AAJI Daily News - 30 Januari 2017
HEADLINE NEWS
FM-CC-AAJI-06-001- Industri Butuh Pelaku Baru
- Menyongsong Era Digital Industri Asuransi Syariah
- Melanggar, Manulife Diwanti-wanti
- Zurich Topas Life Patok Premi 125%
- Zurich Topas Gandeng Bank Of China Jual Asuransi
- (Berita Photo) Juara Kontes Video
- (Berita Photo) Edukasi Asuransi
- (Berita Photo) Edukasi Asuransi Melalui Media Sosial
- OJK Terima 76.850 Aduan Dan Pertanyaan Masyarakat Soal Keuangan
- 6 Tips Mendapatkan Premi Asuransi Jiwa Murah
INDUSTRI ASURANSI JIWA
Industri Butuh Pelaku Baru
Kehadiran pelaku baru dan peningkatan permodalan di industri asuransi dinilai menjadi syarat penting guna mengatasi rendahnya penetrasi di sektor tersebut. Otoritas Jasa Keuangan, melalui laman resminya, mengumumkan penetapan pemberian izin usaha empat perusahaan asuransi jiwa baru pada awal tahun ini. Perusahaan-perusahaan itu adalah PT Asuransi Ciputra Indonesia, PT Bumiputera Life Insurance, PT Asuransi Jiwa Millenium, dan PT Pacific Life Insurance. Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II Otoritas Jasa Keuangan, menilai kehadiran pelaku baru di industri asuransi nasional masih sangat terbuka. Pasalnya, penetrasi industri tersebut masih terbilang rendah. “Kita tahu penetrasi nasional masih berkisar di bawah 2,5%. Masih sangat rendah dibandingkan negara di Asean,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (29/1).
Bisnis Indonesia – 30/01/2017, Hal. 21
Menyongsong Era Digital Industri Asuransi Syariah
Kinerja asuransi jiwa syariah semakin berkembang. Masyarakat kian banyak yang memilih asuransi jiwa syariah sebagai kebutuhan proteksi hingga investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dalam enam tahun terakhir, total aset industri keuangan non-bank (IKNB) Syariah, termasuk asuransi jiwa syariah, meningkatkan tujuh kali lipat. Total Aset IKNB syariah per September 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 85,09 triliun. Pada 2010, Aset IKNB syariah hanya mencapai Rp 10,5 triliun. Direktur IKNB syariah OJK Moch Muchlasin mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan naik menjadi Rp 100 triliun dalam dua atau tiga tahun mendatang yang didorong dari industri asuransi syariah dan pembiayaan syariah.
Republika – 30/01/2017, Hal. 16
Melanggar, Manulife Diwanti-wanti
Otoritas Jasa Keuangan memberikan waktu kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk memberikan pertanggungjawaban setelah terbukti melakukan pemutusan hubungan kerja sejumlah karyawannya pada akhir 2016 tanpa menjadwalkannya dalam rencana bisnis tahunan. Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK mengatakan otoritas telah merampungkan pemeriksaan terhadap rencana bisnis PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) sepanjang 2016 dan implementasinya. Hasilnya, langkah perusahaan joint venture tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah besar karyawan pada akhir 2016 tidak terdaftar dalam rencana bisnis tahunan. “Pemeriksaan sudah selesai dan terbukti ada ketidaktaatan pada bisnis proses,” ujarnya, Senin (23/1).
Bisnis Indonesia – 28/01/2017, Hal 21
Zurich Topas Life Patok Premi 125%
PT Zurich Topas Life (ZTL) mencatatkan pertumbuhan premi dari jalur distribusi bancassurance sebesar 133 persen di 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bancassurance merupakan salah satu jalur distribusi utama bagi Zurich dan telah memberikan kontribusi sebesar 37 persen terhadap keseluruhan premi perusahaan pada 2016. “Pencapaian ini sangat membanggakan dan kami akan terus mengembangkan jalur distribusi melalui bancassurance pada tahun 2017 dengan menyasar segmen kelas menengah dan menengah ke atas di Indonesia,” ujar Presiden Direktur Zurich Topas Life Peter Huber dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/1).
Rakyat Merdeka – 30/01/2017, Hal. 18
Zurich Topas Gandeng Bank Of China Jual Asuransi
PT Zurich Topas Life menjalin kerja sama dengan Bank of China untuk menjajakan produk asuransi Zurich. Peter Huber, Presiden Direktur PT Zurich Topas Life mengatakan, Zurich Topas telah memiliki empat mitra perbankan sejauh ini, yaitu Bank Mayapada, BTN, China Banking Corporation dan Mayora. "Bank of China menjadi mitra perbankan teranyar di tahun ini sesuai dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” terang Peter Huber, Kamis (26/1). Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan jalur distribusi dari perbankan (bancassurance) memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap pendapatan premi Zurich. Namun sayang- nya, Zurich belum dapat menyebutkan total pendapatan premi tahun lalu lantaran masih dalam tahap audit. Mengingat kontribusi yang tidak kecil tersebut, Zurich semakin agresif menggandeng mitra perbank- an pada tahun ini. Kemitraan pertama di tahun ini terjalin dengan Bank of China.
Kontan.co.id - 26/01/2017
http://m.kontan.co.id/news/zurich-topas-gandeng-bank-of-china-jual-asuransi
(Berita Photo) Juara Kontes Video
Media Indonesia – 30/01/2017, Hal. 20
(Berita Photo) Edukasi Asuransi
Bisnis Indonesia – 30/01/2017, Hal. 21
(Berita Photo) Edukasi Asuransi Melalui Media Sosial
Kontan – 30/01/2017, Hal. 23
Antarafoto.com - 27/1/2017 (Berita Photo) Edukasi Asuransi Melalui Media Sosial
http://www.antarafoto.com/bisnis/v1485513001/edukasi-asuransi-melalui-media-sosial
EKONOMI MAKRO & REGULASI
OJK Terima 76.850 Aduan Dan Pertanyaan Masyarakat Soal Keuangan
Sesuai dengan aturan perundang-undangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memastikan edukasi dan perlindungan konsumen. Untuk mendukung kewajibannya ini, OJK mendirikan Layanan Konsumen guna menampung pertanyaan dan pengaduan masyarakat. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menuturkan, Layanan Konsumen OJK sudah menerima sebanyak 76.850 pertanyaan maupun laporan masyarakat mengenai industri jasa keuangan. Angka tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2013 hingga 20 Januari 2017 lalu. “Dengan rincian layanan pertanyaan sebanyak 52.992, layanan informasi sebanyak 20.002, dan pengaduan sebanyak 3.856,” ujar Muliaman pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Ombudsman RI di Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Kompas.com - 27/01/2017
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/27/174146826/ojk.terima.76.850.aduan.dan.pertanyaan. masyarakat.soal.keuangan
6 Tips Mendapatkan Premi Asuransi Jiwa Murah
Asuransi merupakan jenis perlindungan yang patut dimiliki oleh setiap orang, pasalnya, dengan tidak adanya asuransi, ini berarti mereka tidak memiliki dana cadangan ketika suatu musibah terjadi dan mereka tidak dapat melindungi diri atau keluarga mereka. Di Indonesia, pemilik asuransi masih tergolong sedikit, 3 dari 5 orang di Indonesia, tidak memiliki asuransi, baik untuk menghadapi risiko kematian atau risiko kesehatan. Padahal survei menunjukkan bahwa ketika suami tertimpa musibah, istri yang tidak memiliki asuransi akan mengalami penurunan kualitas hidup karena tidak adanya proteksi keuangan. Meningkatnya biaya pengobatan juga merupakan salah satu alasan asuransi sangat dibutuhkan. Walau begitu ada banyak alasan seseorang tidak memiliki asuransi, dan salah satunya adalah mahalnya premi asuransi. Padahal mempunyai asuransi tidak berarti harus selalu mahal, berikut adalah tips untuk mendapatkan premi murah: 1. Mulailah sejak dini Semakin tinggi usia seseorang, risiko kematian akan semakin tinggi, karena tingginya risiko ini, premi asuransi akan meningkat juga. Hal ini menjelaskan mengapa orang tua diharuskan membayar premi lebih mahal dibandingkan anak muda.
Kompas.com - 29/01/2017 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/29/190000126/6.tips.mendapatkan.premi.asuransi.jiwa. murah
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
13.352 |
|
IHSG |
5.312,47 |
|
BI Rate (per 17 Maret 2016) |
6,75% |
Sumber Kontan.com , Bi Rate
Sumber Media:
Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.
