AAJI Daily News - 2 April 2026


Kamis, 02 April 2026                                                                                                                             

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

81

1

2

Online

Print

Electronic

78

6

0

ISSUES

  • Tentang AAJI: 4 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 7 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 13 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 89 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 3 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 19 Total News

TENTANG AAJI

Klaim Kesehatan Perorangan dan Kumpulan Naik di 2025, AAJI Ungkap Penyebabnya (kontan.co.id, 01/04/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim asuransi kesehatan baik perorangan maupun kumpulan kompak meningkat pada 2025. Secara rinci, nilai pembayaran klaim kesehatan perorangan mencapai Rp 16,59 triliun pada 2025. Nilainya meningkat 6,7%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Adapun nilai pembayaran klaim kesehatan kumpulan mencapai Rp 10,16 triliun pada 2025. Nilainya meningkat 13,2%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan inflasi medis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan nilai klaim asuransi kesehatan baik perorangan maupun kumpulan. Namun, dia menyebut dinamika klaim kesehatan pada dasarnya juga dipengaruhi oleh kondisi ekosistem layanan kesehatan secara menyeluruh.

Antisipasi Tekanan Inflasi Medis, AAJI: Asuransi Jiwa Perlu Lakukan Upaya Ini (kontan.co.id, 01/04/2026)

Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Untuk mengantisipasi tekanan inflasi medis, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa perlu melakukan sejumlah upaya. Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan upayanya, antara lain melalui penyempurnaan desain produk termasuk penerapan mekanisme pembagian risiko atau  risk sharing  , serta pengembangan produk berjenjang.

Bhabinkamtibmas Kebon Melati Laksanakan Sambang dan Himbauan Kamtibmas di Gedung AAJI - Go Teropong Rakyat (go.teropongrakyat.co, 01/04/2026)

Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Melati, Aiptu Deny S., melaksanakan kegiatan sambang di Gedung AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) yang berlokasi di Jalan Martapura RW 004, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, pada Rabu (1/4/2026) siang.Dalam pelaksanaannya, Aiptu Deny melakukan dialog langsung dengan pihak pengelola gedung serta karyawan guna mempererat sinergitas antara Polri dan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Deny S. menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada para pekerja dan petugas keamanan gedung.

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Allianz Life Bukukan Premi Rp 18,3 Triliun pada 2025, Tumbuh 11% (kontan.co.id, 01/04/2026)

PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan industri asuransi jiwa. Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, perusahaan membukukan total pendapatan premi sekitar Rp 18,3 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan. Direktur &  Country Chief Financial Officer  Allianz Life Indonesia, Gert de Rijke mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kebutuhan proteksi masyarakat yang masih kuat. Adapun sisi klaim, sepanjang 2025, total klaim yang dibayarkan mencapai sekitar Rp 5 triliun.

Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan, Ini Strategi Ciputra Life (kontan.co.id, 01/04/2026)

Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Terkait hal itu, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) juga menilai inflasi medis masih menjadi tantangan utama dan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi lini bisnis asuransi kesehatan. Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan hal itu tercermin pada peningkatan biaya klaim baik dari sisi tarif layanan kesehatan, harga obat-obatan, maupun tindakan medis lain yang berimplikasi langsung pada kenaikan rasio klaim.

Hengky Djojosantoso: Emas Belum Masuk Radar Investasi Ciputra Life (kontan.co.id, 01/04/2026)

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) belum berencana menambah porsi investasi pada instrumen emas, meskipun minat terhadap aset ini tengah meningkat di industri asuransi. Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan bahwa pengelolaan investasi perusahaan tetap difokuskan pada kesesuaian dengan profil kewajiban kepada pemegang polis, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.  "Untuk saat ini, kami belum memiliki rencana melakukan penempatan pada instrumen emas, dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kesesuaian dengan profil kewajiban kami," ujar Hengky kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3/2026).

Great Eastern Life Indonesia  Asuransi Jiwa Paling Dipercaya di Most Trusted Financial Brands Awards 2026 (bacakoran.co, 01/04/2026)

Great Eastern Life Indonesia berhasil meraih Most Trusted Financial Brands Awards 2026 untuk kategori Asuransi Jiwa. Penghargaan ini diberikan dalam ajang yang diselenggarakan oleh Investortrust.id bekerja sama dengan Infovesta Utama di Hotel Aryaduta, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap brand keuangan yang dinilai berhasil membangun dan menjaga kepercayaan publik. Dalam ajang tahun ini, Great Eastern Life Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 162 brand dari 110 korporasi yang menerima penghargaan.

Kepercayaan Publik ke IFG Life Dinilai Dorong Industri Asuransi Jiwa (republika.co.id, 01/04/2026)

Kepercayaan masyarakat terhadap PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dinilai memberikan efek positif bagi industri asuransi jiwa secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan perbaikan tata kelola perusahaan yang semakin diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron , menilai kinerja IFG Life telah menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap sektor asuransi. "IFG Life sekarang sudah mulai mendapatkan keuntungan. Artinya masyarakat percaya dengan pengelolaan asuransi kepada IFG Life," ujarnya Herman.

Manulife Indonesia rampungkan akuisisi Schroders, AUM gabungan membesar (tradersunion.com, 01/04/2026)

Manulife Wealth & Asset Management menyatakan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia telah tuntas setelah seluruh syarat transaksi, termasuk persetujuan OJK, terpenuhi pada 1 April 2026. Penyelesaian ini memulai fase integrasi dua manajer investasi di Indonesia, ketika keduanya masih beroperasi paralel selama masa transisi. Nilai transaksi tidak diungkapkan, namun langkah tersebut mempertegas ekspansi jangka panjang Manulife di pasar pengelolaan aset domestik.Integrasi operasi dan kapasitas bisnisSetelah transaksi selesai, MAMI dan Schroders Indonesia memulai penggabungan bertahap yang mencakup operasi, produk, dan branding.

Klaim Kesehatan Mulai Terkendali (kontan.co.id, 02/04/2026)

Lonjakan rasio klaim asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir sempat menekan keberlanjutan bisnis pelaku industri. Pada periode 20232024, rasio klaim bahkan menembus di atas 100%, menandakan premi yang dihimpun tak lagi mampu menutup biaya klaim.Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Emira Oepangat mengakui kondisi tersebut menjadi alarm bagi industri. Namun, memasuki 2025, tekanan mulai mereda. Hingga Oktober 2025, rasio klaim tercatat turun ke level 83,5%."Angkanya mencerminkan kondisi yang relatif lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya," ujar Emira kepada KONTAN, Selasa (31/3)

SMMA beli saham minoritas Asuransi Generali senilai Rp22,1 miliar (idnfinancials.com, 01/04/2026)

Emiten holding jasa keuangan Grup Sinar Mas, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), memperkuat portofolio bisnisnya dengan mengakuisisi saham di PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia.Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi itu berlangsung pada Rabu, 1 April 2026.SMMA membeli 221 lembar saham atau setara 2% dari total modal ditempatkan dan disetor Asuransi Generali, yang sebelumnya dimiliki oleh PT Puncak Nusantara.

Tips Mendapatkan Premi Asuransi Jiwa Terjangkau, Proteksi Maksimal Tanpa Bebani Keuangan (liputan6.com, 01/04/2026)

Premi asuransi jiwa  merupakan biaya yang wajib dibayarkan nasabah kepada perusahaan  asuransi  sebagai imbalan atas pengalihan risiko finansial kepada ahli waris. Memiliki perlindungan ini adalah langkah krusial dalam merencanakan masa depan keuangan keluarga. Banyak yang mencari tips premi asuransi jiwa terjangkau agar dapat melindungi orang-orang tercinta tanpa membebani keuangan bulanan. Dengan strategi yang tepat, seperti memilih produk yang sesuai dan memahami kebutuhan, premi asuransi jiwa bisa diatur agar tetap ramah di kantong.

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

Menyoal Skema Penyelesaian Kerugian di Balik Kasus Mis-selling Produk Unitlink (kontan.co.id, 01/04/2026)

Pemasaran produk asuransi berbasis investasi (PAYDI) atau atau yang kerap dikenal dengan unitlink masih dibayangi praktik  mis-selling  . Dampaknya jelas, yakni konsumen dirugikan, sengketa meningkat, dan kepercayaan publik tergerus. Menurut data hasil disertasi doktoral Rista Qatrini Manurung yang juga menjabat sebagai Direktur Hukum & Kepatuhan PT AIA Financial, praktik  mis-selling  produk unitlink masih menjadi salah satu yang banyak dikeluhkan konsumen di industri asuransi Indonesia. Namun, saat ini ada persoalan pada pola pertanggungjawaban hukum. Selama ini, perusahaan asuransi kerap dibebani tanggung jawab mutlak melalui asas vicarious liability absolut, tanpa melihat siapa pelaku kesalahan dan sejauh mana upaya pengawasan telah dilakukan.

Sejumlah Perusahaan Asuransi Kompak Telah Kasih Lapkeu, Ada Apa? (cnbcindonesia.com, 01/04/2026)

Sejumlah perusahaan asuransi terpantau belum mengumpulkan laporan keuangan (lapkeu) tahun 2025 hingga batas waktu pelaporan 31 Maret 2026 ini.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan keterlambatan tersebut berkaitan dengan implementasi PSAK 117. Menurutnya, standar baru tersebut menimbulkan kesulitan bagi pelaku industri dalam proses penyusunan laporan keuangan.Ogi menyebut OJK tengah mempertimbangkan pemberian relaksasi berupa perpanjangan waktu pelaporan. Langkah ini diambil agar penyusunan laporan keuangan tidak dipaksakan dalam kondisi yang belum siap.

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

JMA Syariah Berpotensi Terlambat Sampaikan Laporan Keuangan Audit 2025, Ada Apa? (mediaasuransinews.co.id, 01/04/2026)

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) resmi mengumumkan adanya potensi keterlambatan dalam penyampaian Laporan Keuangan Auditan untuk tahun buku 2025. Hal tersebut disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi guna mematuhi regulasi Otoritas Jasa Jasa Keuangan (OJK).Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, emiten asuransi syariah ini menyatakan penundaan tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan waktu tambahan dalam proses audit. Langkah ini diambil demi menjaga kualitas dan validitas data finansial yang akan disajikan kepada publik dan regulator.Direktur Utama JMA Syariah Basuki Agus menjelaskan saat ini tim sedang menjalankan prosedur audit lanjutan yang memerlukan ketelitian ekstra.

OJK Perketat PAYDI, Bos Allianz Life Indonesia: Baik bagi Industri Asuransi Secara Keseluruhan (mediaasuransinews.co.id, 02/04/2026)

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au buka suara terkait keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperketat aturan untuk Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang lebih dikenal sebagai unitlink.Sebenarnya meskipun regulasi baru ini memperkenalkan persyaratan penjualan yang lebih ketat, transparansi yang lebih tinggi, dan komunikasi yang lebih jelas kepada nasabah, namun hal ini justru baik bagi industri asuransi secara keseluruhan, katanya, dikutip dari wawancaranya di salah satu TV swasta, Kamis, 2 April 2026.Ia menilai setelah semua pihak terbiasa dengan itu semua termasuk para nasabah maka akan membuat kondisi menjadi lebih baik.

Inflasi Medis Kerek Klaim, OJK Terbitkan POJK Penguatan Asuransi Kesehatan (readers.id, 01/04/2026)

Tingginya inflasi medis dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja asuransi kesehatan di Indonesia. Fenomena ini, yang juga ditandai dengan peningkatan utilisasi layanan kesehatan serta kebutuhan akan manajemen risiko dan pengendalian klaim, menjadi tantangan utama bagi industri asuransi . Menanggapi kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) telah merilis Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan.POJK 36/2025 ini mulai berlaku tiga bulan setelah diundangkan pada 22 Desember 2025, yang berarti implementasinya wajib dilakukan paling lambat 22 Maret 2026.

PERSIAPAN INTENSIF IMPLEMENTASI NEW RBC (Bisnis Indonesia, 02/04/2026)

Intensitas diskusi antara pelaku industri dan regulator menguat seiring dengan rencana penerapan skema New Risk-Based Capital (RBC). Hal ini mencerminkan kehati-hatian yang tinggi dalam memastikan perubahan fundamental ini tidak menimbulkan guncangan di industri asuransi.Pasalnya, upaya regulator memperkuat fondasi industri asuransi melalui skema New RBC ini memang bertujuan mendorong transparansi yang lebih tajam. Namun, pada saat yang sama juga menimbulkan tekanan kesiapan industri yang belum merata.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri tengah mengakselerasi reformasi kerangka permodalan berbasis risiko yang dinilai lebih mencerminkan kondisi keuangan riil perusahaan Asuransi.

Program Kampung Nelayan Prabowo Jadi Peluang Baru Industri Asuransi (kontan.co.id, 01/04/2026)

Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.000 KNMP di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman mengatakan program 5.000 KNMP dapat menjadi peluang besar bagi industri asuransi. Dia menyebut ekosistem nelayan mencakup aset seperti kapal dan alat tangkap, aktivitas ekonomi, hingga risiko jiwa dan kesehatan bisa menjadi peluang bagi industri untuk menyediakan proteksi. "Dengan basis ribuan kampung, potensi penetrasi premi cukup signifikan, terutama untuk micro insurance dan asuransi berbasis komunitas," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (1/4).

OJK: Banyak Perusahaan Asuransi Belum Rilis Lapkeu Akibat PSAK 117 (bisnis.com, 01/04/2026)

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyampaikan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 ternyata menjadi kendala bagi sejumlah perusahaan asuransi.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono kala ditanyai perihal adanya sejumlah perusahaan asuransi yang terpantau belum mengumpulkan laporan keuangan tahun 2025 hingga batas waktu pelaporan 31 Maret 2026."Ya ini masalah PSAK, PSAK 117. Ya karena ada kesulitan di ini," ungkapnya seusai rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).Oleh sebab itu, pihaknya sedang mempertimbangkan pemberian relaksasi perpanjangan waktu pelaporan bagi perusahaan-perusahaan asuransi.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Healing Dulu dari Santan! 3 Penyakit Ini Wajib Diwaspadai Setelah Lebaran (medcom.id, 01/04/2026)

Lebaran itu core memory-nya emang di kumpul bareng sambil war opor ayam, rendang, sampe stok kue kering dan minuman manis yang bener-bener bikin sugar rush.Namun di balik euforia tersebut, perubahan pola makan yang drastis setelah satu bulan berpuasa juga dapat memicu berbagai risiko kesehatan. Beberapa penyakit yang sering muncul mulai dari diare, asam urat, hingga hipertensi.Data rilis yang dikemukakan oleh Allianz Indonesia mencatat bahwa dalam periode pasca-Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat.

Melek Finansial di Kepulauan: BRI Unit Tua Pejat Sosialisasikan Pentingnya Asuransi Jiwa (topsatu.com, 01/04/2026)

Sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan, personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kerap berhadapan dengan risiko tinggi. Menyadari hal tersebut, BRI Unit Tua Pejat bersama BRI Life menggelar aksi jemput bola dengan melakukan sosialisasi perencanaan keuangan dan perlindungan jiwa di Kantor Basarnas Mentawai, Selasa (31/3).Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya strategis BRI Group untuk mengedukasi masyarakat di wilayah kepulauan mengenai pentingnya memiliki "payung" sebelum hujan. Melalui pemaparan materi dari BRI Life, para peserta diajak memahami bagaimana asuransi jiwa dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dari risiko tak terduga.

Dorong Pemberdayaan dan Peran Strategis Perempuan di Dunia Kerja (jawapos.com, 02/04/2026)

President Director & CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (kiri) didampingi Chief Product Management and Marketing Officer Jong Wie Siu (kanan) dan Director of Enterprise and Business Service Telkom Indonesia yang juga former CEO PT AirAsia Indonesia Veranita Yosephine (tengah) seusai acara talkshow dengan tema Women Leading with Impact di Kantor Pusat Generali Indonesia, Jakarta Rabu, (1/4/2026). Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia pada nilai-nilai keberagaman (diversity), kesetaraan (equity) dan inklusi (inclusion). Dalam kegiatan ini, Generali Indonesia menegaskan bahwa perempuan memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama untuk terus berkembang dan berkarir di segala bidang di dunia kerja.

Ini yang perlu diketahui tentang masa tunggu asuransi agar klaim cepat diproses (indonesiakini.id, 02/04/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan aturan terkait masa tunggu pengajuan klaim asuransi melalui Peraturan OJK Nomor 36 Tahun 2025. Aturan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan standarisasi bagi masyarakat serta industri asuransi.Masa tunggu maksimal untuk manfaat umum diatur sebesar 30 hari sejak polis aktif, kecuali dalam kasus kecelakaan. Artinya, nasabah tidak dapat mengajukan klaim untuk manfaat umum selama 30 hari pertama setelah polis berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa perlindungan tetap berlaku namun dengan batasan jenis klaim tertentu.Selain itu, masa tunggu untuk penyakit kritis, kronis, atau kondisi khusus telah dipersingkat dari 12 bulan menjadi maksimal 6 bulan.

Memahami Polis Asuransi dan Klausul Pengecualiannya Agar Perlindungan Berjalan Optimal (koran-jakarta.com, 01/04/2026)

Di tengah meningkatnya biaya layanan medis dan ketidakpastian risiko kesehatan, memiliki perlindungan kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam perencanaan keuangan. Polis asuransi kesehatan hadir sebagai benteng yang perlindungan finansial terhadap berbagai biaya perawatan, mulai dari konsultasi dokter, pemeriksaan medis, hingga rawat inap di rumah sakit sesuai dengan manfaat yang tercantum dalam polis. Dengan memiliki asuransi kesehatan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi risiko kesehatan yang dapat terjadi kapan saja, sekaligus meminimalkan potensi beban finansial yang mungkin timbul akibat kebutuhan perawatan medis.Bagi banyak orang, asuransi kesehatan sering dianggap sebagai penyelamat ketika menghadapi situasi darurat medis.

Menunda Persiapan Hari Tua Jadi Kesalahan Umum, Ini Cara Hitung Kebutuhanmu (medanposonline.com, 01/04/2026)

Bagi Sari (30), mempersiapkan dana hari tua bukanlah prioritas utama. Sebagai pekerja sekaligus anak yang membantu orang tua, sebagian besar penghasilannya dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga. Hingga suatu saat ia mulai bertanya, apakah kondisi yang sama akan terulang ketika dirinya memasuki usia pensiun nanti.Kisah ini bukan hal yang jarang terjadi. Bagi banyak orang, khususnya perempuan yang sering memegang peran ganda dalam keluarga, perencanaan hari tua masih kerap ditunda. Padahal, kebiasaan menunda justru menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam pengelolaan keuangan jangka panjang.Realitanya, kondisi ini semakin mengkhawatirkan.

Ini Pertimbangan Utama Memilih Instrumen Penyimpanan Dana Darurat Menurut Ahli (bisnis.com, 01/04/2026)

Menyimpan dana darurat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan potensi kebutuhan mendesak yang bisa datang kapan saja, pemilihan instrumen penyimpanan menjadi faktor yang krusial. Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, menjelaskan bahwa dana darurat adalah sejumlah uang yang secara khusus disisihkan dan disimpan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak serta situasi tak terduga. Yan menyebut dana darurat penting dimiliki oleh setiap orang sebagai jaring pengaman finansial yang membantu menjaga kestabilan kondisi keuangan di situasi yang sulit. Selain itu, keberadaan dana ini juga memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran ketika menghadapi kemungkinan risiko di masa depan.

Usai Ramadhan dan Lebaran, Ini Cara Jaga Kesehatan dan Finansial Tetap Seimbang (republika.co.id, 01/04/2026)

Kondisi kesehatan usai Ramadhan dan Lebaran perlu mendapat perhatian. Ramadhan dan Lebaran identik dengan jamuan bersama keluarga dan konsumsi makanan berlebih.Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, Juwalita Surapsari, mengatakan perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadhan dan Lebaran dapat berdampak pada kondisi tubuh.Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Sebagian orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sementara yang lainmeskipun berat badan stabiltetap berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah.

Tanpa Human Experience Layanan Asuransi Hanya Transaksional (Marketing, 02/04/2026)

Tanpa sentuhan manusia (human touch), digital channel berisiko kehilangan kepercayaan dan empati. Padahal, dalam industri asuransi dan layanan keuangan, kepercayaan dan kedekatan emosional sering kali menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas jangka panjang. AXA Mandiri menyikapinya dengan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan sentuhan manusia dalam layanan kepada nasabah. "Kami percaya human touch bukan soal kehadiran fisik, melainkan tentang nilai emosional dan pengalaman yang tetap bisa dihadirkan dan dimudahkan melalui teknologi," ucap Mirna Damayanti, Chief Operations Officer AXA Mandiri.Hal ini diwujudkan AXA Mandiri dengan kehadiran Emma, layanan digital yang menampilkan sosok personal, memahami kebutuhan unik, dan memberi kenyamanan emosional.

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

17.026,00

IHSG

7.094,53

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

kontan.co.id, Kontan, readers.id, id.tradingview.com, go.teropongrakyat.co, dki.rasionews.com, medcom.id, jakarta.suaramerdeka.com, akurat.co, koran-jakarta.com, waspada.co.id, mediaasuransinews.co.id, neracaonline.com, topsatu.com, suararantau.com, jawapos.com, republika.co.id, rm.id, aktual.com, businessasia.co.id, economiczone.id, infobaik.id, indonesiakini.id, medanposonline.com, bisnis.com, koranpangkep.co.id, investor.id, kompas.id, voi.id, wartakota.tribunnews.com, pasardana.id, marketing.co.id, koranindopos.com, womanindonesia.co.id, klikinvestor.com, Marketing, bacakoran.co, radarseluma.disway.id, tradersunion.com, id.investing.com, wartaekonomi.co.id, idnfinancials.com, pintarsaham.id, liputan6.com, cnbcindonesia.com, ekonosia.com, dan Bisnis Indonesia.

DOWNLOAD PDF