AAJI Daily News - 1 Agustus 2025
Jumat, 01 Agustus 2025
FM-CC-AAJI-006-00
HEADLINE NEWS
TENTANG AAJI
KANAL PERBANKAN TERUS TURUN (Bisnis Indonesia, 01/08/2025)
Kanal distribusi asuransi umum melalui perbankan terus tergerus dalam dua tahun terakhir. Sedangkan, asuransi jiwa masih mengandalkan bancasurrance kendati pendapatan premi sektor ini sempat terkoreksi.Berdasarkan tren data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi dicatat asuransi umum dari distribusi bancassurance sepanjang 2023 mencapai Rp6,78 triliun (6,8% dari total premi), lalu tergerus 27,4% YoY menjadi Rp4,93 triliun (4,7% dari total permi) pada 2024.Sementara itu, premi asuransi umum dari distribusi leasing pada 2024 tumbuh 1,1% YoY menjadi Rp15,15 triliun (14,6% dari total premi). Berdasarkan data terbaru, premi asuransi umum via bancassurance per kuartal I/2025 hanya berkontribusi 4,4% dari total premi, sedangkan untuk Badan Usaha Selain Bank (BUSB) pembiayaan berkontribusi atas 13,5% dari total premi.Di sisi lain, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam kuartal I/2025, tiga besar kanal distribusi penyumbang premi asuransi jiwa terbesar adalah bancassurance, disusul kanal distribusi alternatif, dan ketiga adalah kanal keagenan.
Ada Rencana Program Penjaminan Polis di Industri Asuransi, Ini Kata AAJI (kontan.co.id, 01/08/2025)
Pemerintah saat ini tengah menggodok mekanisme Program Penjaminan Polis (PPP) dan ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2028. Disebutkan, PPP akan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan setiap perusahaan asuransi wajib menjadi peserta penjamin polis.Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan Program Penjaminan Polis (PPP) merupakan cita-cita yang telah lama dinantikan oleh industri asuransi jiwa. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan AAJI sangat menyambut baik setiap perkembangan dalam pembentukan PPP."Kami memandang PPP sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan konsumen dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa secara keseluruhan. PPP adalah elemen krusial dalam kerangka penguatan sektor keuangan," katanya kepada Kontan, Kamis (31/7/2025).
INDUSTRI & ASURANSI
AIA dan BCA Rilis Asuransi Jiwa HOKI, Beri Proteksi hingga Usia 99 Tahun (kompas.com, 31/07/2025)
PT AIA Financial (AIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meluncurkan Proteksi Whole Life Income Maksima (HOKI).Ini adalah produk asuransi jiwa yang dirancang khusus untuk memberikan proteksi dan dana tunai tahunan ( living benefit ) sampai usia 99 tahun.HOKI hadir sebagai solusi awal dalam memulai perjalanan perlindungan finansial yang sederhana, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa mendatang.:SHUTTERSTOCK/SEWCREAMSTUDIO Ilustrasi asuransi jiwa.Haryanto T Budiman, Direktur BCA menyatakan, Proteksi Whole Life Income Maksima (HOKI) merupakan wujud komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang yang relevan bagi kebutuhan nasabah.
FWD Sasar Gen Z, Tawarkan Asuransi untuk Rencana Pensiun Dini (id.investing.com, 31/07/2025)
PT FWD Insurance Indonesia menyasar generasi Z (Gen Z) seiring meningkatnya kesadaran kelompok usia muda terhadap pentingnya investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang. Langkah ini merespons hasil survei Jakpat bertajuk Understanding Gen Z: Preference in the Workplace, yang mencatat 63% Gen Z di Indonesia berminat menabung dan berinvestasi untuk masa depan.Menangkap peluang ini, FWD Insurance memperbarui produk asuransi jiwa FWD Treasury Legacy Protection sebagai solusi proteksi sekaligus perencanaan pensiun dan warisan. Produk ini memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun dan menyasar kalangan produktif, termasuk Gen Z, yang mulai memikirkan masa pensiun sejak dini.FWD Insurance menjawab kebutuhan masyarakat untuk mempersiapkan pensiun serta rencana warisan.
Industri Asuransi RI Tertekan, Hilirisasi Jadi Solusi (okezone.com, 31/07/2025)
Industri perasuransian Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan yang serius. Tantangan ini bermula dari tingginya rasio klaim hingga keterbatasan mitigasi risiko, yang secara langsung dapat mengancam ketahanan keuangan nasional.Salah satu faktor yang memperparah situasi adalah tingginya ketergantungan terhadap reasuransi luar negeri, yang berpotensi menambah tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).Upaya efisiensi di sektor asuransi, khususnya asuransi kesehatan, sulit dilakukan karena kompleksitas ekosistem yang terlibat, mulai dari rumah sakit, tenaga medis, penyedia asuransi, hingga regulator.Sementara itu, sektor asuransi kredit juga belum pulih dari bayang-bayang pengelolaan yang kurang bijak di masa lalu. Akibatnya, jumlah klaim terus meningkat dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan asuransi pun menurun.Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih strategis, salah satunya melalui hilirisasi sektor jasa keuangan, termasuk industri asuransi dan reasuransi.
10 Kasus Cyber Crime Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia Digital (inilah.com, 31/07/2025)
Ilustrasi hacker sedang melakukan aksi cyber crime (Foto: Freepik) Bocornya data jutaan pengguna menjadi bukti bahwa tidak ada sistem digital yang benar-benar aman dari ancaman serangan siber.Serangan siber atau cyber crime tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir semua negara di dunia pasti pernah mengalaminya dengan skala yang lebih besar.Bahkan dampak dari serangan siber inin, membuat sejumlah perusahaan harus mematikan operasionalnya untuk mencegah kerugian lebih lanjut.Baru-baru ini, kasus serangan siber kembali terjadi dan menyerang perusahaan asuransi raksasa asal Amerika Serikat, Allianz Life.Kepada media, Allianz Life mengonfirmasi bahwa sistem CRM mereka dibobol oleh hacker.
BRI Life Raup Laba Rp 419,2 Miliar Per Semester I 2025 (kompas.com, 31/07/2025)
Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi BRI Life (BRI Life) mencatat laba Rp 419,2 miliar pada semester I-2025. Angka itu naik 32,0 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BRI Life juga membukukan, Annualized Premium Equivalent (APE) senilai Rp 2,0 triliun hingga semester I-2025. Angka ini naik 29,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto memaparkan, kinerja ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis BRI Life yang didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI) dan FWD Management Holding Limited (FWD). "Kontribusi terbesar terhadap pencapaian gemilang ini berasal dari lini bisnis bancassurance yang menyumbang 63,2 persen atau setara Rp 1,3 triliun," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (31/7/2025).
Berlangsung di Gramedia Matraman pada Kamis (10/7/2025), Dompet Dhuafa bersama Tokio Marine Life Insurance Indonesia ( Tokio Marine Life Peduli) menggelar kegiatan "Pesta Literasi & Belanja School Kit" dalam rangka Back to School dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2025.Melalui kolaborasi ini, Tokio Marine Life Insurance melalui program TMLIFE Peduli, menyalurkan zakat dan infak melalui Dompet Dhuafa sebagai wujud komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Penyaluran zakat dan infak difokuskan pada pilar pendidikan, sejalan dengan program keberlanjutan (sustainability) perusahaan, yaitu mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan khususnya yatim dan dhuafa.
Masih Banyak Orang Salah Kaprah soal Asuransi (viva.co.id, 31/07/2025)
Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari pentingnya memiliki asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Padahal, asuransi merupakan instrumen perlindungan dari risiko finansial yang bisa datang tanpa diduga.Tingkat literasi keuangan terkait asuransi di Indonesia masih tergolong rendah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi baru mencapai 45,45%, sementara inklusi atau kepemilikan produk asuransi hanya 28,50%.Rendahnya tingkat pemahaman ini menyebabkan banyak orang salah kaprah tentang fungsi dan manfaat asuransi. Tak jarang, mereka baru menyadari pentingnya asuransi setelah mengalami musibah atau kerugian finansial yang besar.Salah satu penyebab masyarakat enggan memiliki asuransi adalah anggapan bahwa membayar premi setiap bulan adalah pengeluaran sia-sia. Padahal, premi adalah bentuk investasi jangka panjang untuk ketenangan hidup.
IFG Ungkap Tantangan Industri Asuransi Jiwa di Semester II-2025 (popmama.com, 01/08/2025)
Indonesia Financial Group (IFG) memandang pada semester II-2025 industri asuransi jiwa nasional masih dihadapkan pada tantangan struktural yang tidak ringan. Ketidakpastian global, tekanan inflasi, pelemahan daya beli masyarakat, serta peningkatan rasio klaim di sektor asuransi menjadi faktor yang harus direspons dengan hati-hati.Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menuturkan, asuransi berfungsi sebagai pelindung risiko yang mendukung keberlanjutan sektor produktif dan perlindungan sosial masyarakat.
Akomodasi Aturan PSAK 117, PertaLife Ubah RKAP (Kontan, 01/08/2025)
PT PertaLife Insurance mengubah strategi dan asumsi bisnis dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Ini untuk mengakomodasi implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117.Penyesuaian ini berdampak pada proyeksi pendapatan jasa asuransi PertaLife yang meningkat 66,324, dan laba bersih tumbuh 219,40% dibandingkan realisasi 2024 dalam basis yang sama, Selain itu, ekuitas PertaLife juga diprediksi naik 13,2396. Kenaikan ini juga dibarengi optimalisasi portofolio investasi dan peningkatan efisiensi operasional perusahaan.Direktur Utama PertaLife Hanindio W. Hadi menyebut, pengesahan RKAP ini menjadi momen penting dalam akselerasi transformasi bisnis.
