AAJI Daily News - 11 Mei 2026


Senin, 11 Mei 2026                                                                                                                               

FM-CC-AAJI-006-00          

 

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

190

2

1

Online

Print

Electronic

190

3

0

 

ISSUES

  • Tentang AAJI: 15 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 93 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 24 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 2 Total News
  • Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 22 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 37 Total News

 

TENTANG AAJI

Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Program InsureTell: Storytelling - Seputar Cibubur (seputarcibubur.pikiran-rakyat.com, 09/05/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan kegiatan "InsureTell: Storytelling" di TK AL-Hurriyah Terogong, Jakarta, sebagai komitmen untuk meningkatkan minat baca dan edukasi literasi keuangan sejak dini. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Literasi Publik AAJI Library, yang berada di bawah naungan Center of Excellence (CoE) AAJI sebagai pusat pengelolaan pengetahuan industri asuransi jiwa.Program ini merespons atas pesatnya perkembangan teknologi yang diiringi dengan menurunnya interaksi anak terhadap buku fisik. Dalam konteks tersebut, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai ruang literasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga aman, ramah, dan bermakna, khususnya bagi anak usia taman kanak-kanak (46 tahun). Melalui pendekatan yang menarik, anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif melalui cerita, imajinasi, dan keterlibatan emosional.Bekerja sama dengan PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life Indonesia), program ini menghadirkan literacy corner di lingkungan sekolah, berupa donasi buku dan pembangunan pojok literasi. Fasilitas ruang fisik ini bertujuan memperkuat keberlanjutan program yang mendorong interaksi anak dengan buku secara konsisten. Selain itu, untuk membangun persepsi positif terhadap industri asuransi sebagai sektor yang humanis dan berorientasi pada pengembangan generasi masa depan.

Industri Asuransi Masih Tahan Guncangan Rupiah, AAJI Ungkap Alasannya (wartaekonomi.co.id, 08/05/2026)

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo, menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berfluktuasi akibat ketidakpastian global sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap industri asuransi, baik dari sisi biaya klaim maupun penyesuaian premi. Menurut Albertus, tekanan terhadap industri asuransi justru lebih banyak dipengaruhi inflasi layanan kesehatan dibandingkan fluktuasi nilai tukar mata uang. Ia menyoroti persoalan  over-treatment  hingga perbedaan standar harga layanan kesehatan sebagai tantangan utama yang perlu ditekan.

Ketidakpastian Global dan Ancaman Siber, AAJI Minta Industri Asuransi Jiwa Perkuat Manajemen Risiko (wartakota.tribunnews.com, 09/05/2026)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai dinamika global seperti ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, kenaikan suku bunga, inflasi, hingga volatilitas nilai tukar telah meningkatkan tekanan terhadap industri jasa keuangan, termasuk sektor asuransi jiwa.Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada sisi aset perusahaan melalui fluktuasi hasil investasi dan penurunan valuasi aset, sekaligus memengaruhi liabilitas akibat perubahan asumsi aktuaria dan perilaku nasabah.Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI, Robbi Yanuar Walid mengatakan, tekanan ekonomi juga berpotensi meningkatkan angka lapse dan surrender polis, sementara kenaikan biaya medis dan perubahan pola morbiditas turut memperbesar eksposur risiko asuransi.Di sisi lain, percepatan digitalisasi disebut memperluas kompleksitas risiko operasional dan keamanan siber."Risiko pasar, likuiditas, asuransi, operasional, dan siber kini dapat terjadi secara simultan dan saling memperkuat. Karena itu perusahaan asuransi dituntut memiliki strategi pengelolaan risiko yang forward-looking," kata Robbi dalam Chief Risk Officer (CRO) Forum AAJI 2026 di Jakarta, Selasa (6/5/2026) lalu.

 

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

Allianz Kelola Dana Rp43,7 Triliun Sepanjang 2025 (wartaekonomi.co.id, 08/05/2026)

Allianz Indonesia catatkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp43,7 triliun sepanjang 2025, tumbuh 9,8% secara tahunan di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian ekonomi internasional. Adapun dana kelolaan tersebut mencakup Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, Allianz Indonesia mengelola 49 jenis unit-link fund. Adapun tiga produk dengan dana kelolaan terebesar terdiri dari Smartlink Equity senilai Rp5,8 triliun, Smartlink Fixed Income Rp1,7 triliun, dan Smartlink Balanced sebesar Rp1,4 triliun. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan, perusahaan tetap mengedepankan pengelolaan investasi yang disiplin dan adaptif untuk menjaga keseimbangan risiko dan imbal hasil portofolio nasabah. Resiliensi ekonomi domestik dan likuiditas pasar menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil portofolio, guna mendukung komitmen perlindungan dan manfaat investasi bagi nasabah, ujar Ni Made dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Aset Industri Asuransi Capai Rp1.195,75 Triliun pada Maret 2026 (radiogamasi.com, 09/05/2026)

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menyampaikan bahwa kinerja sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) hingga Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan positif di tengah penguatan pengawasan dan perlindungan konsumen yang terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Agus mengatakan, aset industri asuransi pada Maret 2026 tercatat mencapai Rp1.195,75 triliun atau tumbuh 4,38 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.145,63 triliun."Dari sisi asuransi komersial, total aset mencapai Rp977,53 triliun atau naik 5,64 persen yoy," ujar Agus.Kinerja asuransi komersial tercermin dari akumulasi pendapatan premi yang pada periode Maret 2026 mencapai Rp88,36 triliun atau tumbuh 0,74 persen yoy. Pendapatan tersebut terdiri dari premi asuransi jiwa sebesar Rp47,12 triliun yang mengalami penurunan 0,14 persen yoy, serta premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp41,24 triliun atau tumbuh 1,77 persen yoy.Sementara itu, tingkat permodalan industri asuransi juga masih terjaga kuat. Industri asuransi jiwa mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 474,26 persen dan asuransi umum serta reasuransi sebesar 316,32 persen, jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120 persen.

BRI Life Bayarkan Klaim Asuransi Rp 1,17 Triliun di Kuartal I 2026 (liputan6.com, 10/05/2026)

Memasuki kuartal I 2026, PT  Asuransi  Jiwa  BRI Life  mencatatkan kinerja pembayaran klaim dan manfaat dengan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp 1,17 triliun. Angka ini menurun 2,4% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 1,20 triliun. Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain menyampaikan bahwa, penurunan nilai klaim dan manfaat ini merupakan sinyal positif terhadap kesehatan bisnis perusahaan. Hal ini juga mencerminkan keberhasilan BRI Life dalam pengelolaan seleksi risiko yang lebih ketat dan efektif, serta senantiasa menjaga kualitas portofolio nasabah yang lebih sehat sepanjang periode berjalan. "Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan. Rasio klaim dan manfaat di kuartal I tahun 2026 yang terjaga dan lebih rendah dibandingkan industri asuransi jiwa Indonesia, adalah cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah," kata Andrew, dikutip dari Antara, Minggu (10/5/2026).

Ciputra Life: SRBI sebagai Instrumen Investasi yang Menarik di Tengah Dinamika Global (kontan.co.id, 10/05/2026)

Bank Indonesia (BI) melakukan langkah proaktif untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian geopolitik, dengan menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil atau yield instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meski belum memiliki investasi di SRBI, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) memandang SRBI sebagai salah satu instrumen yang menarik untuk dipertimbangkan dalam mengalokasikan investasi. Khususnya, di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh dinamika global dan volatilitas nilai tukar. Oleh karena itu, Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menempatkan investasi di instrumen SRBI ke depannya. "Kami tetap membuka ruang untuk mengevaluasi SRBI sebagai instrumen pengelolaan likuiditas dan diversifikasi portofolio secara oportunistik, terutama jika kondisi pasar dan  risk return  -nya dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5).  Namun, sebagai perusahaan asuransi jiwa, Listianawati mengatakan saat ini Ciputra Life memprioritaskan pertimbangan antara kesesuaian profil liabilitas dan strategi  asset liability management  (ALM) dalam menempatkan investasi.

Inilah 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi per April 2026 (kontan.co.id, 08/05/2026)

Kinerja rata-rata  return  atau  yield  unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 4,75% per April 2026. Meski terkontraksi paling dalam, jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return tertinggi per April 2026. Pada posisi pertama diduduki oleh produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 40,80% per April 2026.  Selanjutnya, posisi kedua ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Adapun produk tersebut membukukan return sebesar 36,90% per April 2026. Pada posisi ketiga ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 27,41%. Lebih lanjut, produk unitlink Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi keempat.

Kenaikan Yield SRBI Jadi Magnet Baru bagi Investasi Asuransi (kontan.co.id, 10/05/2026)

Bank Indonesia (BI) melakukan langkah proaktif untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian geopolitik, dengan menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil atau yield instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan kenaikan yield SRBI dapat memberikan dampak signifikan terhadap penempatan investasi industri asuransi di instrumen tersebut. Dia bilang kondisi itu juga menjadikan instrumen SRBI makin menarik bagi investor nonbank, termasuk industri asuransi. Oleh karena itu, Irvan berpendapat industri asuransi sangat berpotensi untuk meningkatkan kembali porsi investasi pada instrumen SRBI pada 2026. "Khususnya, didorong oleh daya tarik imbal hasil yang meningkat, keamanan instrumen, dan kebutuhan manajemen likuiditas," katanya kepada Kontan, Minggu (10/5). Lebih lanjut, Irvan menyampaikan penempatan investasi di SRBI memberikan beberapa kelebihan signifikan bagi industri asuransi, terutama dalam hal pengelolaan aset dan liabilitas. Dia menjelaskan kelebihan utamanya, yakni memiliki risiko yang rendah. "SRBI adalah instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, menjadikannya salah satu instrumen investasi paling aman dengan risiko gagal bayar yang sangat rendah," tuturnya.

Krisis Selat Hormuz Bisa Guncang Industri Asuransi RI, Nasabah Diminta Waspada (investortrust.id, 09/05/2026)

Krisis Selat Hormuz mengancam industri asuransi nasional melalui lonjakan klaim korporasi, kenaikan premi kargo, dan potensi gagal bayar akibat tekanan likuiditas.  Ketegangan geopolitik memicu inflasi medis yang menggerus nilai manfaat polis serta meningkatkan risiko lapse (henti bayar) akibat penurunan daya beli masyarakat.  OJK didorong melakukan stress test perusahaan, sementara nasabah disarankan memilih asuransi dengan RBC di atas 200% dan cermat memeriksa klausul pengecualian perang.JAKARTA, investortrust.id  Industri asuransi nasional menghadapi ancaman serius. Jika krisis di Selat Hormuz terus memanas dan menjadi konflik terbuka, industri asuransi bisa terguncang. Karena itu, masyarakat diminta waspada.Krisis di Selat Hormuz berdampak langsung terhadap industri  asuransi global, termasuk Indonesia. Jika krisis berlanjut, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia itu berpotensi memicu lonjakan klaim, kenaikan premi, hingga tekanan likuiditas perusahaan asuransi.Praktisi asuransi, Marihot Simanjuntak mengungkapkan,dampak konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya dirasakan sektor energi dan perdagangan global, tapi juga bisa menjalar ke industri asuransi nasional."Yang paling berbahaya dari krisis Selat Hormuz bukan premi naik.

OJK Apresiasi Upaya IFG Life Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Asuransi (infobanknews.com, 10/05/2026)

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, terus menjalankan penguatan bisnis secara bertahap melalui penerapan tata kelola yang prudent dan berkelanjutan. Perkembangan tersebut dinilai turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara lebih luas. Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Soemarjono, menilai pencapaian IFG Life merupakan bagian dari keberhasilan dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis asuransi karena produk yang ditawarkan pada dasarnya adalah perlindungan atas risiko yang belum terjadi. Industri asuransi itu unik, yaitu menjual sesuatu yang tidak terlihat hari ini, untuk sesuatu yang belum terjadi, kepada orang yang tidak ingin itu terjadi. Orang membayar premi, dan di situlah keunikan industri asuransi jiwa, ujar Soemarjono dalam kegiatan gelar wicara di Jakarta, baru-baru ini. Soemarjono menekankan bahwa baik IFG Life maupun perusahaan asuransi lainnya perlu terus menjaga tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, ketika kepercayaan masyarakat terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi terhadap industri secara keseluruhan.

Mei Lebih Bahagia: Proteksi Kesehatan dari MNC Life Kini Hadir dengan Bonus Voucher Belanja (sindonews.com, 08/05/2026)

Bulan Mei sering jadi momen untuk kembali produktif, menjalani rutinitas dengan lebih semangat, sekaligus menikmati berbagai aktivitas bersama orang terdekat. Di tengah itu semua, menjaga kesehatan tetap jadi hal penting yang tidak boleh terlewat.Melihat hal tersebut, PT MNC Life Assurance (MNC Life), anak perusahaan dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (IDX: BCAP) dan bagian dari MNC Group, menghadirkan program spesial "Mei Lebih Bahagia, Sehat Tetap Terjaga" melalui aplikasi MotionLife.Selama periode bulan Mei 2026, setiap pembelian Asuransi Kesehatan di MotionLife berkesempatan mendapatkan GRATIS Voucher MAP. Promo ini berlaku khusus untuk 5 pembeli pertama dengan plan Elite, sehingga menjadi kesempatan terbatas bagi masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat lebih dari perlindungan yang dimiliki.Selain bonus voucher, produk Asuransi Kesehatan dari MNC Life juga dirancang agar tetap relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dengan berbagai manfaat seperti:MNC Insurance Business Group Gelar SPARK 2026: Dorong Perempuan Membangun Karier yang Kuat Seluruh prosesnya bisa dilakukan secara digital melalui MotionLife, mulai dari pembelian, pembayaran, hingga pengajuan klaim, dan semua dalam satu aplikasi yang mudah digunakan. Melalui program ini, MNC Life ingin mengajak masyarakat untuk menikmati setiap momen di bulan Mei dengan lebih tenang.

Strategi BRI Life Pertahankan Rasio Klaim yang Stabil di Tengah Tantangan Pasar 2026 (iuwashtangguh.or.id, 08/05/2026)

Industri asuransi jiwa di Indonesia sedang menghadapi dinamika pasar yang cukup menantang sepanjang tahun 2025. Di tengah fluktuasi ekonomi global dan perubahan perilaku nasabah, menjaga stabilitas finansial menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan penyedia layanan proteksi.BRI Life muncul sebagai salah satu entitas yang menunjukkan ketahanan operasional cukup impresif di tengah tekanan industri. Fokus pada pengelolaan rasio klaim yang sehat menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pemegang polis serta menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang.Strategi Pengelolaan Rasio Klaim BRI LifeManajemen rasio klaim bukan sekadar angka di atas kertas bagi perusahaan asuransi. Efisiensi dalam proses verifikasi hingga pembayaran manfaat menjadi tolok ukur seberapa baik perusahaan mengelola risiko yang ditanggung.BRI Life menerapkan pendekatan berbasis data untuk memastikan setiap pengajuan klaim diproses secara akurat dan tepat waktu. Langkah ini meminimalisir potensi kebocoran dana sekaligus memberikan kepastian bagi nasabah yang sedang membutuhkan dukungan finansial.

Sunlife Umumkan Kinerja Kuartal I (cnnindonesia.com, 08/05/2026)

PT Sun Life Financial Indonesia mencatat pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 41 persen pada kuartal I 2026.Laba bersih perusahaan juga melonjak 236 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang penguatan distribusi melalui kanal kemitraan perbankan dan keagenan.Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan perusahaan."Kinerja ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan menjadi tanggung jawab Sun Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini," ujar Albertus Jumat (8/5).Bersamaan dengan pengumuman kinerja kuartal I, Sun Life Indonesia juga meluncurkan Salam Healthier Future Assurance (SHIFA) Signature, produk perlindungan kesehatan berbasis syariah.Produk tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya risiko penyakit kritis dan inflasi biaya medis yang mencapai 19,8 persen pada 2025.Albertus mengatakan SHIFA Signature dihadirkan untuk melengkapi perlindungan kesehatan keluarga, termasuk bagi nasabah yang telah memiliki BPJS maupun asuransi dari perusahaan tempat bekerja.FOTO: Dari Selat Hormuz ke Pati: Krisis Iran Cekik Nelayan RI "Melalui SHIFA Signature, Sun Life menghadirkan perlindungan kesehatan berbasis syariah yang menyeluruh, tidak hanya melindungi kebutuhan perawatan yang umum, tetapi juga menjangkau solusi kesehatan modern dan pendekatan tradisional," katanya.

 

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Hanwha Life Perkenalkan Penasihat Keuangan Berbasis AI (kompas.com, 09/05/2026)

Perusahaan asuransi asal Korea Selatan Hanwha Life secara resmi mengumumkan peluncuran Artificial Inteligence Financial Advisor (AI FA) yang merupakan solusi penasihat keuangan berbasis kecerdasan buatan, pada tahun ke-12 Hanwha Life beroperasi di Indonesia. Chief Marketing Strategy Officer (CMSO)  Hanwha Life  Indonesia Chang Woo Han mengatakan, peluncuran AI FA mencerminkan komitmen Hanwha Life untuk mengintegrasikan teknologi AI dalam seluruh perjalanan penasihat keuangan, agen dan tenaga pemasar. Hal tersebut mulai dari pelatihan awal, persiapan penjualan, pertemuan pelanggan, hingga layanan purna jual. "Menggabungkan teknologi AI dengan pendekatan manusiawi akan membantu penasihat keuangan, agen dan tenaga pemasar dalam berinteraksi serta meningkatkan kualitas konsultasi sehingga nasabah memahami dan memilih solusi perlindungan sesuai kebutuhan setiap individu," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).  Ia menambahkan, AI FA Hanwha Life adalah solusi digital berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengolah informasi asuransi dan finansial yang kompleks secara cepat, ringkas dan mudah dipahami. Melalui fitur chat, pengguna dapat mengajukan pertanyaan secara langsung kepada AI FA untuk mendapatkan penjelasan mengenai konsep, manfaat, fitur dan perbandingan produk asuransi.

 

Maybank Indonesia dan Muslim Pro Luncurkan Amanah Pro untuk Persiapan Haji dan Umrah (halloriau.com, 08/05/2026)

PT Maybank Indonesia Tbk. (BNII) bersama Muslim Pro, aplikasi gaya hidup Muslim global, meluncurkan Amanah Pro, aplikasi layanan finansial digital yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah.Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan peluncuran Amanah Pro merupakan implementasi misi perseroan, yakni Humanizing Financial Services , sekaligus bentuk dukungan terhadap kebutuhan layanan finansial dan perjalanan spiritual masyarakat."Ini merupakan bagian dari kontribusi kami terhadap industri keuangan syariah di Indonesia melalui kolaborasi bersama mitra teknologi," ujar Steffano dalam peluncuran Amanah Pro di Jakarta, Rabu (6/5/2026).Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy H. Buchari, menuturkan kolaborasi tersebut menghadirkan inovasi layanan yang scalable dengan tetap mengedepankan prinsip syariah dalam perjalanan finansial nasabah."Ini merupakan langkah awal dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem halal yang terintegrasi lintas segmen," kata Romy.

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life (stabilitas.id, 08/05/2026)

Astra Life menjalin kolaborasi strategis dengan Permata Bank untuk meluncurkan Permata ME Payroll Proteksi. Produk tabungan gaji (payroll) ini mengintegrasikan layanan perbankan dengan perlindungan asuransi jiwa akibat kecelakaan bagi karyawan perusahaan. Direktur Astra Life, Alkaf Ghozali, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud konsistensi kedua lembaga dalam menghadirkan solusi finansial yang memberikan ketenangan bagi nasabah dalam beraktivitas sehari-hari. Peluncuran Permata ME Payroll Proteksi bertujuan untuk menghadirkan solusi finansial sekaligus memberikan perlindungan bagi nasabah. Kami berharap nasabah memperoleh ketenangan melalui proteksi yang melekat pada rekening gaji mereka, ujar Alkaf dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026). Berbeda dengan rekening gaji konvensional, Permata ME Payroll Proteksi menawarkan manfaat asuransi jiwa akibat kecelakaan dengan nilai pertanggungan mencapai Rp2 miliar. Menariknya, nasabah dapat menikmati proteksi ini tanpa perlu membayar premi asuransi tambahan. Direktur Consumer and Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, menjelaskan bahwa produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan karyawan masa kini yang menginginkan kemudahan transaksi sekaligus rasa aman bagi keluarga.

Sun Life Rilis SHIFA Signature, Pengobatan Pakai Robot Kini Bisa Ditanggung Asuransi (kompas.com, 09/05/2026)

PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) meluncurkan produk asuransi kesehatan berbasis syariah, Salam Healthier Future Assurance (SHIFA) Signature di tengah meningkatnya inflasi medis dan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan modern. Presiden Direktur  Sun Life Indonesia  Albertus Wiroyo mengatakan, SHIFA Signature dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan modern, termasuk untuk tindakan medis berbasis teknologi robotik. "Sekarang ada pengobatan pakai robot, itu dicover. Kalau teman-teman harus pakai tenaga medis dan peralatan medis yang modern, dalam dan luar negeri itu bisa dicover. Dan juga bisa meng cover produk pengobatan tradisional. Jadi spesialnya di sana, modern sama tradisional," ujarnya saat konferensi pers di  Jakarta  , Jumat (8/5/2026). Perusahaan juga menghadirkan produk ini dalam skema syariah karena dinilai memiliki prinsip transparansi dan mekanisme bagi hasil yang dapat diterima lebih luas oleh masyarakat muslim maupun non-muslim.

 

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

PH terdakwa Ngadinah mohon hakim vonis ringan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen (sumut.antaranews.com, 10/05/2026)

Tim penasehat hukum (PH) terdakwa Ngadinah (47) memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan agar menjatuhkan vonis seringan-ringannya dalam perkara dugaan pemalsuan dokumen asuransi."Kami sebagai penasihat hukum terdakwa meminta majelis hakim memberikan putusan yang seringan-ringannya," ujar penasihat hukum terdakwa, M. Ibnu Kurniawan didampingi Bintang Panjaitan ketika membacakan nota pembelaan atau pledoi di ruang sidang Cakra V, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (6/5).Ia menyampaikan bahwa selama proses persidangan, terdakwa bersikap kooperatif, sopan, serta tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan.Menurut dia, terdakwa juga menunjukkan itikad baik dengan berupaya mengembalikan uang yang terkait dalam perkara tersebut."Kami melihat ada itikad dari terdakwa untuk mengembalikan. Bahkan sisa uang yang ada telah dititipkan kepada pihak kepolisian untuk dikembalikan kepada pihak terkait," katanya.Selain itu, pihaknya menilai perbuatan yang dilakukan terdakwa bukan semata-mata didasari niat jahat, melainkan karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi anak-anaknya."Perbuatan ini bukan karena niat jahat, tetapi untuk keberlangsungan hidup dan kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anaknya," ujarnya.

Saldo Rekening BNI Terpotong Rp648.000 Tanpa Surat Kuasa Debet Rekening (SKDR), Mediasi di LAPS SJK Berakhir Buntu (mediakonsumen.com, 08/05/2026)

Saya adalah nasabah Bank BNI dengan nomor rekening 0636***874. Saya menulis surat ini untuk mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sistem pendebitan otomatis yang dilakukan oleh Bank BNI ke pihak BNI Life Insurance.Pada tanggal 27 November 2025, saldo saya terpotong sebesar Rp648.000 tanpa izin dan tanpa saya pernah menandatangani Surat Kuasa Debet Rekening (SKDR). Setelah saya telusuri, pihak bank dan asuransi hanya berpegang pada rekaman telepon persetujuan polis. Padahal secara aturan perbankan, instruksi debet rekening haruslah berdasarkan mandat yang sah dan tertulis dari pemilik rekening kepada pihak bank.Saya sudah mengadukan hal ini ke OJK dan menempuh tahap mediasi di LAPS SJK (Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan). Namun pihak BNI Life dan Bank BNI tetap pada posisi mereka. Alasan yang dikemukakan untuk membenarkan pendebitan tersebut adalah hubungan kerja sama yang erat antara asuransi dan bank, yang seolah-olah memberikan izin bagi mereka untuk mengakses saldo nasabah hanya berdasarkan persetujuan lisan di telepon.Bagi saya sebagai nasabah, argumen tersebut sangat mencederai prinsip kerahasiaan bank. Bagaimana mungkin izin lisan kepada entitas asuransi bisa otomatis memberikan hak kepada bank untuk memotong saldo tanpa dokumen SKDR yang sah dan tertulis? Hingga kini mediasi berakhir buntu.

 

ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ciputra Life Sambut Baik Penerapan New RBC di Industri Asuransi (kontan.co.id, 10/05/2026)

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyambut baik rencana penerapan metode perhitungan solvabilitas baru atau New Risk Based Capital (RBC) yang tengah disiapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Ciputra Life Then Henry Marten mengatakan, penerapan new RBC dinilai menjadi bagian dari penguatan industri asuransi nasional menuju kerangka pengelolaan risiko yang lebih komprehensif. "Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengukuran risiko serta mendorong tata kelola permodalan yang lebih prudent dan berkelanjutan," ujar Henry kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).  Meski demikian, Henry menilai implementasi New RBC masih memerlukan proses kalibrasi dan pengujian lanjutan. Berdasarkan hasil pilot project yang dilakukan OJK, terdapat sejumlah risk charge yang dinilai masih menunjukkan perbedaan cukup signifikan dibandingkan profil risiko aktual, khususnya pada beberapa jenis aset. Karena itu, Ciputra Life memandang penyempurnaan parameter perhitungan perlu dilakukan agar hasil New RBC dapat lebih mencerminkan karakteristik risiko dan kondisi pasar domestik. Dari sisi kesiapan, Henry menyebut perusahaan secara umum siap menyesuaikan proses perhitungan permodalan dengan kerangka New RBC. Perusahaan telah melakukan evaluasi internal, simulasi perhitungan, hingga penguatan koordinasi antar fungsi keuangan, aktuaria, manajemen risiko dan investasi.

Menyambut Berkah Asuransi Syariah (republika.co.id, 11/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kewajiban pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) di industri perasuransian. Aturan itu tertuang dalam Pasal 9 POJK 11 Tahun 2023 dan wajib dilakukan paling lambat pada akhir 2026. Per 27 April 2026, terdapat 9 perusahaan yang dalam proses spin off dengan pendirian perusahaan baru.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sebanyak 41 perusahaan asuransi dan reasuransi syariah telah menyerahkan dokumen perubahan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) pada Selasa (5/5/2026). Langkah administratif ini merupakan bentuk kepatuhan pelaku industri terhadap Pasal 9 POJK Nomor 11 Tahun 2023.Sebanyak 28 entitas di antaranya memilih jalur pendirian perusahaan baru untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Penyerahan rencana kerja ini bertujuan untuk memperkuat struktur industri keuangan syariah di Indonesia melalui kemandirian unit usaha.Peluang dan Tantangan Asuransi Syariah di Indonesia Dengan aset asuransi jiwa syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai Rp34,70 triliun pada awal 2025, naik dari Rp33,18 triliun pada 2024, asuransi syariah di Indonesia memiliki peluang besar karena populasi muslim terbesar dan meningkatnya kesadaran akan produk halal.Namun menghadapi tantangan utama berupa rendahnya literasi, permodalan terbatas, dan kebutuhan inovasi produk.

OJK Terapkan POJK Baru, Reliance Optimistis Asuransi Kesehatan Makin Sehat (kontan.co.id, 08/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 mengenai Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan dan berlaku 3 bulan usai diundangkan pada 22 Desember 2025. Artinya, sudah mesti diimplementasikan pada 22 Maret 2026. Dalam POJK tersebut, terdapat berbagai ketentuan, seperti Medical Advisory Board hingga risk sharing atau co-payment. Mengenai hal itu, PT Asuransi Reliance Indonesia menilai adanya POJK 36/2025 dapat berdampak positif bagi industri asuransi kesehatan. Presiden Direktur Asuransi Reliance Indonesia Pepe Arinata mengatakan berbagai aturan itu juga akan membantu bisnis asuransi kesehatan menjadi lebih baik lagi. "Kami merasa memang betul akan membantu ekosistem asuransi kesehatan. Sebab, dalam POJK itu, diwajibkan perusahaan memiliki kanal digital, Dewan Penasihat Medis, dan kapabilitas medis yang mengharuskan perusahaan memiliki tim medis atau dokter sendiri," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026). Pepe berpendapat salah satu tujuan dari adanya POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan yakni meningkatkan pelayanan asuransi kesehatan sehingga menjadi lebih bagus. Selain itu, biaya klaim dapat terkontrol dengan adanya Dewan Penasihat Medis maupun kapabilitas medis. 

OJK Uji Coba Skema New RBC ke 10 Perusahaan Asuransi OJK Uji Coba Skema New RBC ke 10 Perusahaan Asuransi (infobanknews.com, 08/05/2026)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menguji uji coba metode baru terkait dengan pengukuran solvabilitas atau kesehatan keuangan perusahaan asuransi melalui skema New Risk Based Capital (New RBC).Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut skema New RBC akan diujicoba kepada 10 perusahaan asuransi yang terdiri dari lima perusahaan asuransi jiwa dan lima perusahaan asuransi umum.Ogi menambahkan langkah ini merupakan bagian dari penyempurnaan kerangka permodalan industri perasuransian yang disesuaikan dengan standar internasional dan kondisi pasar domestik."OJK saat ini tengah melakukan penyusunan POJK terkait perhitungan solvabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi sebagai bagian daripada penyesuaian kerangka ketentuan solvensi," ucap Ogi dalam konferensi pers RDKB dikutip, 8 Mei 2026.Ia menyampaikan penyesuaian tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengadopsi standar internasional seperti IFRS 17 atau PSAK 117 mengenai kontrak asuransi, serta ketentuan Insurance Capital Standard (ICS) dan Insurance Core Principle (ICP) yang dikeluarkan oleh International Association of Insurance Supervisors (IAIS).Tidak hanya mengacu pada standar ketentuan asuransi global, OJK juga melakukan kalibrasi ulang terhadap faktor risiko agar lebih relevan dengan kondisi pasar domestik.Skema New RBC tersebut dilakukan karena ketentuan tingkat kesehatan keuangan asuransi yang berlaku saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kecukupan modal dalam mengantisipasi risiko secara komprehensif."Oleh karena itu penyempurnaan metode New RBC ini bertujuan untuk memperkuat kerangka perhitungan available capital dibandingkan dengan required capital sebagai komponen utama," imbuhnya.

Poin-Poin Kunci yang Jadi Perhatian dalam Penyempurnaan Aturan Unit Link (Indonesiadiscover.com, 09/05/2026)

Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link dinilai masih memerlukan penyempurnaan aturan, terutama untuk mengurangi hambatan dalam implementasi di lapangan.Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan penyempurnaan ketentuan terkait PAYDI, khususnya pada aspek pemasaran, dengan tetap mengedepankan pelindungan kepentingan pemegang polis.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan langkah itu bertujuan untuk memastikan pemasaran produk dilakukan secara lebih transparan."Sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah," ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Maret 2026, dikutip pada Rabu (6/5/2026).Dikatakan Ogi, saat ini pengaturan PAYDI masih mengacu pada SEOJK 5/2022.

Bisnis Syariah Sun Life Masuk Babak Akhir, Spin Off Diburu Tuntas 2026 (kompas.com, 09/05/2026)

PT Sun Life Financial Indonesia bersiap melaksanakan pemisahan unit usaha syariah (UUS) yang ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun ini. Presiden Direktur  Sun Life Indonesia  Albertus Wiroyo mengatakan, sejak awal tahun perusahaan telah mendirikan entitas baru untuk menjalankan bisnis syariah, bernama PT Sun Life Syariah  Hal ini sebagai bagian untuk menjalankan kewajiban spin-off sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diatur dalam Peraturan OJK (POJK) No. 11/2023. "Tahun ini adalah tahun terakhir jadi harus ada spin-off. Jadi kita menjalankan tersebut dari awal tahun PT-nya sudah ada," ujarnya setelah konferensi pers di  Jakarta  , Jumat (8/5/2026). Dia mengungkapkan, proses spin-off saat ini telah memasuki tahap fit and proper test untuk calon jajaran pengurus perusahaan asuransi syariah baru tersebut. 

 

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Allianz Indonesia Ajak Nasabah Fokus Investasi Berkualitas Hadapi Pasar Dinamis (mediaasuransinews.co.id, 09/05/2026)

Allianz Indonesia mengajak nasabahnya untuk tetap disiplin menata strategi investasi di tengah kondisi pasar yang masih dinamis dan penuh ketidakpastian global. Perseroan menilai keseimbangan antara proteksi, kualitas aset investasi, serta pengelolaan risiko menjadi kunci menjaga tujuan keuangan jangka panjang.Allianz Indonesia menyebut, memasuki 2026 perusahaan akan fokus pada penempatan aset berkualitas, pengelolaan risiko yang terukur, dan menjaga fleksibilitas likuiditas agar kinerja portofolio tetap berkelanjutan. "Strategi investasi juga dilakukan secara selektif melalui pendekatan fundamental yang disiplin dan adaptif terhadap perubahan pasar,'' kata Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti dikutip dari keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.

5 Hal yang Harus Dipahami Sebelum Mendaftar Asuransi Jiwa (kompas.com, 08/05/2026)

Asuransi jiwa kini menjadi hal yang penting. Dengan Asuransi jiwa, kamu bisa menabung apabila terjadi sesuatu sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak begitu terpuruk keadaan ekonominya.Meskipun begitu, masih banyak orang yang belum memahami terkait siapa sebenarnya yang membutuhkan asuransi jiwa. Selain itu, juga masih banyak yang belum memahami seberapa penting keperluannya untuk mengajukan asuransi jiwa.Setiap orang bisa mengajukan diri untuk mendapatkan asuransi jiwa.

AXA Financial Perkuat Literasi Keuangan dan Program ESG Masyarakat Pesisir (sindonews.com, 10/05/2026)

PT AXA Financial Indonesia (AFI) memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui integrasi aksi pelestarian lingkungan dan penguatan literasi keuangan bagi masyarakat pesisir. Rangkaian inisiatif bertajuk program "AFI Berbagi" ini bertujuan untuk memitigasi risiko perubahan iklim sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga nelayan di kawasan Kepulauan Seribu dan Tangerang."Perubahan iklim menduduki risiko tertinggi dalam kategori emerging risk, sehingga dibutuhkan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasinya. Oleh karena itu, AFI melakukan aksi nyata untuk dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh sampah plastik melalui kegiatan AFI Berbagi-Beach Clean-up," ujar Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).Dalam aksi lingkungan yang berlangsung sejak September 2025 hingga Mei 2026, AFI menggandeng komunitas Langit Biru Pertiwi untuk membersihkan sampah di Pulau Damar dan Pantai Tanjung Pasir.

Bos Allianz Life Indonesia Yakin Prospek Pasar Modal RI Kian Kuat (mediaasuransinews.co.id, 10/05/2026)

Allianz Life Indonesia yakin otoritas terkait akan terus melakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan dan memperkuat prospek pasar modal Indonesia. Harapannya berdampak positif terhadap perekonomian dan industri keuangan Tanah Air di masa mendatang.Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia Alexander Grenz menyatakan Allianz Life Indonesia melihat berbagai upaya perbaikan yang tengah dan akan terus diinisiasi oleh regulator sebagai perkembangan positif yang diyakini dapat semakin memperkuat prospek jangka panjang pasar modal Indonesia.(Langkah itu) seiring dengan sorotan MSCI pada 2026 terkait transparansi pasar dan praktik tata kelola, katanya, dikutip dari pernyataannya, Minggu, 10 Mei 2026.Dengan latar belakang tersebut, lanjutnya, fund Allianz, khususnya subdana saham, tetap tangguh berkat pendekatan yang selektif dalam pemilihan instrumen investasi yang fokus pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.Ia menambahkan pendekatan yang disiplin dan selektif berkontribusi pada peningkatan kinerja subdana saham yang lebih kuat dan konsisten dibandingkan dengan portofolio yang terpapar pada emiten berisiko tinggi.Sehingga menegaskan ketahanan strategi kami yang berbasis fundamental, tukasnya.Ke depan, masih kata Alexander Grenz, fund Allianz akan terus berfokus pada penerbit berkualitas tinggi, didukung oleh riset bottom-up yang menyeluruh serta filosofi investasi jangka panjang yang terkontrol risikonya.

Premi Kesehatan Terus Melonjak, Sun Life Soroti Praktik Overtreatment (infobanknews.com, 08/05/2026)

Di tengah lonjakan inflasi medis yang membebani industri asuransi kesehatan, praktik overtreatment atau tindakan medis berlebihan dinilai menjadi salah satu faktor yang paling mengkhawatirkan.Presiden Direktur Sun Life, Albertus Wiroyo menilai jika praktik tersebut tidak segera dibenahi, keberlanjutan premi asuransi kesehatan yang terjangkau akan semakin sulit diwujudkan.Menurutnya, kenaikan biaya kesehatan yang selama ini terjadi tidak semata-mata disebabkan mahalnya layanan medis atau obat-obatan, tetapi juga dipicu tindakan medis yang sebenarnya tidak diperlukan.Inflasi biaya kesehatan atau biaya medis itu tidak serta-merta hanya biaya medisnya yang naik, tapi salah satu faktor yang cukup lumayan besar pengaruhnya adalah overtreatment, ujar Albertus saat ditemui usai konferensi pers di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.Albertus menjelaskan, persoalan overtreatment tidak bisa diselesaikan hanya oleh perusahaan asuransi jiwa. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari regulator, rumah sakit, dokter, hingga pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.Dalam hal ini memang perlu koordinasi antar berbagai pihak, bukan hanya perusahaan asuransi jiwa saja, tapi juga regulator, OJK, Kementerian Kesehatan, dan BPJS untuk berkolaborasi, katanya.

Daftar Jogja Financial Festival, Gratis! Dapat Jurus Tua Kaya Raya, Muda Sejahtera (detik.com, 08/05/2026)

Siap-siap! Jogja Financial Festival bakal hadir di kota pelajar! Acara ini berlangsung mulai 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center, berlokasi di Jalan Raya Janti, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.Jogja Financial Festival hadir sebagai sebuah platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor keuangan-mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat luas-untuk berdiskusi, berbagi perspektif.Selain itu, mendorong peningkatan literasi keuangan di Indonesia. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya anak muda.Sebelumnya, Financial Festival yang digagas oleh Transmedia bekerjasama dengan LPS telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dan dihadiri oleh lebih dari 10,000 orang.Jogja financial festival menghadirkan Business Talk dan Educational Class. Pada sesi Business Talk rencananya dihadiri para tokoh pejabat negara.Mulai dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.Lalu dari pihak tuan rumah, akan hadir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Keluarga Muda Perlu Cermati Rasio Keuangan Saat Memilih Asuransi Jiwa (koranmanado.co.id, 10/05/2026)

Pasangan muda di Indonesia diimbau untuk memprioritaskan kesesuaian profil risiko dan arus kas keluarga dalam memilih produk asuransi jiwa pada Minggu, 10 Mei 2026. Langkah ini krusial guna memastikan keberlangsungan finansial ahli waris di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.Perencanaan proteksi yang tepat berfungsi sebagai pengganti pendapatan jika risiko meninggal dunia terjadi pada pencari nafkah utama. Dilansir dari Personalfinance, pemilihan asuransi jiwa bagi keluarga kecil harus mampu menutup biaya hidup rutin serta dana pendidikan anak di masa depan.Calon nasabah disarankan mengalokasikan maksimal 10 persen dari total pendapatan bulanan untuk membayar premi asuransi. Pembatasan alokasi ini bertujuan agar pembayaran premi tidak mengganggu stabilitas pengeluaran rutin rumah tangga lainnya.Otoritas jasa keuangan mewajibkan perusahaan asuransi memiliki tingkat kesehatan keuangan atau Risk Based Capital (RBC) minimal sebesar 120 persen. Angka ini menjadi indikator utama bagi masyarakat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayarkan klaim nasabah nantinya.Terdapat dua pilihan utama produk, yakni asuransi jiwa berjangka (term life) dan asuransi jiwa seumur hidup atau unit link. Produk term life menawarkan premi lebih terjangkau dengan manfaat perlindungan besar, sementara unit link menyertakan unsur tabungan dengan biaya lebih tinggi.

Orang Tua Perlu Siapkan Dana Pendidikan Anak Hadapi Inflasi Tinggi (koranmanado.co.id, 10/05/2026)

Para orang tua di Indonesia menghadapi tantangan finansial besar menyusul kenaikan biaya pendidikan yang konsisten terjadi setiap tahun hingga Sabtu, 9 Mei 2026. Persiapan matang diperlukan untuk menutup celah antara ketersediaan dana saat ini dengan kebutuhan riil di masa depan.Kenaikan biaya pendidikan di tanah air dilaporkan cenderung bergerak lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi umum. Kondisi ini menuntut adanya strategi alokasi aset yang cermat agar nilai uang tidak tergerus oleh waktu.Langkah krusial dalam menyusun perencanaan adalah melakukan kalkulasi yang presisi dengan mempertimbangkan inflasi tahunan sebagai variabel utama. Berdasarkan data yang dihimpun, proyeksi kenaikan uang pangkal dan SPP diperkirakan mencapai 10 persen hingga 15 persen setiap tahunnya.Selain biaya akademik, variabel pendukung seperti buku, seragam, transportasi, hingga biaya hidup juga harus dimasukkan dalam estimasi. Penentuan jangka waktu menabung menjadi penting untuk menetapkan besaran setoran bulanan yang diperlukan agar target tercapai tepat waktu.

Prudential Indonesia & OJK Edukasi Gen Z soal Mengelola Keuangan di Era Digital (jpnn.com, 09/05/2026)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyampaikan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional. Dalam program Pekan Literasi Keuangan Nasional, Prudential menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengedukasi lebih dari 300 generasi muda tentang pentingnya pengelolaan keuangan, perlindungan diri, serta kesiapan menghadapi risiko finansial di era digital. "Melalui kegiatan ini, Gen Z didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memahami pentingnya investasi sejak dini, menghindari perilaku konsumtif berlebihan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap jebakan pinjaman online ilegal yang semakin marak menyasar anak-anak muda indonesia," kata Direktur - Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, Sabtu (9/5). Dia menambahkan, Prudential Indonesia percaya bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Oleh karena ini, melalui kegiatan ini anak-anak muda dibekali pemahaman praktis melalui pengelolaan pendapatan, pentingnya dana darurat, strategi investasi yang sehat, hingga perlindungan finansial melalui manajemen resiko yang tepat. Pada kesempatan sama, Asisten Direktur Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Grani Ayuningtyas Harmani, menekankan pentingnya keseimbangan antara literasi dan inklusi keuangan. Peningkatan akses keuangan harus dibarengi dengan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan risiko produk keuangan.

Tokio Marine Life: Masyarakat Adaptif Secara Finansial (Analisa Daily, 10/05/2026)

Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life) kembali menghadirkan kegiatan literasi keuangan yang terbuka untuk masyarakat umum, kali ini di Medan, Selasa (5/5). Kegiatan yang dihadiri hampir 100 peserta ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi dan pengembangan masyarakat yang secara bertahap dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.Dalam sesi literasi finansial tersebut, Tokio Marine Life mengangkat fenomena global yang kini semakin dirasakan secara nyata, yaitu kenaikan harga energi yang berdampak pada inflasi dan meningkatnya biaya hidup. Berdasarkan data World Bank, lonjakan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi global, yang kemudian berimbas pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat tekanan finansial semakin terasa, terutama ketika pertumbuhan pendapatan tidak selalu sejalan dengan kenaikan biaya hidup.Di Indonesia, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi masih menjadi faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat. Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49,68%, yang menunjukkan masih besarnya kebutuhan edukasi finansial yang relevan dan berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, Tokio Marine Life mengajak masyarakat untuk melihat perubahan ekonomi sebagai momentum untuk lebih adaptif, tidak hanya melalui pengelolaan pengeluaran, tetapi juga dengan membuka perspektif baru terhadap peluang pengembangan diri dan sumber penghasilan tambahan yang lebih fleksibel.

 

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

17.413,35

IHSG

6.890,27

BI Rate

4.75 %

 

 

 

 

 

Sumber Media:

seputarcibubur.pikiran-rakyat.com, jakarta.suaramerdeka.com, akurat.co, teropongnews.com, mediaasuransinews.co.id, porosjakarta.com, headline.co.id, benang.id, wartaekonomi.co.id, investortrust.id, swa.co.id, waspada.co.id, industry.co.id, theiconomics.com, indotelko.com, moneter.id, bisnisasia.co.id, one.news, kompas.com, radiogamasi.com, wartakota.tribunnews.com, rm.id, olenka.id, sindonews.com, jawapos.com, viva.co.id, rctiplus.com, jpnn.com, momsmoney.kontan.co.id, koranmanado.co.id, jakarta365.net, infobanknews.com, liputan6.com, antaranews.com, suara.com, kontan.co.id, id.investing.com, republika.id, iuwashtangguh.or.id, seremonia.id, arahjatim.com, senator.id, jatengonline.com, kabarpadang.com, sulutnews.com, bisnisia.id, beritajejakfakta.id, lintas24news.com, mediahavefun.com, foxkawanua.com, editorialindonesia.id, hotnetnews.co.id, sonaindonesia.com, suara-rakyat.id, sriwijayatoday.com, klikinvestor.com, penagar.id, wmhg.org, tabloidputrapos.com, id.tradingview.com, readers.id, surabaya.tribunnews.com, infonasional.com, harianbasis.co, asatunews.co.id, topbusiness.id, itworks.id, detik.com, bisik.id, Kontan, halloriau.com, stabilitas.id, Rakyat Merdeka, parahyangan-post.com, fenesia.com, mmindustri.co.id, republika.co.id, jatim.antaranews.com, sumut.antaranews.com, Indonesiadiscover.com, okezone.com, inews.id, medianusantara.co, mediaindonesia.com, posmetro.co, berita12.com, mediakonsumen.com, cnnindonesia.com, bisnis.com, katadata.co.id, idxchannel.com, id.mashable.com, edisi.co.id, markettrack.id, lurahjepang.com, persen.id, kritisi.id, disway.id, jabaronline.com, asiaworldview.com, Analisa Daily, dan analisadaily.com.

DOWNLOAD PDF