AAJI Daily News - 25 Februari 2025


Rabu, 25 Februari 2025                                                                                                                         

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

48

0

0

Online

Print

Electronic

43

3

2

ISSUES

  • Tentang AAJI: 14 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 11 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 17 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 4 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 2 Total News

TENTANG AAJI

AAJI Nilai Masih Terbuka Peluang Asuransi Jiwa Lokal Memperbesar Aset (kontan.co.id, 25/02/2026)

Berdasarkan 10 asuransi jiwa dengan aset terbesar per Desember 2025, perusahaan berbentuk joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing masih mendominasi industri.Menilik riset laporan keuangan masing-masing perusahaan (unaudited) per Desember 2025, terdapat 8 perusahaan asuransi jiwa berbasis joint venture, sedangkan hanya ada 2 perusahaan asuransi jiwa yang dimiliki lokal.Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai masih terbuka peluang bagi perusahaan asuransi jiwa milik lokal untuk memperbesar aset demi merangsek posisi 10 besar ke depannya.Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan hal itu dipicu masih luasnya potensi pasar asuransi jiwa di Indonesia.

AAJI Tunjuk Albertus Wiryono Jadi Ketua Dewan Pengurus Baru (kompas.com, 24/02/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengumumkan nama Albertus Wiryono sebagai Ketua Dewan Pengurus untuk sisa masa jabatan sampai tahun 2028.Dilansir dari laman media sosial Instagram @aaji_official, Selasa (24/2/2025), asosiasi asuransi jiwa tersebut berharap kepemimpinan yang baru ini dapat membawa industri asuransi semakin kuat."Semoga kepemimpinan beliau membawa industri asuransi jiwa Indonesia semakin kuat, inovatif, dan terpercaya dalam melindungi masyarakat," tulis pengumuman tersebut.Sebelumnya, Albertus Wiryono sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar AAJI.Ia juga sempat ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus AAJI bersama dengan handojo G, Kusuma pada Januari 2026.

Meski Turun 4,2%, Bancassurance Tetap jadi Kanal Utama Industri Asuransi Jiwa (bisnis.com, 24/02/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan premi industri asuransi jiwa dari kanal bancassurance turun 4,2% ( year on year /YoY) menjadi Rp55,28 triliun pada kuartal III/2025.Pengamat asuransi Dedi Kristianto menilai bahwa meskipun mengalami perlambatan, kanal bancassurance tetap menjadi kanal paling berdampak terhadap pertumbuhan premi industri asuransi jiwa.Menurutnya, bancassurance berkontribusi sekitar 35%45% terhadap premi asuransi jiwa. Kanal ini juga terhubung langsung dengan pertumbuhan kredit perbankan dan akses nasabah luas dan berkualitas, sehingga cepat berdampak pada top line ."Saat ini yang berubah adalah pendekatannya yakni dari fokus volume ke kualitas, profitabilitas, dan sustainability ," ungkapnya kepada Bisnis , dikutip pada Selasa (24/2/2026).

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Dukung Literasi OJK di UNEJ, Perkuat Edukasi Asuransi dan Luncurkan Beasiswa Harry Diah (binomedia.id, 24/02/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kegiatan kuliah umum dan diskusi panel di Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur. Kegiatan bertema “Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri” ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, civitas academica, serta pemangku kepentingan daerah. Turut hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, pimpinan UNEJ, Dewan Asuransi Indonesia (DAI), serta perwakilan asosiasi industri asuransi. Ogi Prastomiyono menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini agar generasi muda mampu memahami pengelolaan risiko dan mengambil keputusan finansial yang sehat.

Perusahaan Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Top 10 Aset, Ini Kata AAJI (kontan.co.id, 24/02/2026)

Perusahaan berbentuk joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing masih mendominasi industri asuransi jiwa, berdasarkan 10 asuransi jiwa dengan aset terbesar per Desember 2025, Menilik berdasarkan riset laporan keuangan masing-masing perusahaan ( unaudited ) per Desember 2025, terdapat 8 perusahaan asuransi jiwa berbasis joint venture , sedangkan hanya ada 2 perusahaan asuransi jiwa yang dimiliki lokal.Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membeberkan sejumlah faktor penyebab perusahaan asuransi jiwa milik joint venture lebih mendominasi berdasarkan nilai aset.Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan jika dilihat dari total aset, perusahaan joint venture pada umumnya memiliki dukungan penguatan kapasitas permodalan, serta pengalaman global dan praktik manajemen risiko yang berstandar internasional.

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Premi Asuransi Kesehatan 2025 Minus karena Inflasi Medis Tinggi, Industri Berjibaku Cari Solusi (bisnis.com, 24/02/2026)

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkap bahwa premi asuransi kesehatan pada 2025 turun cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi medis yang tinggi pada 2025 menjadi biang kerok tekanan kinerja asuransi kesehatan.AAUI melaporkan bahwa premi asuransi kesehatan 2025 berada di angka Rp9,34 triliun, turun hingga Rp2,48 triliun atau 20,9% (year on year/YoY).Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai bahwa tingginya inflasi medis membuat perusahaan-perusahaan asuransi umum dan jiwa yang memiliki layanan asuransi kesehatan terpaksa menaikkan premi dengan cukup signifikan. Hal itu pun memengaruhi kinerja perolehan premi.

Nusantara Re Catat Lini Umum Kuasai 98,4% Portofolio Premi 2025 (kontan.co.id, 24/02/2026)

PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re) mencatat lini reasuransi umum masih mendominasi portofolio bisnisnya sepanjang 2025.Direktur Nusantara Re, Himawan Yustiono menyampaikan pada 2025 reasuransi umum berkontribusi sebesar 98,4% atau Rp 7,249 triliun terhadap total pendapatan premi bruto perusahaan."Sementara itu, reasuransi jiwa menyumbang 1,6% atau sekitar Rp 120 miliar," ujar Himawan kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).Sebagai perbandingan, pada 2024 porsi reasuransi umum mencapai 99% atau Rp 6,667 triliun dan reasuransi jiwa 1% atau Rp 59 miliar.Namun, meski porsinya masih kecil, premi reasuransi jiwa pada 2025 tumbuh 103% dibandingkan tahun sebelumnya.

OJK Nilai Industri Asuransi Pegang Peranan Penting bagi Masyarakat dan Perekonomian (kontan.co.id, 25/02/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri asuransi memegang peranan penting untuk masyarakat dan perekonomian Indonesia.Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan pihaknya terus berharap bahwa asuransi konvensional maupun syariah bisa memberikan dampak kepada masyarakat dan berharap asuransi memang ada ketika dibutuhkan masyarakat."Misalnya, memberikan proteksi dalam kehilangan keuangan karena risiko manajemen terjadi, maka kami sangat berharap asuransi itu ada ketika dibutuhkan. Jadi, bagi asuransi umum mungkin turn-nya bisa short, tetapi asuransi jiwa turn-nya bisa puluhan tahun ke depan," katanya dalam acara webinar industri asuransi syariah, Selasa (24/2/2026).

Sun Life Financial Catat Laba Bersih Tumbuh 13,9% di 2025 (mediaasuransinews.co.id, 24/02/2026)

Sun Life Financial mencatat kenaikan laba bersih dalam setahun penuh 2025 sebanyak 13,9 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$3,5 miliar. Dengan kondisi itu, laba per saham sepanjang tahun mencapai US$6,15 atau naik 16,9 persen secara tahunan.Melansir Insurance Asia , Selasa, 24 Februari 2026, di Asia laba bersih mencapai US$207 juta pada kuartal IV. Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$32 juta atau 18 persen.| | Peningkatan utamanya didorong oleh peningkatan pendapatan perlindungan individu US$35 juta, dikarenakan penjualan yang kuat di sebagian besar pasar, pertumbuhan bisnis in force , pengalaman kematian yang baik di segmen dengan kekayaan bersih tinggi, pendapatan investasi yang lebih tinggi, serta biaya yang lebih rendah.

Zurich Life: Suku Bunga 4,75% Beri Kepastian Investasi Asuransi Jiwa (kontan.co.id, 24/02/2026)

Penetapan suku bunga acuran oleh Bank Indonesia (BI) di level 4,75% pada Februari 2026 disikapi positif oleh PT Zurich Topas Life (Zurich Life).Menurut Director Investment & Risk Management Zurich Life, Santy Gui keputusan ini dinilai sebagai langkah positif untuk mendukung ekonomi nasional dan stabilitas nilai rupiah di tengah ketidakpastian global.Sementara bagi industri asuransi sendiri, kebijakan ini bisa menjadi fondasi yang stabil untuk mengelola portofolio investasi, apalagi sebagian investasi Zurich Life juga dialokasikan kepada obligasi pemerintah."Lingkungan investasi yang stabil membantu Zurich Life mengelola portofolio dengan lebih terukur," ujarnya kepada Kontan, Senin (23/2/2026).

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Allianz Life Indonesia dan HSBC Indonesia Luncurkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund (jatim.tribunnews.com, 24/02/2026)

PTAsuransiAllianzLifeIndonesia bersama PT Bank HSBC Indonesia, baru baru ini resmi meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund, sub-dana pada produk asuransi jiwa unit link Allianz yang tersedia bagi nasabah HSBC. Peluncuran ini didukung oleh PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) sebagai pengelola investasi. Fund ini dirancang untuk membantu nasabah mengoptimalkan pertumbuhan jangka panjang dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD). Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund memberikan akses ke pasar saham global dengan pengelolaan profesional. Penempatan dana difokuskan pada perusahaan global berfundamental kuat dan memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. Selain peluang investasi global, fund ini juga bertujuan membangun nilai tunai dalam polis unit link, sehingga mendukung keberlanjutan perlindungan asuransi jangka panjang.

AstraZeneca-Prudential berupaya tingkatkan edukasi pasien kanker (antaranews.com, 24/02/2026)

AstraZeneca Indonesia dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bekerja sama meningkatkan pemahaman pasien kanker serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan yang tepat dan perencanaan kesehatan yang berkelanjutan."Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan literasi kesehatan hingga pemahaman mengenai perjalanan perawatan pasien," kata Presiden Direktur PT AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen untuk menjalankan berbagai inisiatif edukatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai kanker, berbagi pengetahuan ilmiah dan panduan medis terkini secara non-promosional, serta mendorong literasi keuangan khususnya terkait asuransi jiwa dan kesehatan.

BRI Life Luncurkan Logo Baru, Sutadi Tegaskan Transformasi dan Penguatan Brand (fixsnews.co.id, 24/02/2026)

PT Asuransi BRI Life resmi meluncurkan logo dan identitas visual baru pada 19 Februari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari rebranding strategis untuk memperkuat posisi merek dan menjawab dinamika industri asuransi jiwa yang terus berkembang.Direktur BRI Life, Sutadi, menegaskan perubahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan. Rebranding mencerminkan arah baru, semangat baru, dan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kebutuhan perlindungan asuransi jiwa di Indonesia.

Membumikan Asuransi Melalui Digitalisasi (Bisnis Indonesia, 25/02/2026)

Perlindungan finansial kerap baru terasa penting ketika risiko sudah di depan mata. Kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan tak terduga, atau peristiwa duka sering menjadi titik balik kesadaran.Padahal, dalam perencanaan keuangan yang sehat, asuransi idealnya menjadi fondasi, yakni lapisan pertama yang menjaga stabilitas sebelum berbicara tentang pertumbuhan aset.Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan biaya hidup, serta dinamika kesehatan yang sulit diprediksi, kebutuhan proteksi semakin relevan. Namun, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih relatif rendah.Membumikan Asuransi Melalui Digitalisasi Data OJK menunjukkan penetrasi industri asuransi pada 2025 berada di kisaran 2,724% terhadap PDB. Angka ini mencerminkan masih terbatasnya adopsi asuransi, sekaligus ruang pertumbuhan yang besar bagi industri.Di sisi lain, perilaku masyarakat berubah cepat. Aktivitas perbankan, investasi, hingga belanja harian kini bergeser ke kanal digital.

Hadapi Era AI dan Otomatisasi, Indonesia Re Perkuat Efisiensi Digital (swa.co.id, 24/02/2026)

Transformasi digital kian menjadi kebutuhan strategis bagi industri reasuransi nasional yang menghadapi tekanan risiko yang semakin kompleks, mulai dari volatilitas ekonomi hingga meningkatnya tuntutan efisiensi operasional.Menjawab tantangan tersebut, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (Indonesia Re) menegaskan komitmennya menjadikan digital efficiency sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis melalui penyelenggaraan IT Days 2026.Forum internal strategis ini mengangkat tema " Digital Efficiency: Building the Fundamental of Future Growth ", dengan tujuan menyelaraskan arah transformasi teknologi perusahaan sekaligus memperkuat integrasi inisiatif digital lintas fungsi.

Splash News - Kerjasama MNC Life & Bank DPD Papua (Sindonews TV, 24/02/2026)

MNC Live yang merupakan anak perusahaan PT-MNC Kapital Indonesia TBK desmi menjalin kerja sama strategis dengan PT bang pembangunan daerah Papua dalam penyediaan produk asuransi jawa kredit bagi nasabah bang BPD Papua Kerja sama ini mencakup perlindungan asuransi untuk berbagai fasilitas pembiayaan mulai dari kredit multiguna, kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, hingga kredit produktif Terima kasih kerana menonton! Pemat kerjasama ini nasabah akan mendapatkan pelindungan jiwa selama masa binjaman berlangsung sehingga risiko finansial yang timbul dapat ditanggung oleh perusahaan nasuransi Kerjasama Immensi Life dengan BTD Papua merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelindungan nasuransi jiwa kredit khususnya bagi masyarakat Papua dan sekitarnya sehingga nasabah dan keluarganya merasa lebih aman sekaligus mendukung kualitas mortofolio kredit perbankan yang berkelanjutan untuk di daerah Papua? Ban Papua mengenolah atau memberikan kredit kepada seluruh ASN yang ada di provinsi Papua dan pemekarannya yang 5 provinsi.

Strategi Indonesia Re Hadapi Percepatan Ekonomi Digital (medcom.id, 24/02/2026)

Perkembangan ekonomi digital dan percepatan otomatisasi mendorong transformasi besar di berbagai sektor industri, termasuk reasuransi. Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, tuntutan efisiensi, serta integrasi ekosistem digital lintas industri, perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan model bisnis berbasis data dan teknologi. Menjawab dinamika tersebut, Indonesia Re menegaskan komitmennya memperkuat strategi digitalisasi melalui penyelenggaraan IT Days 2026. Forum internal ini menjadi ruang konsolidasi arah transformasi teknologi perusahaan agar selaras dengan kebutuhan ekonomi digital yang menuntut kecepatan, transparansi, integrasi, dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data. 

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

AASI: Tak Ada Lagi Unit Syariah di Bawah Asuransi Konvensional mulai 2027 (bisnis.com, 24/02/2026)

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AAJI) menargetkan tidak ada lagi unit usaha  yang berada di bawah perusahaan konvensional mulai Januari 2027. Ketua Bidang Kanal Distribusi Asuransi Jiwa Syariah AASI Fauzi Arfan mengatakan semua unit usaha syariah harus telah menjadi perusahaan penuh (  ). Dia menegaskan bahwa proses  harus diselesaikan sebelum akhir 2026. "Jadi, pada tahun 2026 ini, di Desember ini,  itu dilakukan di seluruh unit syariah sehingga  Januari 2027 tidak ada lagi unit syariah di Indonesia," ujar Fauzi dalam Webinar Asuransi Syariah 2026, Selasa (24/2/2026).

OJK Warning! Spin-Off UUS Wajib Tuntas 2026 (wartaekonomi.co.id, 24/02/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catatkan industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (dapen) bukukan total aset Rp2.954,24 triliun per Desember 2025 atau meningkat 8,89% dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih rinci, dari total tersebut dana pensiun mendominasi dengan nilai Rp1.679,46 triliun. Di sisi lain, kontribusi asuransi syariah masih sekitar 5% dari total aset industri asuransi yang mencapai Rp1.201,96 triliun. Lalu, diketahui pula bahwa aset penjaminan Rp47,51 triliun, serta jasa penunjang Rp25,31 triliun.  Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menyampaikan bahwa hingga kini sudah terdapat 574 entitas di sektor tersebut, termasuk 26 entitas syariah.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Hidup Mandiri di Tengah Ketidakpastian yang Kian Panjang (kompas.com, 25/02/2026)

Kemandirian finansial kini menjadi ukuran utama hidup sejahtera masyarakat Indonesia di masa tua, bukan sekadar panjang usia. Pergeseran cara pandang itu terlihat dari Manulife Asia Care Survey (ACS) 2025 . Hasil survei tersebut menemukan bahwa hanya 6 persen responden yang menjadikan usia panjang sebagai prioritas utama.Sebanyak 56 persen responden lebih memilih memiliki kemandirian finansial serta kemampuan untuk tetap aktif, baik secara fisik maupun mental, tanpa harus membebani keluarga pada hari tua."Hidup lebih lama seharusnya memberi masyarakat lebih banyak pilihan, bukan justru mengurangi kemandirian. Tantangan terbesar saat ini bukan soal memperpanjang usia, melainkan tetap hidup mandiri di tengah ketidakpastian yang semakin kompleks," ujar Presiden Direktur Manulife Indonesia , Lauren Sulistiawati lewat keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

Tekanan Finansial Bikin Orang Indonesia Harus Tetap Bekerja Setelah Pensiun (hidupgaya.co, 24/02/2026)

Indonesia kini tengah menghadapi perubahan demografi, dengan sekitar 30,9 juta penduduk memasuki usia 60+ pada 2023 (11,1% dari total populasi) dan diproyeksikan meningkat ke angka 64,9 juta pada 2050 (20,5% dari populasi).Meskipun banyak orang yang terus bekerja di masa pensiun karena pilihan pribadi, banyak yang harus bekerja karena tekanan kebutuhan.Survei Sun Life yang bertajuk 'Membayangkan Kembali Pensiun: Kesenjangan Pensiun di Asia' menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun. Bagi sebagian orang hal ini mencerminkan keinginan akan fleksibilitas dan kesejahteraan.Responden menyebut rasa memiliki tujuan dan pemenuhan diri (48%), menjaga hubungan sosial (48%), dan stimulasi mental (36%) sebagai alasan untuk tetap bekerja.

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

16.819,56

IHSG

8.346,58

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

kontan.co.id, id.tradingview.com, kompas.com, investortrust.id, mediaasuransinews.co.id, asatunews.co.id, stabilitas.id, mureks.co.id, bisnis.com, Kontan, binomedia.id, jatim.tribunnews.com, id.investing.com, surabaya.tribunnews.com, wartaekonomi.co.id, industry.co.id, kabarindo.com, moneter.id, antaranews.com, mediaindonesia.com, fixsnews.co.id, Bisnis Indonesia, karawangbekasi.disway.id, swa.co.id, Sindonews TV, GTV, medcom.id, dan hidupgaya.co.

DOWNLOAD PDF