AAJI Daily News - 28 November 2019


FM-CC-AAJI-06-001

Kamis, 28 November 2019

HEADLINE NEWS

  1. Lesu Darah, Industri Asuransi Butuh Suntikan Gairah
  2. Kementerian BUMN Beri Sinyal Anak Jiwasraya Disuntik Asing
  3. Anak Usaha Jiwasraya Berpotensi Dikuasai Asing
  4. BUMN Buka Kemungkinan Anak Usaha Jiwasraya Dikuasai Asing
  5. Antara Itikad Baik dan Solusi Jiwasraya
  6. Kementerian BUMN Beri Sinyal Anak Jiwasraya Disuntik Asing
  7. BUMN Buka Kemungkinan Anak Usaha Jiwasraya Dikuasai Asing
  8. BUMN Buka Peluang Investor Asing Akusisi Jiwasraya Putra
  9. Mau Dilego ke Investor, Jiwasraya Diminta Lapor Kinerja Tiap Pekan

TENTANG AAJI

Lesu Darah, Industri Asuransi Butuh Suntikan Gairah

Asuransi belum jadi pilihan utama karena tidak bersentuhan langsung dengan transaksi keuangan harian. Kasus gagal bayar klaim yang masih saja terjadi, juga ikut menjadi preseden buruk. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016, indeks literasi industri asuransi, bahkan memiliki tren menurun dibandingkan industri keuangan lainnya. Pada tahun 2016, didapat bahwa indeks literasi asuransi berada di posisi 15,8%. Nilai tersebut turun 2 persentase poin dibandingkan survei sebelumnya di tahun 2013. Pasalnya di tahun 2013 tersebut, indeks literasi asuransi masih berada di posisi 17,8%. Pada tahun 2016 sendiri, pemegang takhta indeks literasi keuangan tertinggi adalah industri perbankan. Industri ini mampu mencatatkan level literasi di angka 28,9%. Disusul dengan pegadaian yang indeks literasinya sebesar 17,8%. Lalu mengikuti di belakangnya ada lembaga pembiayaan dengan indeks literasi 13% dan dana pensiun 10,9%. Tingkat inklusi industri asuransi terpantau hanya tumbuh 0,3 persentase poin. Sementara itu, rata-rata pertumbuhan inklusi produk keuangan lainnya 12 kali lipat lebih besar. Dari tahun 2013 ke 2016, tercatat pertumbuhan inklusi per sektor industri keuangan di Indonesia mencapai 3,67 persentase poin. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengungkapkan, lesunya perkembangan industri asuransi disebabkan beberapa faktor. Faktor yang paling utama adalah ekonomi. Rendahnya pangsa pasar juga dirasakan oleh sektor asuransi jiwa. Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sampai kuartal III-2019, penetrasi jenis asuransi ini justru masih bertengger di angka 6,6%. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan pada tahun 2018 yang sebesar 6,7%.

Validnews.id – 27/11/2019

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Kementerian BUMN Dorong Perbaikan Kinerja Jiwasraya

Kementerian BUMN mendorong manajemen PT Asuransi Jiwasraya untuk memperbaiki kinerja. Anak usaha perseroan, PT Jiwasraya Putra, akan ditawarkan ke investor asing sebagai strategic partner, kata Arya Sinulingga Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik. Menurut Arya, internal Jiwasraya harus lebih selektif dalam menyeleksi pemegang polis. Sebelumnya, Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko memberi sinyal bahwa Jiwasraya Putra bisa dikendalikan oleh asing. Selain itu, ada empat perusahaan BUMN yang turut memberi akses distribusi produk dan sejumlah BUMN tersebut juga tercatat sebagai pemegang saham Jiwasraya Putra.

Investor Daily - 28/11/2019, hal 23

Anak Usaha Jiwasraya Berpotensi Dikuasai Asing

Kementerian BUMN memberikan sinyal anak usaha asuransi Jiwasraya, PT Jiwasraya Putra berpotensi dikuasai asing. Arya Sinulingga mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan uji tuntas atau due diligence dengan sejumlah investor asing terkait divestasi anak usaha Jiwasraya.

Cnbcindonesia.com -  27/11/2019

BUMN Buka Kemungkinan Anak Usaha Jiwasraya Dikuasai Asing

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan sinyal bahwa anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berpotensi dikuasai asing.  Anak usaha yang dimaksud adalah PT Jiwasraya Putra. Saat ini Kementerian masih melakukan uji tuntas atau due diligence dengan sejumlah investor. Beberapa investor yang menjalani uji tuntas berasal dari asing. Namun, Arya tak menyebut secara pasti jumlah investor asing yang berminat menjadi investor di Jiwasraya Putra.

Cnnindonesia.com – 27/11/2019

Antara Itikad Baik dan Solusi Jiwasraya

Masalah gagal bayar atau disebut delay pay ment dana /Penundaan Pembayaran Klaim Para Pemegang Polis dari saluran distribusi pemasaran Banncassurance yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sedang menjadi perbincangan publik senilai 805 Miliar yang saat ini estafet Pimpinan tertinggi ada pada pundak Hexana Tri Sasongko Sebagai CEO Jiwasraya pada 2018. Solusi penyelesaian yang kedua dengan membentuk  anak usaha dari induk PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dinamakan Jiwasrayaputra yg dianggap sebagai sekoci menurut saya bukan solusi jangka pendek buat induknya , mengingat banyak hal yang punya kepentingan akan menyetir anak usaha itu belum lagi soal beberapa pihak yang akan terlibat didalamnya menguasai saham mayoritas dan minoritas dengan begitu tentu tidak mudah seenaknya mengeluarkan dana untuk menyuntik induknya dalam jangka pendek , pertanyaan sederhananya kapan dpt mencapai profit itu dari anak usahanya tercapai? Solusi penyelesaian yang kedua dengan membentuk  anak usaha dari induk PT Asuransi.

Kompasiana.com – 27/11/2019

Kementerian BUMN Beri Sinyal Anak Jiwasraya Disuntik Asing

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi sinyal investor asing akan menjadi penyelamat sakit yang mendera PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang mengatakan bahwa investor asing yang akan menguasai saham anak usaha Asuransi Jiwasraya, PT Jiwasraya Putra. Sejauh ini memang ada delapan perusahaan yang menjadi calon investor yang akan menempatkan dana segar di Jiwasraya Putra, beberapa. Namun saat ini Kementerian BUMN masih melakukan due dilligence untuk menentukan investornya.

Medcom.id – 27/11/2019

BUMN Buka Kemungkinan Anak Usaha Jiwasraya Dikuasai Asing

Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) membuka kemungkinan anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni PT Jiwasraya Putra dikuasai investor asing.  Namun, sebelumnya perlu dilakukan perbaikan dulu agar para investor tertarik dan mau meminang anak usaha perseroan asuransi tersebut. Saat ini, Kementerian BUMN sedang berupaya memperbaiki keuangan Jiwasraya yang sedang carut marut. Sehingga, Arya mengatakan, Kementerian BUMN tengah memantau audit keuangan Jiwasraya setiap minggunya. Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui perkembangan di tubuh perseroan asuransi tersebut.

Swa.co.id – 27/11/2019

BUMN Buka Peluang Investor Asing Akusisi Jiwasraya Putra

Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) membuka kemungkinan anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni PT Jiwasraya Putra dikuasai investor asing.  Namun, sebelumnya perlu dilakukan perbaikan dulu agar para investor tertarik dan mau meminang anak usaha perseroan asuransi tersebut. Saat ini, Kementerian BUMN sedang berupaya memperbaiki keuangan Jiwasraya yang sedang carut marut. Sehingga, Arya mengatakan, Kementerian BUMN tengah memantau audit keuangan Jiwasraya setiap minggunya. Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui perkembangan di tubuh perseroan asuransi tersebut.

Tempo.co – 27/11/2019

Mau Dilego ke Investor, Jiwasraya Diminta Lapor Kinerja Tiap Pekan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berupaya untuk memperbaiki kinerja Jiwasraya yang kini sedang terlilit masalah likuiditas dan utang triliunan rupiah. Setiap pekan, manajemen Jiwasraya diminta untuk melaporkan setiap perkembangan dari perusahaan ke Kementerian BUMN. Strategi tersebut dinilai efektif untuk memantau kinerja perseroan dengan lebih spesifik dan rinci. Pasalnya usai dipantai secara berkala, rencanannya Kementerian BUMN akan melego Jiwasraya pada investor.

Tirto.id – 27/11/2019

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR (27 November 2019)

14.095

IHSG (27 November 2019)

6.023,04

BI Rate

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Validnews.id, Investor Daily, HE Neraca, CNBCIndonesia.com, CNNIndonesia.com, Kompasiana.com, Medcom.id, Swa.co.id, Tempo.co, Tirto.id

DOWNLOAD PDF