AAJI Daily News - 31 Desember 2025
Rabu, 31 Desember 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
32 |
0 |
1 |
|
Online |
|
Electronic |
|
27 |
4 |
2 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 2 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 20 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 2 Total News
- Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 3 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 2 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 5 Total News
TENTANG AAJI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perlakuan khusus terkait proses klaim, layanan nasabah serat keringanan kredit bagi nasabah asuransi yang dampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat.Mendukung kebijakan OJK, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat telah mengkomunikasikan dengan anggota AAJI terkait pemberian relaksasi aturan bagi pengumpulan dokumentasi klaim nasabah asuransi di Aceh, Sumbar dan Sumut.
Pemirsa untuk mengungkap mengenai sederet peluang bisnis asuransi di tahun 2026 dan sekaligus membedah mengenai komitmen dukungan industri asuransi jiwa terhadap nasyarakat yang terdampak bencana di Sumatra, berikut langsung saja kita simak bersama di alok eksklusif jernalis Sinta Zahara bersama dengan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI Emira E. Oepangat, berikut ini pemirsa Anda menyaksikan segmen Badi Talk bersama saya Sinta Zahara dan di segmen ini kita akan membahas evaluasi industri asuran Sijiwa di Indonesia di tahun 2025 dan juga bagaimana prospectnya di tahun 2026.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Industri asuransi jiwa mengantongi hasi investasi senilai Rp 39.9 vilun hingga Oktober 2025 Angka itu meningkat 59,37?4 secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 25,03 milun pada Oktober 2024 lalu, Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Minggu (28/12), hasiltersebut didukung peningkatan nila investasi sektor Industri asuransi jwa yang meningkat 5,70% yoy menjadi sebesar Rp 554.24 trilun hingga akhir Oktober 2025.Dengan demikian, hasil investasi asuransi jiwa tersebut mengindikasikan peningkatan imbal hasil (yield) dari sebesar 4,774 menjadi sebesar 7, 1996, Penempatan terbesar investasi Industn asuransi jiwa yaitu pada instrumen surat berharga negara (SBN) senilai Rp 23186 trillun atau mancakup porsi 41.83% dari total vestasi.
Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat menyebut pihaknya memproyeksikan asuransi kesehatan, asuransi jiwa kredit, dan mortalitas individu serta kumpulan menjadi penopang utama pertumbuhan reasuransi jiwa untuk 2026.Sementara itu, lanjutnya, untuk reasuransi umum yang menjadi penopang adalah lini asuransi properti, asuransi kredit, dan kendaraan bermotor."Serta asuransi teknik dan rekayasa seiring berlanjutnya proyek infrastruktur nasional, diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama premi," ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (29/12/2025).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kontribusi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link terhadap total premi asuransi jiwa terus mengalami penurunan. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi penopang utama pertumbuhan premi industri. Sementara itu, kinerja premi unit link saat ini berada dalam fase penyesuaian menuju pertumbuhan yang lebih moderat. Data terbaru OJK mencatat, premi unit link masih berkontribusi sebesar 23,46 persen terhadap total premi asuransi jiwa.
Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp 3,9 Triliun hingga November 2025 (kompas.com, 30/12/2025)
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) telah membayarkan klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai mencapai Rp 3,9 triliun hingga November 2025. Pembayaran klaim tersebut mencakup layanan asuransi kesehatan seperti rawat inap, rawat jalan, tindakan medis lanjutan, serta berbagai manfaat asuransi kesehatan lainnya. Pembayaran klaim asuransi ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memastikan peserta memperoleh manfaat asuransi sesuai ketentuan yang diperjanjikan dalam polis.
Bencana alam berupa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi ujian berat bagi industri asuransi syariah. Lonjakan klaim asuransi terjadi di tengah absennya penetapan status bencana nasional, sehingga perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum harus menanggung beban klaim secara penuh. Kondisi ini berlangsung saat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah masih relatif rendah.Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF Murniati Mukhlisin, menilai tidak adanya status bencana nasional berdampak langsung pada meningkatnya tekanan klaim asuransi, khususnya pada sektor asuransi umum.
Tantangan Berat Industri Asuransi di Tahun 2026 (Kontan, 31/12/2025)
Permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Prospek industri asuransi tahun 2026 diperkirakan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pertumbuhan sektor ini masih akan dibayangi oleh perlambatan ekonomi nasional serta tekanan kualitas kredit. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan stagnan di kisaran 5%, akan membatasi ruang ekspansi industri asuransi umum.INDUSTRI asuransi di Indonesia digadang-gadang tetap tumbuh positif pada 2026, didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap proteksi risiko, sesuai proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Berkaca di tahun 2025 ini, kinerja industri perasuransian secara umum tetap stabil dan terjaga, ditopang tingkat solvabilitas agregat yang masih solid.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Kabar baik datang bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Banyuwangi.Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi menandatangani nota kesepahaman.Atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Asuransi Jiwa Taspen (Persero) terkait penyediaan jaminan hari tua bagi PPPK.Kebijakan ini menjadi jawaban atas kegelisahan banyak PPPK yang selama ini belum memiliki kepastian perlindungan finansial setelah masa kerja berakhir.Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di GOR Tawang Alun, Banyuwangi.
ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK
BRI Branch Office (BO) Sibolga serahkan uang pertanggungan klaim asuransi Davestera untuk nasabah meninggal dunia kepada ahli waris atas nama Alm Azminar Nasution.Penyerahan uang pertanggungan Jiwa Asuransi Aurora Plus senilai Rp.100.716.609 yang diterima langsung keluarga ahli waris di Kantor Cabang Sibolga.Pimpinan Cabang BRI Sibolga, Bagus Prabu Danianto mengatakan penyerahan uang pertanggungan klaim asuransi nasabah meninggal dunia yang merupakan salah nasabah dari BRI BO Sibolga itu, telah diserahkan langsung kepada ahli waris.
Pasangan suami istri atas nama Rusli dan Rohmatun mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh PT. AXA Mandiri Financial Services atas Asuranai kesehatan, karena Rahmatun inggin mengklaim biaya pengobatan selama di Rumah Sakit kepada Axa namun klaim biaya pengobatan justru tidak dikabulkan oleh Axa. "Awalnya klien kami mau mengajukan biaya pengobatan kepada Axa namun tidak diterima atau ditolak," Kata LBH Ganta Keadilan Sriwijaya Sapriadi Syamsudin SH MH kepada awak media Senin 29 Desember 2025.Dikatakan Sapriadi bahwa pada 14 Oktober 2025 klien kami sudah melakukan pengaduan perihal pengembalian seluruh premi yang telah dibayarkan atas polis asuransi yang dengan Nomor Laporan: 10609898 kepada pihak PT. AXA Mandiri Financial Services Palembang yang telah diterima laporan tersebut, kemudian laporan tersebut dikonfirmasi oleh PT. AXA Mandiri Financial Services tertanggal 24 Oktober 2025 dalam penyampaian tulisan dengan perihal konfirmasi penyelesaian pengaduan nasabah dari klien kami yang menjelaskan bahwa dari laporan yang dibuat oleh klien kami tidak dapat dipenuhi oleh PT. AXA Mandiri Financial Services Palembang.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik wacana kewajiban kepemilikan asuransi perjalanan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia. Kebijakan ini dinilai dapat memperkuat pelindungan wisatawan sekaligus mendorong pengembangan industri asuransi nasional.Wacana tersebut diusulkan oleh pelaku industri asuransi yang tergabung dalam Dewan Asuransi Indonesia (DAI). Mereka menilai asuransi perjalanan telah menjadi syarat umum di banyak negara tujuan wisata dunia, termasuk kawasan Schengen, sehingga Indonesia perlu mempertimbangkan penerapan kebijakan serupa guna meningkatkan standar layanan pariwisata nasional.Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa OJK pada prinsipnya mendukung rencana tersebut.
BABAK BARU ASURANSI BERBAGI BEBAN (Stabilitas, 31/12/2025)
Setelah rencana penerapan aturan co-payment pada biaya kesehatan ditolak, kini rencana itu muncul kembali dengan nama risk-sharing. Pelaku industri menyambut, namun masyarakat tetap keberatan. Di sebuah pasar yang asuransi kesehatannya masih dalam masa transisi, istilah bisa diubah untuk memberi kesan ada revisi dan perbaikan. Seperti juga yang terjadi pada rencana awal yang diinisiasi pelaku industri dan juga otoritas terkait pemberlakuan copayment: sebuah istilah yang menyebar beban ke semua stake holder asuransi terkait biaya kesehatan yang besar. Kini istilah itu akan berubah menjadi "risk sharing".
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Perwakilan Karyawan AXA Mandiri Bantu Korban Bencana Sumatra (jogjainsight.com, 30/12/2025)
Perwakilan karyawan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyerahkan bantuan untuk korban bencana Sumatra kepada lima badan amal berbasis agama di Jakarta, Senin (29/12/2025). AXA Mandiri bersama karyawannya melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera.Donasi yang terkumpul lebih dari Rp300 juta tersebut diserahkan kepada lima badan amal berbasis agama di Indonesia. Yakni, Dompet Dhuafa, Keuskupan Agung Jakarta, Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), DPD Prajanti Hindu Indonesia, dan Persatuan Umat Buddha Indonesia.
Fakta menunjukkan, biaya pendidikan di Indonesia semakin hari semakin mahal karena faktor inflasi. Di sisi lain, setiap orangtua tetap menginginkan anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik dan melanjutkan hingga kuliah. Itu sebabnya, biaya pendidikan menjadi salah satu komponen pengeluaran yang memakan porsi cukup besar dalam belanja keluarga setiap bulannya. Orangtua yang memiliki anak disarankan agar mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini, bahkan kalau perlu sejak anak belum bersekolah. Mengutip data Badan Pusat Statistik pada Juli 2025 mencatat inflasi sektor pendidikan sebesar 1,95 persen, dengan kenaikan tertinggi pada jenjang pendidikan dasar dan PAUD yang mencapai 3,12 persen. "Kenaikan secara konsisten inilah yang membuat biaya pendidikan semakin meningkat setiap tahunnya," ungkap Maika Randini, Chief of Marketing Sun Life Indonesia dikutip Selasa, 30 Desember 2025. Dengan menyiapkan pendidikan yang terencana, orangtua bisa memastikan anak memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, mereka dapat mengembangkan minat dan bakatnya, serta memiliki rasa aman akan masa depannya kelak. Dikutip dari siaran pers, berikut tiga rekomendasi PT Sunlife Indonesia agar kita sebagai orangtua bisa memastikan masa depan pendidikan anak dapat direncanakan dengan baik.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.766,00 |
|
IHSG |
8.609,07 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
cnbcindonesia.com, CNBC INDONESIA, jogjainsight.com, moneyinsight-news.com, radarpalembang.bacakoran.co, inilahmedan.com, klikmetro.com, Radar Banyuwangi, pojoksatu.id, Sinar Indonesia Baru, koranbumn.com, mediaasuransinews.co.id, kompas.com, mureks.co.id, cobisnis.com, suara.com, wartaekonomi.co.id, sindonews.com, mediaindonesia.com, id.alongwalker.co, viva.co.id, idxchannel.com, murianetwork.com, tribunnews.com, aktual.com, Kontan, dan Stabilitas.
