Terus Lakukan Edukasi dan Literasi Asuransi Jiwa, AAJI Gelar Media Gathering di Bandung



Terus Lakukan Edukasi dan Literasi Asuransi Jiwa, AAJI Gelar Media Gathering di Bandung

Terus Lakukan Edukasi dan Literasi Asuransi Jiwa, AAJI Gelar Media Gathering di Bandung

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar media gathering yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Bandung. Acara ini dilaksanakan selama dua hari satu malam 30/6/2022 – 1/07/2022.

Sebagai induk organisasi atau wadah berkumpulnya perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di seluruh Indonesia, AAJI menggelar Media Gathering dengan tujuan untuk mengedukasi media dan publik terkait dengan peranan penting industri asuransi jiwa bagi perekonomian Indonesia sekaligus memberikan informasi mengenai isu fraud claim, melakukan edukasi dan literasi terkait perlindungan nasabah, serta mengulik lebih detail tata kelola investasi dalam industri Asuransi.

              Media Gathering yang dilakukan pekan lalu dihadiri oleh beberapa dewan pengurus AAJI di antaranya:

  • Budi Tampubolon selaku Ketua Dewan Pengurus AAJI
  • Wiroyo Karsono selaku Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI,
  • Rudy Kamdani selaku Ketua Bidang Regulasi, Kepatuhan dan Litigasi AAJI,
  • Nini Sumohandoyo Ketua Bidang Komunikasi AAJI,
  • Novi Imelda selaku Head of Working Group Invesment CFO Forum AAJI,
  • Togar Pasaribu selaku Direktur Eksekutif AAJI,
  • Dan Tim Komunikasi AAJI.

Budi Tampubolon selaku Ketua Dewan Pengurus AAJI, menjelaskan bahwa “Industri asuransi memiliki peranan penting dalam melindungi masyarakat Indonesia, pada kuartal pertama tahun 2022, industri asuransi berhasil menunjukan komitmennya dengan membayarkan manfaat klaim sebesar Rp43,35 triliun kepada 5,3 juta jiwa. Komitmen ini akan terus dijaga, sehingga industri asuransi tetap memberikan kontribusi bagi keluarga Indonesia secara berkelanjutan.”

 

Wiroyo Karsono, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, mengungkapkan bahwa industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya dalam meningkatkan ketahanan keuangan Indonesia dan ikut serta dalam pembangunan nasional jangka panjang. Sebagai contoh, industri asuransi jiwa telah melakukan penempatan investasi pada instrumen investasi saham, reksadana, maupun Surat Berharga Negara lebih dari Rp545 triliun. Dengan demikian, industri asuransi jiwa memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas pasar modal dan mendukung program pembangunan pemerintah.

Materi berikutnya dibawakan oleh Rudy Kamdani, selaku Ketua Bidang Regulasi, Kepatuhan dan Litigasi AAJI, dengan topik Fraud Claim Asuransi Jiwa dan Literasi dan Edukasi Upaya Perlindungan Nasabah dan Mekanisme Pengaduan Keluhan (IDR dan LAPS SJK). Rudy juga menguraikan alur pengaduan atas keluhan nasabah. Dalam proses penyelesaian pengaduan, nasabah dan perusahaan dapat menggunakan jalur internal dispute resolition (IDR) yang mengedepankan prinsip fokus kepada konsumen. Apabila, kesepakatan belum bisa dicapai, nasabah dapat menyampaikan keluhannya ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS-SJK) sebagai lembaga yang melakukan penyelesaian sengketa di sektor keuangan di luar pengadilan.

Industri asuransi jiwa juga berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola investasi jangka panjang melalui penguatan portofolio investasi. Menurut. Novi Imelda, Head of WG Investment dan CFO Forum AAJI, peningkatan ketersediaan opsi instrumen investasi dan penguatan regulasi terkait penempatan dana investasi asuransi jiwa memiliki urgensi untuk mendukung aspek kegiatan investasi, ketersediaan dan kualitas instrumen pada pasar.

Media gathering ditutup dengan kegiatan fun games dan team building yang bertujuan mempererat kedekatan AAJI dengan rekan-rekan media. Hal ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi dan koordinasi ke depan, sehingga media tetap konsisten mengedukasi masyarakat dengan informasi positif seputar industri asuransi jiwa di Indonesia.