AAJI Daily News - 9 September 2025


Selasa, 09 September 2025                                                                                                                  

FM-CC-AAJI-006-00          

OVERVIEW

Positive

Neutral

Negative

46

0

1

Online

Print

Electronic

41

6

0

ISSUES

  • Tentang AAJI: 8 Total News
  • Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 9 Total News
  • Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 5 Total News
  • Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 5 Total News
  • Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 20 Total News

TENTANG AAJI

Mayoritas Asuransi Jiwa Sudah Cukup Modal, AAJI Belum Berencana Minta Relaksasi ke OJK (bisnis.com, 08/09/2025)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) belum memiliki rencana mengajukan relaksasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait waktu pemenuhan kewajiban peningkatan modal minimum tahap pertama sebesar Rp250 miliar pada 2026.Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyampaikan bahwa asosiasinya mencatat per Juni 2025, hampir seluruh perusahaan asuransi jiwa sudah memenuhi ketentuan modal minimum sebesar Rp250 miliar. Dia yakin seiring berjalannya waktu hingga tenggat penerapan pada 2026, jumlah ini akan terus bertambah.Oleh sebab itu, AAJI sejauh ini belum memiliki rencana untuk mengajukan relaksasi waktu kepada OJK dan belum ada perusahaan anggota yang meminta relaksasi, katanya kepada Bisnis, Senin (8/9/2025).

Laju Kredit Seret, Bisnis Asurnasi Jiwa Kredit Mampet (Kontan, 09/09/2025)

Penyaluran kredit perbankan yang terus melambat memberi efek domino bagi pebisnis asuransi jiwa. Seiring permintaan kredit yang lesu, pundi-pundi premi dari bisnis asuransi jiwa kredit ikut layu.Melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit yang disalurkan perbankan melambat ke level 7,03% secara tahunan per Juli 2025. Padahal pada periode yang sama di tahun lalu, pertumbuhan kredit masih mampu menembus angka 12,006.Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJD, Togar Pasaribu menilai keterkaitan erat antara penyaluran kredit bank dan asuransi jiwa kredit tentunya berimbas pada surutnya permintaan polis. Sebab, premi produk tersebut sangat bergantung pada volume pinjaman yang disalurkan.Selain penyaluran kredit yang semakin seret, Togar bilang kinerja asuransi jiwa kredit juga terpapar lesunya sejumlah indikator makroekonomi, "Seperti tingkat inflasi, suku bunga, stabilitas ekonomi nasional dan global, hingga daya beli masyarakat," kata 'Togar.Perlambatan penyaluran kredit juga berimbas pada kinerja PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life). Maklum, Direktur Ciputra Life, Listianawati Sugiyanto bilang sekitar 80% pendapatan premi perseroan bersumber dari produk asuransi jiwa kredit.

KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA

BCA Life Catat Tren Kenaikan Klaim Penyakit Kritis (kontan.co.id, 08/09/2025)

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) mencatat adanya tren peningkatan klaim penyakit kritis hingga paruh pertama 2025. Presiden Direktur & CEO BCA Life, Eva Agrayani mengatakan, data terbaru perusahaan menunjukkan kenaikan klaim penyakit kritis, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Namun kenaikan ini masih dalam batas yang wajar dan sesuai proyeksi perusahaan," kata Eva kepada Kontan, Senin (8/9/2025).  Meski demikian, ia tak merinci besaran klaim penyakit kritis tersebut. Namun, total klaim dan manfaat yang dibayarkan BCA Life tercatat sebesar Rp 218,82 miliar sepanjang semester I-2025. Angka ini menurun sekitar 42,08% secara tahunan (  year on year  /YoY). Eva menjelaskan, peningkatan klaim kritis dipicu oleh kesadaran masyarakat untuk mengajukan klaim sejak tahap awal diagnosis, perubahan gaya hidup dan pola konsumsi, serta semakin luasnya akses terhadap layanan deteksi dini. Adapun jenis penyakit kritis yang paling banyak diajukan klaim oleh nasabah masih didominasi penyakit kardiovaskular, penyakit kanker, dan penyakit gagal ginjal.

MSIG Life Catat Pertumbuhan 33% dari Kanal Bancassurance, Kontributor Terbesar Premi Kuartal II-2025 (jagatbisnis.com, 08/09/2025)

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal II-2025 , terutama dari kanal distribusi bancassurance yang menjadi kontributor utama terhadap pendapatan premi perusahaan.Menurut Lukman Auliadi , Head of Customer and Marketing MSIG Life, bancassurance masih mendominasi di antara kanal distribusi lainnya dan menunjukkan pertumbuhan yang solid.Hingga akhir kuartal II-2025, premi yang dikumpulkan dari kanal bancassurance mencapai Rp 1,15 triliun , tumbuh 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu . Angka ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap solusi proteksi yang ditawarkan MSIG Life melalui kerja sama dengan mitra perbankan.Meski industri asuransi secara umum mengalami tekanan, MSIG Life berhasil mencatat pertumbuhan signifikan dari jalur distribusi ini.Lukman juga menegaskan bahwa tidak ada pergeseran signifikan dalam preferensi nasabah terhadap kanal distribusi. Baik melalui bancassurance maupun agency, nasabah tetap fokus pada pemilihan produk asuransi yang sesuai kebutuhan proteksi mereka.

Wajah Industri Perasuransian Indonesia dalam Dinamika Pererkonomian Global (sahabatrakyat.com, 08/09/2025)

Pagi itu, lantai Bursa Efek Indonesia di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak sibuk seperti biasa. Namun di balik hiruk-pikuk perdagangan saham, ada satu sektor yang tengah menjadi sorotan para analis: industri perasuransian.Sektor ini, yang selama bertahun-tahun sering dianggap "sunyi", kini berada di persimpangan jalan penting, dipengaruhi oleh gelombang besar dinamika perekonomian global.Industri asuransi sesungguhnya memegang peranan vital dalam stabilitas ekonomi. Ia menjadi "jaring pengaman" bagi individu, rumah tangga, hingga korporasi. Di Indonesia, industri ini telah berkembang cukup pesat: jumlah aset industri perasuransian menembus ribuan triliun rupiah, dengan cakupan layanan yang semakin meluas dari asuransi jiwa, kesehatan, hingga asuransi pertanian.Guncangan ekonomi global akibat geopolitik, perlambatan pertumbuhan Tiongkok, serta ketatnya kebijakan moneter Amerika Serikat, menjadi faktor yang ikut mengguncang pasar keuangan domestik. Fluktuasi nilai tukar rupiah, tekanan inflasi, hingga risiko gagal bayar obligasi korporasi, semuanya memberi dampak langsung pada kinerja investasi perusahaan asuransi di Indonesia.Dalam laporan terbarunya, International Monetary Fund merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 20 bps menjadi 3,0 persen pada 2025 dan 10 bps menjadi 3,1 persen pada 2026.Revisi ini didorong oleh front-loading menjelang kenaikan tarif, serta tarif efektif Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari rencana awal, perbaikan kondisi likuiditas global, serta kebijakan fiskal yang akomodatif.

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp 2,3 Triliun, Bukti Prinsip Tolong-menolong Berjalan (republika.co.id, 08/09/2025)

Prudential Syariah mencatat total pembayaran klaim dan manfaat Prudential Syariah yang mencapai Rp 2,3 triliun sepanjang 2024. Nilai ini setara Rp 6,3 miliar per hari.Angka ini menunjukkan mekanisme gotong royong dalam asuransi syariah benar-benar berjalan, menjadi bukti nyata kontribusi dan kepedulian antarpeserta.Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Gautama, menegaskan prinsip utama asuransi syariah adalah keadilan dan tolong-menolong."Dana tabarru' adalah amanah dari para peserta, dan kami bertanggung jawab penuh untuk menyalurkannya secara adil dan transparan. Bersama Prudential Syariah, kami bukan hanya memberikan perlindungan, tapi juga menenangkan hati dengan prinsip syariah yang transparan dan adil," ujar Vivin.Sri Kurniati merupakan salah satu yang merasakannya. Sejak menjadi peserta Prudential Syariah pada 2019, ia tak pernah menyangka bahwa keputusan itu akan menjadi salah satu langkah terbaik dalam hidupnya.Tahun 2023 menjadi ujian berat bagi Sri, ketika anaknya mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) akibat kecelakaan. Biaya pengobatan mencapai hampir Rp 300 juta, mencakup operasi hingga fisioterapi.Namun, seluruh biaya tersebut ditanggung penuh oleh produk asuransi syariah Prudential Syariah. "Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Semua dibantu, bahkan ketika harus pindah rumah sakit, agen Prudential Syariah sangat sigap membantu prosesnya," ungkap Sri.Baginya, perlindungan ini bukan sekadar bantuan finansial.

Wajah Industri Perasuransian Indonesia dalam Dinamika Pererkonomian Global (sahabatrakyat.com, 08/09/2025)

Pagi itu, lantai Bursa Efek Indonesia di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak sibuk seperti biasa. Namun di balik hiruk-pikuk perdagangan saham, ada satu sektor yang tengah menjadi sorotan para analis: industri perasuransian.Sektor ini, yang selama bertahun-tahun sering dianggap "sunyi", kini berada di persimpangan jalan penting, dipengaruhi oleh gelombang besar dinamika perekonomian global.Industri asuransi sesungguhnya memegang peranan vital dalam stabilitas ekonomi. Ia menjadi "jaring pengaman" bagi individu, rumah tangga, hingga korporasi. Di Indonesia, industri ini telah berkembang cukup pesat: jumlah aset industri perasuransian menembus ribuan triliun rupiah, dengan cakupan layanan yang semakin meluas dari asuransi jiwa, kesehatan, hingga asuransi pertanian.Guncangan ekonomi global akibat geopolitik, perlambatan pertumbuhan Tiongkok, serta ketatnya kebijakan moneter Amerika Serikat, menjadi faktor yang ikut mengguncang pasar keuangan domestik. Fluktuasi nilai tukar rupiah, tekanan inflasi, hingga risiko gagal bayar obligasi korporasi, semuanya memberi dampak langsung pada kinerja investasi perusahaan asuransi di Indonesia.Dalam laporan terbarunya, International Monetary Fund merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 20 bps menjadi 3,0 persen pada 2025 dan 10 bps menjadi 3,1 persen pada 2026.Revisi ini didorong oleh front-loading menjelang kenaikan tarif, serta tarif efektif Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari rencana awal, perbaikan kondisi likuiditas global, serta kebijakan fiskal yang akomodatif.

INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN

Bancassurance Hadapi Tantangan Digital, Tokio Marine Life Siapkan Strategi Baru (kontan.co.id, 08/09/2025)

PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life) mencatat adanya perubahan pola interaksi pada kanal distribusi bancassurance, seiring dengan perilaku nasabah yang kian bertransaksi secara digital. SVP Product, Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life, Alexander Mahendrawan memandang, saat ini nasabah semakin mengandalkan digital banking dan jarang berkunjung ke cabang bank. Hal ini mengurangi frekuensi interaksi langsung untuk penawaran bancassurance.  "Tantangan utama datang dari kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli sebagian masyarakat. Nasabah perbankan lebih memilih instrumen keuangan yang likuid di tengah ketidakpastian pasar, sehingga bancassurance terdampak," kata Alexander kepada Kontan, belum lama ini. Sebagai antisipasi, Tokio Marine Life terus berinovasi dengan produk yang lebih relevan, memperkuat kerja sama strategis dengan bank, dan menjajaki integrasi distribusi melalui layanan digital perbankan agar dapat menjangkau nasabah dengan cara yang lebih sesuai dengan kebiasaan nasabah.

IFG Teguhkan Komitmen Customer Centricity, Luncurkan Aplikasi One by IFG, Angka Pengguna Makin Melonjak (pojoksatu.id, 08/09/2025)

Indonesia Financial Group ( IFG ) sebagai holding BUMN Asuransi , Penjaminan , dan Investasi yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025 dengan mengusung semangat customer centricity .Sebagai informasi, Indonesia Financial Group (IFG) dibentuk pada 2020 setelah pemerintah menunjuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai induk holding asuransi dan penjaminan berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2020.Sejak perubahan brand pada Agustus 2020, IFG kini menaungi 17 perusahaan terafiliasi, termasuk Askrindo, Jamkrindo, Jasa Raharja, Jasindo, Bahana Sekuritas, Bahana TCW, IFG Life, Nasional Re, hingga Inhealth.Tahun ini, peringatan Hari Pelanggan Nasional mengangkat tema Think Customer yang sejalan dengan agenda transformasi IFG membangun bisnis lebih sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan pelanggan adalah pusat dari strategi bisnis IFG."Bagi IFG, pelanggan bukan sekadar penerima layanan, melainkan pusat dari seluruh strategi bisnis kami.Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa setiap inovasi dan transformasi yang kami lakukan harus bermuara pada peningkatan nilai dan pengalaman pelanggan," ujarnya.

Cemas dengan Situasi Terkini? AXA Mandiri Sediakan Pemeriksaan Mental Gratis di Hari Pelanggan Nasional 2025 (senangsenang.id, 08/09/2025)

Masyarakat Indonesia saat ini tengah menghadapi situasi sosial politik yang menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran terhadap keamanan masing-masing dan keluarga.Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental masyarakat di mana salah satu penyebabnya adalah pemaparan arus informasi tentang aksi massa secara berkelanjutan yang memicu rasa cemas dan takut.Melihat situasi tersebut dan dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2025, AXA Mandiri mengajak masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan agar terhindar dari stres dan gangguan mental lainnya.Salah satunya melalui konsultasi kesehatan mental secara gratis yang disediakan AXA Mandiri bersama Catatan Psikolog (CAPSI). Layanan konsultasi tersebut dapat diakses dengan mendaftarkan diri melalui situs https://axa-mandiri.co.id/web/customer.Selain konsultasi kesehatan mental dengan psikolog secara gratis, AXA Mandiri juga menyediakan pemeriksaan mental gratis secara mandiri melalui https://mindhealthselfcheck.axa.com/.Pemeriksaan gratis ini memberikan diagnosis cara mengelola kondisi mental dengan lebih baik.Platform ini merupakan langkah awal yang penting karena individu yang memiliki kesadaran kesehatan mental akan hasilkan masyarakat yang kokoh."AXA Mandiri ingin menyampaikan keprihatinannya dan berempati sepenuhnya atas situasi yang terjadi di beberapa kawasan di Indonesia. Di tengah kondisi ini, komitmen kami untuk memberikan perlindungan bagi nasabah dan keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama.

ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK

Tagihan Biaya Pengobatan Ratusan Juta, Tapi Bayar Rp0 Simak Cerita Ini (mediaindonesia.com, 08/09/2025)

BAGI Sri Kurniati, seorang ibu asal Jakarta, asuransi bukan hanya soal perlindungan finansial, melainkan juga tentang ketenangan batin dan antisipasi risiko ketika musibah datang. Sejak bergabung menjadi Peserta Prudential Syariah pada 2019, ia tak pernah membayangkan bahwa keputusan itu akan menjadi salah satu langkah terbaik dalam hidupnya.Tahun 2023 menjadi tahun penuh ujian bagi Sri, saat anaknya mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) akibat kecelakaan. Biaya pengobatan mencapai hampir Rp300 juta, mencakup operasi hingga fisioterapi pascatindakan.Namun Sri bersyukur, seluruh biaya tersebut ditanggung sepenuhnya melalui produk asuransi syariah dari Prudential Syariah. "Kami tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Semua dibantu, bahkan ketika kami harus pindah rumah sakit, agen Prudential Syariah sangat sigap membantu prosesnya," ungkap Sri.Baginya, perlindungan ini bukan sekadar bantuan finansial. Ia merasakan betul nilai-nilai syariah termasuk prinsip tolong-menolong antarsesama peserta. "Asuransi syariah bukan hanya untuk diri sendiri. Saat saya membayar kontribusi, saya ikut membantu peserta lain yang sedang tertimpa musibah. Dan ketika saya dalam keadaan terdesak, saya pun terbantu oleh para peserta," jelasnya.Inilah inti dari konsep dana tabarru' yang dikelola oleh Prudential Syariah.

LQ Indonesia Law Firm Menang Telak Lawan Panin Dai-ichi Life di Pengadilan Agama, Kini Ajukan Gugatan Baru ke PN Jakarta Barat (wartahukum.com, 08/09/2025)

LQ Indonesia Law Firm kembali mencatat kemenangan besar dalam dunia hukum Indonesia. Melalui putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor: 2207/Pdt.G/2023/PA.JB jo. Putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Nomor: 39/Pdt.G/2024/PTA.JK, majelis hakim menyatakan PT Panin Dai-ichi Life terbukti melakukan wanprestasi (cidera janji) terhadap ahli waris pemegang polis asuransi jiwa almarhum Hendra Liong dan Tertanggung Joice Indrawati Gautama (alm).Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) itu menegaskan bahwa perusahaan asuransi tersebut gagal memenuhi kewajiban pembayaran klaim kepada penerima manfaat, meskipun pembayaran premi atas polis asuransi jiwa telah dipenuhi secara sah oleh Pemegang Polis dan/atau ahli warisnya yakni Aprialdi dan Venamelia selaku Para Penggugat dalam perkara ini."Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat No. 2207/Pdt.G/2023/PA.JB adalah bukti nyata bahwa konsumen tidak boleh dirugikan oleh praktik perusahaan asuransi yang semena-mena membatalkan polis secara sepihak dengan sengaja mencari-cari alasan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Sehingga atas adanya putusan tersebut kembali menegaskan bahwa hak-hak ahli waris harus dilindungi serta di penuhi sesuai isi perjanjian polis dan aturan hukum yang berlaku," ujar Adv. Rustina Haryati, S.H., kuasa hukum para penggugat dari LQ Indonesia Law Firm.

KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN

Penjualan Tiket Astra Half Marathon 2025 Dibuka 11 September 2025 (baliportalnews.com, 08/09/2025)

Astra melalui Astra Runners, komunitas pelari dari perusahaan-perusahaan Grup Astra, resmi membuka penjualan tiket Astra Half Marathon 2025 pada 11 September pukul 12.12 WIB melalui situs resmi astra.co.id .Menginjak usia ke-12 tahun, Astra Runners mengusung tema 'Together in Motion' yang merefleksikan kolaborasi yang menjadi sumber energi untuk terus bergerak maju dan memberi dampak berkelanjutan di kehidupan sehari-hari maupun di lintasan lari. Ajang lari dengan kategori 5K, 10K, dan half marathon ini, akan berlangsung pada 30 November 2025 di Astra Biz Center BSD, Tangerang, dengan target 5.000 pecinta olahraga lari."Melalui Astra Half Marathon 2025, Astra ingin mengajak masyarakat untuk bergerak bersama. Setiap langkah para peserta tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan olahraga, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat serta peduli terhadap kelestarian lingkungan sehingga tercipta dampak positif berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia yang lebih baik," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Belajar Pentingnya Asuransi dari Perjuangan Tanjiro Melawan Iblis di Demon Slayer (fimela.com, 08/09/2025)

Sahabat Fimela, dalam dunia yang penuh ketidakpastian, seperti halnya para Pembasmi Iblis yang menghadapi ancaman tak terduga, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai risiko finansial. Tantangan ekonomi yang semakin kompleks menuntut kita untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi.Kisah epik Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dapat menjadi analogi yang kuat untuk menjelaskan pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan asuransi. Serial populer ini tidak hanya menyajikan aksi mendebarkan, tetapi juga pelajaran berharga tentang persiapan dan ketahanan.Melalui perjuangan Tanjiro Kamado dan Korps Pembasmi Iblis, kita dapat memahami betapa krusialnya memiliki strategi dan perlindungan yang tepat. Ini adalah cara yang menarik untuk belajar pentingnya asuransi dari Demon Slayer, menjadikannya lebih relevan bagi Sahabat Fimela semua.Dalam semesta Demon Slayer , iblis seringkali muncul tiba-tiba dan membawa kehancuran, mirip dengan risiko finansial yang dapat menyerang tanpa peringatan. Penyakit kritis, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan adalah contoh 'iblis' yang dapat menguras tabungan dan mengganggu stabilitas finansial."Ketika risiko itu datang, dampaknya bisa sangat besar. Bukan hanya soal fisik atau mental, tetapi juga kondisi keuangan keluarga. Sama seperti Nezuko yang butuh perlindungan Tanjiro untuk bertahan hidup, keluarga kita juga membutuhkan perlindungan agar mimpi dan masa depan mereka tetap terjaga," ungkap PFI Mega Life.

IFG Life Sebut Banyak Miskonsepsi Hambat Kesadaran Asuransi (wartaekonomi.co.id, 08/09/2025)

IFG Life menyoroti masih rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang baru mencapai 1,4% pada Februari 2025, terendah di Asia Tenggara.      (adsbygoogle = window.adsbygoogle ||);    Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita, menyebut minimnya literasi dan miskonsepsi masyarakat menjadi tantangan utama peningkatan kesadaran perlindungan.  "Rendahnya penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia menunjukkan masih besarnya tantangan dalam meningkatkan edukasi keuangan. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa asuransi bukan sekadar biaya, melainkan investasi perlindungan jangka panjang bagi diri dan keluarga," ujar Fabiola dalam keterangan tertulis, Senin (8/9/2025). Data IFG Progress mencatat angka Indonesia tertinggal dibanding Vietnam (2,2%), Filipina (2,5%), Malaysia (3,8%), Thailand (4,6%), hingga Singapura (12,5%). Bahkan dibanding Tiongkok (3,9%) dan India (4,0%), posisi Indonesia masih di bawah.  Selain itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan OJK bersama BPS menunjukkan tingkat literasi asuransi nasional hanya 45,45%, jauh di bawah rata-rata negara lain di kisaran 6070%.    IFG Life mengidentifikasi sejumlah miskonsepsi yang memengaruhi rendahnya kesadaran berasuransi.

Prudential Indonesia Dorong Anak Muda Medan Jadi Generasi Sukses Finansial (swa.co.id, 08/09/2025)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggelar roadshow Goes to Medan di HKBP Nommensen, Medan, bersama Young On Top pada 30 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan membantu anak muda, termasuk first jobber, mengambil langkah kecil menuju masa depan finansial yang lebih stabil.Acara yang dihadiri 534 peserta ini menghadirkan berbagai pembicara, salah satunya Nuranisa Putri Matahari, Head of Community Investment Prudential Indonesia. Ia tampil dalam sesi diskusi bertajuk Smart and Financially Ready bersama Fara Lubis, seorang content creator.Dalam sesi tersebut, Nuranisa menekankan bahwa Gen Z kini berada pada fase adulting yang menuntut kemandirian finansial sekaligus kemampuan mengelola risiko. Menurutnya, anak muda memiliki energi besar untuk berkarya, namun tantangan utama bukan sekadar bagaimana mendapatkan penghasilan, melainkan bagaimana cara mengelolanya agar bertahan dalam jangka panjang."Kuncinya ada pada disiplin keuangan: menyisihkan sebelum membelanjakan, membangun dana darurat sejak dini, mulai berasuransi saat masih sehat, dan tahu bedanya kebutuhan dengan keinginan, jelasnya.Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2025, indeks literasi asuransi di Indonesia meningkat dari 36% menjadi 45%.

Pelanggan adalah Mitra Strategis (Marketing, 09/09/2025)

Di tengah dinamisnya industri asuransi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memilih untuk menempatkan hati di pusat operasional mereka. Perusahaan ini tidak sekadar melihat pelanggan sebagai pihak yang membeli produk, melainkan sebagai mitra strategis sekaligus sahabat perjalanan yang paling berharga. Filosofi ini menjadi landasan kuat yang menggerakkan setiap langkah dan inovasi perusahaan, menegaskan komitmen mereka untuk tidak hanya menyediakan perlindungan finansial, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan ketenangan pikiran yang tulus bagi setiap individu.Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance, menjelaskan secara mendalam bagaimana perusahaan menempatkan pelanggan di inti ekosistem bisnisnya. Pelanggan adalah alasan utama mengapa Tugu Insurance berdiri dan terus berkembang hingga saat ini. Setiap interaksi dengan pelanggan adalah kesempatan emas untuk melindungi, melayani, dan memberikan nilai tambah yang berarti bagi kehidupan mereka. Lebih dari sekadar transaksi, interaksi ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan yang kuat dan saling percaya. Hal ini mendorong Tugu Insurance untuk terus bertumbuh dan berinovasi, memastikan setiap pelanggan merasa dihargai sebagai individu yang unik, bukan sekadar angka dalam laporan.Untuk menjaga kesetiaan pelanggan, Tugu Insurance mengandalkan sebuah pendekatan yang holistik, didasari oleh tiga pilar utama yakni integritas yang kokoh, inovasi yang proaktif, dan kepedulian yang tulus.

 

DOWNLOAD PDF