Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Dukung UMKM Dengan Mengadakan ISR dan Literasi di Desa Wisata Taro



Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Dukung UMKM Dengan Mengadakan ISR dan Literasi  di Desa Wisata Taro

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sukses menggelar perhelatan akbar TOP AGENT AWARDS AAJI ke-35 Tahun 2022 (“TAA AAJI”) di Bali, pada 10 – 12 Agustus 2022. Pada rangkaian hari pertama TAA AAJI ke-35 diawali dengan Industry Social Responsibility (ISR) dan Literasi Keuangan & Asuransi Jiwa.

Tahun ini, ISR dan Literasi Keuangan bertempat di Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar. Kegiatan literasi keuangan mengusung tema “UMKM Naik Kelas, Siap Bersaing di Pasar Global”. Acara ini diresmikan oleh Kepala Desa Taro – I Wayan Warka, Ketua Dewan Pengurus AAJI – Budi Tampubolon, dan Ketua Panitia TAA AAJI ke-35 – Jos Chandra Irawan.

Bentuk kegiatan (ISR) antara lain seperti perbaikan bangunan sentra UMKM yang diresmikan dalam Seremonial Pembukaan Unit Bisnis Galeri dan UMKM, sedangkan untuk materi Literasi Keuangan dan Asuransi, kegiatan ini mencakup Pelatihan Kreatif Branding UMKM Pedesaan yang dilaksanakan sejak terpisah sejumlah 9 pelatihan sejak tanggal 7 Juli dan berakhir 7 Agustus 2022. Produk output pelatihan seperti aneka selai buah & sambal moringa dipamerkan dalam acara Internasional Conference ASEAN yang bertemakan Desa Wisata.

Ketua Dewan Pengurus AAJI – Budi Tampubolon mengatakan bahwa kegiatan ISR ini merupakan perwujudan dari kepedulian AAJI terhadap masyarakat di daerah yang didatangi dan pada masyarakat di luar pemegang polis. Pada kegiatan ini, dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai profesi tenaga pemasar asuransi jiwa dan juga pentingnya perlindungan asuransi jiwa kepada masyarakat umum.

Perbekel (Kepala Desa) Taro, I Wayan Warka mengakui dengan diadakannya literasi atau pelatihan bantuan dari AAJI itu sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) termasuk juga kalangan remajanya. Hal ini terbukti setelah mengikuti pelatihan selama hampir satu bulan yang difasilitasi Forum Komunikasi Destinasi Wisata Bali (Forkom Dewi), para peserta sudah bisa melakukan pengemasan produk terstandar baik dan dapat bertahan lama. Sejumlah ahli bidang digital, pengemasan maupun pemasaran turut dihadirkan dalam kegiatan literasi ini.

I Wayan Warka mengaku bahwa dirinya optimis dengan hasil yang dituai dari kegiatan pelatihan UMKM ini. “Setelah mengikuti literasi selama sebulan mereka sudah bisa mengemas produk dengan bagus”. Keoptimisan I Wayan Warka meliputi kemasan produk-produk yang diciptakan oleh warganya itu akan mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.