AAJI Daily News - 24 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
63 |
9 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
68 |
3 |
1 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 1 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 45 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 14 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 12 Total News
TENTANG AAJI
Power Lunch - AAJI Ungkap Rapor Kinerja Q1-2026 Industri Asuransi Jiwa (CNBC INDONESIA, 23/06/2026)
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari hingga Maret 2026 terpantau positif. Di tengah dinamika ekonomi, industri mencatat pertumbuhan positif baik dari sisi premi maupun jumlah tertanggung. Premi bisnis baru tumbuh 5% menjadi Rp27,90 triliun, sementara jumlah tertanggung naik 20,9% menjadi 118,28 juta orang. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa dan kepercayaan yang tetap terjaga terhadap industri. Di sisi pendapatan, industri membukukan total Rp47,63 triliun, sedangkan klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp38,73 triliun.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Demam Berdarah Dengue (DBD), demam tifoid, dan tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa penyakit tropis masih menjadi isu kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat secara berkelanjutan. Berdasarkan data tersebut, pada 2024, Indonesia menempati posisi kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia dengan jumlah kasus mencapai 1,06 juta kasus per tahun. Indonesia juga mencatat 210.644 kasus DBD dengan 1.239 kematian, sementara demam tifoid masih menyebabkan puluhan ribu kasus setiap tahunnya. Tingginya kasus penyakit tropis di Indonesia juga terlihat dalam data klaim kesehatan Allianz Indonesia. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 1.686 klaim terkait DBD dengan nilai klaim lebih dari Rp21,5 miliar, dan 1.534 klaim demam tifoid dengan nilai klaim mencapai lebih dari Rp14,5 miliar, serta 815 klaim TBC dengan nilai klaim mencapai lebih dari Rp5,4 miliar.
PT FWD Insurance Indonesia menunjuk Andri Hasian sebagai direktur kepatuhan untuk memperkuat fungsi tata kelola dan kepatuhan perusahaan. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi perusahaan di tengah dinamika industri asuransi yang terus berkembang. Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan perusahaan terus memperkuat kapabilitas organisasi, terutama pada aspek tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko guna menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. "Seiring dengan dinamika industri dan kebutuhan untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi nasabah, FWD Insurance memperkuat struktur dan kapabilitas organisasinya, khususnya pada fungsi tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko," kata Jeffrey dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyampaikan ada sejumlah faktor yang memengaruhi pertimbangan nasabah dalam menentukan pembayaran premi asuransi pada tahun 2026 ini. Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan salah satu faktornya, yaitu tingkat pendapatan, prioritas keuangan rumah tangga, kondisi perekonomian, dan kebutuhan terhadap pentingnya asuransi. Selain itu, Listianawati menyebut dinamika ekonomi juga turut memengaruhi karena dapat berdampak terhadap daya beli dan prioritas pengeluaran masyarakat. "Di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan risiko," ujarnya kepada Kontan, Senin (22/6).
Kenaikan BI Rate 5,75% Bisa Berdampak ke Industri Asuransi (liputan6.com, 23/06/2026)
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75% dinilai dapat memengaruhi strategi investasi industri asuransi, terutama pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang. "Kenaikan BI Rate pada prinsipnya dapat memengaruhi strategi investasi industri asuransi, khususnya pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam jawaban tertulisnya, Selasa (23/6/2026). Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak kenaikan suku bunga tersebut tidak dapat dilihat secara parsial karena terdapat berbagai faktor lain yang turut menentukan kinerja investasi. Ia menjelaskan, kondisi pasar keuangan, pergerakan harga aset, hingga karakteristik portofolio masing-masing perusahaan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil investasi industri asuransi hingga akhir tahun.
OJK Buka Suara Soal Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri Asuransi (bloombergtechnoz.com, 23/06/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir turut mempengaruhi kinerja industri asuransi. "Pelemahan nilai tukar rupiah pada prinsipnya dapat memengaruhi beberapa lini usaha asuransi, khususnya yang memiliki eksposur terhadap aset, proyek, atau nilai pertanggungan yang terkait dengan mata uang asing," kata Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, dikutip Selasa (23/6/2026). Meski demikian, Ogi menyebut bahwa hingga saat ini industri asuransi masih mampu mengelola risiko tersebut dengan baik melalui penerapan manajemen risiko yang memadai, pengaturan retensi yang prudent, serta dukungan program reasuransi yang sesuai.Sebagai informasi, OJK mencatat kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Maret 2026 mencapai Rp88,36 triliun, atau tumbuh 0,74% secara yoy, terdiri dari premi asuransi jiwa yang turun 0,14% yoy dengan nilai sebesar Rp47,12 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh sebesar 1,77% yoy dengan nilai sebesar Rp41,24 triliun.
Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 3,28% YoY, Premi Tunggal Jadi Penopang Utama (kontan.co.id, 23/06/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan premi industri asuransi jiwa hingga April 2026 masih ditopang oleh kinerja premi tunggal yang tumbuh lebih kuat dibandingkan premi reguler. Berdasarkan data OJK, total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 62,58 triliun per April 2026 atau tumbuh 3,28% secara tahunan (year on year/YoY). Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan capaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk asuransi jiwa masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi. "Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk asuransi jiwa masih terjaga, dengan tren premi tunggal yang relatif lebih kuat dibandingkan premi reguler," ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis OJK, Selasa (23/6/2026).
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026 (sindonews.com, 23/06/2026)
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meraih pencapaian sebagai pemenang Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Online-Offline Community Engagement. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kampanye pemasaran terintegrasi Bulan Ramadan 2026 berjudul "Festival 1.000 Berkah Ramadan 2026" yang menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara nyata bagi komunitas maupun masyarakat. Pencapaian ini semakin mempertegas posisi sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia berdasarkan pangsa pasar Annualized Premium Equivalent (APE). Sekaligus peringkat Nomor 1 dalam hal Brand Preference 2 dan kepercayaan peserta berdasarkan rekomendasi (rNPS). Hal ini menjadi bukti kepemimpinan bukan hanya unggul dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga konsisten membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang relevan, inklusif, dan berdampak. Chief Customer Marketing Officer, Vivin Arbianti Gautama mengatakan, pencapaian ini merupakan pengakuan bahwa masa depan brand syariah dibangun melalui keterlibatan yang bermakna, bukan hanya dari komunikasi satu arah.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menggelar Workshop Fit and Proper Test Persiapan Proses Spin-Off bagi perusahaan anggotanya. Seperti diketahui, regulator memberi target penyelesaian perusahaan asuransi syariah sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2023 pada akhir tahun nanti. Workshop yang diselenggarakan di Jakarta pada 19 Juni 2026 tersebut merupakan agenda perdana AASI dan diikuti 51 peserta dari 11 perusahaan anggota. Para peserta terdiri atas calon direksi, calon komisaris, calon kepala audit internal, calon aktuaris, serta calon pemegang saham pengendali yang akan mengikuti fit and proper test di hadapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari proses perizinan.
Tidak lagi sekadar mengurusi tabungan di bank, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersiap memperluas jaring pengamannya. LPS kini sedang menggodok skema besar untuk melidungi dana pemegang polis asuransi. Merancang sistem perlindungan yang matang, LPS gencar melakukan studi banding ke sejumlah negara. Salah satu contoh sukses yang dilirik adalah Korea Selatan. Pasca beroperasinya program penjaminan, indeks kepercayaan nasabah asuransi melonjak tajam. Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S Hidayat menjelaskan, mayoritas negara yang dikaji menerapkan perlindungan menyeluruh. Mencakup produk asuransi jiwa sekaligus asuransi umum. Selain itu, model kelembagaan yang dibentuk biasanya terbagi menjadi dua tipe. Di antaranya, paybox atau sekadar menjadi kasir pembayar klaim saat perusahaan bangkrut. Kemudian risk minimizer atau memiliki mandat luas untuk memitigasi risiko sebelum krisis terjadi. Indonesia sendiri diarahkan untuk mengadopsi fungsi yang kedua.
KAMPANYE EDUKASi DAN LITERASI KEUANGAN
CSR Edu-Aksi Literasi Keuangan Avrist Life di TBM Lentera Pustaka Bogor (kumparan.com, 23/06/2026)
Sebagai aksi nyata tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility), Avrist Assurance menggelar program CSR bertajuk "Avrist Edu-Aksi: Learn Today, Lead Tomorrow" di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor (23/6/2026). Selain memberi motivasi akan pentingnya membaca buku, aksi CSR Avrist Assurance ditandai dengan edukasi literasi keuangan, games interaktif, penyerahan bantuan tablet untuk sarana belajar literasi digital, dan bingkisan belajar untuk 100 anak usia sekolah yang menjadi pembaca aktif. Kiprah CSR Avrist Assurance dihadiri oleh Aldi Rinaldi (Direktur Avrist Assurance), Ita Novianty (Head of Avrist Academy & Product Strategy), Vici (MarkComm), dan 15 tim volunteer CSR yang diterima langsung oleh Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka dan para relawan TBM. Hal ini sekaligus menjadi bukti kepedulian sosial Avrist Assurance terhadap gerakan literasi, pendidikan anak, dan pentingnya literasi keuangan sejak dini.
Hasil studi Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 menunjukkan bahwa hanya 14 persen masyarakat Indonesia yang saat ini merasa sangat aman secara finansial (financially secure). Meskipun begitu, studi kolaborasi antara Sun Life Asia dan GenPop pada April 2026 ini juga membawa kabar positif. Secara umum, indeks ketahanan finansial masyarakat Indonesia menunjukkan tren penguatan. Hal ini tampak dari proporsi individu dengan tingkat ketahanan finansial tinggi, naik dari 30 persen pada 2025 menjadi 34 persen pada tahun ini.Ada tiga faktor utama yang masih mengganjal rasa aman finansial jangka panjang masyarakat Indonesia. Yakni tekanan biaya hidup, beban tanggung jawab finansial terhadap keluarga besar (sandwich generation), serta ketidaksiapan menghadapi inflasi yang berkelanjutan. Untuk menyiasati lonjakan biaya hidup, masyarakat terpaksa melakukan penyesuaian anggaran belanja sehari-hari.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
17.938,35 |
|
IHSG |
6.002,20 |
|
BI Rate |
5.75 % |
Sumber Media:
CNBC INDONESIA, kumparan.com, rctiplus.com, mediaindonesia.com, idxchannel.com, olenka.id, mediaasuransinews.co.id, majalahict.com, youngster.id, dki.pikiran-rakyat.com, arahdestinasi.com, okezone.com, Kontan, medcom.id, wartaekonomi.co.id, industry.co.id, kabarnusantara.id, moneter.id, mediakompeten.co.id, pojokpapua.id, viv.co.id, kontan.co.id, readers.id, akses.co.id, batuahnews.id, liputan6.com, merdeka.com, bloombergtechnoz.com, asatunews.co.id, beritajejakfakta.id, sultramedia.id, investortrust.id, koranmanado.co.id, sindonews.com, hargo.co.id, sulutnews.com, editorialindonesia.id, sonaindonesia.com, bisnis.com, infonasional.com, suarakarya.id, topbusiness.id, stabilitas.id, bisnistoday.co.id, lombokpost.jawapos.com, Lombok Post, Radar Lombok, dan. pawartajatim.com.
