AAJI Daily News - 2 Juni 2026


Selasa, 02 Juni 2026                                                                                                                              

FM-CC-AAJI-006-00          

 

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

184

3

0

Online

Print

Electronic

174

10

3

 

ISSUES

  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 84 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 5 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 48 Total News

 

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

AASI Catat Investasi Sukuk Asuransi Syariah Naik Dua Kali Lipat (koranpangkep.co.id, 01/06/2026)

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) melaporkan penempatan dana investasi perusahaan asuransi syariah masih didominasi oleh instrumen sukuk pada Senin (1/6/2026). Tren positif ini didorong oleh pencarian instrumen yang memiliki fundamental kuat serta profil risiko stabil.Peningkatan alokasi dana pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tercatat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seperti dilansir dari Finansial. Nilai investasi tersebut melonjak dari sekitar Rp6,26 triliun pada kuartal I/2022 menjadi Rp13,16 triliun pada kuartal I/2026."Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asuransi syariah semakin memperkuat penempatan investasi pada instrumen yang mampu menjaga stabilitas portofolio di tengah dinamika pasar global," kata Fauzi Arfan, Ketua Umum AASI.Menurut Fauzi, industri saat ini semakin adaptif dalam mengelola portofolio investasi mereka. Perusahaan cenderung menaikkan porsi instrumen pendapatan tetap (fixed income) syariah yang lebih stabil dan berjangka panjang demi menjaga kualitas aset, likuiditas, serta kesehatan keuangan

Inflasi Medis Melonjak, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Kesehatan Jangka Panjang (infobanknews.com, 29/05/2026)

Inflasi medis yang terus melonjak menjadi salah satu faktor utama meningkatnya biaya layanan kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.Kondisi ini membuat masyarakat kian cermat dalam mempersiapkan perlindungan kesehatan jangka panjang agar stabilitas finansial tetap terjaga.Kenaikan biaya medis di Indonesia bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen. Artinya, biaya kesehatan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan ekonomi rata-rata masyarakat.Fenomena ini pun memicu kekhawatiran masyarakat terkait keberlanjutan perlindungan kesehatan yang dimiliki, utamanya di tengah risiko penyakit dan biaya perawatan yang terus meningkat setiap tahun. Dari sisi industri asuransi, kenaikan biaya medis yang utamanya disebabkan oleh inflasi medis turut mendorong terjadinya penyesuaian biaya perlindungan kesehatan.Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan manfaat perlindungan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan nasabah di tengah inflasi medis yang terus meningkat."Di tengah inflasi medis yang terus meningkat, Allianz berkomitmen membantu masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi. Kami juga senantiasa mengimbau nasabah untuk rutin meninjau manfaat perlindungan yang dimiliki agar dapat terus mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal," ujar Cheang Khai Au, Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Allianz Life Nilai Volatilitas Pasar Modal Dapat Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham (kontan.co.id, 01/06/2026)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan volatilitas yang tinggi sejauh ini. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) menilai volatilitas pasar modal dapat memengaruhi kinerja return unitlink berbasis saham, karena pergerakan nilainya sangat bergantung pada harga saham di pasar. "Dalam kondisi pasar yang bergejolak, harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) cenderung mengalami fluktuasi yang lebih besar," ucap Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti kepada Kontan, Senin (1/6/2026). Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Made menerangkan Allianz Life tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan portofolio yang terdiversifikasi dan berbasis fundamental. Dia bilang pengelolaan investasi juga dilakukan secara dinamis dan adaptif terhadap kondisi pasar, dengan tetap memperhatikan profil risiko masing-masing fund. "Hal itu dilakukan guna menjaga stabilitas hasil investasi dalam jangka menengah hingga panjang," ungkap Made. Secara keseluruhan, Made memperkirakan pasar modal masih menghadapi berbagai tantangan hingga akhir tahun. Dia menjelaskan tantangan tekanan global, seperti ketegangan geopolitik, berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan tekanan inflasi, serta menjaga volatilitas pasar modal tetap tinggi.

Bos Allianz Life Indonesia Sebut Ekonomi AS Masih Belum Stabil (mediaasuransinews.co.id, 31/05/2026)

Allianz Life Indonesia menyatakan pasar saham Amerika Serikat (AS) telah mengalami pemulihan yang cukup signifikan setelah penurunan tajam yang terjadi usai 'Liberation Day'. Hal itu terungkap berdasarkan pandangan dari Allianz Global Investor dalam Outlook 2026: Navigate new pathways."Namun demikian, indikator ekonomi fundamental menunjukkan bahwa kondisi perekonomian masih berada dalam situasi yang relatif belum stabil," kata Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia Alexander Grenz dikutip dari pernyataannya, Minggu, 31 Mei 2026.| | Ia menambahkan seiring dengan potensi kenaikan inflasi akibat dampak berkelanjutan dari penerapan tarif yang tinggi, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang cenderung moderat, Amerika Serikat menghadapi risiko stagflasi menjelang 2026."Di sisi kebijakan moneter, meskipun Federal Reserve diperkirakan melanjutkan siklus penurunan suku bunga, namun kekhawatiran mengenai meningkatnya tekanan politik terhadap independensi pengambilan keputusan kebijakan moneter tetap berpotensi menekan kepercayaan pasar," ucapnya.

Ancaman PHK Mengintai, OJK Waspadai Tekanan pada Asuransi Jiwa Kredit (investortrust.id, 29/05/2026)

OJK menilai gelombang PHK dapat berdampak pada kualitas aset dan pertumbuhan premi asuransi, termasuk risiko polis lapse karena masyarakat mengurangi pengeluaran untuk asuransi.  Tekanan ekonomi akibat PHK dapat meningkatkan risiko gagal bayar debitur pada asuransi kredit, yang berpotensi menaikkan rasio klaim dan menekan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi.  Langkah mitigasi yang disarankan meliputi penguatan underwriting, penyesuaian premi berbasis risiko, skema risk sharing dengan bank, serta integrasi data perbankan dan asuransi untuk memantau risiko lebih dini.JAKARTA, investortrust.id  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi."Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur," ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).

Hasil Investasi Asuransi Syariah Merosot Jadi Negatif Rp 121 Miliar (babelinsight.id, 29/05/2026)

Kinerja hasil investasi industri asuransi syariah di Indonesia mengalami tekanan signifikan hingga mencatatkan angka negatif sebesar Rp 121,84 miliar per Maret 2026 akibat gejolak pasar keuangan global dan domestik, dilansir dari Keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pembalikan performa yang tajam dibandingkan bulan sebelumnya, mengingat pada Februari 2026 hasil investasi industri tersebut masih membukukan surplus senilai Rp 545,24 miliar. Di tengah tekanan industri, PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) justru mencatatkan pertumbuhan hasil investasi lebih dari 15% secara tahunan dengan nilai mencapai Rp 62,96 miliar per Maret 2026. Peningkatan hasil investasi juga didukung oleh kenaikan premi Zurich Syariah, yang mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan, kata Hilman kepada Kontan, Kamis (28/5/2026). Pengelolaan portofolio yang strategis dinilai menjadi penopang kinerja Zurich Syariah, di mana instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) masih mendominasi aset karena menawarkan stabilitas dan imbal hasil menarik yang sesuai dengan liabilitas jangka panjang.

Ini 10 Produk Unitlink Saham Berbasis Dolar AS dengan Return Tertinggi per April 2026 (kontan.co.id, 01/06/2026)

Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), mayoritas produk unitlink saham berbasis Dolar Amerika Serikat (AS) atau US$ mencatatkan kinerja positif per April 2026. Jika dirinci menjadi 10 besar secara ytd, Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD menjadi produk unitlink saham berbasis Dolar AS yang mencatatkan imbal hasil atau return tertinggi per April 2026. Produk milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia tersebut memberikan return 53,59%. Pada posisi kedua, ditempati produk dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah, yaitu Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific Syariah - USD, yang mencatatkan return sebesar 35,60% per April 2026. Posisi ketiga ada produk milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$, dengan imbal hasil sebesar 28,96% per April 2026. 

Manulife Bukukan Laba Rp 1,28 T di 2025 (Jawa Pos, 01/06/2026)

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025. Perusahaan asuransi tersebut membukukan laba setelah pajaksebesar Rp 1,28 triliun atau tumbuh 161,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Kinerjapositifitu ditopangpertumbuhan pendapatan jasa asuransi dan peningkatan hasil investasi di tengah kondisi pasaryang masih menantang. Presiden Direktur dan CEO ManulifeIndonesia Lauren Sulistiawatimengatakan, pendapatanjasa asuransiperusahaan sepanjang 2025 mencapai Rp 3,97 triliun.Selain itu, pendapatan investasi, termasuk dari produk asuransi yangdikaitkandengan investasi (PAYDI), mencapai Rp 5,09 triliun. "Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikanpendapatanjasaasuransisertapeningkatan pendapatan investasi, termasuk produk PAYDI? ujarnya kemarin (31/5).Lar OSS" Tahun 2025 bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia. Kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat. Lauren Sulistiawati Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Sepanjang 2025, total aset Manulife Indonesia tercatat mencapaiRp 66,17 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi bersihsebesar Rp 299,77 miliar.

MNC Insurance Grup Kembali Mencatatkan Prestasi Membangakan (Trijaya FM, 31/05/2026)

MNC Insurance Business Group kembali mencatatkan prestasi membanggakan di industri asuransi nasional. Kali ini MNC Insurance Group meraih menghargain dalam ajang 15 Infobank Instantia Digital Brand Awards 2026. MNC Insurance Business Group kembali mencatatkan prestasi membanggakan di industri asuransi nasional. Melalui penghargaan yang diraih oleh PT MNC Live asuransi atau MNC Live dan PT asuransi Indonesia atau MNC Insurance dalam ajang 15 Infobank eCentia Digital Brand Appreciation 2026 dalam ajang ini MNC Life berhasil meraih 2 penghargaan yaitu the most reputable life insurance CEO in digital brand 2026 dan the best life insurance 2026 dengan akuitas dibawah 250 miliar rupiah untuk kategori corporate brand. MNC Insurance turut meraih penghargaan the best general insurance insurans 2026 dengan ekuita 100 miliar rupiah hingga dibawah 250 miliar rupiah untuk kategori corporate brand. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi tetapi bagaimana MNC Life dan MNC Insurance mampu membangun kepercayaan dan koneksi yang kuat dengan masyarakat.

OJK Antisipasi Potensi Tekanan Produk Asuransi Jiwa Kredit - beritayang.com (beritayang.com, 29/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengantisipasi potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK). Hal itu menyusul terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor.Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi. Fenomena ini patut menjadi perhatian industri asuransi."Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/5/2026).Ogi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.Pada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.

Bancassurance Topang 40% Premi, Bagaimana Industri Asuransi Jiwa Jaga Momentumnya? (bisnis.com, 29/05/2026)

Kanal bancassurance masih menjadi tulang punggung pendapatan premi di industri asuransi jiwa .Bancassurance adalah kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi kepada nasabah bank.Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyampaikan pada posisi Maret 2026, kontribusi bancassurance mencapai 40,4% dari total premi industri asuransi jiwa. Sementara itu, kanal keagenan berkontribusi sebesar 17,6%."Hal ini menunjukkan bahwa bancassurance masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan premi industri dalam beberapa tahun terakhir," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Kamis (28/5/2026).Menurutnya, hal itu dikarenakan adanya dukungan jaringan distribusi yang luas di perbankan dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan.Oleh karena itu, OJK menilai kanal bancassurance dan keagenan ke depannya akan tetap terus berkembang. Hal ini seiring dengan meningkatnya literasi keuangan, transformasi digital, dan pengembangan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah. "Namun demikian, industri juga perlu terus memperhatikan aspek tata kelola, perlindungan konsumen, dan kualitas pemasaran agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Ogi.

Premi Bruto FWD Naik 33% (Kontan, 02/06/2026)

PT FWD Insurance Indonesia mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp 506,60 miliar per April 2026, atau naik 33,479 secara tahunan. Untuk mengoptimalkan kinerja, perseroan ini berfokus pada tiga kanal distribusi.Chief Human Resources and Marketing Officer FWD Insurance Rudy Manik mengatakan, melalui ketiga kanal tersebut, pihaknya bisa melakukan penetrasi ke tingkat ekonomi masyarakat Indonesia yang bervariasi. "Ketiga kanal tersebut juga bisa menjawab dari sisi kebutuhan atau level #ncome dari masyarakat," kata Rudy.

Prudential Nilai Volatilitas Pasar Modal Bisa Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham (kontan.co.id, 01/06/2026)

Tingginya volatilitas pasar keuangan masih membayangi kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut turut berdampak pada kinerja unitlink berbasis saham yang masih mencatatkan tekanan hingga April 2026.  Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan, gejolak pasar yang dipicu berbagai sentimen global maupun domestik memang memengaruhi pergerakan aset investasi, mulai dari saham, obligasi hingga nilai tukar rupiah. "Peningkatan volatilitas pasar modal yang dipicu oleh sentimen global maupun domestik memang dapat menyebabkan fluktuasi jangka pendek di pasar saham, obligasi, maupun nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja investasi, termasuk unitlink berbasis saham," ujar Adit kepada Kontan.co.id, Senin (1/6/2026). Menurutnya, kinerja unitlink tidak dapat dilepaskan dari dinamika pasar karena produk tersebut mengandung risiko investasi yang mengikuti pergerakan instrumen keuangan yang menjadi portofolionya.

Sukuk Masih Jadi primadona Investasi Industri Asuransi Syariah (bisnis.com, 01/06/2026)

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai saat ini sukuk masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan asuransi syariah dalam menempatkan dana investasinya.Ketua Umum AASI Fauzi Arfan mengatakan khususnya instrumen Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN ) ataupun sukuk korporasi yang memiliki fundamental kuat dan profil risiko yang relatif stabil.Menurutnya, hal itu tercermin dari tren investasi industri dalam beberapa tahun terakhir, yang mana alokasi dana pada SBSN terus meningkat cukup signifikan, dari sekitar Rp6,26 triliun pada kuartal I/2022 menjadi sekitar Rp13,16 triliun pada kuartal I/2026."Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asuransi syariah semakin memperkuat penempatan investasi pada instrumen yang mampu menjaga stabilitas portofolio di tengah dinamika pasar global," ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Senin (1/6/2026).

Tugu Reasuransi (Tugure) Waspadai Tekanan Geopolitik pada Reasuransi Energi (kontan.co.id, 29/05/2026)

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyebut sentimen geopolitik global dan fluktuasi harga minyak mulai mengubah lanskap bisnis reasuransi energi, khususnya pada segmen energi  onshore  dan  offshore  . Corporate Secretary Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), Eko Susanto mengatakan, lini bisnis energi masih menunjukkan prospek yang cukup baik di tengah dinamika global. Hal itu ditopang oleh aktivitas sektor migas, petrokimia, pembangkit listrik, hingga proyek energi strategis nasional yang masih berjalan. Menurut dia, kebutuhan proteksi pada sektor energi tetap tinggi, baik untuk aset produksi, distribusi, maupun infrastruktur energi nasional. "Lini bisnis energi hingga saat ini masih menjadi salah satu segmen penting dalam portofolio reasuransi perseroan," ujar Eko kepada Kontan, Jumat (29/5/2026). Kendati demikian, Eko mengatakan pasar reasuransi global kini tengah menerapkan seleksi risiko yang lebih ketat. Pengetatan terlihat dari sisi  terms and conditions  maupun klausul pada risiko kompleks seperti  Floating Production Storage and Offloading  (FPSO).

Zurich Life Antisipasi Faktor Ekonomi Global yang Memengaruhi Unitlink (readers.id, 02/06/2026)

PT Zurich Topas Life mengantisipasi sejumlah faktor eksternal dan domestik yang berpotensi memengaruhi kinerja unitlink pada Senin (1/6/2026) di Jakarta. Langkah ini diambil di tengah fluktuasi pasar keuangan yang berdampak pada imbal hasil produk asuransi berbalut investasi tersebut.Penegasan mengenai kewaspadaan terhadap ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan suku bunga, serta eskalasi tensi geopolitik disampaikan oleh Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui, seperti dilansir dari Keuangan. "Adapun tensi geopolitik yang berkepanjangan, berpotensi memperpanjang ketidakpastian dan memicu volatilitas di pasar keuangan dan perekonomian global. Pada akhirnya, tercermin pada kinerja investasi , termasuk unitlink," kata Santy Gui, Director Investment and Risk Management Zurich Life.Perusahaan asuransi ini merespons tantangan pasar dengan memperkuat tata kelola investasi serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Penyesuaian strategi pengelolaan dana juga dilakukan agar tetap selaras dengan profil risiko tiap-tiap jenis unitlink.

Gejolak Pasar Bikin Hasil Investasi Asuransi Syariah Tertekan Negatif Rp 121,8 Miliar (kontan.co.id, 29/05/2026)

Kinerja hasil investasi industri asuransi syariah mengalami tekanan pada kuartal I-2026 seiring gejolak pasar keuangan global dan domestik yang masih berlangsung. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi industri asuransi syariah tercatat negatif Rp 121,84 miliar per Maret 2026. Padahal pada Februari 2026, hasil investasi industri masih surplus Rp 545,24 miliar.Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengatakan hasil investasi perusahaan tumbuh lebih dari 15% secara tahunan per Maret 2026. Melansir laporan keuangan perusahaan, hasil investasi Zurich Syariah tercatat mencapai Rp 62,96 miliar."Peningkatan hasil investasi juga didukung oleh kenaikan premi Zurich Syariah, yang mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan, kata Hilman kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).Selain itu, pengelolaan portofolio investasi yang strategis turut menopang kinerja investasi perusahaan di tengah fluktuasi pasar. Hilman bilang, pengelolaan investasi Zurich Syariah sejauh ini masih relatif terjaga dengan baik.

 

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Komitmen BRI Life Hadirkan Inovasi Sesuai Kebutuhan dan Preferensi Nasabah (merdeka.com, 29/05/2026)

Perusahaan menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan finansial (financial resilience) yang kuat, guna memastikan perlindungan jangka panjang. Asuransi  BRI Life (BRI Life) terus menghadirkan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi nasabah. Selain itu, perusahaan menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan finansial (financial resilience) yang kuat, guna memastikan perlindungan jangka panjang bagi pemegang polis. Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming mengatakan, melalui penguatan modal yang kokoh dan perluasan ekosistem proteksi digital yang terintegrasi dengan induk usaha, Bank BRI, pihaknya optimistis BRI Life akan terus melangkah maju. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan produk asuransi kesehatan maupun jiwa yang relevan, transparan, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Chet Ming.

Perkuat Pelayanan Nasabah, Generali Indonesia Relokasi Generali Center Surabaya (sindonews.com, 30/05/2026)

Direksi Generali Indonesia, Rebecca Tan selaku President Director and CEO (kiri) bersama Jutany Japit selaku Director and Chief Agency Officer saat meresmikan lokasi baru Generali Center Surabaya Jumat ( 29/5) di Surabaya, Jawa Timur. Relokasi kantor ini merupakan upaya Generali Indonesia untuk memperkuat kualitas layanan dan memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada para nasabah.

Prudential Dorong Transformasi Asuransi Kesehatan Berbasis AI (kontan.co.id, 29/05/2026)

Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan mulai mengubah berbagai industri, termasuk kesehatan dan asuransi. Di tengah meningkatnya biaya dan kompleksitas layanan kesehatan, AI dipandang mampu membantu memberikan layanan yang lebih cepat, personal, dan terintegrasi, serta mendukung pengambilan keputusan kesehatan dan finansial secara lebih proaktif. Di Indonesia, masih banyak tantangan dalam akses layanan kesehatan. Studi Economist Impact yang didukung Prudential menunjukkan 55% pasien kesulitan memilih layanan kesehatan yang tepat, menghadapi waktu tunggu lama, proses pembayaran rumit, dan kekhawatiran biaya sehingga menunda pengobatan. Selain itu, 55% responden merasa kurang informasi untuk mengambil keputusan medis, dan hampir 40% sudah mulai menggunakan platform digital termasuk AI untuk mencari panduan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan akan layanan kesehatan dan perlindungan yang lebih mudah diakses, personal, dan proaktif. Karena itu, Prudential Indonesia melihat AI sebagai bagian penting dalam transformasi layanan yang lebih berpusat pada kebutuhan nasabah.

Dorong Kepedulian Sosial dan Literasi Finansial (Kedaulatan Rakyat, 29/05/2026)

PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life) berkolaborasi dengan LazisMU turut meramaikan perhelatan Jogja Financial Festival 2026, 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema Kolaborasi Kebaikan: Bantu Orang Biasa jadi Luar Biasa program ini mendapat sambutan antusias pengunjung. "Menggabungkan semangat kepedulian sosial, literasi finansial dan pengembangan masyarakat melalui pendekatan yang lebih relevan dan interaktif papar SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life, Alexander Mahendrawan kepada KR, Senin (25/5).Kolaborasi itu sebagai kelanjutan sebelumnya, diantaranya dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bantuan pendidikan, dukungan pengembangan UMKM, sertifikasi halal hingga berbagai program sosial lainnya yang sejalan dengan pilar keberlanjutan perusahaan, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan hidup dan sosial kemanusiaan.

 

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Allianz Syariah-Lazismu bagikan 1.000 paket daging kurban Idul Adha (antaranews.com, 29/05/2026)

PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) menyalurkan 1.000 paket daging kurban Idul Adha 1447 Hijriah kepada masyarakat dengan menggandeng Lazismu sebagai mitra penyalur.Kolaborasi dengan lembaga zakat Muhammadiyah tersebut dilakukan agar dapat menjangkau penerima dengan tepat sasaran, khususnya di wilayah-wilayah terdampak bencana dan kelompok masyarakat yang membutuhkan."Idul Adha mengajarkan bahwa setiap amanah yang dititipkan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama," ucap Direktur Utama Allianz Syariah Elmie A. Najas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.Ia menuturkan, pihaknya mempercayakan Lazismu sebagai mitra penyalur karena memiliki jangkauan distribusi dan pengalaman luas dalam mengelola program sosial dan keagamaan yang menyentuh masyarakat secara langsung."Melalui kolaborasi bersama Lazismu, Allianz Syariah ingin menjadikan momentum ini sebagai wujud nyata semangat berbagi kebaikan penuh keyakinan, agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana dan mereka yang membutuhkan," lanjutnya.

Siapkan Masa Depan Finansial, Allianz Ungkap Manfaat Asuransi Jiwa Tradisional (mediaasuransinews.co.id, 01/06/2026)

Asuransi jiwa tradisional juga dikenal dengan sebutan asuransi jiwa murni. Disebut murni karena produk ini secara umum menawarkan manfaat\asuransi yang utama, yaitu berupa UP jiwa agar terlindungi dari risiko finansial apabila tertanggung meninggal dunia.Saat tertanggung wafat, maka penerima manfaat, atau umumnya keluarga yang bergantung secara finansial, bisa melanjutkan hidup berbekal UP jiwa tersebut. Asuransi jiwa murni juga tidak mengandung manfaat investasi seperti asuransi jiwa unit link .Selain tipe asuransi jiwa tradisional whole life , ada juga tipe asuransi jiwa tradisional berjangka ( term life ) yang memberikan perlindungan selama masa asuransi lebih singkat.| Melihat kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Allianz Indonesia membagikan sejumlah tips untuk memaksimalkan manfaat asuransi jiwa tradisional. Edukasi ini bertujuan membantu masyarakat memahami pentingnya perlindungan yang sesuai kebutuhan, sehingga dapat memberikan rasa aman dan kepastian finansial bagi keluarga di masa depan, dikutip dari laman resmi Allianz, Senin, 1 Juni 2026.

Sambut Idul Adha 1447 H, Astra Life Syariah Bagikan Tips Cerdas Atur Keuangan Haji dan Qurban (beritainn.com, 30/05/2026)

Sambut Idul Adha 1447 H, Astra Life Syariah membagikan empat tips keuangan untuk membantu masyarakat mengatur prioritas antara ibadah haji dan kurban.Momentum ini menjadi penting karena keduanya membutuhkan kesiapan finansial yang matang dan terencana. Di tengah kenaikan harga hewan kurban serta biaya perjalanan haji, perencanaan yang disiplin menjadi kunci.Melalui Tips Keuangan Idul Adha Astra Life, masyarakat diharapkan lebih siap menjalankan ibadah tanpa mengganggu kebutuhan keluarga. Langkah ini juga relevan bagi keluarga modern saat ini.Berdasarkan data terbaru, harga hewan qurban naik sekitar sepuluh hingga lima belas persen menjelang Idul Adha tahun ini. Sementara itu, biaya haji tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 54,19 juta dengan masa tunggu yang relatif panjang.Kondisi ini menuntut pengelolaan finansial Idul Adha 1447 H yang lebih cermat dan terarah. Widyaningsih dari Astra Life Syariah menekankan pentingnya menempatkan haji sebagai prioritas utama bagi yang mampu.Namun, kurban tetap perlu dipersiapkan secara konsisten setiap tahun agar tujuan ibadah terjaga baik.

BRI Insurance Tebar Promo Spesial di Event BRI Consumer Expo 2026 di JICC (klikwarta.com, 31/05/2026)

BRI Insurance berpartisipasi dalam BRI Consumer Expo 2026 yang berlangsung pada 2224 Mei 2026 di JICC Jakarta dengan menghadirkan berbagai promo, edukasi, dan layanan konsultasi asuransi bagi pengunjung. Melalui kehadiran ini, BRI Insurance ingin memperluas literasi serta akses perlindungan asuransi yang mudah, praktis, dan terintegrasi dengan kebutuhan finansial masyarakat melalui sinergi bersama BRI Group.Jakarta  BRI Insurance turut hadir meramaikan BRI Consumer Expo 2026 yang diselenggarakan pada 2224 Mei 2026 di Jakarta International Convention Centera (JICC), Jakarta. Kehadiran ini menjadi bagian dari komitmen BRI Insurance sebagai perusahaan asuransi umum terpercaya dalam menghadirkan solusi perlindungan yang mudah diakses, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.CEO BRI Insurance, Budi Legowo menyampaikan bahwa partisipasi BRI Insurance dalam BRI Consumer Expo 2026 bukan hanya menghadirkan promo semata, tetapi juga menjadi langkah strategis perusahaan untuk semakin mendekatkan literasi dan layanan perlindungan kepada masyarakat.

Ketika Pelajar Ingatkan Masyarakat agar Cukup Minum Air Putih, Turunkan Risiko Dehidrasi (disway.id, 31/05/2026)

Berulang kali kita mengetahui pentingnya minum air putih secara rutin dan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.Namun kini giliran siswa yang mengingatkan kita untuk cukup minum air putih guna mengurangi risiko dehidrasi.Karena itu, PT AIA FINANCIAL (AIA) memberikan apresiasi kepada dua sekolah terbaik nasional dalam ajang kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools 2026, yaitu SDN Cipedak 01 sebagai pemenang kategori Sekolah Dasar(SD) dan SMPIL Kapten Fatubaa sebagai pemenang kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP).Kedua sekolah tersebut selanjutnya akan mewakili Indonesia dalam kompetisi regional AIA Healthiest Schools di Bangkok pada Juli 2026, bersama sekolah-sekolah dari berbagai negara di Asia Pasifik tempat AIA beroperasi.Pada kategori Sekolah Dasar, SDN Cipedak 01 Jakarta terpilih sebagai pemenang melalui proyek GEMARIPAH SEGAR atau"Gerakan Minum Air Putih Aah Segar".Program ini lahir dari temuan tingginya risiko dehidrasi pada siswa akibat rendahnya kesadaran konsumsi air putih secara rutin.Melalui berbagai inisiatif seperti jadwal minum serentak, kartu pemantauan hidrasi, lomba poster edukasi, hingga Duta Hidrasi Cilik, SDN Cipedak 01 berhasil membangun budaya hidrasi harian yang melibatkan seluruh warga sekolah.

IFG Bersama Anggota Holding Salurkan 219 Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah (espos.id, 30/05/2026)

Indonesia Financial Group ( IFG ) bersama anggota holding menyalurkan sebanyak 219 hewan kurban, terdiri dari 108 ekor sapi dan 111 ekor kambing/domba, kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H.Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat melalui nilai Melayani Sepenuh Hati.Penyaluran hewan kurban dilakukan oleh IFG bersama anggota holdingnya, yaitu PT Jamkrindo, PT Jasa Raharja, PT Askrindo, PT Jasindo, PT Asuransi Jiwa IFG, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Kapital Investa (BKI), PT Bahana TCW Investment Management (BTIM), PT Grahaniaga Tatautama (GNTU), PT Mitrasraya Adhijasa, PT Jasindo Syariah, PT Askrindo Syariah, dan PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia. Hewan kurban tersebut disalurkan kepada berbagai masjid, yayasan, lembaga sosial, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Bandung, Probolinggo, dan wilayah lainnya.

Prudential Syariah Salurkan 14 Sapi Kurban untuk 2.000 Penerima Manfaat (kompas.com, 31/05/2026)

Distribusi daging kurban masih menjadi tantangan tersendiri di tengah kesenjangan akses pangan bergizi yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.Data yang disampaikan PT Prudential Sharia Life Assurance ( Prudential Syariah ) menunjukkan konsumsi daging sapi per kapita Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 2,77 kilogram per tahun.Selain itu, terdapat 81 kabupaten/kota yang masih berstatus rentan rawan pangan.Di sisi lain, kebutuhan hewan kurban nasional pada 2026 meningkat 3,82 persen menjadi 2.355.470 ekor. Kondisi ini dinilai menjadi momentum untuk memperluas distribusi manfaat kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Prudential Syariah menyalurkan 14 ekor sapi kurban kepada 14 komunitas rentan.Program tersebut ditujukan untuk menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Aceh, hingga Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses terhadap pangan bergizi menjadi bagian dari upaya perlindungan keluarga.

Lika-liku Penggantian Klaim di Asuransi Gangguan Bisnis (investor.id, 29/05/2026)

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) kembali menegaskan komitmen dalam mendukung peningkatan kapabilitas dan pengembangan wawasan pelaku industri perasuransian di Indonesia melalui program Tugure Academy. Dalam ajang ini, Tugure membeberkan lika-liku penggantian klaim di asuransi gangguan bisnis. Pada penyelenggaraan Sharing Session 2026, Tugure mengangkat topik Business Interruption: Gross Profit vs Revenue: Avoiding the Pitfalls of Misdeclared Sum Insured, yang membahas pentingnya pemahaman teknis dalam penetapan uang pertanggungan (  sum insured)  pada asuransi gangguan bisnis atau  business interruption  (BI)  insurance  . Topik ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Ketidaktepatan dalam penentuan nilai pertanggungan pada polis BI berpotensi menimbulkan kesenjangan perlindungan (underinsurance) maupun kelebihan pertanggungan (overinsured), yang pada akhirnya dapat memengaruhi besaran penggantian klaim. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 18 perusahaan mitra  cedant  ini menghadirkan Aries Karyadi, property and engineering group head Tugure, sebagai pembicara utama. Aries menekankan, penetapan  sum insured  pada  business interruption  insurance perlu didasarkan pada laba kotor yang dapat dipertanggungkan, bukan semata-mata pada pendapatan.

Tugure Ajak Industri Asuransi Waspada Risiko Gangguan Usaha (tribunnews.com, 01/06/2026)

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapabilitas dan pengembangan wawasan pelaku industri perasuransian di Indonesia melalui program Tugure Academy.Pada penyelenggaraan Sharing Session 2026, Tugure mengangkat topik Business Interruption Gross Profit vs Revenue Avoiding the Pitfalls of Misdeclared Sum Insured, yang membahas pentingnya pemahaman teknis dalam penetapan sum insured pada Business Interruption Insurance (BI).Topik ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Ketidaktepatan dalam penentuan nilai pertanggungan pada polis BI berpotensi menimbulkan kesenjangan perlindungan (under-insurance) maupun kelebihan pertanggungan (over-insured), yang pada akhirnya dapat memengaruhi besaran penggantian klaim.Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 18 perusahaan mitra cedant ini menghadirkan Aries Karyadi, Property and Engineering Group Head Tugure , sebagai pembicara utama.Dalam sesi diskusi, Aries menekankan bahwa penetapan Sum Insured pada Business Interruption Insurance perlu didasarkan pada Gross Profit yang dapat dipertanggungkan, bukan semata-mata pada Revenue atau Turnover."Kecermatan dan ketepatan penentuan BI akan mereduksi kesalahan penentuan dari under ataupun over insured. Hal ini tentunya akan membuat penentuan jumlah pertanggungan lebih presisi," ujar Aries di tengah diskusi, ditulis Senin (1/6/2026).

 

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

17.822,00

IHSG

6.218,86

BI Rate

5.25 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

koranpangkep.co.id, infobanknews.com, marketinginsight.id, kontan.co.id, id.tradingview.com, tradersunion.com, koranmanado.co.id, readers.id, beritajejakfakta.id, mediakompeten.co.id, pojokpapua.id, babelinsight.id, kalselbabusalam.com, antaranews.com, mediaasuransinews.co.id, beritainn.com, klikwarta.com, kalamanthana.id, padusi.id, newshanter.com, warnajembar.com, sentralberita.com, matabangsa.com, sorogan.id, jendelakaba.com, merdeka.com, investortrust.id, gosulsel.com, disway.id, koran-jakarta.com, swa.co.id, radarbengkulu.disway.id, sindonews.com, Jawa Pos, bisnis.com, rri.co.id, Kontan, qoo10.co.id, Investor Daily, idxchannel.com, surabaya.tribunnews.com, beritajatim.com, harian.disway.id, jatim.antaranews.com, infonasional.com, rm.id, jatimnow.com, duta.co, jatim.viva.co.id, rmoljatim.id, beritametro.id, balipolitika.com, surabaya.inews.id, kabarbisnis.com, upeks.co.id, kanalsatu.com, siagaindonesia.id, businessasia.co.id, babeindonesia.com, jatimpedia.id, infobaik.id, marketplus.id, jogja.viva.co.id, pdiperjuanganbali.id, butota.id, harianjatim.net, batuahnews.id, one.news, espos.id, treat.id, persen.id, Ekonomi Neraca, fortuneidn.com, olenka.id, kisi.co.id, langit7.id, Trijaya FM, Sindonews TV, iNewsTV, beritayang.com, Bisnis Indonesia, stabilitas.id, indonesiakini.id, wartaekonomi.co.id, romisaputra.com, banjarbaruklik.com, kompas.com, republika.co.id, harianbasis.co, koran-gala.id, industry.co.id, cobisnis.com, infoekonomi.id, sekbernews.id, kabarnusantara.id, radarlebong.bacakoran.co, sultramedia.id, tunjuk.id, jakarta365.net, Kedaulatan Rakyat, investor.id, dan tribunnews.com.

DOWNLOAD PDF