AAJI Daily News - 25 September 2025
Kamis, 25 September 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
39 |
24 |
18 |
|
Online |
|
Electronic |
|
76 |
5 |
0 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 6 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 20 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 12 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 39 Total News
- Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 3 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 1 Total New
TENTANG AAJI
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai perusahaan asuransi jiwa yang berbentuk joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing lebih siap dalam mengimplementasikan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2025. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu berpendapat hal itu dikarenakan perusahaan asuransi jiwa berbentuk joint venture memiliki induk global yang sudah lebih dahulu menerapkan PSAK 117 atau International Financial Reporting Standard (IFRS) 17. Dengan demikian, bisa lebih siap dalam mengimplementasikannya di Indonesia."Perusahaan joint venture mendapat keuntungan karena perusahaan induk global mereka sudah berpengalaman lebih dahulu dalam implementasi standar internasional, seperti IFRS 17," katanya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025).Selain itu, Togar mengatakan regulasi baru juga membutuhkan dukungan modal, sistem, dan sumber daya manusia yang kuat.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
OJK Beberkan Dominasi Bancassurance dan Agensi di Premi Jiwa (wartaekonomi.co.id, 24/09/2025)
OJK mencatat kanal distribusi bancassurance dan agensi masih mendominasi perolehan premi industri asuransi jiwa. Diketahui bahwa per Juli 2025, kontribusi bancassurance mencapai 39,69%, sementara agensi menyumbang 31,79%.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan dominasi ini memperlihatkan peran sentral kedua kanal dalam menjaga kinerja industri. Per Juli 2025, kanal bancassurance dan agensi masih mendominasi premi asuransi jiwa dengan porsi masing-masing 39,69% dan 31,79%, ujar Ogi, Rabu (24/9/2025).
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menilai penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 4,75% berdampak positif bagi kinerja investasi perusahaan, terkhusus di instrumen obligasi. President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan penurunan suku bunga BI dapat menyebabkan turunnya yield obligasi. "Dengan demikian, harga obligasi terapresiasi dan berdampak positif terhadap kinerja investasi perusahaan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025). Selain itu, Hengky juga menilai pencapaian IHSG ke level tertinggi dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja investasi perusahaan yang ditempatkan di pasar modal. Meskipun demikian, dia bilang alokasi investasi perusahaan di saham relatif kecil porsinya, jika dibandingkan dengan alokasi instrumen obligasi.
Pertamina Bakal Lepas Asuransi Tugu (Tribun Jabar, 24/09/2025)
PT Pertamina (Persero) akan melakukan restrukturisasi portofolio usaha melalui pelepasan sejumlah unit bisnis di luar bisnis intinya. termasuk bisnis layanan kesehatan dan asuransi. Salah satu anak usaha yang akan dilepas adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (ruGU), Di bisnis asuransi, Pertamina memiliki dua anak usaha, yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indones Tbk (TUGU) dan Perta Life. Pengamat asuransi Wahju Rohmanti memprediksi rencana Pertamina itu akan berpengaruh terhadap harga saham TUGU."Rencana itu akan berdampak jika selama ini TUGU memperoleh bisnis dari captive market (Pertamina Grup). jika iya maka penjualan saham milik pertamina tentu sangat berdam: pak buruk pada perfoma keuangan TUGU." kata Wahju, Selasa (23/9).
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan aset. Perseroan sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapinya.Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menerangkan tantangannya, seperti pasar yang terus berubah dengan cepat, volatilitas pasar saham, dan ketidakpastian ekonomi global."Ditambah, adanya pergeseran geopolitik dan tren suku bunga semuanya berperan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (24/9/2025).Untuk menghadapi kondisi tersebut, Adit menyampaikan Prudential menerapkan pendekatan investasi yang hati-hati, diversifikasi portofolio, dan analisis makro ekonomi secara berkala.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Asuransi Dwiguna Sequis Future Saver Insurance, Simak Manfaatnya (kompas.com, 24/09/2025)
PT Asuransi Jiwa Sequis Life atau Sequis Life meluncurkan produk asuransi dwiguna Sequis Future Saver Insurance. President Director & CEO Sequis Life Ted Margono mengatakan, produk ini dirancang untuk memberikan kombinasi manfaat, yaitu perlindungan jiwa sekaligus manfaat pengembalian premi bagi nasabah. "Kami sangat senang dapat memperkenalkan Sequis Future Saver Insurance ke masyarakat. Produk ini ditujukan untuk membantu keluarga Indonesia menjaga keberlangsungan finansial mereka pada masa depan.
Di tengah tingginya tekanan inflasi dan belum meratanya perencanaan keuangan jangka panjang di Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menghadirkan solusi baru melalui peluncuran produk Asuransi X-Tra Plan Protection. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan jiwa yang komprehensif sekaligus benefit yang dapat diproses menjadi produk investasi di masa mendatang, menjadikannya pilihan cerdas dan relevan untuk masyarakat Indonesia terutama generasi masa kini yang menghadapi ketidakpastian ekonomi dengan gaya hidup yang dinamis. Riset dari Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 menunjukkan bahwa 55% masyarakat Indonesia belum memiliki rencana keuangan lebih dari satu tahun, dan hanya 9% yang telah menyiapkan perencanaan keuangan lebih dari 10 tahun ke depan. Pada saat yang sama, 92% masyarakat terdampak langsung oleh inflasi, yang mendorong mereka untuk lebih fokus pada kebutuhan harian dibandingkan persiapan masa depan.
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri ( UIN Saizu ) Purwokerto menjalin komunikasi strategis dengan PT Prudential Sharia Life Assurance dalam audiensi kerjasama yang digelar secara daring, Selasa, 23 September 2025.Pertemuan daring ini menjadi langkah awal menuju sinergi besar yang akan diperkuat lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman/Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Oktober 2025 mendatang.Pertemuan dibuka Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu Purwokerto , Prof. Jamal Abdul Aziz.Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif Prudential Syariah untuk bersinergi dengan dunia akademik."Kami menyambut baik tawaran kerjasama ini. Kolaborasi dengan Prudential Syariah sejalan dengan visi FEBI UIN Saizu dalam menguatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa dan masyarakat," ujarnya.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, ada 10 perusahaan asuransi insolvent atau bermasalah yang telah dicabut izin usahanya sejak 2015.Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono merinci, total kerugian dari 10 perusahaan asuransi insolvent yang telah dicabut izin usaha itu mencapai Rp 19,41 triliun."Melibatkan pemegang polis yang terdampak 30.170, kemudian estimasi penurunan nilai manfaat sebesar 59,02%," ungkapnya saat rapat Panja RUU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (23/9/2025).Selain itu, Ogi mengatakan terdapat juga 2 perusahaan yang saat ini masih dalam proses restrukturisasi, yakni Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Untuk AJB Bumiputera, Ogi menerangkan proses restrukturisasi masih berjalan.
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih tegas mengawasi perusahaan asuransi agar kasus gagal bayar tidak berulang. Menurutnya, akar masalah berbagai kasus gagal bayar di industri asuransi nasional bermula dari pengelolaan investasi yang buruk.Hal itu disampaikan Harris dalam Rapat Panja RUU P2SK dengan ADK OJK Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 23 September 2025.Ia mencontohkan sejumlah kasus besar seperti Asabri, Jiwasraya, Taspen, hingga Bumi Putera yang semuanya bermuara pada kesalahan investasi."Walaupun bukan OJK yang melakukan, tapi OJK yang mengawasi. Kalau yang diawasi bisa menipu atau bandel, berarti rambu-rambunya belum cukup tegas. Ini bisa berulang lagi kalau tidak ada perubahan signifikan," ujarnya, dinukil laman DPR, Rabu, 24 September 2024.
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Apa Dampaknya? (wartaekonomi.co.id, 24/09/2025)
Jakarta - OJK resmi membubarkan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya seiring proses likuidasi Asuransi Jiwasraya. Adapun keputusan ini diambil sesuai ketentuan Pasal 183 Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang menyebutkan pembubaran dana pensiun dilakukan apabila pendiri telah dibubarkan. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyelesaian Jiwasraya agar tetap sesuai aturan yang berlaku.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan mekanisme Program Penjaminan Polis (PPP) masih dalam tahap pembahasan dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Adapun PPP ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2028.Mengenai mekanisme PPP, Praktisi Asuransi Andreas Freddy Pieloor mengusulkan sebaiknya PPP itu diterapkan untuk asuransi jiwa saja, tanpa mengikutsertakan asuransi umum. Dia beralasan melihat kasus asuransi bermasalah yang terjadi selama ini kebanyakan terjadi di industri asuransi jiwa."Jangan asuransi umum, tidak ada gunanya. Asuransi umum itu tidak ada masalah. Sejauh ini yang bermasalah jiwa semua. Contoh, Jiwasraya dan Bumiputera. Itu yang mesti dilindungi," ungkapnya saat ditemui di kawasan DPR RI, Rabu (24/9).
ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK
Kepedulian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Life kembali diwujudkan dengan diserahkannya klaim asuransi jiwa kepada keluarga ahli waris almarhum Juhendry Sinambela. Prosesi penyerahan dilakukan di Kantor BRI BO Pematang Siantar secara simbolis oleh Pemimpin Cabang, Alvin Nur Muhammad.Acara tersebut dihadiri oleh pihak keluarga, karyawan BRI, serta sejumlah undangan. Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan, mengingat almarhum Juhendry Sinambela merupakan nasabah setia yang telah mempercayakan perlindungan finansial keluarganya kepada BRI Life.Dalam sambutannya, Alvin Nur Muhammad menyampaikan bahwa klaim ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen BRI Life terhadap nasabah. Ia menekankan pentingnya asuransi sebagai jaminan keberlangsungan hidup keluarga ketika menghadapi musibah yang tidak terduga.
PT Prudential Syariah Life Assurance (Prudential Indonesia) menghadapi tuduhan tidak membayarkan klaim nasabahnya hingga Rp 940 juta, ahli waris menuntut pihak asuransi tersebut ke Pengadilan Agama Kisaran.Dalam gugatannya, Penggugat Saurma Malau pada pokoknya menggugat haknya sebagai ahli waris dari orangtuanya Pemegang Polis Asuransi Jiwa PT. Prudential Syariah Life Assurance yang sudah meninggal dunia.Mariati Manalu yang telah mendaftarkan dirinya pada asuransi tersebut pada 29 September 2022 dengan membayar premium sebesar Rp 1.200.000 /bulan, namun setelah 9 bulan Mariati Manalu Meninggal dunia pada 5 Juli 2023.Walaupun setelah 2 tahun orangtuanya meninggal tidak ada niat baik dari pihak asuransi untuk membayar klaim polis asuransi sebesar Rp 940 juta, sehingga ahli waris melakukan upaya gugatan wanprestasi di Pengadilan Agama Kisaran.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Berita Foto - Allianz MoveNow Camp 2025 (Investor Daily, 25/09/2025)
Allianz MoveNow Camp 2025 Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz (tengah) bersama mantan Pelatih Timnas U-19 & U-23 Indra Sjafri (kanan) dan Legenda Sepak Bola Indonesia Maman Abdurrahman, usai memberikan keterangan pentingnya pembinaan sepak bola usia muda, saat Allianz MoveNow Camp, Jakarta, baru-baru ini. Allianz Indonesia menggelar MoveNow Camp - Indonesia Edition, program pelatihan sepak bola. Sebanyak 30 remaja berusia 14-16 tahun terpilih mendapat kesempatan berharga untuk berlatih langsung bersama Coach Indra Sjafri, mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-23, legenda sepak bola nasional Maman Abdurrahman, serta tokoh-tokoh ternama sepak bola Tanah Air.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.748,00 |
|
IHSG |
8.081,61 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
slamet.web.id, Warta Kota, law-justice.co, kontan.co.id, tirto.id, monitorindonesia.com, bisnis.com, detik.com, ntvnews.id, emitennews.com, akurat.co, cnnindonesia.com, pojokbatam.id, Investor Daily, idisionline.com, menaratoday.com, kitakini.news, mediaasuransinews.co.id, daelpos.com, seketika.com, gesuri.id, infobanknews.com, suaranusantara.com, ipol.id, beritakaltara.com, portalmedia.id, id.tradingview.com, msn.com, wartaekonomi.co.id, Tribun Jabar, jagatbisnis.com, bloombergtechnoz.com, kompas.com, medanposonline.com, okezone.com, triggernetmedia.com, wartapontianak.pikiran-rakyat.com, berkatnewstv.com, pontianakpost.jawapos.com, franchiseglobal.com, infoekonomi.id, jateng.tribunnews.com, Bisnis Indonesia, dan cnbcindonesia.com.
