AAJI Daily News - 13 Desember 2019


Tanggal terbit (13 / 12 / 2019)

FM-CC-AAJI-06-001

Jumat, 13 Desember 2019

HEADLINE NEWS

  1. Pelaku Industri Siap Berperan
  2. AAJI Tegaskan Industri Asuransi Masih Likuid
  3. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik 14,7 Persen di Tahun 2019
  4. Industri asuransi jiwa berpeluang investasi B30
  5. AAJI: Likuiditas industri asuransi jiwa aman meski ekonomi melambat
  6. Asosiasi asuransi berencana bantu atasi defisit BPJS Kesehatan
  7. Industri Asuransi Jiwa Berpeluang Investasi B30
  8. Banyak Nasabah Asuransi Batalkan Polis, Ini Penyebabnya
  9. Pertumbuhan Asuransi Jiwa Meningkat 14,7 %, di Tahun 2019
  10. Lambatnya Penanganan Jiwsraya dapat Berdampak pada Industri
  11. AAJI: Kasus Jiwasraya Berdampak ke Industri Jika Tak Segera Diselesaikan
  12. Industri Asuransi Diajak Duduk Bersama, Ringankan Beban BPJS Kesehatan
  13. Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa Meningkat 14,7 Persen
  14. Perbedaan Asuransi Jiwa Murni dan Asuransi Jiwa Investasi
  15. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik 14,7%
  16. Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 14,7% Jadi Rp171,83 Triliun
  17. AAJI Usulkan Kerja Sama Selesaikan Defisit BPJS Kesehatan
  18. Banyak Nasabah Batalkan Polis Asuransi
  19. AAJI Minta Penyelamatan Jiwasraya Jangan Rugikan Nasabah
  20. Gaet Mustika, FWD Life Luncurkan Asuransi Perancang Dana
  21. Gelar PRURide Indonesia 2019, Prudential Hadirkan Produk Asli Papua
  22. Mega Life, Kapan Klaim Saya Cair
  23. Prahara Perusahaan Asuransi Pelat Merah
  24. Tugu Insurance Raih Penghargaan Kinerja dan CFO Terbaik
  25. Pendapatan Asuransi Jiwa 2019 Capai Rp 1,7 Triliun
  26. FWD Life Hadirkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal
  27. FWD Life-Bank Mestika Kerja Sama Pasarkan Produk Unit Link
  28. FWD Life-Bank Mestika Bantu Nasabah Miliki Polis Asuransi Jiwa Berinvestasi
  29. FWD Life dan Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal
  30. FWD Life dan Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal
  31. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal Diluncurkan di Medan
  32. Kasus Jiwasraya Tak Segera Kelar, Asosiasi Asuransi Ungkap Risiko
  33. FWD Life Join Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal
  34. Mengapa Kita Wajib Miliki Asuransi Keluarga, termasuk Asuransi Kesehatan
  35. YLKI Kembalikan Fungsi OJK ke BI, Jika…

TENTANG AAJI

1. Pelaku Industri Siap Berperan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menyatakan akan mengajak industri asuransi umum dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan untuk duduk bersama membantu pengembangan program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers kinerja asuransi jiwa pada kuartal III 2019, Rabu (11/12/2019) di Rumah AAJI, Jakarta. Dia menjelaskan bahwa industri asuransi saat ini turut memikul beban kesehatan masyarakat. Menurut dia, AAJI akan mendorong inisiasi tersebut untuk membantu menekan defisit BPJS Kesehatan melalui proteksi asuransi swasta. Namun, inisiasi tersebut menurutnya akan berbeda dengan program coordination of benefit (CoB) antara BPJS Kesehatan dan pihak swasta yang telah berlangsung hingga saat ini. Menurut dia, hingga kuartal III 2019 asuransi jiwa telah membayarkan manfaat asuransi kesehatan sekitar Rp8,2 triliun atau berkisar Rp900 miliar per bulannya. Manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi umum melalui produk asuransi kesehatan pun menurut Budi tidak jauh berbeda. Dengan perhitungan tersebut, menurut Budi, masing-masing industri menanggung manfaat sekitar Rp12 triliun per tahun. Jumlah tersebut menurutnya cukup signifikan jika harus ditanggung oleh BPJS Kesehatan, bahkan jika hanya sebagian di antaranya.

Bisnis Indonesia / 13-12-2019, Hal 14

2. AAJI Tegaskan Industri Asuransi Masih Likuid

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut likuiditas industri asuransi jiwa masih terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Hal ini terlihat dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan pada kuartal ketiga 2019 mencapai Rp 104,3 triliun atau naik 17,4 persen dibandingkan periode sama tahun 2018 mencapai Rp 88,8 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan kinerja 59 perusahaan asuransi jiwa dari 60 anggota asosiasi menunjukkan kemampuan yang baik dalam membayar klaim dan manfaat. Dari sisi total pendapatan premi, tercatat kenaikan 2 persen.

Rakyat Merdeka / 13-12-2019, Hal 14

3. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik 14,7 Persen di Tahun 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada kuartal ketiga 2019 mencapai Rp171,8 triliun atau melonjak 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp149,8 triliun. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan bahwa kinerja kuartal III 2019 menunjukkan peningkatan jumlah tertanggung dan polis. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono, mengatakan dari total pendapatan premi, tercatat kenaikan sebesar 2 persen menjadi Rp143,77 triliun dengan premi baru meningkat 0,5% menjadi Rp89,98 triliun. Bancassurance memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi sebesar 41,8 persen, diikuti keagenan 39 persen, dan alternatif lain 18,4 persen.

Warta Kota / 13-12-2019, Hal 14

4. Industri asuransi jiwa berpeluang investasi B30

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor energi salah satunya dalam mendukung pengembangan program biodiesel 30 persen (B30) karena industri tersebut memiliki dana investasi yang besar. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan bahwa total aset 59 perusahaan asuransi jiwa nasional pada kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp548,7 triliun. Senada dengan Budi, Ketua Bidang Pemasaran AAJI Wiroyo Karsono menambahkan tidak menutup kemungkinan industri asuransi jiwa berinvestasi di sektor energi seperti biodiesel B30. Namun, ia berharap pemerintah memberikan insentif pajak untuk menarik investasi.

Antaranews.com / 11-12-2019

5. AAJI: Likuiditas industri asuransi jiwa aman meski ekonomi melambat

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan likuiditas industri asuransi jiwa masih terjaga meski pertumbuhan ekonomi global melambat yang juga berimbas ke ekonomi nasional. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon di Jakarta, Rabu, menjelaskan kinerja 59 perusahaan asuransi jiwa dari 60 anggota asosiasi menunjukkan kemampuan yang baik dalam membayar klaim dan manfaat. Budi mengungkapkan total klaim yang dibayarkan pada kuartal ketiga tahun 2019 mencapai Rp104,3 triliun atau naik 17,4 persen dibandingkan periode sama tahun 2018 mencapai Rp88,8 triliun.

Antaranews.com / 11-12-2019

6. Asosiasi asuransi berencana bantu atasi defisit BPJS Kesehatan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berencana menggandeng Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk membahas upaya membantu menangani defisit keuangan di BPJS Kesehatan. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pada kuartal ketiga tahun 2019 AAJI mencatat realisasi klaim asuransi kesehatan yang dimiliki industri asuransi jiwa mencapai Rp8,17 triliun atau naik 15,8 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Ia menambahkan apabila industri itu tidak menjual asuransi kesehatan, diperkirakan klaim tersebut akan ikut menjadi beban defisit senilai Rp8,17 triliun di tangan BPJS Kesehatan.

Antaranews.com / 11-12-2019

7. Industri Asuransi Jiwa Berpeluang Investasi B30

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor energi salah satunya dalam mendukung pengembangan program biodiesel 30 persen (B30) karena industri tersebut memiliki dana investasi yang besar. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan bahwa total aset 59 perusahaan asuransi jiwa nasional pada kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp548,7 triliun. Senada dengan Budi, Kepala Bidang Pemasaran AAJI Wiroyo Karsono menambahkan tidak menutup kemungkinan industri asuransi jiwa berinvestasi di sektor energi seperti biodiesel B30. Namun, ia berharap pemerintah memberikan insentif pajak untuk menarik investasi.

Arahkita.com / 11-12-2019

8. Banyak Nasabah Asuransi Batalkan Polis, Ini Penyebabnya

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim nilai tebus atau surrender mencapai 52,2% dari total klaim dan manfaat. Angka ini meningkat 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Surrender dalam asuransi artinya pemegang polis membatalkan asuransinya sebelum masa polis berakhir. Dari data AAJI total tertanggung atau pemegang polis asuransi tercatat 17,85 juta orang. Angka ini didorong oleh meningkatnya pemahaman individu atas pentingnya asuransi dan menunjukkan bahwa inklusi dalam bidang asuransi menunjukkan progres.

Detik.com / 11-12-2019

9. Pertumbuhan Asuransi Jiwa Meningkat 14,7 %, di Tahun 2019

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan “Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.”

Eksekutif.id / 11-12-2019

10. Lambatnya Penanganan Jiwsraya dapat Berdampak pada Industri

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia meminta pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sebab, jika permasalahan ini tidak ditangani secara cepat maka berpotensi menganggu industri asuransi jiwa secara keseluruhan. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan penyelesaian Jiwasraya harus dapat diterima semua pihak yang mencakup perusahaan, pemegang saham hingga para nasabah. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Republika.co.id / 11-12-2019

11. AAJI: Kasus Jiwasraya Berdampak ke Industri Jika Tak Segera Diselesaikan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menilai bahwa masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dapat memberikan dampak bagi industri jika terdapat pembiaran. Asosiasi mengharapkan segera terdapat solusi atas masalah tersebut. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa asosiasi tidak memiliki posisi yang berkaitan dengan berbagai keputusan bisnis Jiwasraya. AAJI pun tidak akan terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan terkait dengan penyehatan Jiwasraya.

Bisnis.com / 12-12-2019

12. Industri Asuransi Diajak Duduk Bersama, Ringankan Beban BPJS Kesehatan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menyatakan akan mengajak industri asuransi umum dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan untuk duduk bersama membantu pengembangan program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, AAJI akan mendorong inisiasi tersebut untuk membantu menekan defisit BPJS Kesehatan melalui proteksi asuransi swasta. Namun, inisiasi tersebut menurutnya akan berbeda dengan program coordination of benefit (CoB) antara BPJS Kesehatan dan pihak swasta yang telah berlangsung hingga saat ini.

Bisnis.com / 12-12-2019

13. Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa Meningkat 14,7 Persen

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan “Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.”

Idntimes.com / 12-12-2019

14. Perbedaan Asuransi Jiwa Murni dan Asuransi Jiwa Investasi

Salah satu kesalahan yang masih umum terjadi saat membeli asuransi adalah kita tidak paham sepenuhnya terkait klausul produk asuransi yang dibeli. Mengutip pengertian asuransi jiwa murni dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI, asuransi jiwa murni merupakan suatu usaha untuk mengalihkan risiko ekonomis atas terjadinya musibah kehilangan nyawa atau cacat tetap yang dialami seseorang (nasabah asuransi) yang dipertanggungkan. Dalam perkembangannya, asuransi jiwa juga memberikan manfaat tambahan, seperti perlindungan saat sakit dan juga manfaat investasi, yang biasa kita kenal dengan nama asuransi jiwa unit link. Manfaat atau perlindungan asuransi jiwa plus investasi lebih lama, bahkan manfaat perlindungannya bisa seumur hidup atau bahkan mencapai 100 tahun.

Lifepal.co.id / 12-12-2019

15. Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik 14,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan “Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.”

Neraca.co.id / 12-12-2019

16. Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 14,7% Jadi Rp171,83 Triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan “Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.”

Okezone.com / 12-12-2019

17. AAJI Usulkan Kerja Sama Selesaikan Defisit BPJS Kesehatan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia berencana menggandeng Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) terkait penyeselaian defisit keuangan BPJS Kesehatan. Nantinya kedua industri asuransi akan menjual produk asuransi kesehatan. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pada kuartal ketiga 2019 AAJI mencatat realisasi klaim asuransi kesehatan sebesar Rp 8,17 triliun atau naik 15,8 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Budi menjelaskan jika dirata-ratakan per bulan maka realisasi klaim kesehatan selama sembilan bulan dari industri asuransi jiwa sebesar Rp 8,17 triliun senilai berkisar Rp 800-900 miliar. Budi menambahkan usulan kerja sama tersebut merupakan salah satu pandangan dari asosiasi asuransi jiwa yang akan ditawarkan ke pihak BPJS Kesehatan.

Republika.co.id / 12-12-2019

18. Banyak Nasabah Batalkan Polis Asuransi

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim nilai tebus atau surrender mencapai 52,2% dari total klaim dan manfaat. Angka ini meningkat 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Surrender dalam asuransi artinya pemegang polis membatalkan asuransinya sebelum masa polis berakhir. Dari data AAJI total tertanggung atau pemegang polis asuransi tercatat 17,85 juta orang. Angka ini didorong oleh meningkatnya pemahaman individu atas pentingnya asuransi dan menunjukkan bahwa inklusi dalam bidang asuransi menunjukkan progres.

Sumutpos.co / 12-12-2019

19. AAJI Minta Penyelamatan Jiwasraya Jangan Rugikan Nasabah

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang kini limbung dan menanggung tagihan nasabah tertanggung hingga puluhan triliun rupiah akibat gagal bayar, disebut akan diselamatkan melalui pembentukan anak usaha baru, yakni Jiwasraya Putra. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon enggan menanggapi lebih lanjut mengenai keputusan tersebut. Ia menjelaskan meskipun Jiwasraya anggota AAJI, pihaknya tidak berhak melakukan intervensi terhadap perusahaan asuransi lain. Menurutnya, itu merupakan domain para pemegang saham.

Tribunnews.com / 12-12-2019

INDUSTRI ASURANSI

20. Gaet Mustika, FWD Life Luncurkan Asuransi Perancang Dana

PT FWD Life Indonesia ( FWD Life) dan PT Mestilah Dharma, Tbk (Bank Mustika) meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal, sebuah produk unit link dengan manfaat proteksi yang komprehensif.  Perancang Dana Pro Optimal adalah produk kedua dari kerjasama strategis antara dua perusahaan sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2018. Melalui kerjasama ini, FWD Life bersama dengan Bank Mustika menciptakan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal, sebuah produk unit link yang menawarkan perlindungan optimal dan investasi maksimum. “FWD Life Dan Bank Mestika berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi produk dan menjalankan strategi bisnis berbasis digital serta membuat kerjasama bancassurance untuk terus tumbuh,” kata Direktur Utama FWD Life Anantharaman Sridharan.

HE Neraca / 13-12-2019, Hal 5

21. Gelar PRURide Indonesia 2019, Prudential Hadirkan Produk Asli Papua

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) turut berbagi beragam inspirasi positif dalam gelaran event akbar PRURide Indonesia 2019. Salah satunya kehadiran tiga anak muda Papua, peserta program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda yang untuk pertama kalinya memamerkan produk dan usahanya untuk khalayak umum di luar wilayah Papua. Produk andalan yang ditampilkan antara lain kopi khas Papua 'Highland Roastery' oleh Yafeth Wetipo, gel khusus rambut keriting 'Gracy Curls' buatan Paideia Gratia Sumihe dan menu khas bakso kelapa Pondok Butterfly Skyline dari Yunita Ohee. Country CEO, Community Investment Prudential Indonesia Rinaldi Mudahar menjelaskan, pihaknya turut berkontribusi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya di Papua. Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda yang ditujukan untuk membekali anak muda Papua usia 18–35 tahun ini mengacu pada kurikulum internasional, yang akan dilakukan selama tiga tahun dan terbagi dalam dua gelombang.

Investor Daily / 13-12-2019, Hal 23

22. Mega Life, Kapan Klaim Saya Cair

Saya adalah nasabah asuransi PFI Mega Life dengan nomor polis 0410-1201-9001-995. Saya menanyakan klaim yang sudah diajukan pada 30 Oktober 2019 dan sudah lebih dari satu bulan klaim belum dibayarkan. Pihak RS menjawab tidak ada investigasi, baik melalui percakapan telepon maupun email. PFI Mega Life semestinya lebih responsif dalam menangani klaim saya.

Jawa Pos / 13-12-2019, Hal 4

23. Prahara Perusahaan Asuransi Pelat Merah

Kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya akhirnya diambil alih Kejaksaan Agung. “Sudah ditangani di pidana khusus Kejagung,” ujar Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Kasus bergulir berdasarkan pengaduan masyarakat yang mengendus dugaan korupsi Jiwasraya sejak 2014 hingga 2018, terkait produk JS Saving Plan. Bahkan, tercatat 474 warga Korea Selatan ikut tertarik produk tersebut, termasuk Vice President Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun. Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno, mengatakan bahwa manajemen lama Jiwasraya harus bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi terkait produk bancassurance pada 2014 – 2018. Saat ini, pemerintah sedang mengkaji opsi penyelamatan Jiwasraya dan per September 2019, perusahaan hanya mencatat modal atau ekuitas Rp25,6 triliun sedangkan utangnya Rp49,6 triliun. Kasus Jiwasraya merupakan kasus terbesar setelah AJB Bumiputera 1912.

GATRA, 12-18 Desember 2019, Hal 45-50

24. Tugu Insurance Raih Penghargaan Kinerja dan CFO Terbaik

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesi Tbk (Tugu Insurance) kembali mendapatkan penghargaan Top 20 Financial Institution dari The Finance Institute, Tugu Insurance dinilai berhasil menjaga kinerjanya dengan sangat baik dalam tiga tahun terakhir.

Investor Daily - 13/12/2019, Hal 23

25. Pendapatan Asuransi Jiwa 2019 Capai Rp 1,7 Triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019. Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan “Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.”

Gatra.com / 12-12-2019

26. FWD Life Hadirkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal

FWD Life Indonesia (FWD Life) menggandeng PT Bank Mestika Dharma Tbk (Bank Mestika) untuk memperkuat jalur distribusi bancassurance. Produk ini menawarkan asuransi serta investasi komprehensif dan jangka panjang, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan finansial masa depan. Adapun manfaat dari produk ini, yaitu perlindungan optimal dan investasi maksimal, memberikan manfaat asuransi saat tertanggung hidup dan/atau meninggal, bebas biaya administrasi dan akuisisi, fleksibel dan bonus loyalitas.

Kabarmedan.com / 12-12-2019

27. FWD Life-Bank Mestika Kerja Sama Pasarkan Produk Unit Link

PT FWD Life Indonesia bersama PT Bank Mestika Tbk meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal, sebuah produk unit link dengan manfaat proteksi yang komprehensif. Asuransi ini adalah produk kedua dari kerja sama strategis kedua perusahaan sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2018. Kedua institusi keuangan tersebut berkomitmen untuk menyediakan akses asuransi jiwa yang lebih luas kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, keduanya menciptakan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal. Direktur Utama (Dirut) FWD Life, Anantharaman Sridharan, mengatakan, FWD Life dan Bank Mestika berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi produk dan menjalankan strategi bisnis berbasis digital, serta membuat kerja sama bancassurance untuk terus tumbuh. Kedua institusi tersebut melihat adanya permintaan terhadap produk unit link dan ingin menyediakan berbagai pilihan asuransi non-tradisional bagi nasabah di Sumatra Utara (Sumut). Selain itu, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada Q1-2019, industri asuransi jiwa mencatat adanya kontribusi sebesar 63,3% dari total jumlah premi asuransi jiwa. Sedangkan premi asuransi tradisional hanya berjumlah 36,7% dari total premi.

Medanbisnisdaily.com / 12-12-2019

28. FWD Life-Bank Mestika Bantu Nasabah Miliki Polis Asuransi Jiwa Berinvestasi

PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Sharma Tbk meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal adalah bancassurance yang secara khusus dibuat untuk membantu nasabah memiliki polis asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Direktur Utama Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita meyakini, asuransi perancang dana pro optimal dapat memberikan berbagai alternatif pilihan produk asuransi kepada masyarakat. Pihaknya berharap asuransi perancang dana pro optimal ini menjadi pilihan yang disukai oleh para nasabah yang memerlukan produk unit link yang memiliki nmanfaat proteksi yang komprehensif.

Pewarta.co / 12-12-2019

29. FWD Life-Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal

PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Sharma Tbk meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal adalah bancassurance yang secara khusus dibuat untuk membantu nasabah memiliki polis asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Direktur Utama Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita meyakini, asuransi perancang dana pro optimal dapat memberikan berbagai alternatif pilihan produk asuransi kepada masyarakat. Pihaknya berharap asuransi perancang dana pro optimal ini menjadi pilihan yang disukai oleh para nasabah yang memerlukan produk unit link yang memiliki nmanfaat proteksi yang komprehensif.

Sentralberita.com / 12-12-2019  

30. FWD Life dan Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal

PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Dharma Tbk. (Bank Mestika) mengumumkan peluncuran Asuransi Perancang Dana Pro Optimal, sebuah produk unit link dengan manfaat proteksi yang komprehensif. Melalui kerja sama ini, FWD Life bersama dengan Bank Mestika menciptakan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal, sebuah produk unit link yang menawarkan perlindungan optimal dan investasi maksimum. Produk ini menawarkan asuransi serta investasi komprehensif dan jangka panjang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan finansial masa depan. Manfaat dari produk ini, Perlindungan Optimal dan Investasi Maksimal dan Perlindungan hingga Tertanggung berusia 80 tahun.

Sumut24.co / 12-12-2019

31. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal Diluncurkan di Medan

PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Sharma Tbk meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal adalah bancassurance yang secara khusus dibuat untuk membantu nasabah memiliki polis asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Direktur Utama Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita meyakini, asuransi perancang dana pro optimal dapat memberikan berbagai alternatif pilihan produk asuransi kepada masyarakat. Pihaknya berharap asuransi perancang dana pro optimal ini menjadi pilihan yang disukai oleh para nasabah yang memerlukan produk unit link yang memiliki nmanfaat proteksi yang komprehensif.

Sumutcyber.com / 12-12-2019

32. Kasus Jiwasraya Tak Segera Kelar, Asosiasi Asuransi Ungkap Risiko

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menilai bahwa masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dapat memberikan dampak bagi industri jika terdapat pembiaran. Asosiasi mengharapkan segera terdapat solusi atas masalah tersebut. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa asosiasi tidak memiliki posisi yang berkaitan dengan berbagai keputusan bisnis Jiwasraya. AAJI pun tidak akan terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan terkait dengan penyehatan Jiwasraya. AAJI berharap anggotanya tersebut dapat segera menemukan solusi terbaik. Budi berharap agar solusi tersebut tidak merugikan pihak manapun dan nasabah dapat segera mendapatkan haknya.

Tempo.co / 12-12-2019

33. FWD Life Join Bank Mestika Luncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal

PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Sharma Tbk meluncurkan Asuransi Perancang Dana Pro Optimal. Asuransi Perancang Dana Pro Optimal adalah bancassurance yang secara khusus dibuat untuk membantu nasabah memiliki polis asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Direktur Utama Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita meyakini, asuransi perancang dana pro optimal dapat memberikan berbagai alternatif pilihan produk asuransi kepada masyarakat. Pihaknya berharap asuransi perancang dana pro optimal ini menjadi pilihan yang disukai oleh para nasabah yang memerlukan produk unit link yang memiliki nmanfaat proteksi yang komprehensif.

Tribunnews.com / 12-12-2019 

REGULASI & MAKRO EKONOMI

34. Mengapa Kita Wajib Miliki Asuransi Keluarga, termasuk Asuransi Kesehatan

Asuransi hingga kini masih dianggap sebelah mata karena tidak praktis. Dengan memiliki asuransi, ada banyak keuntungan yang dapat diterima oleh Anda dan tentu saja keluarga. Asuransi jiwa misalnya memberikan perlindungan ekonomi dan kemudahan bila mana kelak Anda terpaksa meninggalkan keluarga akibat kematian. Sementara asuransi kesehatan keluarga bisa membantu pembayaran biaya kesehatan bagi Anda dan keluarga. Asuransi juga menjadi cara merencanakan masa depan, terutama bagi keluarga muda. Ada beragam produk asuransi keluarga yang ditawarkan oleh penyedia jasa asuransi seperti Sequis bagi keluarga muda.

Merdeka.com / 12-12-2019  

35. YLKI: Kembalikan Fungsi OJK ke BI, Jika ...

Kinerja dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikritisi. Sebab saat ini, tidak sedikit lembaga asuransi mengalami gagal bayar, ditambah dengan perbankan, finansial teknologi (fintech), serta pasar modal yang di dalamnya ada reksadana. Konsumen pun dinilai sangat dirugikan. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menegaskan, harusnya dengan keberadaan OJK, kejadian banyak asuransi mengalami gagal bayar itu tidak terjadi. Sebab, dengan kewenangan dan fungsi pengawasannya, mestinya sejak dini OJK mampu mendeteksi dugaan adanya masalah. Tulus menduga, kinerja tersebut karena OJK selama ini keuangannya tidak independen. Sebab,  biaya operasional lembaga itu didapat dari iuran lembaga keuangan yang diawasinya. Untuk itu, Tulus meminta OJK dapat berbenah diri. Jika tidak, dimintanya Pemerintah untuk segera membubarkan OJK. Adapun peran dan fungsinya dikembalikan kepada Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. Sebagaimana yang telah mencuat ke permukaan publik, lembaga asuransi yang diantaranya mengalami gagal bayar adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, Jiwasraya serta Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Rri.co.id / 12-12-2019

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.033

IHSG (per 12 Desember 2019)

6.139,39

BI Rate

 


Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Bisnis Indonesia, Rakyat Merdeka, WartaKota, Antaranews.com, Arahkita.com, Detik.com, Eksekutif.id, Republika.co.id, Bisnis.com, Idntimes.com, Lifepal.co.id, Neraca.co.id, Okezone.com, Sumutpos.co, HE Neraca, Investor Daily, JawaPos, Gatra, Gatra.com, Kabarmedan.com, Medanbisnisdaily.com, Pewarta.co, Sentralberita.com, Sumut24.co, sumutcyber.com, Tempo.co, Merdeka.com, rri.co.id.

DOWNLOAD PDF