AAJI Daily News - 30 Maret 2026


Senin, 30 Maret 2025                                                                                                                            

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

36

8

2

Online

Print

Electronic

44

1

3

ISSUES

  • Tentang AAJI: 5 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 20 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 1 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 2 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 4 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 14 Total News

TENTANG AAJI

Aturan Baru RBC Asuransi, AAJI Ungkap Tingkatkan Transparansi Asuransi (id.investing.com, 27/03/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut kebijakan aturan baru risk-based capital (RBC) atau new RBC yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi kondisi keuangan perusahaan asuransi di Indonesia dapat memperkuat kepercayaan publik.Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan bahwa penerapan aturan tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif antara pelaku industri dan regulator. AAJI bersama Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kantor akuntan publik (KAP) terus melakukan koordinasi untuk memastikan implementasi berjalan optimal."Dengan RBC yang baru ini, tentunya tujuan dari OJK adalah menampilkan kondisi keuangan yang lebih transparan dan lebih merefleksikan kondisi yang sebenarnya," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/3/2026).

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Belanja TI Asuransi Tumbuh Pesat, Bank Tertinggal (wartaekonomi.co.id, 27/03/2026)

Laporan Celent , perusahaan di bawah GlobalData , menyebut anggaran teknologi informasi (TI) pada sektor asuransi jiwa dan kesehatan diperkirakan tumbuh 13,8%, sementara asuransi properti dan kecelakaan naik 12,9%. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri keuangan yang hanya berada di kisaran 7%. Mengutip InsuranceAsia pada Jumat (27/3/2026), industri asuransi global diproyeksikan mencatat lonjakan belanja TI pada 2026, bahkan melampaui sektor keuangan lainnya, seiring pergeseran strategi perusahaan dari tahap uji coba menuju implementasi penuh teknologi digital.  Analis Celent menyebut lonjakan tersebut didorong oleh perubahan pendekatan perusahaan asuransi dalam mengadopsi teknologi.

Kata Great Eastern Saat Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Naik 103,1% pada 2025 (bisnis.com, 27/03/2026)

PT Great Eastern Life Indonesia mengungkapkan tiga faktor yang membuat hasil investasi di industri asuransi jiwa tumbuh 103,1% ( year on year /YoY) menjadi Rp47,32 triliun sepanjang 2025.Finance Director Great Eastern Life Indonesia Hana menuturkan faktor pertama adalah kenaikan kinerja pasar saham. Menilik data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG meningkat sekitar 22,1% sepanjang 2025."Ini mendorong kenaikan nilai portofolio investasi perusahaan asuransi yang banyak ditempatkan pada saham dan reksadana saham," tuturnya kepada Bisnis , Jumat (27/3/2026).Hana meneruskan, faktor kedua adalah komposisi investasi industri yang turut memperkuat dampak tersebut. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Statistik Perasuransian OJK menunjukkan  portofolio investasi perusahaan asuransi jiwa sebagian besar ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN), saham, dan reksadana.Oleh sebab itu, dia menilai bahwa pergerakan positif pasar keuangan langsung meningkatkan hasil investasi.

Ketika Unitlink Kehilangan Daya Tarik (Stabilitas, 27/03/2026)

Industri asuransi jiwa menghadapi ujian tata kelola dan risiko bisnis ketika produk yang dikaitkan dengan investas mengalami penurunan. Unitlink seharusnya tidak lagi diposisikan sebagai produk semata, melainkan solusi keuangan. Industri asuransi jiwa Indonesia memasuki fase transisi penting. Produk unitlink atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) yang selama lebih dari satu dekade menjadi motor utama pertumbuhan premi, kini menunjukkan gejala perlambatan struktural. Di tengah penguatan perlindungan konsumen, meningkatnya literasi risiko, serta dinamika pasar keuangan yang lebih volatil, preferensi nasabah mulai bergeser ke produk asuransi tradisional yang menawarkan kepastian manfaat.Perubahan ini tidak serta-merta menandai kegagalan uritlink.

OJK Pede Perusahaan Asuransi 'Kecipratan' Cuan saat Pemerintah Kucurkan Insentif untuk Industri Galangan Kapal (mediaasuransinews.co.id, 27/03/2026)

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menggelontorkan insentif untuk industri galangan kapal. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan efek tersendiri terhadap kinerja industri asuransi agar terus tumbuh berkelanjutan di tahun ini.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menjelaskan rencana pemberian insentif bagi industri galangan kapal berpotensi memberikan sentimen positif bagi ekosistem maritim, termasuk bagi industri asuransi."Peningkatan aktivitas pembangunan maupun perawatan kapal dapat membuka peluang bagi pengembangan berbagai produk asuransi yang terkait dengan sektor tersebut," kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.

OJK: Volatilitas IHSG Berpotensi Tekan Kinerja Investasi Saham Asuransi (kontan.co.id, 27/03/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan dan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal tahun 2026 berpotensi memengaruhi kinerja investasi industri asuransi, khususnya pada instrumen saham. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, perusahaan asuransi cenderung melakukan penyesuaian portofolio investasi secara lebih hati-hati. "Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, perusahaan asuransi umumnya melakukan penyesuaian portofolio investasi secara hati-hati untuk menjaga profil risiko dan kesesuaian dengan kewajiban jangka panjang," tulis Ogi dalam jawaban tertulis PPDP RDK OJK, beberapa waktu lalu.

Premi Asuransi Jiwa 2026 Diproyeksi Mandek, Ini Penyebabnya (wartaekonomi.co.id, 29/03/2026)

Industri asuransi jiwa di Indonesia diproyeksikan mengalami stagnasi premi pada 2026 setelah mencatat penurunan sebesar 2% pada sembilan bulan pertama 2025. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya penjualan produk  unit link  di tengah proses redesain produk dan volatilitas pasar. Mengutip laporan  Fitch Ratings  dalam  APAC Insurance Outlook 2026  yang dilansir Insurance Asia, perlambatan tersebut terjadi seiring pergeseran preferensi nasabah serta tantangan pasar yang belum mereda. Produk  unit link  yang sebelumnya menjadi kontributor utama premi kini mulai kehilangan momentum pertumbuhan. "Namun, produk tradisional yang mencakup sekitar 63% dari total premi mencatat pertumbuhan 7% pada semester pertama 2025, didukung meningkatnya kesadaran akan perlindungan medis," tulis Fitch dalam laporannya, Minggu (29/3/2026).

Strategi Investasi Great Eastern Life, SBN Pilihan Utama (bisnis.com, 27/03/2026)

PT Great Eastern Life Indonesia membeberkan strategi perusahaan dengan mengandalkan instrumen yang relatif konservatif yakni sekitar 80% dialokasikan ke Surat Berharga Negara (SBN).  Finance Director Great Eastern Life Indonesia Hana menyebut selain SBN, pihaknya juga menempatkan investasi pada deposito berjangka, saham, obligasi korporasi, dan reksadana.

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

PFI Mega Life dan Antavaya Hadirkan Aplikasi dan Situs Web Antavaya (mediaasuransinews.co.id, 29/03/2026)

Antavaya dan PFI Mega Life (perusahaan gabungan antara Prudential Financial Inc dan CT Corporation) bersama-sama mengumumkan kerja sama penyediaan asuransi perlindungan kecelakaan yang tersedia khusus bagi pelanggan Antavaya. Perlindungan ini dapat diperoleh melalui pembelian Flight, Hotel, dan Group Tour melalui aplikasi maupun situs web Antavaya.| Sejak didirikan, PFI Mega Life berkomitmen untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia di berbagai segmen dengan menyediakan solusi perlindungan dan investasi berbasis kebutuhan yang terjangkau.  Dalam kolaborasi ini, PFI Mega Life dan Antavaya menghadirkan program asuransi kecelakaan dengan premi bulanan yang terjangkau bagi pelanggan Antavaya beserta keluarga.

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

Dugaan Penggelapan Dana Asuransi, Polda NTT Panggil Pelapor untuk Klarifikasi Kedua (investigasi.news, 29/03/2026)

Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur kembali memanggil Markus Allung, pelapor dalam kasus dugaan penggelapan dana asuransi, untuk menjalani klarifikasi kedua.Pemanggilan itu tertuang dalam surat bernomor B/850/III/RES.1.11./2026/Ditreskrimum tertanggal 20 Maret 2026. Surat ditandatangani Ps. Kasubdit I/Kamneg Kompol Edy atas nama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT.Dalam surat tersebut, penyelidik Subdit I/Kamneg menyebut tengah mendalami laporan Markus Allung terkait dugaan penggelapan dana asuransi yang turut menyeret nama perusahaan PT Prudential Life Assurance di Kupang.Kasus ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan Dewan Pimpinan Lembaga Pengawas Penyelenggara Triaspolitika Republik Indonesia (LP2TRI) pada 16 September 2025.

Para Nasabah Desak OJK Selesaikan Gagal Bayar Wanaartha (dutanusantaramerdeka.com, 29/03/2026)

Para Nasabah korban gagal bayar Asuransi Wanaartha Life kembali mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menuntaskan pengembalian dana polis yang tertahan selama enam tahun. Harapan ini menguat seiring pelantikan jajaran Dewan Komisioner OJK yang baru.

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

OJK Sebut Implementasi QR Code Agen Asuransi Berjalan Baik (kontan.co.id, 29/03/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan launching database agen asuransi pada 30 Juni 2025, sehingga mengharuskan setiap agen asuransi perlu mendapatkan registrasi dari OJK. Seiring dengan adanya database agen asuransi, masyarakat juga bisa melakukan verifikasi legalisasi agen melalui QR Code secara langsung. Alhasil, hanya agen yang tersertifikasi dan terdaftar di OJK yang bisa memasarkan produk asuransi. Mengenai kebijakan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan implementasi kebijakan itu berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Ogi menjelaskan hingga saat ini tidak terdapat kendala yang signifikan dalam pengimplementasian kebijakan tersebut. 

Big Stories Of The Week - Program Penjaminan Polis Segera Aktif Nasabah Asuransi Makin Terlindungi (CNBC INDONESIA, 29/03/2026)

Cita-cita Indonesia untuk memiliki program penjaminan polis asuransi akhirnya bakal segera terwujud. Beresulam 12 tahun setelah disakit yang undang-undang nomor 40 tahun 2014 tentang perasuransian yang menamanatkan agar pusat di sektor perasuransian untuk melikuti program penjaminan polis asuransi. Ini regulatorita naerpun optimistis kalau program ini dapat dipacepat untuk harir pada 2020-2020. Membaga penjamin simpanan atau LPS pun telah terpilih untuk bertugas menjalankan program tersebut Hal ini juga sejalan dengan kepentuhan India Tour dalam Omnibus Law di Sektor Tuangan Yakti undang-undang pengembangan dan penguatan Sektor Tuangan over 4 tahun 2023 Yang mengamatkan LPS untuk menjalankan program tersebut.

Regulasi Baru PAYDI Bikin Nasabah Beralih ke Produk Tradisional, Ini Kata Allianz Indonesia (mediaasuransinews.co.id, 27/03/2026)

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au tidak menampik dengan adanya regulasi terbaru terkait Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang lebih dikenal sebagai unitlink akan membuat pergeseran minat dari masyarakat.Dengan adanya regulasi terbaru dari PAYDI, tanpa diragukan lagi pasar sedikit bergeser ke produk tradisional, kata Cheang Khai Au, dikutip dari wawancarannya dari salah satu TV swasta, Jumat, 27 Maret 2026.Hal itu, lanjutnya, karena regulasi dari regulator jasa keuangan Tanah Air mulai menerapkan proses penjualan yang lebih ketat, transparansi yang lebih tinggi, serta informasi yang lebih lengkap kepada nasabah. Terkadang, ia menjelaskan, nasabah merasa kurang nyaman dengan proses penjualan yang lebih panjang.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Perkuat Integritas dan Ketenangan Jiwa, AIA Bersama DT Peduli Gelar Kajian Manajemen Qolbu (kompasiana.com, 30/03/2026)

Di tengah dinamika industri  asuransi  yang menuntut produktivitas dan profesionalisme tinggi, PT AIA FINANCIAL (AIA) berkomitmen untuk tetap menjaga kesejahteraan mental serta spiritual para karyawannya. Hal ini diwujudkan melalui gelaran  kajian  spesial bersama DT Peduli bertema "Manajemen Qolbu dalam Dunia Kerja" yang menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai narasumber utama di kantor pusat AIA, Jakarta, Senin (2/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran manajemen serta ratusan  karyawan  AIA yang antusias menyimak rahasia menata hati di tengah kesibukan profesional. Aa Gym menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam karier tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kebersihan hati (Manajemen Qolbu).

Mau Punya Usaha Usai Lebaran tapi Terbentur Modal? Ini Tipsnya (liputan6.com, 28/03/2026)

Sebagian orang mungkin memiliki keinginan memiliki usaha sendiri usai Lebaran 2026. Lewat usaha baru ini diharapkan bisa lebih banyak meraup cuan setelah melewati bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.Namun, keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan yaitu modal. Begitu mulai menghitung biaya sewa tempat, stok barang, promosi, hingga risiko rugi di awal, banyak orang akhirnya menahan langkah. Di tengah kondisi tersebut, dunia kerja justru bergerak semakin dinamis. Pilihan karier kini tidak lagi terpaku pada jalur konvensional, jam kerja kaku, atau struktur organisasi.Mereka mencari fleksibilitas sekaligus peluang untuk bertumbuh. Salah satu kisah yang menggambarkan pola pikir ini datang dari Agency Builder di Prudential Syariah, Raka Rosadi Putra.

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

16.991,00

IHSG

7.070,40

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

kompasiana.com, id.investing.com, wartaekonomi.co.id, indonesiakini.id, Pas FM, investigasi.news, bisnis.com, iuwashtangguh.or.id, koranpangkep.co.id, beritajejakfakta.id, haloindonesia.co.id, Stabilitas, mediaasuransinews.co.id, kontan.co.id, id.tradingview.com, dutanusantaramerdeka.com, monitorindonesia.com, investortrust.id, klikinvestor.com, CNBC INDONESIA, liputan6.com, medcom.id, mediaindonesia.com, makassar.tribunnews.com, jabar.tribunnews.com, jatim.tribunnews.com, jatim.antaranews.com, akurat.co, radarbandung.id, surabayapagi.com, kabarmakassar.com, dan businessasia.co.id.

DOWNLOAD PDF