AAJI Daily News - 8 Mei 2026


Jumat, 08 Mei 2026                                                                                                                             

FM-CC-AAJI-006-00         

 

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

71

0

2

Online

Print

Electronic

71

2

0

 

ISSUES

  • Tentang AAJI: 19 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 44 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 2 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 7 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 1 Total News

 

TENTANG AAJI

AAJI Perluas Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Program InsureTell: Storytelling (beritasatu.com, 07/05/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar kegiatan "InsureTell: Storytelling" di TK AL-Hurriyah Terogong, Jakarta. Kegiatan ini,  untuk meningkatkan minat baca dan edukasi literasi keuangan sejak dini. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Literasi Publik AAJI Library, yang berada di bawah naungan Center of Excellence (CoE) AAJI sebagai pusat pengelolaan pengetahuan industri asuransi jiwa."AAJI sangat mengapresiasi kerja sama dan minat para siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini. Mengusung konsep storytelling yang ringan, memungkinkan anak memahami konsep dasar kehidupan secara intuitif tanpa harus berhadapan dengan istilah-istilah teknis yang kompleks. Program InsureTell diharapkan dapat menjadi upaya literasi yang berkelanjutan dan berdampak luas,." ungkap Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin di Jakarta, Kamis (7/5).

AAJI Dorong Industri Perkuat Ketahanan Siber-Risiko Geopolitik (infobanknews.com, 07/05/2026)

Saat ini industri asuransi menghadapi spektrum risiko yang semakin luas, mulai dari bencana alam, mortalitas, ancaman siber, tantangan kesehatan, serta kesiapan dana pensiun. Demikian dikatakan Deputi Komisioner Pengawas, Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila. Bagi industri asuransi jiwa, menurut Iwan, perkembangan risiko tersebut tidak hanya berdampak pada sisi aset melalui penurunan valuasi dan fluktuasi hasil investasi, tetapi juga pada sisi liabilitas akibat perubahan asumsi aktuaria dan perilaku nasabah. Selain itu, kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi nilai kewajiban jangka panjang, sementara tekanan ekonomi dapat mendorong peningkatan lapse dan surrender, kata Iwan dikutip 7 Mei 2026. Di sisi lain, lanjut Iwan tren kenaikan biaya medis serta perubahan pola morbiditas turut meningkatkan eksposur risiko asuransi. Menurut Iwan, best practices bagi para Chief Risk Officer (CRO) dalam industri bukan sekadar konsep, tetapi memastikan kecukupan modal untuk menyerap risiko, membangun disiplin dalam mengenali dan mengelola risiko secara terukur, serta memperkuat tata kelola melalui komite yang berjalan efektif. OJK juga memandang regulasi bukan sekadar aturan, melainkan pedoman yang mendorong perusahaan asuransi untuk menjadi lebih baik dan berdaya saing, ucap Iwan. Sementara, Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Robbi Yanuar Walid, menambahkan, seiring dengan meningkatnya kompleksitas risiko di industri asuransi jiwa, terutama akibat percepatan transformasi digital, tantangan pengelolaan data, serta ancaman siber, risiko-risiko tersebut menjadi semakin krusial dan perlu diantisipasi secara terstruktur.

 

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Gunakan Pendekatan Investasi Disiplin, Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp43,7 Triliun di 2025 (mediaasuransinews.co.id, 07/05/2026)

Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, perekonomian domestik tetap menunjukkan ketahanan. Kondisi itu didukung konsumsi yang mulai stabil, inflasi yang terjaga, serta peran investor domestik yang semakin dominan dalam menopang pasar modal.Adapun sepanjang 2025, dinamika ekonomi dan pasar di Indonesia memasuki fase yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penguatan struktur pasar ini tercermin pada kinerja saham dan obligasi yang solid, seiring membaiknya likuiditas dan arah kebijakan moneter yang semakin akomodatif.Dalam konteks tersebut, Allianz Indonesia menjaga konsistensi pengelolaan dana melalui pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sekaligus mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi prospek 2026 yang tetap menjanjikan namun memerlukan kehati-hatian lebih tinggi.Di tengah dinamika, Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp43,7 triliun termasuk dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz yang bertumbuh 9,8 persen secara YoY berdasarkan laporan keuangan perusahaan 2025.Sepanjang tahun, Allianz Indonesia mengelola aset pada 49 jenis unitlink fund. Tiga fund dengan dana kelolaan tertinggi sepanjang 2025 adalah Smartlink Equity (Rp 5,8 triliun), Smartlink Fixed Income (Rp 1,7 triliun), dan Smartlink Balanced (Rp 1,4 triliun).

Berbagai Kendala Ekonomi yang Berpotensi Menekan Kinerja Laba Allianz Life di 2026 (iuwashtangguh.or.id, 08/05/2026)

Industri asuransi jiwa di Indonesia menghadapi dinamika yang cukup menantang sepanjang tahun 2026. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) secara terbuka memetakan berbagai faktor eksternal yang berpotensi memberikan tekanan pada perolehan laba hingga penutupan tahun buku.Kondisi ekonomi global yang tidak menentu menjadi sorotan utama bagi manajemen dalam menjaga stabilitas keuangan. Langkah antisipasi pun mulai disiapkan agar performa perusahaan tetap berada di jalur yang positif di tengah berbagai ketidakpastian pasar.Perusahaan asuransi besar seperti Allianz Life tidak terlepas dari pengaruh makro ekonomi yang sangat fluktuatif. Terdapat beberapa faktor krusial yang saat ini sedang dipantau ketat oleh jajaran direksi untuk memastikan profitabilitas tetap terjaga.Inflasi medis menjadi salah satu beban yang cukup signifikan bagi industri asuransi jiwa dan kesehatan. Kenaikan biaya rumah sakit dan harga obat-obatan secara otomatis meningkatkan rasio klaim yang harus dibayarkan perusahaan kepada nasabah.Selain itu, volatilitas ekonomi global menciptakan efek domino terhadap instrumen investasi yang dikelola Perusahaan

Allianz Life Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Perolehan Laba hingga Akhir Tahun (kontan.co.id, 08/05/2026)

PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa mempengaruhi perolehan laba hingga akhir tahun ini. Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke mengatakan, sehumlah tantangan yang bisa mempengaruhi laba tahun ini anatra lain inflasi medis dan volatilitas ekonomi global. Selain itu, dinamika daya beli nasabah juga turut menjadi perhatian perusahaan. "Perusahaan juga terus memantau perilaku dan daya beli nasabah yang dinamis," katanya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).  Gert menerangkan dengan pendekatan manajemen risiko yang disiplin dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, Allianz Life optimistis dapat menjaga kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Gert mengungkapkan Allianz Life akan menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja laba hingga akhir tahun ini. Dia menyampaikan Allianz Life akan tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan memperkuat inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan penetrasi melalui seluruh kanal distribusi.

BRI Life Bayar Klaim Rp 1,17 Triliun, Rasio Klaim Lebih Rendah dari Industri (kompas.com, 07/05/2026)

PT Asuransi Jiwa BRI Life melaporkan pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp 1,17 triliun pada kuartal I-2026. Nilai tersebut turun 2,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,20 triliun. Direktur Operasional  BRI Life  Andrew Bain mengatakan, penurunan klaim dan manfaat menjadi sinyal positif terhadap kesehatan bisnis perusahaan.  Kondisi tersebut juga mencerminkan pengelolaan seleksi risiko yang lebih ketat dan efektif, sekaligus menjaga kualitas portofolio nasabah tetap sehat sepanjang periode berjalan. "Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026). Andrew menambahkan, rasio klaim dan manfaat pada kuartal I-2026 yang tetap terjaga dan lebih rendah dibanding industri  asuransi  jiwa nasional menjadi cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah. Penurunan klaim secara tahunan sebesar 2,4 persen juga disebut tidak lepas dari strategi underwriting yang disiplin serta pengelolaan portofolio yang lebih selektif.

Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029 (keuangansyariah.mysharing.co, 07/05/2026)

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memilih dan menetapkan Fauzi Arfan sebagai Ketua Umum periode 20262029 dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Tahun 2026. Ia menggantikan Rudy Kamdani yang telah menyelesaikan masa baktinya untuk periode 2023-2026.Pemilihan Ketua Umum AASI diikuti oleh tiga kandidat, yakni At Yaltha (PT Asuransi Jasindo Syariah), Fauzi Arfan (PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah), dan Yurivanno Gani (PT Asuransi Takaful Keluarga). Berdasarkan hasil pemungutan suara yang diikuti oleh 44 perusahaan anggota, Fauzi Arfan berhasil unggul.Dalam sambutan perdananya, Fauzi Arfan menyampaikan, " Kami akan membangun fondasi yang lebih kuat melalui konsolidasi organisasi, memperkuat sinergi antar anggota, serta menyiapkan Peta Jalan menuju kemandirian industri asuransi syariah ." Ia juga menegaskan kembali visinya untuk menjadikan AASI sebagai asosiasi yang mandiri, dengan memajukan Anggota sehingga berdaya saing, dan menjadi motor pertumbuhan industri yang profesional serta berdampak luas.

Laba Allianz Life melonjak signifikan per Maret 2026, ini faktor pendorongnya (msn.com, 07/05/2026)

PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba pada awal tahun ini.Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di situs resmi, Allianz Life membukukan perolehan laba setelah pajak sebesar Rp 751,46 miliar per Maret 2026, atau tumbuh 273,77% secara year on year (YoY).Mengenai hal itu, Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke mengatakan peningkatan laba tersebut salah satunya didorong oleh penurunan liabilitas asuransi sebagai dampak dari kenaikan suku bunga."Dampak tersebut kemudian diimbangi oleh penurunan nilai pasar yang belum direalisasi dari aset investasi, seperti tercatat di pendapatan komprehensif lain," katanya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).Selain itu, Gert menjelaskan pertumbuhan laba juga didukung oleh kinerja bisnis berkelanjutan dan berkualitas tinggi, serta disiplin yang konsisten dalam pengelolaan biaya operasional.

Mandiri Inhealth Catat Laba Bersih 82 Persen YoY (Berita Kota Makassar, 08/05/2026)

Sebagai perusahaan asuransi kesehatan pilihan utama dan tepercaya di Indonesia, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) pada kuartal 1 (O1) tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif.Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp82,8 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp45,4 miliar.Dengan demikian, laba bersih perusahaan tumbuh sebesar 82 persen secara year-on-year (YoY), mencerminkan fundamental bisnis yang Semakin kuat.Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh sirategi bisnis yang terukur, termasuk optimalisasi portofolio, peningkatan kualitas underwriting, serta pengelolaan risiko yang disiplin.Selain itu, Mandiri Inhealih juga terus mendorong inovasi layanan dan produk guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis, Dalam perannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Inhealth, Marihot H Tambunan, menunjukkan kepemimpinan strategis melalui penguatan bisnis dan operasional, serta fokus pada kebutuhan Peserta.

Menakar Keberlanjutan Asuransi Kesehatan di Tengah Tekanan Inflasi Biaya Medis (merdeka.com, 07/05/2026)

Sistem asuransi kesehatan masih dihadapkan pada tantangan utama, yakni terus meningkatnya biaya pelayanan kesehatan. Sistem  asuransi  kesehatan memegang peranan krusial dalam memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus menjaga keberlangsungan pembiayaan sektor kesehatan. Di Indonesia, sistem ini dirancang untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan mengedepankan prinsip keadilan dan keberlanjutan. Namun dalam praktiknya, sistem asuransi kesehatan masih dihadapkan pada tantangan utama, yakni terus meningkatnya biaya pelayanan kesehatan. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, POJK Nomor 36 Tahun 2025 diterbitkan sebagai langkah memperkuat ekosistem asuransi kesehatan. Perusahaan asuransi, fasilitas layanan kesehatan, hingga regulator didorong untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap perlindungan finansial yang memadai. Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat menyebut, kenaikan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketergantungan pada impor bahan baku obat hingga perkembangan teknologi medis. Jika tidak dikelola secara kolektif, kondisi ini berisiko mengganggu keberlanjutan sistem asuransi kesehatan. Hal ini Beliau sampaikan dalam Webinar Insurenation yang digagas oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Re.

OJK Apresiasi Peran IFG Life dalam Memulihkan Kepercayaan Publik terhadap Asuransi (swa.co.id, 07/05/2026)

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, terus menjalankan...PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, terus menjalankan penguatan bisnis secara bertahap melalui penerapan tata kelola yang prudent dan berkelanjutan. Perkembangan tersebut dinilai turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara lebih luas.Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Soemarjono, menilai pencapaian IFG Life menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis asuransi karena produk yang ditawarkan pada dasarnya adalah perlindungan atas risiko yang belum terjadi."Industri asuransi itu unik, yaitu menjual sesuatu yang tidak terlihat hari ini, untuk sesuatu yang belum terjadi, kepada orang yang tidak ingin itu terjadi. Orang membayar premi, dan di situlah keunikan industri asuransi jiwa," ujarnya.Soemarjono menekankan bahwa IFG Life maupun perusahaan asuransi lainnya perlu terus menjaga tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, ketika kepercayaan masyarakat terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi terhadap industri secara keseluruhan.Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan publik terhadap IFG Life dan industri asuransi secara umum akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Dengan industri asuransi yang sehat, masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang optimal ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan.

 

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

Abaikan Aanmaning Ketua PN Manado, Advokat Ajukan Sita Eksekusi Saham PT MSIG Life di BEI dan Minta Pemblokiran Efek di KSEI: Dijamin UU Pasar Modal! (manadopost.jawapos.com, 08/05/2026)

Advokat Dr. Grubert T Ughude, S.H., M.H, kuasa hukum para Penggugat, mengajukan permohonan sita eksekusi saham milik PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk., di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta permintaan pemblokiran rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Langkah hukum itu dilakukan karena PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk., selaku Tergugat I, disebut belum melaksanakan kewajibannya sebagaimana amar putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1327 PK/Pdt/2025 dan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1407 PK/Pdt/2025, meskipun telah diberikan aanmaning atau teguran oleh Ketua Pengadilan Negeri Manado."Atas tindakan PT MSIG Life Insurance Indonesia, Tbk.,/Tergugat I yang tidak mengindahkan aanmaning dari Ketua Pengadilan Negeri Manado untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1327 PK/Pdt/2025 dan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1407 PK/Pdt/2025, kami telah mengajukan permohonan sita eksekusi saham pada Bursa Efek Indonesia dan pemblokiran efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia," kata Grubert.

Polda Malut Tahap II Dugaan Kasus Defalkasi Asuransi Jiwa Milik PT Sun Life Indonesia (habartimur.com, 07/05/2026)

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam kasus dugaan penggelapan dana (defalkasi) asuransi jiwa milik PT Sun Life Indonesia ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ternate, Rabu (6/5/2026).Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan seorang agen asuransi berinisial E.A sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam penggelapan dana milik nasabah.Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari salah satu nasabah yang mengaku dananya ditarik ke rekening Bank Muamalat tanpa sepengetahuan dan persetujuannya. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik hingga menetapkan tersangka.Tersangka dijerat dengan Pasal 486 dan/atau Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang KUHP serta Pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Kombes Pol I Gede Putu Widyana, saat dikonfirmasi membenarkan proses pelimpahan tahap dua tersebut.

 

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Poin-Poin Penting yang Jadi Sorotan Dalam Pembenahan Aturan Unit Link (bisnis.com, 07/05/2026)

Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi ( PAYDI ) atau unit link dinilai masih memerlukan penyempurnaan aturan, terutama untuk mengurangi hambatan dalam implementasi di lapangan.Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan penyempurnaan ketentuan terkait PAYDI, khususnya pada aspek pemasaran, dengan tetap mengedepankan pelindungan kepentingan pemegang polis.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan langkah itu bertujuan untuk memastikan pemasaran produk dilakukan secara lebih transparan."Sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah," ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Maret 2026, dikutip pada Rabu (6/5/2026).Dikatakan Ogi, saat ini pengaturan PAYDI masih mengacu pada SEOJK 5/2022. Namun, OJK memandang pengaturan itu perlu ditingkatkan ke dalam Peraturan OJK atau POJK, supaya memiliki landasan yang lebih kuat dan bersifat strategis.Adapun, lanjutnya, substansi yang diatur mencakup antara lain aspek pemasaran serta penyesuaian pengelolaan aset dan liabilitas."Sehingga selaras dengan ketentuan pengelolaan aset-liabilitas pada perusahaan asuransi dan reasuransi," tegasnya.Di sisi lain, dia turut membeberkan sejak Januari 2026, produk unit link atau PAYDI masih menunjukkan tren positif meskipun di tengah ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik.Sebab itu, OJK menilai kondisi ini mencerminkan minat masyarakat terhadap produk berbasis investasi tetap terjaga, khususnya untuk perencanaan jangka panjang.

OJK Siapkan Skema New RBC, Perhitungan Modal Asuransi Dirombak (fortuneidn.com, 07/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan akan memperkenalkan skema baru dalam perhitungan Risk Based Capital (RBC) guna memperkuat kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi nasional.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono , mengatakan OJK tngah menyusun Peraturan OJK (POJK) terkait perhitungan solvabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi sebagai bagian dari penyesuaian kerangka ketentuan solvensi, di mana struktur modal akan diklasifikasikan berdasarkan Tier 1 dan Tier 2."Ke depan New RBC akan memperkenalkan struktur permodalan available capital yang berbasis Tier 1 atau modal intu, dan Tier 2 atau modal tambahan dengan penekatan yang lebih risk-sensitive dan forward-looking," ujar Ogi dalam alam konferensi pers daring RDK OJK April 2026, Selasa (5/5).Adapun, pembaruan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengadopsi standar internasional yakni IFRS17 atau PSAK117 mengenai kontrak asuransi, serta insurance capital standards (ICS) dari IAIS."Sekaligus melakukan kalibrasi ulang faktor risiko agar lebih sesuai dengan kondisi pasar domestik," ungkapnya.

 

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

AFI Berbagi Fokus Keberlanjutan Lewat Aksi Bersih Pantai Pulau Damar (jakarta.suaramerdeka.com, 07/05/2026)

AXA Financial Indonesia  (AFI) kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui program AFI Berbagi yang diakhiri dengan kegiatan Beach Clean-Up di  Pulau Damar  , Kepulauan Seribu, bersama Langit Biru Pertiwi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung agenda lingkungan global sekaligus memperkuat kontribusi sosial di wilayah pesisir Indonesia. Program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan global AXA Group yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu pencegahan dampak perubahan iklim dan perlindungan biodiversitas, peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, serta mitigasi risiko yang berdampak pada kehidupan manusia. Rangkaian kegiatan AFI Berbagi berlangsung sejak September hingga Mei 2026 dengan berbagai aktivitas, mulai dari  aksi bersih pantai  di Pantai Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang, pemeriksaan kesehatan warga pesisir, edukasi literasi keuangan, hingga penutup berupa kegiatan pembersihan di Pulau Damar. Program ini dirancang untuk memberikan dampak  berkelanjutan  baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Berdasarkan temuan lapangan yang dihimpun Langit Biru Pertiwi, mayoritas sampah di wilayah pesisir didominasi oleh plastik sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman, dan kemasan makanan.

 

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

17.162,45

IHSG

7.545,90

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

beritasatu.com, mediaasuransinews.co.id, topbusiness.id, theiconomics.com, stabilitas.id, businessasia.co.id, jakrev.com, bisnistoday.co.id, jakarta365.net, infobanknews.com, fortuneidn.com, industry.co.id, porosjakarta.com, benang.id, megapolitanpos.com, financialreview.id, wartaterkini.news, sahabatrakyat.com, jakarta.suaramerdeka.com, iuwashtangguh.or.id, bisnismarket.com, desakarangbendo.id, jabaronline.com, beritajejakfakta.id, kontan.co.id, id.tradingview.com, readers.id, kompas.com, sindonews.com, suara.com, investor.id, bisnis.com, viva.co.id, metrotvnews.com, rctiplus.com, merdeka.com, jpnn.com, mediaindonesia.com, bisnisupdate.com, id.alongwalker.co, paradapos.com, parapat.id, keuangansyariah.mysharing.co, msn.com, Berita Kota Makassar, suarapubliknews.net, Radar Karawang, swa.co.id, pasardana.id, seremonia.id, keuangannews.id, bisnisasia.co.id, katafoto.id, manadopost.jawapos.com, habartimur.com, qoo10.co.id, infonasional.com, koranpangkep.co.id, dan haloindonesia.co.id.

DOWNLOAD PDF