syariah. Iman Pribadi, CFO Reliance Capital Management, mengatakan pihaknya menargetkan menjadi supermarket yang memiliki seluruh layanan keuangan untuk masyarakat menengah bawah. Untuk itu pihaknya terus berupa menambah ragam layanan yang sesuai untuk segmen ini. “Tahun ini kami (menargetkan) meluncurkan layanan syariah di multifinance dan life insurance,” katanya akhir pekan lalu. Iman mengatakan, dengan ragam layanan ini maka penetrasi perusahaan di segmen ritel dapat terus ditingkatkan.
Bisnis Indonesia – 23/01/2017, Hal. 22
Wow, Sampai Bulan November Aset Industri Asuransi Syariah Tembus Rp 32,5 Triliun
Industri perasuransian syariah masih berhasil mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Dalam catatan OJK, sampai bulan November tahun lalu, industri asuransi syariah berhasil membukukan aset sebanyak Rp 32,5 triliun. Angka tersebut naik 27,9% jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Kontribusi dari asuransi jiwa syariah masih mendominasi aset yang dimiliki oleh sektor perasuransian syariah yakni sebesar Rp 26,5 triliun. Ini setara 81,5% dari total aset perasuransian syariah. Sementara aset dari industri asuransi umum syariah dan reasuransi syariah masing-masing tercatat sebesar Rp 4,6 triliun dan Rp 1,35 triliun. Namun bila dibandingkan dengan total aset industri perasuransian secara nasional, pangsa pasar asuransi syariah memang masih terbilang mini. Sampai November pangsa pasar asuransi syariah baru mencapai 3,44%.
Tribunnews.com - 20/01/2017
http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/01/20/wow-sampai-bulan-november-aset-industri-asuransi- syariah-tembus-rp-325-triliun
(Berita Photo) Target Premi 2017
Bisnis Indonesia – 23/01/2017, Hal. 22
(Berita Photo) Distribusi Produk
Investor Daily – 23/01/2017, Hal. 23
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
5.246,39 |
|
IHSG |
13.368 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bi Rate
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.
