AAJI Daily News - 19 Mei 2026


Selasa, 19 Mei 2026                                                                                                                              

FM-CC-AAJI-006-00          

 

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

75

8

0

Online

Print

Electronic

76

7

0

 

ISSUES

  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 32 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 7 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 1 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 2 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 41 Total News

 

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

AAUI Sebut Perpindahan Tenaga Aktuaris Terjadi di Industri Asuransi Umum (kontan.co.id, 18/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut masih terdapat fenomena perpindahan tenaga aktuaris di industri perasuransian hingga saat ini. Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan fenomena tersebut juga dirasakan di industri asuransi umum, meskipun tingkatnya dapat berbeda antarperusahaan. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan perpindahan tenaga aktuaris umumnya dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan atas kompetensi aktuaria baik untuk pemenuhan regulasi, penguatan fungsi pencadangan, pricing, manajemen risiko, hingga implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. "Dengan kebutuhan yang meningkat, sedangkan ketersediaan aktuaris yang memiliki pengalaman di asuransi umum masih relatif terbatas, maka kompetisi antarperusahaan dalam mendapatkan dan mempertahankan talenta aktuaria menjadi makin ketat," ucapnya kepada Kontan, Senin (18/5).  Untuk mengantisipasi perpindahan tenaga aktuaris, Budi menyampaikan perusahaan asuransi umum perlu memperkuat strategi retensi dan pengembangan sumber daya manusia. Dia menyebut hal itu dapat dilakukan melalui jenjang karier yang lebih jelas, remunerasi yang kompetitif, dukungan biaya ujian profesi, program mentoring, transfer  knowledge,  serta pembentukan tim aktuaria yang tidak hanya bergantung pada satu orang. "Perusahaan juga perlu menyiapkan pipeline talenta dari lulusan aktuaria, statistik, matematika, data sains, dan bidang terkait agar fungsi aktuaria dapat berkembang secara berkelanjutan," tuturnya.

Asuransi Jiwa Konservatif Kelola Unitlink (kontan.co.id, 19/05/2026)

Performa unitlink berbasis saham terpapar kinerja buruk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026 berjalan. Perusahaan asuransi jiwa kini dihadapkan pada ujian untuk menjaga imbal unitlink saat pelemahan pasar saham terancam terus berlanjut. Berdasarkan catatan Infovesta Utama, unitlink saham hingga mencetak rata-rata imbal positif, yakni sebesar 2,18% secara bulanan alias month on month (MoM) per April 2026. Namun bila dilihat sejak awal tahun, produk ini membukukan rerata return sebesar -4,75%. Catatan tersebut menjadikan unitlink jenis ini menjadi produk proteksi berbalut investasi dengan kinerja paling loyo sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Meski begitu, imbal tersebut masih jauh lebih baik ketimbang performa IHSG sebagai benchmark yang memerah 19,55% secara year to date (YtD). Asuransi Umum Andalkan Kontribusi Nasabah Lama Dengan kontraksi yang lebih kecil dibanding pasar saham di dalam negeri, Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai kinerja unitlink saham sejauh ini tak bisa dibilang buruk. Kondisi ini justru menjadi indikasi bahwa perusahaan asuransi semakin berhati-hati dalam menghadapi dinamika di pasar keuangan. "Penurunan yang jauh lebih kecil dibanding IHSG memperlihatkan pengelolaan unitlink jadi lebih prudent dan konservatif," kata Wawan.

BCA Life Pacu Terus Pertumbuhan (investor.id, 18/05/2026)

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life), anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan strategi yang berfokus pada kebutuhan nasabah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, perhitungan kinerja tahun 2025 dihitung dengan menggunakan standar perhitungan International Financial Reporting Standards (IFRS) 17/PSAK 117 yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mulai berlaku efektif di Indonesia mulai 1 Januari 2025. Sepanjang tahun 2025, BCA Life membukukan pendapatan premi sebesar lebih dari Rp 2 triliun, tertinggi dalam 12 tahun terakhir, dari Rp 1,5 triliun pada 2024. Di tengah penurunan Pendapatan Premi industri asuransi jiwa sebesar 1,8%, BCA Life mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada pendapatan premi sebesar 32,91%, yang ditopang oleh optimalisasi kanal distribusi, khususnya melalui kemitraan bancassurance dengan BCA dan Grup BCA. Begitu juga dengan total aset perseroan tumbuh signifikan sebesar 39,29% dari Rp 3,36 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,68 triliun pada 2025. Sementara itu, laba setelah pajak tercatat Rp 96,61 miliar, dengan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp 465,28 miliar sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah. Sejalan dengan pertumbuhan kinerja tersebut, BCA Life berhasil mencatatkan lonjakan nilai investasi sebesar 43,67%, dari Rp 3 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 4,31 triliun pada tahun 2025. Portofolio investasi perseroan didominasi oleh instrumen surat berharga negara (SBN), yang tidak hanya menawarkan stabilitas dan risiko yang terukur, tetapi juga berperan langsung dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

KPR Melambat, Ciputra Life Diversifikasi ke Kredit UMKM dan Kendaraan (kontan.co.id, 18/05/2026)

Pertumbuhan outstanding Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan tercatat melambat pada Maret 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat outstanding KPR tumbuh 4,5% secara tahunan (YoY), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5% YoY.  Menanggapi kondisi tersebut, PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life menilai, perlambatan pertumbuhan  outstanding  KPR kemungkinan dipicu oleh melambatnya jumlah maupun nilai KPR baru yang disalurkan perbankan. President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan, kondisi tersebut berpotensi memberi tekanan terhadap kinerja asuransi jiwa kredit. Namun demikian, dia menyebut perseroan telah melakukan diversifikasi segmen nasabah untuk mengantisipasi perlambatan di sektor KPR. "Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada segmen nasabah asuransi jiwa kredit yang berasal dari KPR, tetapi kami juga masuk ke segmen kredit-kredit lainnya, seperti kredit kendaraan bermotor, kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi simpan-pinjam dan sebagainya," ujar Hengky kepada Kontan, Senin (18/5/2026). Selain melakukan diversifikasi, Hengky mengatakan Ciputra Life juga terus memperkuat sinergi dengan mitra bisnis, baik dari sektor perbankan maupun nonbank.

Fokus ke Produk Tradisional, Aset Kelolaan Prudential Syariah Melesat Jadi Rp8 Triliun (stabilitas.id, 18/05/2026)

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menorehkan rapor biru sepanjang tahun buku 2025. Penguasa pangsa pasar ( market share ) industri asuransi jiwa syariah nasional ini sukses membukukan total kontribusi bruto senilai Rp4,2 triliun, tumbuh 9% secara tahunan ( year-on-year /yoy).Lonjakan signifikan didapatkan dari lini bisnis baru ( new business ) yang kontribusinya melejit 31% yoy menjadi Rp1 triliun. Melalui capaian tersebut, Prudential Syariah kokoh mendominasi pangsa pasar asuransi syariah tanah air dengan porsi mencapai 22%.Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin memaparkan, terdapat tiga faktor utama yang menjadi mesin pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu:Penyakit Kritis Dari aspek portofolio produk, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengungkapkan bahwa proteksi penyakit kritis ( critical illness ) menjadi kontributor pendapatan premi tertinggi bagi perusahaan."Terlihat sekali bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis itu sangat tinggi. Dengan demikian, perolehan premi kami paling besar dari penyakit kritis," ujar Vivin dalam paparan media di Jakarta Selatan, dikutip Senin (18/5/2026).Menyusul di posisi kedua adalah produk perlindungan asuransi jiwa jangka panjang, yang kemudian diikuti oleh produk proteksi kesehatan ( health insurance ).Dalam dua tahun terakhir (20242025), Prudential Syariah sengaja menggeser fokus pengembangan ke produk perlindungan tradisional yang menawarkan premi lebih terjangkau, guna mengisi kekosongan pasar yang selama ini didominasi oleh produk berbasis investasi ( unit link ).

Inflasi Kesehatan Dorong Tekanan Besar Industri Asuransi Jiwa (infonasional.com, 18/05/2026)

Industri asuransi kesehatan saat ini menghadapi tekanan besar akibat lonjakan biaya dan penggunaan layanan kesehatan yang diproyeksikan meningkat hingga 20 persen pada 2026. Tekanan komparatif ini dipicu oleh inflasi kesehatan domestik yang tercatat melampaui rata-rata global, sebagaimana dilansir dari Finansial.Client Market & Pricing Actuary L & H Division Head PT Reasuransi Indonesia Utama Nico Demus memaparkan bahwa perhitungan internal perusahaan mengonfirmasi tren kenaikan beban biaya medis tersebut."Kami punya studi sendiri dan kami juga bandingkan dengan studi pihak independen itu sampai dengan 20% di tahun 2025. Nah, di 2026 pun kami apply sekitar 20% untuk inflasi kesehatan," jelas Nico dalam siniar yang diunggah di Youtube AAJI Official, Kamis (14/5/2026).Faktor lain penyumbang tingginya klaim proteksi adalah overutilisasi atau penggunaan layanan kesehatan yang dinilai berlebihan oleh masyarakat. Kondisi tersebut memicu pembengkakan rasio kerugian perusahaan sepanjang periode 2022 sampai 2024 hingga menembus angka 149 persen pada tahun 2024."Nah, setelah kami lakukan perbaikan-perbaikan, contohnya tadi repricing, terus juga ada desain produk yang lebih sesuai, itu kami bisa menekan menjadi 97% di tahun 2025," sambung Nico.Langkah perbaikan performa finansial kemudian didukung oleh terbitnya regulasi POJK Nomor 36 Tahun 2025 yang dinilai memperketat kedisiplinan ekosistem asuransi."Kami melihat bahwa kedisiplinan di semua pihak dalam ekosistem itu sangat berpengaruh kepada industri itu sendiri.

Perlambatan KPR Perbankan Berpotensi Berdampak pada Kinerja Asuransi Jiwa Kredit (kontan.co.id, 18/05/2026)

Bank Indonesia (BI) mencatat  outstanding  Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan per Maret 2026 tumbuh 4,5% secara  Year on Year  (YoY), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5% YoY. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai perlambatan pertumbuhan outstanding KPR secara langsung dapat mempengaruhi kinerja asuransi jiwa kredit di industri asuransi. "Sebab, pendapatan premi produk tersebut bergantung erat pada volume penyaluran pinjaman baru," katanya kepada Kontan, Senin (18/5/2026).  Secara rinci, Irvan menjelaskan penurunan ekspansi KPR di perbankan membawa beberapa dampak spesifik terhadap industri asuransi jiwa kredit, antara lain penurunan pendapatan premi baru. Dia menyebut berkurangnya penyaluran KPR baru menyebabkan berkurangnya nasabah debitur yang diwajibkan membeli polis asuransi jiwa kredit saat akad awal. Irvan menambahkan, hal itu juga dapat menyebabkan pergeseran portofolio bank. Untuk mengatasi perlambatan, dia bilang bank cenderung lebih selektif atau berhati-hati dalam melakukan  underwriting. "Hal itu mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan strategi mitigasi risiko mereka agar sejalan dengan profil nasabah yang lebih konservatif," tuturnya. Selain itu, dapat membuat klaim risiko meningkat.

Data Terbaru OJK Catat Bancassurance Kuasai 40,4% Premi Industri Asuransi Jiwa (bisnis.com, 18/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kanal bancassurance masih menjadi kontributor terbesar pada industri asuransi jiwa.Bancassurance adalah kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi kepada nasabah bank.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pada posisi Maret 2026, kontribusi bancassurance mencapai 40,4% dari total premi industri asuransi jiwa. Sementara itu, kanal keagenan berkontribusi sebesar 17,6%."Hal ini menunjukkan bahwa bancassurance masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan premi industri dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Senin (18/5/2026).Menurut Ogi, hal itu dikarenakan adanya dukungan jaringan distribusi yang luas di perbankan dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan.Oleh karena itu, OJK menilai kanal bancassurance dan keagenan ke depannya akan tetap terus berkembang. Hal ini seiring dengan meningkatnya literasi keuangan, transformasi digital, dan pengembangan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah."Namun demikian, industri juga perlu terus memperhatikan aspek tata kelola, perlindungan konsumen, dan kualitas pemasaran agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Ogi.Untuk diketahui, OJK mencatat premi asuransi jiwa pada kuartal I/2026 sebesar Rp47,12 triliun, turun tipis 0,14% ( year on year /YoY). Adapun, RBC asuransi jiwa sebesar 474,26%.Secara keseluruhan, OJK memandang industri asuransi memiliki prospek yang cukup positif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan dan penguatan transformasi industri.

OJK Ungkap Dampak PHK ke Industri Asuransi, Risiko Klaim dan Gagal Bayar Naik (wartaekonomi.co.id, 18/05/2026)

Di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK), industri asuransi mulai merasakan dampaknya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini dapat memengaruhi kualitas aset perusahaan asuransi hingga meningkatkan risiko klaim dan gagal bayar debitur. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan PHK berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan premi maupun kesehatan keuangan perusahaan asuransi. "PHK perlu menjadi perhatian bagi industri asuransi karena dapat berdampak pada kualitas aset dan pertumbuhan premi," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Senin (18/5/2026). Ia menilai tekanan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan dapat membuat masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan pembayaran premi asuransi. Alhasil, risiko polis berhenti aktif atau  lapse  berpotensi meningkat. "Dalam kondisi PHK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko  lapse  ," katanya. Di sisi lain, OJK melihat risiko pada asuransi kredit juga meningkat akibat potensi gagal bayar debitur yang lebih tinggi di tengah tekanan ekonomi rumah tangga. Jika kondisi ini berlanjut dan tidak diantisipasi, hal tersebut dapat memengaruhi rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi.

Prudential akuisisi 75% saham Bharti Life Insurance (id.investing.com, 18/05/2026)

Prudential plc ( LSE:PRU ) mengumumkan pada Sabtu bahwa pihaknya telah menyetujui akuisisi 75% saham di Bharti Life Insurance Company Limited dari Bharti Life Ventures Pvt Ltd dan 360 ONE Asset Management senilai 3.500 crore ($389 juta), berdasarkan siaran pers resmi perusahaan.Transaksi ini masih tunduk pada persetujuan regulasi dan kondisi lainnya. Tambahan pembayaran sebesar 700 crore ($78 juta) dapat dibayarkan tergantung pada terpenuhinya kondisi-kondisi tertentu.Akuisisi ini akan didanai dari sumber daya yang sudah ada. Per 31 Desember 2025, Prudential memiliki kas dan investasi jangka pendek di tingkat perusahaan induk sebesar $4,3 miliar dengan rasio leverage Grup sebesar 13%.Bharti Life adalah perusahaan asuransi jiwa India yang beroperasi melalui berbagai saluran distribusi, termasuk distribusi eksklusif, bancassurance, agen korporat, dan broker. Untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2026, Bharti Life mencatat pertumbuhan Premi Bisnis Baru sebesar 44% secara tahunan menjadi 1.069 crore. Nilai tertanam (embedded value) perusahaan adalah 3.102 crore ($345 juta) per 30 September 2025.Persetujuan regulasi untuk transaksi ini diperkirakan mengharuskan Prudential mengurangi kepemilikan sahamnya di ICICI Prudential Life Insurance Company Limited menjadi di bawah 10%. Prudential menyatakan sedang berkomunikasi dengan otoritas regulasi terkait proses ini dan akan mencari kerangka waktu yang tepat untuk divestasi yang diperlukan.Setelah transaksi selesai, operasi Prudential di India akan terdiri dari Bharti Life yang dimiliki mayoritas dan Prudential HCL Health Insurance Limited, ditambah kepemilikan saham minoritas sebesar 35% di ICICI Prudential Asset Management Company Limited dan 22% di ICICI Prudential Life Insurance Company Limited.

 

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Chubb Life Indonesia Luncurkan My Prime Term Protection, Tawarkan Perlindungan Jiwa Fleksibel (jakarta.suaramerdeka.com, 18/05/2026)

PT Chubb Life Insurance Indonesia (  Chubb Life Indonesia  ) memperkenalkan produk terbarunya, My Prime Term Protection - Plan Series. Ini adalah produk  asuransi jiwa  berjangka yang memberikan manfaat meninggal dunia sebesar 100% dari uang pertanggungan karena sebab apapun. Dengan My Prime Term Protection - Plan Series, nasabah dapat merencanakan masa depan mereka dengan lebih percaya diri, karena keluarga mereka terlindungi dari risiko yang tidak terduga.  My Prime Term Protection - Plan Series memastikan setiap nasabah dapat memilih perlindungan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan aspirasi mereka melalui dua paket perlindungan dengan harga terjangkau yaitu: Essential Plan dan Advance Plan. Essential Plan memberikan perlindungan jiwa apabila Tertanggung meninggal dunia karena sebab apa pun, yang dilengkapi manfaat pembebasan premi jika terjadi peristiwa tak terduga sesuai ketentuan  polis  . Untuk perlindungan yang lebih luas, nasabah dapat memilih Advance Plan yang menawarkan manfaat tambahan seperti santunan rawat inap harian, perawatan di ICU, dan tindakan bedah di rumah sakit, baik akibat penyakit maupun cedera selama masa  asuransi  . "Setiap individu dan keluarga pasti memiliki rencana untuk masa depan, namun peristiwa tak terduga dapat terjadi kapan saja.

Hanwha Life Luncurkan AI Financial Advisor, Perkuat Transformasi Digital Industri Asuransi Indonesia (deskjabar.pikiran-rakyat.com, 18/05/2026)

Hanwha Life Indonesia kembali mempertegas langkah transformasi digitalnya dengan menghadirkan Artificial Intelligence Financial Advisor (AI FA), teknologi penasihat keuangan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung layanan asuransi lebih cepat, cerdas, dan personal.Peluncuran AI FA dilakukan bertepatan dengan 12 tahun perjalanan Hanwha Life di Indonesia. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi AI ke seluruh proses layanan dan konsultasi asuransi.Chief Marketing Strategy Officer Hanwha Life Indonesia, Chang Woo Han, mengatakan kehadiran AI FA menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan penasihat keuangan, agen, dan tenaga pemasar melalui dukungan teknologi berbasis AI.Menurutnya, teknologi tersebut membantu proses pelatihan, persiapan penjualan, konsultasi dengan nasabah, hingga layanan purna jual agar lebih efektif dan efisien."Penggabungan teknologi AI dengan pendekatan manusiawi diharapkan mampu meningkatkan kualitas konsultasi sehingga nasabah dapat memahami dan memilih solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing," ujarnya.AI FA Hanwha Life dirancang untuk mengolah berbagai informasi finansial dan asuransi yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

Risiko Iklim Meningkat, Industri Asuransi Kembangkan Skema Parametrik (antaranews.com, 18/05/2026)

Peningkatan frekuensi dan dampak bencana alam di Indonesia mendorong kebutuhan akan mekanisme perlindungan risiko yang lebih cepat, terukur, dan efisien. Salah satu pendekatan yang semakin relevan dalam konteks tersebut adalah asuransi parametrik, yang dinilai mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana.Sebagai negara yang berada di kawasan rawan bencana, Indonesia menghadapi tantangan dalam memastikan kesiapan finansial untuk mendukung pemulihan yang cepat dan berkelanjutan. Dalam praktiknya, proses pemulihan sering kali membutuhkan waktu dan biaya yang besar, sehingga diperlukan instrumen yang dapat memberikan kepastian pembayaran dalam waktu singkat.Asuransi parametrik hadir sebagai alternatif solusi dengan mekanisme yang berbeda dari asuransi konvensional. Jika pada asuransi tradisional klaim dibayarkan berdasarkan verifikasi kerugian aktual, maka pada asuransi parametrik pembayaran klaim didasarkan pada parameter atau indeks tertentu yang telah disepakati sejak awal.Menurut World Bank, asuransi parametrik memungkinkan pembayaran klaim dilakukan segera setelah parameter yang ditentukan terpenuhi, tanpa perlu menunggu proses penilaian kerugian secara rinci. Parameter tersebut dapat berupa indikator objektif seperti curah hujan, kecepatan angin, tinggi gelombang laut, atau magnitudo gempa.

 

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

OJK Minta Penguatan Keamanan Siber di Industri Asuransi Tidak Dianggap Sepele (mediaasuransinews.co.id, 18/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penguatan keamanan siber di industri perasuransian sebagai suatu keharusan dan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang sehat, bukan sekadar isu teknis.Seiring meningkatnya digitalisasi, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, risiko siber menjadi salah satu risiko utama yang dapat berdampak pada operasional, integritas data, hingga penyusunan laporan keuangan dan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.| | Oleh karena itu, lanjut Ogi, OJK secara aktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan dengan mengacu pada POJK No. 4 Tahun 2021, serta mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan keamanan siber, tata kelola data, dan keandalan sistem ke dalam profil risiko utama perusahaan."Ke depan, OJK mendorong industri untuk memperkuat langkah mitigasi secara menyeluruh," kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Senin, 18 Mei 2026.Langkah mitigasi yang dimaksudkan antara lain melalui penerapan sistem pencadangan data yang andal, pengendalian akses yang ketat termasuk terhadap pihak ketiga, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkala, serta penguatan peran fungsi manajemen risiko dan kepatuhan sejak tahap awal pengembangan sistem.| | Selain itu, Ogi menyebutkan, perusahaan perlu memastikan kesiapan business continuity plan dan disaster recovery plan , serta meningkatkan peran aktif direksi dan dewan komisaris dalam pengawasan risiko siber.

 

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Penerapan PSAK 117 Direlaksasi, OJK: Kesiapan Teknologi Informasi dan Kapasitas SDM Jadi Tantangan (mediaasuransinews.co.id, 18/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sepanjang 2025 industri asuransi di Indonesia secara umum telah mulai menyesuaikan dan menerapkan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 dalam penyusunan laporan keuangannya.Namun demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, masih terdapat beberapa perusahaan yang memerlukan waktu lebih panjang dalam proses implementasi, khususnya terkait penyesuaian sistem dan kesiapan internal perusahaan.| | Oleh karena itu, lanjut Ogi, OJK memberikan relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan audited berbasis PSAK 117 dari semula 30 April 2026 menjadi 30 Juni 2026. "Guna memberikan ruang bagi industri untuk memastikan kualitas implementasi tetap terjaga," kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Senin, 18 Mei 2026.Ia menambahkan tantangan utama yang masih dirasakan industri memang terutama terkait kesiapan teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia. Implementasi PSAK 117 membutuhkan perubahan yang cukup signifikan pada sistem, proses bisnis, hingga metodologi pelaporan dan aktuaria.| | "Sehingga memerlukan investasi teknologi dan peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan," kata Ogi.

TUGU Tunggu Arahan Danantara soal Konsolidasi 15 Asuransi BUMN Jadi 3 (wartaekonomi.co.id, 18/05/2026)

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menyatakan masih menunggu arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terkait rencana konsolidasi perusahaan asuransi BUMN yang ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan itu muncul di tengah percepatan rencana penggabungan sekitar 15-16 perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah menjadi tiga kelompok utama. Manajemen Tugu Insurance menyebut perseroan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut terkait skema penggabungan tersebut karena seluruh proses masih berada dalam koordinasi Danantara. "Mungkin pertanyaan tersebut lebih tepat ditujukan kepada pihak Danantara, karena Tugu Insurance dalam hal ini mengikuti arahan dan kebijakan yang berlaku," ujar manajemen Tugu Insurance kepada Warta Ekonomi, Senin (18/5/2026). Rencana konsolidasi industri asuransi BUMN saat ini diarahkan untuk menyederhanakan struktur perusahaan menjadi tiga pilar bisnis, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, serta asuransi kredit dan penjaminan. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya menyatakan proses penggabungan perusahaan asuransi BUMN dipercepat dan ditargetkan tuntas pada 2026. "Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi.

 

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Jelang Ulang Tahun ke-12, Astra Life Sambut Kunjungan Mahasiswa IPB Perkenalkan Industri Asuransi di Kalangan Anak Muda (topbusiness.id, 19/05/2026)

Astra Life menyambut kunjungan 93 mahasiswa Gugus Mahasiswa Matematika (Gumatika) Institut Pertanian Bogor (IPB). Sambutan ini diterima langsung oleh Rian Surya selaku Human Capital Operations & Services Department Head Astra Life di kantor Astra Life, di Pondok Indah Office Tower 3 (07/05).Cornelius Nangoi selaku Direktur Astra Life mengungkapkan, "Merupakan suatu kebanggaan bagi Astra Life dapat menyambut kunjungan mahasiswa IPB di kantor kami sebagai bagian dari semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman industri kepada generasi muda.Melalui kegiatan ini, Astra Life ingin terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memahami pentingnya perencanaan dan perlindungan keuangan sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semarak menyambut hari ulang tahun ke-12 Astra Life di bulan Mei ini, di mana kami ingin merayakannya dengan menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi masyarakat."

Di Tengah Perlambatan Premi, Apakah Industri Asuransi Perlu Menempuh Cringe Marketing (mediaasuransinews.co.id, 18/05/2026)

Industri asuransi Indonesia sedang berada pada persimpangan yang menarik. Di satu sisi, fondasi industri masih terlihat cukup kokoh. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan dalam jumpa pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) April 2026 menunjukkan total aset industri asuransi mencapai Rp1.195,75 triliun atau tumbuh 4,38 persen secara tahunan ( year on year /yoy).Risk Based Capital (RBC) industri asuransi pun masih jauh di atas ambang batas minimum. RBC asuransi jiwa tercatat 474,26 persen, sementara asuransi umum dan reasuransi berada di level 316,32 persen.Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa secara permodalan dan solvabilitas, industri asuransi Indonesia masih memiliki daya tahan yang relatif baik di tengah tekanan global berupa volatilitas harga energi, risiko stagflasi, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian geopolitik.Namun, di balik stabilitas itu terdapat tantangan lain yang tidak kalah serius, yakni pertumbuhan premi yang mulai bergerak melambat. Akumulasi premi asuransi komersial hingga Maret 2026 hanya tumbuh 0,74 persen yoy. Premi asuransi jiwa bahkan mengalami penurunan tipis sebesar 0,14 persen yoy.Sementara itu, klaim tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi. Klaim asuransi komersial tercatat mencapai Rp55,82 triliun atau naik 3,45 persen secara tahunan.Situasi ini mengirimkan pesan yang sangat jelas. Industri asuransi Indonesia tidak sedang mengalami krisis, tetapi sedang menghadapi tantangan penetrasi pasar dan relevansi komunikasi. Perusahaan asuransi masih sehat, tetapi pertumbuhan bisnis belum cukup agresif.

Generali Indonesia Lindungi 4 ribu Pelari di Ajang Bandoeng 10K (tribunnews.com, 18/05/2026)

President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (kedua kiri) didampingi Chief Product Management and Marketing Officer Jong Wie Siu (kiri) berfoto bersama dengan perwakilan pelari Bandoeng 10K usai menyerahkan secara simbolis pemberian proteksi asuransi di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/5/2026). Generali Indonesia menjadi official insurance partner Bandoeng 10K dengan memberikan proteksi kepada 4.000 pelari yang mencakup manfaat jiwa dan kesehatan akibat kecelakaan, termasuk risiko yang terkait langsung dengan aktivitas olahraga lari selama acara berlangsung. Bandoeng 10K menjadi ajang lari pertama dalam rangkaian event yang Generali Indonesia dukung sepanjang tahun ini.

Mau Tahu Seluk-beluk Kejahatan Siber? Daftar Jogja Financial Festival, Gratis (detik.com, 18/05/2026)

Jogja Financial Festival bakal hadir di kota pelajar. Festival keuangan terbesar ini berlangsung mulai 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center, berlokasi di Jalan Raya Janti, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.Jogja Financial Festival hadir sebagai sebuah platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor keuangan-mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat luas-untuk berdiskusi, berbagi perspektif.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya anak muda.Sebelumnya, Financial Festival yang digagas oleh Transmedia bekerjasama dengan LPS telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dan dihadiri oleh lebih dari 10.000 orang.Jogja financial festival menghadirkan Business Talk dan Educational Class. Pada sesi Business Talk rencananya dihadiri para tokoh pejabat negara.Mulai dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

Berita Foto - KEBERLANJUTAN (Pos Belitung, 19/05/2026)

Direktur Perrasaran BRI Life Tina Melina saat pelaksanaan kegiatan perverksaan mata bagi pekerja BRI Group. Program perrerksaan mata yang menjadi bagian dari prograrn CSR BRI Lfe ini merupakan hasil kolaborasi hersama KL Klink Mata, yang menghadirkan herhagai layanan kesehatan mata, meliputi permerisaan oleh dokter spesial mata, korsultasi kesehatan rrata, hingga rekomendasi penggunaan lensa yang disesuaikan dengan kebutuhan mnasing-masing.

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen (suara.com, 18/05/2026)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) resmi merilis Laporan Keberlanjutan 2025 sebagai wujud transparansi dan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aspek bisnisnya. Langkah strategis yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade ini ditujukan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperluas akses perlindungan finansial masyarakat.Melalui penajaman strategi sepanjang tahun 2025, emiten asuransi jiwa terkemuka ini berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi aktif terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus korporasi diarahkan pada penyediaan proteksi yang inklusif, investasi yang bertanggung jawab, serta tata kelola operasional yang ramah lingkungan.Prudential Indonesia mencatatkan kemajuan signifikan dalam mereduksi jejak karbon operasionalnya. Perusahaan berhasil menekan emisi hingga hampir 17 persen di kantor pusat serta jaringan kantor pemasaran yang tersebar di enam kota besar di Indonesia.Selain pemangkasan emisi, komitmen lingkungan ditunjukkan melalui penurunan total konsumsi air hingga 67 persen pada kebutuhan operasional gedung tempat perusahaan beroperasi. Di sektor konservasi alam, Prudential juga mengintensifkan program penghijauan pesisir lewat penanaman 25.300 pohon mangrove yang berjalan konsisten sejak tahun 2022.Di sisi tanggung jawab sosial (pilar Social), Prudential Indonesia memperkuat program Community Investment yang sejauh ini telah menjangkau 458.516 penerima manfaat.

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Bangun Bisnis Berdampak Lewat Sequis Empower Hours (olenka.id, 19/05/2026)

PT Asuransi Jiwa Sequis Life sukses menggelar webinar 'Sequis Empower Hours' bertajuk Building Conscious Brands: Sustainability, Wellness, & Local Impact. Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi perempuan wirausaha untuk memahami pentingnya membangun brand yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki nilai, dampak sosial, dan relevansi jangka panjang bagi konsumen.Webinar tersebut mendapat sambutan positif dengan diikuti lebih dari 700 peserta yang terdiri dari perempuan wirausaha, pelaku usaha, hingga berbagai komunitas.Program Sequis Empower Hours sendiri merupakan bagian dari rangkaian Road to Sequis SHEPRENEUR 2026 yang akan hadir pada pertengahan Mei untuk perempuan wirausaha terpilih.Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis sekaligus meningkatkan literasi finansial peserta agar mampu membangun usaha yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berdampak positif.Melalui sesi berbagi pengalaman, peserta mendapatkan berbagai insight dan strategi langsung dari tiga perempuan wirausaha inspiratif mengenai cara membangun brand yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga selaras dengan lingkungan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.Founder & Director KaIND, Melie Indarto, membagikan pengalamannya membangun brand sustainable fashion berbasis wastra lokal melalui kain tenun-batik dan fashion berbahan sutra eri atau peace silk.Menurut Melie, bisnis yang dibangun dengan fondasi keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat ternyata mendapat respons positif dari konsumen.

 

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

17.730,00

IHSG

6.390,74

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

jakarta.suaramerdeka.com, Ekonomi Neraca, investortrust.id, mediaasuransinews.co.id, bisniscorner.com, deskjabar.pikiran-rakyat.com, antaranews.com, topbusiness.id, tribunnews.com, Investor Daily, Radar Bandung, wartaekonomi.co.id, rm.id, halosemarang.id, beritametro.id, businessasia.co.id, detik.com, cnnindonesia.com, harianbasis.co, asatunews.co.id, mediakompeten.co.id, pojokpapua.id, sultramedia.id, bukurepublika.id, Pos Belitung, seremonia.id, arahjatim.com, senator.id, mediahavefun.com, editorialindonesia.id, hotnetnews.co.id, sonaindonesia.com, suara-rakyat.id, penagar.id, tabloidputrapos.com, suara.com, merdeka.com, jpnn.com, mediaindonesia.com, swa.co.id, industry.co.id, cobisnis.com, babelinsight.id, jakarta365.net, olenka.id, kontan.co.id, id.tradingview.com, beritajejakfakta.id, Kontan, investor.id, readers.id, stabilitas.id, infonasional.com, bisnis.com, Timor Express, infobanknews.com, harapanrakyat.com, Radar Palu, kisi.co.id, dan id.investing.com.

DOWNLOAD PDF