AAJI Daily News - 11 Maret 2026


Rabu, 11 Maret 2026                                                                                                                            

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

80

5

2

Online

Print

Electronic

81

4

2

ISSUES

  • Tentang AAJI: 1 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 26 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 14 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 2 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 14 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 30 Total News

TENTANG AAJI

Literasi Keuangan dan Pemulihan Sumatera (enimekspres.disway.id, 10/03/2026)

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesiapan finansial masyarakat menghadapi risiko kehidupan.Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) bersama Badan Pusat Statistik ( BPS ) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai 66,46 persen, meskipun meningkat dari tahun sebelumnya.Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga masyarakat belum memiliki pemahaman keuangan yang kuat, terutama dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi yang menjadi fondasi pengambilan keputusan finansial yang tepat.

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Daya Beli Masyarakat Masih jadi Tantangan Asuransi Jiwa pada Awal 2026 (bisnis.com, 10/03/2026)

Dinamika daya beli masyarakat Indonesia yang masih tertekan menjadi tantangan bagi industri asuransi jiwa dalam meningkatkan pertumbuhan premi pada awal 2026.Selain hal tersebut, PT Great Eastern Life Indonesia menilai industri asuransi jiwa saat ini berada di tengah dinamika seperti kompetisi yang semakin tinggi dan volatilitas kondisi pasar keuangan."Serta geopolitik yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam menentukan rasio disposable income yang dialokasikan untuk perencanaan keuangan," kata Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata kepada Bisnis , Selasa (10/3/2026).Meski begitu, Roy menilai kondisi-kondisi tersebut membuka ruang untuk semakin meningkatkan literasi keuangan dan pentingnya perlindungan finansial untuk masyarakat.Hal tersebut karena asuransi dia nilai memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengelola risiko serta menjaga stabilitas keuangan keluarga ketika menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak terduga.

Great Eastern Life Cetak Premi Rp377,45 Miliar per Januari 2026, Tumbuh 67,6% (bisnis.com, 10/03/2026)

PT Great Eastern Life Indonesia mencatat pendapatan premi bruto perusahaan sebesar Rp377,45 miliar per Januari 2026.Marketing Director Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata mengemukakan bahwa nilai itu meningkat sebesar 67,6% ( year on year /YoY).Roy membeberkan produk tradisional dwi guna masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pendapatan premi perusahaan."Produk ini diminati karena memberikan kombinasi manfaat perlindungan sekaligus kepastian manfaat finansial, sehingga memberikan rasa aman bagi nasabah dalam merencanakan keuangan jangka menengah hingga panjang," ucapnya kepada Bisnis , Selasa (10/3/2026).Menurutnya, produk dengan karakteristik manfaat yang jelas dan terukur seperti itu menjadi pilihan banyak nasabah di tengah kondisi pasar yang dinamis.Adapun, untuk menjaga pertumbuhan pendapatan premi pada 2026, Great Eastern Life Indonesia menerapkan tiga pilar distribusi utama.

Industri Asuransi Jiwa Hadapi Tantangan Daya Beli di 2026 (koranpangkep.co.id, 10/03/2026)

Industri asuransi jiwa menghadapi tantangan terkait dinamika daya beli masyarakat Indonesia yang masih tertekan pada awal tahun 2026, sehingga berdampak pada pertumbuhan premi.PT Great Eastern Life Indonesia juga menyoroti persaingan yang semakin ketat dan volatilitas pasar keuangan sebagai tantangan tambahan. Kondisi geopolitik turut memengaruhi alokasi disposable income masyarakat untuk perencanaan keuangan, seperti diungkapkan oleh Roy Hendrata, Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, pada Selasa (10/3/2026).Roy menambahkan, kondisi ini justru membuka peluang untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial. Asuransi dinilai memiliki peran krusial dalam mengelola risiko dan menjaga stabilitas keuangan keluarga saat menghadapi kejadian tak terduga.

Kinerja Unitlink Saham Melesat di Awal Tahun 2026 (beritajejakfakta.id, 11/03/2026)

Unitlink berbasis saham menunjukkan performa yang menjanjikan di awal tahun 2026, menjadi yang teratas dibandingkan jenis unitlink lainnya pada Februari 2026.Data dari Infovesta menunjukkan bahwa secara year-to-date (ytd), rata-rata imbal hasil (return) unitlink berbasis saham mencapai 3,06%.Setelah unitlink saham, unitlink campuran mencatatkan kinerja terbaik kedua dengan rata-rata return 0,92% pada periode yang sama.Also Read Prudential Indonesia Tawarkan Unitlink Alternatif di Tengah VolatilitasUnitlink pasar uang mencatatkan rata-rata return 0,48%, sementara unitlink pendapatan tetap hanya 0,11% per Februari 2026.Wawan Hendrayana, Head of Research Infovesta Utama, menjelaskan bahwa kinerja positif unitlink saham ini didorong oleh rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)."Betul, IHSG yang menunjukkan rebound diikuti perbaikan kinerja unitlink saham. Bahkan, kinerjanya melampaui IHSG pada Februari 2026," kata Wawan kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Sindo Siang - Top Digital Corporate Brand Award 2026 (Sindonews TV, 10/03/2026)

Perusahaan asuransi jiwa di bawah naungan MNC Group, MNC Live kembali meraih penghargaan dalam ajang top digital corporate brain award 2020an. Penghargaan ini menjadi bukti penguatan strategi digital perusahaan dalam membangun brand yang kuati arah digital. PTMNC Live asurance atau MNC Live anak perusahaan dari PTMNC Kapital Indonesia TBK kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan. dengan predikat asuransi berginerja unggul di Ajang Age Tot Digital Brand Award Info Ekonomi 2020 yang dikelar di Ballroom Syaratan Hotel. Ajang bergengsi yang diinitiasi oleh Info Ekonomi 2020 yang berhasil membangun dan memperkuat dan melalui strategi digital yang efektif dan terukur. Dimilai sebagai perusahaan asuransi di MNC. untuk terus memperkuat transformasi digital serta membangun brand yang relevan di era digital. Kami akan terus mengembangkan strategi dan inovasi berbasis teknologi agar layanan yang asuransi yang kami berikan semakin mudah diakses cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Rupiah Ambruk, Ekonom CELIOS Sebut Asuransi Mikro Bisa Jadi Penopang Daya Beli (mediaasuransinews.co.id, 10/03/2026)

Pelemahan rupiah yang menembus level Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri asuransi. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan inflasi kesehatan, kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial diperkirakan meningkat.Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan kenaikan harga barang impor dan biaya layanan kesehatan dapat mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan produk asuransi sebagai bentuk mitigasi risiko finansial.| "Nah, ketika ini meningkat semua, yang terjadi adalah kita akan melihat nih inflasi," ujar Huda, dalam acara Media Gathering Zurich Asuransi Indonesia di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.Menurut dia, kenaikan inflasi terutama di sektor kesehatan dapat membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan finansial.

Rupiah Melemah, Strategi Investasi Asuransi Jiwa Terancam Berubah? (mediaasuransinews.co.id, 10/03/2026)

Pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak pasar keuangan global dinilai mulai memengaruhi strategi investasi perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Kondisi tersebut memaksa pelaku industri menyesuaikan alokasi aset dan memperketat manajemen risiko investasi di tengah meningkatnya volatilitas pasar.Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan perubahan nilai tukar saat ini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan investasi perusahaan asuransi jiwa ke depan. Tekanan terhadap rupiah tidak hanya meningkatkan risiko portofolio investasi, tetapi juga mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing."Ya, kondisi nilai tukar (rupiah) saat ini sangat memengaruhi strategi investasi perusahaan asuransi jiwa ke depan. Pelemahan rupiah meningkatkan risiko pada portofolio, terutama bagi yang memiliki liabilitas valas, serta menurunkan daya tarik aset domestik bagi investor asing, sehingga memaksa penyesuaian alokasi aset," ujar Irvan kepada Media Asuransi , dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Premi Asuransi Jiwa Turun 6,15% Awal 2026, Ini Kata Sun Life Indonesia (bisnis.com, 10/03/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai premi industri asuransi jiwa pada Januari 2026 turun sebesar 6,15% (year on year/YoY) menjadi Rp17,97 triliun. PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) menilai kontraksi tersebut lebih mencerminkan fase penyesuaian menuju pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.Industri asuransi jiwa sedang bergerak ke arah portofolio yang lebih berfokus pada produk proteksi yang memberikan nilai perlindungan nyata bagi nasabah, kata  President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo kepada Bisnis, Selasa (10/3/2026).Dia menyebut justru di tengah dinamika daya beli masyarakat, Sun Life Indonesia melihat kebutuhan terhadap perlindungan finansial terus meningkat, terutama untuk proteksi jiwa dan kesehatan.Secara kinerja, Albertus berujar perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga akhir 2025, pendapatan premi tumbuh sebesar 51% secara tahunan. Di sisi lain pembayaran klaim juga tetap menjadi prioritas utama Sun Life Indonesia.

Tantangan Asuransi Jiwa di Awal 2026 Dipengaruhi oleh Daya Beli Masyarakat yang Terbatas (iuwashtangguh.or.id, 10/03/2026)

Dinamika ekonomi awal 2026 kembali mempertegas tantangan yang dihadapi industri asuransi jiwa di Tanah Air. Salah satu isu utama yang terus menghiasi perbincangan adalah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Meski sektor ini menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah ketidakpastian, tekanan pada pendapatan rumah tangga tetap menjadi penghalang signifikan bagi peningkatan penetrasi asuransi.Pertumbuhan premi asuransi jiwa yang sempat menjanjikan di akhir 2025 mulai melambat di awal tahun ini. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai premi asuransi jiwa pada Januari 2026 sebesar Rp17,97 triliun, turun 6 ,15% secara year-on-year (YoY). Angka ini mencerminkan bagaimana masyarakat masih hati-hati dalam mengalokasikan anggaran untuk perlindungan jangka panjang, terutama di tengah kenaikan harga barang dan jasa yang belum stabil.Daya beli masyarakat menjadi faktor krusial yang memengaruhi keputusan pembelian produk asuransi.

Ada Aturan Baru Investasi Asuransi, Zurich Masih Parkir Dana di SBN (wartaekonomi.co.id, 10/03/2026)

Batas maksimum investasi di instrumen saham bagi industri asuransi dan dana pensiun (dapen) resmi dinaikkan pemerintah dari sebelumnya 8% menjadi 20%. Meski demikian, pelaku industri asuransi masih mempertahankan strategi investasi konservatif dengan menempatkan porsi terbesar pada obligasi negara guna menjaga solvabilitas serta memenuhi kewajiban jangka panjang kepada nasabah. Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengatakan, kebijakan peningkatan batas investasi saham tersebut tidak serta-merta mengubah strategi investasi Zurich Indonesia yang terdiri dari PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, dan PT Zurich Topas Life. "Kita fokus bagaimana  manage  aset investasi secara hati-hati, kemudian menyesuaikan dengan profil liabilitas. Jadi  basically  tujuan kita  manage  investasi ini adalah agar kita bisa memenuhi kewajiban dengan baik," ujar Hilman dalam Diskusi Media di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Perang Teluk Tekan Bisnis Asuransi Umrah dan Haji (kontan.co.id, 11/03/2026)

Memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap perjalanan ibadah umrah dan haji. Situasi ini juga berpotensi memengaruhi bisnis asuransi perjalanan yang melindungi jamaah selama berada di luar negeri.Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengungkapkan, perusahaan sudah menerima sejumlah laporan dari nasabah yang terdampak situasi di Timur Tengah. Meski begitu, klaim tetap diproses sesuai ketentuan polis.Meski demikian, Hilman tak menampik, ketegangan geopolitik berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk berangkat umrah dalam waktu dekat. Sebagian calon jamaah memilih menunda perjalanan karena faktor keamanan.Namun, hingga awal tahun ini dampak terhadap bisnis asuransi perjalanan syariah belum terlihat signifikan. Perangnya baru mulai. Dampak langsungnya mungkin baru terlihat setelah kuartal pertama, terang Hilman, Senin (9/3).

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Bidik generasi muda, AXA Financial Indonesia hadirkan rider kesehatan AXA Gen Health (msn.com, 10/03/2026)

PT AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi tambahan (rider) AXA Gen Health yang memberikan perlindungan rawat jalan bagi nasabah.AXA Gen Health dapat dibeli sebagai rider yang terhubung dengan polis dasar unit link AXA Link Protector.Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan rawat jalan yang lebih terjangkau, dengan minimum uang pertanggungan sebesar Rp 100 juta tanpa kewajiban membeli perlindungan rawat inap secara terpisah.Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav mengatakan, inovasi ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang praktis dan mudah dijangkau.AXA Gen Health menjadi rider manfaat rawat jalan inovatif pertama kami yang menetapkan telekonsultasi sebagai titik kontak awal. Dengan demikian, setiap masalah medis dapat dievaluasi lebih cepat sehingga nasabah dapat diarahkan ke dokter spesialis secara tepat, ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah (Kedaulatan Rakyat, 10/03/2026)

Masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan biaya hidup yang terus meningkat. BPS mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71% pada 2024, dengan tren kenaikan sejak 2022. Kenaikan ini juga dipicu oleh mahalnya bahan pokok, dengan inflasi pangan mencapai 4,58% pada 2025, serta meningkatnya biaya energi dan transportasi.Saat ini, inflasi tercatat 2292 % pada Desember 2025, lalu naik menjadi 3,56 % pada Januari 2026, menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Berbagai lembaga internasional pun memproyeksikan inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 22,5 % hingga 2030, sehingga risiko kenaikan harga diperkirakan berlanjut secara bertahap dalamjangka panjang.Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Kenangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah pada 2025 sebesar 43,42% (dari sebelumnya 39,119), dengan inklusi sebesar 13,419 sehingga masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk syariah.

Industri Asuransi Kesehatan Makin Matang, Zurich Dorong Inovasi dan Perluas Akses Proteksi (swa.co.id, 10/03/2026)

Memasuki 2026, industri asuransi Indonesia berada dalam fase penting. Implementasi regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat tata...Memasuki 2026, industri asuransi Indonesia berada dalam fase penting. Implementasi regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat tata kelola, transparansi, serta praktik manajemen risiko di industri ini.Sejalan dengan proyeksi OJK yang memperkirakan pertumbuhan aset asuransi pada 2026 berada di kisaran 57%, Zurich Indonesia menegaskan kesiapan untuk menjadi salah satu penggerak transformasi industri melalui inovasi proteksi kesehatan dan perluasan akses asuransi. Perusahaan melihat segmen asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang semakin matang."Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung oleh regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat.

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

BPK Bongkar "Borok" Pengelolaan Asuransi BNI Life, Fee Berlebih hingga Potensi Kerugian Investasi Rp20,9 M (monitorindonesia.com, 10/03/2026)

Laporan pemeriksaan terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membuka sejumlah dugaan persoalan serius dalam pengelolaan asuransi di PT BNI Life Insurance . Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Tahun 2023 sampai Semester I 2024, auditor menemukan berbagai penyimpangan mulai dari kelebihan pembayaran fee, investasi saham berpotensi merugikan, hingga pengadaan jasa yang tidak sesuai ketentuan.Dari data yang diperoleh Monitorindonesia.com, Selasa (10/3/2026) bahwa dokumen bernomor 37/T/LHP/DJPKN-VII/PBN.02/07/2025 tertanggal 29 Juli 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VII itu memuat setidaknya 11 temuan penting terkait tata kelola perusahaan asuransi pelat merah tersebut.Salah satu temuan paling menonjol adalah kelebihan pembayaran fee berbasis komisi (fee based) yang nilainya mencapai Rp82.454.133.599.

Prudential Melakukan Perubahan Biaya Asuransi Tanpa Pemberitahuan kepada Nasabah (mediakonsumen.com, 10/03/2026)

Saya adalah nasabah PT Prudential Life Assurance , dengan nomor polis 12473xxx, sejak tahun 2018, yang dibuka melalui agen Deb*** Ang*** (copy polis terlampir).Pada tanggal 11 Februari 2026, saya menerima email notifikasi "nilai tunai hampir habis" (terlampir). Saya merasa terkejut karena saya baru melakukan top up sebesar Rp10 juta pada tanggal 9 Januari 2026. Biasanya top up senilai tersebut dapat digunakan untuk menutup biaya asuransi ( cost of insurance /COI) selama 34 bulan.Saya menghubungi agent saya pada tanggal 19 Februari 2026, dan menerima penjelasan dari yang bersangkutan bahwa:Saya kembali dikejutkan dengan email dari Prudential pada tanggal 5 Maret 2026 yang menyatakan mereka telah memberikan informasi secara lisan atas pertanyaan saya. Padahal tidak ada seorang pun dari pihak Prudential yang menghubungi saya.

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

DPR Nilai Pasal Polis Asuransi Ini Tak Bertentangan dengan UUD 1945 (kompas.com, 10/03/2026)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai pasal soal polis atau surat perjanjian dalam asuransi di Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) tidak bertentangan dengan konstitusi.DPR berbicara di sidang Mahkamah Konstitusi ( MK ). Pasal yang diperkarakan di MK itu adalah  KUHD."DPR RI berpendapat bahwa  KUHD tidak bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 dan tetap memiliki kekuatan hukum mengikat," kata kuasa DPR RI, Abdullah, di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK pada Selasa (10/3/2026).Dia menyampaikan bahwa  KUHD hanya mengatur unsur-unsur pokok yang wajib dimuat dalam polis asuransi jiwa secara limitatif minimum.Begini bunyi pasal yang digugat di MK.

Ekuitas Minimum Cukup, Zurich Indonesia Optimistis Persyaratan Tahap II Terpenuhi Tahun Ini (rctiplus.com, 10/03/2026)

Zurich Indonesia memastikan telah mematuhi aturan ekuitas minimum dalam POJK 23/2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Asuransi Syariah, Reasuransi, dan Reasuransi Syariah.Pada aturan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dua tahap masa penyesuaian permodalan untuk industri asuransi di Indonesia. Tahap pertama hingga 31 Desember 2026 dan tahap kedua hingga 31 Desember 2028.Pada tahap pertama, perusahaan asuransi diwajibkan untuk memenuhi nilai ekuitas minimum dengan besaran mulai Rp100 miliar untuk perusahaan asuransi syariah, hingga Rp250 miliar untuk perusahaan asuransi konvensional.

Zurich Indonesia Siap Jalankan Ketentuan di POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan (kontan.co.id, 10/03/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 mengenai Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan dan berlaku 3 bulan usai diundangkan pada 22 Desember 2025. Dalam POJK tersebut, terdapat berbagai ketentuan, seperti Medical Advisory Board (MAB) hingga risk sharing atau co-payment. Zurich Indonesia yang terdiri atas PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI), PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah), dan PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menyatakan telah siap untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan yang tertuang dalam POJK 36/2025. "Kami sudah mempersiapkan. Dari Zurich secara sistem maupun kapabilitasnya sudah dipersiapkan semua," kata Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026). 

Zurich Optimis Prospek Asuransi 2026 Cerah di Tengah Regulasi Baru OJK (wartaekonomi.co.id, 10/03/2026)

Zurich Indonesia menilai prospek industri asuransi nasional pada 2026 tetap positif seiring penguatan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sendiri memproyeksikan pertumbuhan aset industri asuransi nasional tahun ini berada di kisaran 5-7%, didukung peningkatan literasi keuangan masyarakat serta kebutuhan proteksi yang terus berkembang. Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan industri asuransi kesehatan kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. "Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung oleh regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat. Momentum awal tahun hingga Ramadan-Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mendorong inovasi dan memperluas akses proteksi agar semakin banyak keluarga Indonesia terlindungi secara berkelanjutan," ujar Edhi dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Zurich Siap Menghadapi New RBC dengan Rasio Solvabilitas yang Melampaui Ambang Minimum (iuwashtangguh.or.id, 10/03/2026)

Dunia industri asuransi di Tanah Air sedang memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok aturan Risk-Based Capital (RBC) versi terbaru, atau yang dikenal sebagai New RBC. Aturan ini akan mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Perubahan ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan asuransi dan reasuransi agar lebih selaras dengan standar global.Salah satu perusahaan yang langsung merespons perkembangan ini adalah PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. Perusahaan yang sudah lama berkecimpung di industri asuransi ini menyatakan bahwa posisi RBC mereka saat ini jauh melampaui ambang batas minimum yang ditetapkan OJK. Bahkan, angkanya mencapai sekitar 300%. Ini menunjukkan bahwa Zurich tidak hanya siap menghadapi regulasi baru, tapi juga punya posisi keuangan yang solid.Zurich sebenarnya tidak terkejut dengan rencana penerapan New RBC.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Bikin Was-was, Biaya Pendidikan Naik Dua Kali Lipat Lebih Cepat dari Gaji (wartaekonomi.co.id, 10/03/2026)

Kenaikan biaya pendidikan yang melampaui pertumbuhan gaji tahunan berpotensi menimbulkan risiko keuangan bagi keluarga jika tidak disertai perencanaan yang matang. Certified Financial Planner  ,  Annisa Steviani  , mengatakan tren kenaikan biaya pendidikan terus terjadi dari tahun ke tahun dan kerap lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Rata-rata, kenaikan biaya kuliah mencapai 6,03% per tahun. Sementara itu, kenaikan gaji tahunan umumnya hanya sekitar 3%. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan antara kemampuan finansial keluarga dan kebutuhan pendidikan di masa depan. "Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya," ujarnya dalam Ruang Diskusi NgobrAZ (  Ngobrol Bareng Allianz  ), dikutip Selasa (10/3/2026).

MNC Insurance Business Group dan MNC Peduli Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Pertuni (sindonews.com, 10/03/2026)

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, MNC Insurance Business Group yang terdiri dari PT MNC Life Assurance (MNC Life) dan PT MNC Asuransi Indonesia (MNC Insurance), dan PT MNC Insurance Broker, unit bisnis asuransi di bawah naungan MNC Group dan anak perusahaan dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (IDX: BCAP), bersama MNC Peduli mengadakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mempererat kepedulian sosial serta menghadirkan kebersamaan di bulan yang penuh berkah.Acara yang berlangsung di gedung MNC Bank Tower, Kebon Sirih dihadiri oleh jajaran manajemen dan karyawan MNC Insurance Business Group, perwakilan MNC Peduli, serta anggota Pertuni.

Panin Dai-ichi Life Dorong Pemahaman Asuransi Lewat Literasi Keuangan di Bogor (tribunnews.com, 10/03/2026)

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya, Panin Dai-ichi Life .Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan HIPMI Kabupaten Bogor untuk menggelar kegiatan literasi keuangan dan buka bersama di Bell's Place Hotel and Rooftop Restaurant, Bogor, Jawa Barat.Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bogor Akhmad Hidayatullah, kemudian dilanjutkan oleh Chief Agency Officer Panin Dai-ichi Life Iskandar Wijaya.Iskandar mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.Dikutip dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Agar THR Lebaran Tak Habis Sekejap, Gunakan Metode 50-30-20 (kompas.com, 10/03/2026)

Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinanti pekerja menjelang Lebaran.Dana tambahan ini sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja hari raya, mudik, hingga berbagi dengan keluarga.Namun tanpa perencanaan yang tepat, THR Lebaran dapat habis dalam waktu singkat.Oleh karena itu, pengelolaan dana tersebut dinilai penting agar kebutuhan selama Lebaran terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah perayaan usai.Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, THR sebaiknya dipandang sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan tujuan yang jelas."THR sebaiknya kita maknai sebagai rezeki yang dititipkan, sehingga perlu dikelola dengan tujuan yang jelas. Setidaknya ada empat hal yang bisa menjadi prioritas: ibadah seperti zakat dan berbagi, kebutuhan Lebaran, kebutuhan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta proteksi keluarga," ujar Vivin dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

16.873,99

IHSG

7.397,28

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

enimekspres.disway.id,  wartaekonomi.co.id,  akurat.co,  waspada.co.id,  mediaasuransinews.co.id,  langit7.id,  msn.com,  kabarbursa.com,  koran-jakarta.com,  swa.co.id,  kanalsembilan.com,  stockreview.id,  kreasik.id,  monitorindonesia.com,  bisnis.com,  haloindonesia.co.id,  kompas.com,  indoposco.id,  suarainvestor.com,  metrobatam.com,  rctiplus.com,  idxchannel.com,  Kedaulatan Rakyat,  malangposcomedia.id,  iuwashtangguh.or.id,  koranpangkep.co.id,  beritajejakfakta.id,  Sindonews TV,  iNewsTV,  sindonews.com,  okezone.com,  inews.id,  bisnisupdate.com,  jasmani.id,  tribunnews.com,  mediakonsumen.com,  republika.co.id,  antaranews.com,  suara.com,  kontan.co.id,  id.tradingview.com,  medcom.id,  mediaindonesia.com,  rmol.id,  Sumedang Ekspres,  megapolitan.antaranews.com,  asatunews.co.id,  cobisnis.com,  pasardana.id,  iqplus.info,  youngster.id,  bisnisasia.co.id,  murianetwork.com,  Kontan, dan id.investing.com.

DOWNLOAD PDF