AAJI Daily News - 1 Oktober 2025
Rabu, 01 Oktober 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
106 |
6 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
95 |
17 |
0 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 2 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 18 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 58 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 24 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 10 Total News
TENTANG AAJI
Convention TAA AAJI ke-38 dan SmartFin Day 2025 (Media Asuransi, 30/09/2025)
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sukses menggelar Convention Top Agent Awards (TAA) ke-38 di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis pimpinan perusahaan anggota, regulator, dan pemangku kepentingan industri dengan tujuan memperkuat profesionalisme agen asuransi jiwa di tengah tantangan digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, menegaskan peran sentral agen dalam mendistribusikan produk asuransi jiwa. Kanal keagenan telah menjadi pilar utama distribusi asuransi jiwa di Indonesia. Di era transformasi digital, agen tidak hanya dituntut menguasai penjualan, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kepercayaan, dan menjadi konsultan keuangan bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ogi juga menyaksikan peluncuran implementasi QR Code pada Surat Tanda Terdaftar (STTD) agen asuransi yang diterbitkan melalui Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) OJK, Inovasi ini akan memudahkan calon pemegang polis memverifikasi status agen asuransi terdaftar.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menutup rangkaian Top Agent Awards (TAA) ke-38 dengan Gala Dinner bertema "Swara Adhikarya Negeri" di Yogyakarta Marriott Hotel, (15/8). Acara puncak ini menjadi momen penghormatan bagi tenaga pemasar terbaik industri asuransi jiwa, sekaligus perayaan atas dedikasi, prestasi, dan transformasi profesi agen di era digital.Tema tahun ini terinspirasi dari filosofi bunga teratai yang melambangkan keindahan sejati, kerendahan hati, dan dedikasi tanpa henti. Filosofi tersebut mencerminkan perjalanan agen asuransi jiwa yang terus bertransformasi, menghadirkan inovasi, dan berkontribusi nyata bagi masa depan finansial keluarga Indonesia.Ketua Panitia TAA 2025, Karin Zulkarnaen, menegaskan bahwa Gala Dinner bukan sekadar acara seremonial. "Malam ini kita merayakan bukan hanya angka, tetapi nilai kerja keras, integritas, serta ketulusan agen dalam membangun kepercayaan dengan nasabah. Kehadiran setiap agen terbaik di panggung ini adalah bukti nyata bahwa profesi agen tetap relevan dan berdaya saing di tengah perubahan zaman," ujar Karin.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Pengakuan di Level Asia Bukti Komitmen BRI Life Hadirkan Inovasi (sindonews.com, 30/09/2025)
Sebagai anak perusahaan dari BRI, BRI Life turut mendukung kesuksesan program Mudik Bersama BUMN 2025. Pada tahun ini, BRI memfasilitasi keberangkatan sekitar 5.000 pemudik dan 300 awak bus dari Jakarta menuju berbagai kota, termasuk Surabaya, Madura, dan Wonogiri.Untuk menjamin keamanan selama perjalanan, BRI Life menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri melalui produk Double Care. Asuransi itu memberikan manfaat berupa santunan meninggal dunia akibat kecelakaan, perlindungan cacat tetap akibat kecelakaan, hingga kompensasi sebagian untuk cedera sesuai syarat polis.Program Mudik Bersama BUMN, BRI Life dan BRI Kolaborasi Beri Perlindungan Asuransi Atas kontribusi nyata kepada masyarakat itu, BRI Life meraih dua penghargaan pada ajang Asian Experience Awards 2025 yang berlangsung di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, Singapura, pada 25 September 2025. Perusahaan dianugerahi penghargaan dalam kategori, Indonesia Customer Experience of the Year Life Insurance dan Indonesia Digital Experience of the Year Life Insurance.BRI Life juga memperoleh penghargaan atas komitmennya dalam menghadirkan inovasi digital yang berkelanjutan di sektor asuransi. BRI Life dinilai berhasil menerapkan prinsip efisiensi digital, transparansi digital, dan keberlanjutan digital dalam layanan kepada nasabah.
Indonesia Re menilai pelemahan rupiah tak pengaruhi premi asuransi (antaranews.com, 30/09/2025)
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak berdampak signifikan terhadap besaran premi asuransi maupun reasuransi di Indonesia. "Rupiah melemah itu enggak terlalu berpengaruh pada premi. Premi itu dipengaruhi oleh kualitas risiko itu sendiri. Kalau kita banyak klaim maka kita akan bayar lebih besar bahkan risiko tertentu yang ada klaim tahun ini, tahun depan dia pasti bayar lebih besar," kata Direktur Teknik Indonesia Re Delil Khairat usai acara di Insurance Industry Dialogue di Jakarta, Selasa. Menurut Delil, penentuan premi lebih ditentukan oleh jumlah klaim dan siklus pasar (market cycle) , bukan fluktuasi kurs. Sementara saat ini industri asuransi berada dalam kondisi soft market, ditandai kapasitas yang melimpah sehingga premi justru cenderung menurun. "Sekarang lagi soft (market), jadi secara overall premi asuransi dan reasuransi keluar sebenarnya lagi turun. Lagi bagus buat buyer ," ujarnya. Sebagaimana diketahui, pada perdagangan Selasa (30/9), rupiah tercatat melemah 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.688 per dolar AS. Meski demikian, Delil mengingatkan perusahaan asuransi dan reasuransi tetap harus berhati-hati dalam aspek pencadangan, terutama yang berkaitan dengan denominasi dolar AS.
PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) menegaskan pentingnya strategi pengelolaan modal (capital management) sebagai langkah memperkuat ketahanan industri perasuransian nasional. Strategi ini dinilai krusial menyusul ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan ekuitas minimum Rp500 miliar bagi perusahaan reasuransi paling lambat 31 Desember 2026.Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, menjelaskan bahwa capital management melalui mekanisme reasuransi mampu memberikan keringanan modal (capital relief) dan mengoptimalkan tingkat solvabilitas perusahaan. "Reasuransi dapat menurunkan risiko bersih sehingga kebutuhan modal berbasis risiko ikut berkurang," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9).Indonesia Re Perkuat Transparansi lewat Forum Edukasi KIP 2025 Ia menambahkan, pemanfaatan strategi ini juga membantu menstabilkan arus klaim, mengurangi potensi gagal bayar, serta memberi sinyal positif bagi investor dan lembaga pemeringkat. Dengan demikian, perusahaan asuransi memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika pasar.Selain soal penguatan permodalan, Indonesia Re juga menyoroti pentingnya integrasi tata kelola perusahaan, kerangka pengawasan, serta pencegahan fraud. Praktik global menunjukkan perlunya keterkaitan erat antara risk governance, risk appetite framework, dan pengawasan dewan direksi terhadap kebijakan modal.
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) mencatat pertumbuhan positif pendapatan premi dari segmen korporasi hingga Agustus 2025. Direktur Utama JMA Sariah, Basuki Agus menyebut perseroan melaporkan realisasi premi segmen korporasi telah mencapai 117% dari target berjalan, atau naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Untuk kontribusinya sendiri, porsi pendapatan dari premi segmen bisnis mencapai 88% dibandingkan dengan segmen individu," terang Basuki kepada Kontan, Selasa (30/9/2025). Menurut Basuki, pertumbuhan premi dari segmen korporasi didorong oleh pengembangan kerja sama bisnis dengan bank umum syariah, didukung oleh sinergi yang semakin solid dalam ekosistem lembaga keuangan syariah. Kendati demikian, Basuki mengakui perseroan menghadapi sejumlah tantangan pada tahun ini. Salah satunya adalah menjaga rasio klaim tetap rendah sambil tetap memastikan manfaat berkelanjutan bagi peserta korporasi. "Selain itu, persaingan dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya, baik konvensional maupun syariah menuntut kami untuk terus berinovasi dalam strategi diferensiasi dan penguatan branding yang lebih agresif," jelasnya. Ke depan, JMA Syariah menargetkan pertumbuhan premi korporasi di atas 15%-20% dibandingkan total premi tahun lalu.
PT Asuransi Allianz Life Indonesia Raih Peringkat Ketiga (Media Asuransi, 30/09/2025)
PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) berhasil meraih penghargaan pada ajang Top Digital Financial Award 2025 Media Asuransi. Perusahaan ini menempati peringkat ketiga di kelompok Asuransi Jiwa dengan Ekuitas di Atas Rp1,5 Triliun.Dari hasil penilaian dewan juri berdasarkan hasil riset tim peneliti Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) dan Pinnacle Analytics Indonesia, perusahaan asuransi jiwa asal Jerman yang sudah berada di Indonesia sejak tahun 1996 ini memperoleh total nilai sebesar 58,50.Allianz Life berhasil meraih skor sempurna pada indikator penilaian channel mix (socmed) dengan nilai 10,0 dari nilai maksimal 10,00. Pada indikator penilaian usage & frequency, Allianz Life meraih nilai sebesar 11,90 dari nilai maksimal 15,00. Kemudian pada indikator customer inclusion, skornya sebesar 10,80 dari nilai maksimal 15,00.Sedangkan pada indikator overall UI/UX experience, Allianz Life meraih nilai 8,40 dari nilai maksimal 10,00.
Rupiah Loyo, Reasuransi Atur Strategi (Kontan, 01/10/2025)
Tren pelemahan yang melanda rupiah turut menjadi perhatian industri reasuransi. Maklum, karena kapasitas yang masih terbatas, masih banyak risiko yang harus dialihkan ke perusahaan reasuransi asing.Technical Analytic & Development Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mengakui pelemahan rupiah yang terjadi saat ini bisa memperberat beban reasuransi lokal akibat premi retrosesi ke perusahaan reasuransi di Juar negeri. Untuk meminimalisir dampak negatif, perusahaan harus disiplin dalam melakukan mitigasi pengelolaan keuangan.Misalnya dengan menyeimbangkan aset dengan liabilitas dalam mata uang asing, "Terlepas dari itu, sejauh ini efek kurs masih berdampak minimal karena pembayaran premi retrosesi Tugure sudah terjadwal di tiap kuartal," kata Andriansyah, Selasa (30/9).Sementara itu, estimasi kenaikan biaya retrosesi akibat pelemahan kurs yang terjadi, disebutnya agak sulit diprediksi. Karena pricing premi retrosesi juga dipengaruhi oleh banyak faktor teknikal maupun kondisi pasar global.Yang pasti, agar lebih mandiri, kapasitas perseroan juga terus diperkuat. Sehingga lebih banyak risiko yang bisa perseroan kelola sendiri. Penguatan ini salah satunya dilakukan dengan mempertebal modal secara organik, seiring pertumbuhan kinerja dan profitabilitas Tugure.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
ADMEDIKA RESMI MENJADI MITRA TPA KESEHATAN PESERTA EQUIRA LIFE (Media Asuransi, 30/09/2025)
Third Party Administrator (TPA) digital kesehatan dengan jaringan provider terbesar di Indonesia sekaligus bagian dari ekosistem B2B digital health Telkom Indonesia, resmi bermitra dengan PT Asuransi Jiwa Teguh Pelita Pelindung (Equira Life), penyedia asuransi kesehatan komprehensif berafiliasi dengan Eka Hospital Group dan APP Group.Kerja sama ini menghadirkan layanan AdClaim Managed Care, Coordination of Benefits (CoB), dan Indemnity bagi peserta asuransi Equira Life, mencakup rawat inap dan rawat jalan di jaringan juas AdMedika, termasuk Eka Hospital Group.Jive PT Administrasi Medika (AdMedika), MITRA TPA KESEHATAN PESERTA EQUIRA LIFE Kemitraan ini bertujuan menyediakal klaim lebih cepat, efisien, transp: mudah diakses. Dengan teknologi proses administrasi dan verifi berlangsung real-time sehingga pe! fokus pada pemulihan. : CEO AdMedika, Dian Prambini, kebanggaan atas kerja sama ini dan n komitmen mendorong transfo layanan asuransi serta mendukung Ree Ir bisnis Eguira Life.
Allianz Future Income Hadir Berikan Kepastian Pendapatan (tribunnews.com, 30/09/2025)
Asuransi Allianz Future Income hadir sebagai bentuk nyata komitmen Allianz Life Indonesia untuk memberikan perlindungan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mewujudkan tujuan finansial yang telah direncanakan di tengah berbagai perubahan, tanpa khawatir impian keluarga harus tertunda. Foto 2 : Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz (kiri), bersama Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia Himawan Purnama (kanan), saat memperkenalkan produk layanan Allianz Future Income di Jakarta, Senin (29/09/2025). Asuransi Allianz Future Income hadir sebagai bentuk nyata komitmen Allianz Life Indonesia untuk memberikan perlindungan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mewujudkan tujuan finansial yang telah direncanakan di tengah berbagai perubahan, tanpa khawatir impian keluarga harus tertunda.
Prudential Indonesia bekerja sama dengan UOB Indonesia menghadirkan PRUInfinity khusus untuk nasabah UOB Indonesia. Lewat produk ini, Prudential Indonesia menghadirkan solusi yang membuka ruang bagi perencanaan warisan berkelanjutan.Dengan manfaat tunai yang terus bertumbuh seiring waktu, produk terbaru dari Prudential Indonesia ini dirancang untuk mendukung terciptanya warisan bernilai dan dapat diteruskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari keberlangsungan kesejahteraan keluarga.PRUInfinity hadir sebagai solusi inovatif menawarkan #ManfaatIstimewaSelamanya untuk memperkuat masa depan dan keberlangsungan anggota keluarga lintas generasi, dengan keistimewaan proteksi maksimal berupa Uang Pertanggungan yang meningkat mulai dari tahun ke-5 sebesar 15% dan 5% setiap tahun berikutnya.:::Selain itu, produk ini juga menawarkan manfaat total maksimum pertanggungan hingga 250%.
80 Juta Keluarga Indonesia Belum Dapat Perlindungan Asuransi (kompas.com, 30/09/2025)
Lebih dari 80 juta keluarga di Indonesia masih belum memiliki perlindungan asuransi. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran dan akses masyarakat terhadap proteksi keuangan. Presiden Direktur PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), Iskandar Ezzahuddin Bin Ahmad Zulkiflee, mengungkapkan kesenjangan terjadi karena industri asuransi lebih banyak berfokus pada segmen masyarakat affluent atau kalangan atas. "Dan kalau kita lihat dari segi keluarga, lebih daripada 80 juta keluarga masih belum ada perlindungan asuransi. Jadi apabila kita lihat kenapa ada gap ini, karena sampai saat ini industri kita hanya fokus kepada segmen affluent," ujar Iskandar saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025). Menurutnya, produk asuransi selama ini cenderung menyasar kalangan atas dengan fokus pada investasi dan tabungan, sehingga kebutuhan proteksi murni untuk masyarakat luas belum banyak terjawab. Padahal, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 2,8 persen. "Ya produk-produk yang kita keluarkan kebanyakannya di fokus kepada produk investasi, produk saving dan sebagainya yang mempunyai market yang penting, tetapi marketnya sedikit affluent," paparnya. "Jadi kalau kita lihat sekarang ini, seperti yang dikatakan tadi, penetrasi asuransi di Indonesia ini masih rendah, 2,8 persen," beber Iskandar.
Gandeng Bank Victoria, Sequis Life Tawarkan Tiga Produk Asuransi (kompas.com, 30/09/2025)
PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) melalui unit bisnis Alternative Distribution Channel (ADC) mengumumkan kemitraan dengan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) untuk memasarkan tiga produknya, yakni Sequis Life Legacy, Sequis Critical Care Plus, dan Q Life Protector. President Director & CEO Sequis Life, Ted Margono, mengatakan bahwa ini merupakan kerja sama perdana antara Sequis Life dengan Bank Victoria. "Kami berharap nasabah Bank Victoria lebih memiliki pilihan asuransi untuk memperkuat kondisi finansial nasabah dan keluarganya agar dapat mencapai tujuan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Ted dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025). Ted berharap kerja sama pertama dengan Bank Victoria ini dapat menjadi semangat bagi kanal ADC untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan premi perusahaan dan menghasilkan kerja sama baru berikutnya dengan Bank Victoria. Di sisi lain, Ted meyakini prospek bisnis bancassurance masih terbuka lebar. Pada semester I-2025, kanal ADC Sequis Life sudah memberikan kontribusi bagi pertumbuhan bisnis Sequis Life.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Modal awal asuransi RI dinilai masih rendah dibandingkan negara lain (antaranews.com, 30/09/2025)
Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar menilai aturan modal minimum bagi perusahaan asuransi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. "Bahkan di kawasan, persyaratan modal kita itu masih relatif rendah dibandingkan dengan teman-teman (negara tetangga)," ujar Reza dalam acara Insurance Industry Dialogue di Jakarta, Selasa. Sebagai perbandingan, ia mengatakan kebutuhan modal minimum perusahaan asuransi di Indonesia masih di bawah 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp150 miliar. Angka itu lebih rendah dari Malaysia yang mencapai 10 hingga 20 miliar dolar AS, Thailand 8 hingga 13 miliar dolar AS, Vietnam 12 miliar dolar AS, Myanmar 2,9 hingga 19 miliar dolar AS, Filipina 22 miliar dolar AS, serta Singapura 7,4 miliar dolar AS. Sebagaimana diketahui, aturan modal minimum untuk asuransi tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi dan Perusahaan Reasuransi Syariah. POJK tersebut mengatur kewajiban ekuitas minimum dalam dua tahap.
OJK Buka Opsi Garap Asuransi MBG, Tapi... (cnbcindonesia.com, 30/09/2025)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan usai mencuatnya kasus keracunan siswa. Untuk meredam risiko ini, sempat terdengar wacana akan adanya asuransi khusus untuk MBG.Deputi komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan, pihaknya masih terus berdiskusi terkait dukungan asuransi di program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Ia menjelaskan, saat ini proses diskusi masih dalam tahap proposal awal. Sejumlah hal pun menjadi sorotan."Kan memang pertanyaan pemerintah juga gimana coverage (perlindungan) asuransinya, apa yang mau di cover itu kan penting gitu ya," jelas Iwan ditemui selepas Dialog IndonesiaRe, di Jakarta, Selasa, (30/9/2025).Lebih jauh, OJK menitik-beratkan pentingnya perluasan pengelolaan risiko ke seluruh ekosistem MBG. Sehingga, penerapannya tidak hanya bergantung pada pembayaran premi saja."Jadi kita nggak mau asuransi ada cuma jadi kayak tambah biaya (saja). Harus ada nilai tambahnya gitu. Gimana dia kelola risiko," ungkapnya.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan, saat ini Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sedang menyusun proposal awal dukungan asuransi terhadap program MBG.
OJK, KPK Hingga Danantara Bahas Pencegahan Fraud Dalam Forum Asuransi (tribunnews.com, 30/09/2025)
Perwakilan dari OJK , Kementerian BUMN, BPKP, Kejaksaan Agung, KPK , Danantara Indonesia, bakal mengikuti Insurance Industry Dialogue di St. Regis Jakarta. Forum ini juga dihadiri asosiasi industri seperti AAUI, AAJI, dan AASI, bersama para pelaku industri reasuransi dan ceding companies. Dalam forum ini difokuskan pembahasan pada penguatan industri asuransi , terutama melalui manajemen modal dan pencegahan fraud . Forum ini mengangkat tema "Enhancing The Resilience of Insurance Industry: Synergizing Capital Management and GRC". "Capital management melalui reasuransi memberikan capital relief dan optimasi solvabilitas, serta menurunkan risiko bersih perusahaan sehingga kebutuhan modal berbasis risiko juga menjadi lebih rendah," ujar Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, melalui keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025). Benny menambahkan, strategi ini juga mampu menekan potensi gagal bayar dan menstabilkan arus klaim, sambil memberi sinyal positif bagi investor dan lembaga pemeringkat. "Dengan tata kelola yang baik, strategi ini juga dapat menekan potensi fraud dalam transaksi dan klaim," katanya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan penurunan batas maksimal risk sharing (copayment) dalam produk asuransi kesehatan dari 10% menjadi 5%. Mengenai hal ini, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyatakan akan mematuhi aturan tersebut sambil menunggu terbitnya ketentuan teknis dari regulator. Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan yang berlaku, dan berdiskusi dengan pemangku kepentingan terkait, mulai dari OJK, Kementerian Kesehatan, asosiasi, hingga penyedia layanan kesehatan. Karin menjelaskan, fitur risk sharing bukanlah hal baru di industri asuransi kesehatan. Beberapa produk Prudential seperti PRUWell dan PRUSehat telah menerapkan skema berbasis biaya tanggungan ( deductible ) yang bisa dipilih nasabah sejak awal membeli produk. "Dengan adanya fitur risk sharing , terdapat potensi premi yang lebih rendah, sesuai dengan paket asuransi kesehatan, yang disebabkan oleh adanya bagian biaya klaim asuransi kesehatan yang menjadi tanggungan nasabah," jelasnya kepada Kontan, Senin (29/9/2025).
PT MSIG Sharia Life Insurance Ditargetkan Beroperasi Penuh pada 2026 (bisnis.com, 30/09/2025)
Entitas baru PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 mendatang.Sebagai informasi, PT MSIG Life Insurance Tbk. ( LIFE ) resmi memisahkan unit usaha syariahnya seusai restu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)."Targetnya, entitas baru bernama PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia dapat beroperasi penuh pada 2026," kata Head of Customer and Marketing MSIG Life, Lukman Auliadi kepada Bisnis , dikutip pada Selasa (30/9/2025).Lukman menuturkan proses spin off unit usaha syariah MSIG Life berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Pihaknya terus berkoordinasi dengan regulator, pemegang saham, dan internal perusahaannya dalam mengerjakan setiap tahapan."Dengan kerja sama yang baik seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan lancar dan tepat waktu. Setelah mendapat persetujuan RUPSLB, kami sedang melengkapi persyaratan ke regulator," ungkapnya.MISG Life Indonesia, ujarnya, berharap PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia dapat menjadi perusahaan asuransi syariah yang kuat dan berdaya saing dengan fondasi kokoh dari sisi pelayanan, permodalan, tata kelola, dan pengembangan produk.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) menggelar paket pemeriksaan gratis bagi karyawan di kawasan kantor Astra Life, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17-19 September 2025, bertujuan untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional.Presiden Direktur Astra Life Nico Tahir mengatakan, pihaknya mengapresiasi nasabah yang mempercayakan perlindungan jiwa, dan kesehatannya kepada Astra Life.Kami ingin membangun kedekatan yang lebih hangat, tidak hanya sebagai perusahaan penyedia asuransi jiwa maupun kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan nasabah dalam kehidupan sehari-hari, kata Nico dalam keterangan resminya pada Selasa (30/9).Dalam kegiatan itu, kata Nico, pihaknya memberikan pelayanan yang mencakup mini medical check-up, pemeriksaan wajah, dan virus mata. Acara pun turut dimeriahkan dengan games, dan pemberian cendera mata, serta paket minuman buah.Asta Life, kata Nico, pun memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memastikan kesehatan fisiknya melalui pemeriksaan indeks masa tubuh yang bertujuan untuk mengklasifikasikan status berat badan ke dalam kategori kurang, normal, dan kelebihan.
INDONESIA tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Laporan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 20252045 yang dirilis Bappenas memperkirakan timbulan sampah nasional mencapai 63 juta ton pada 2025 dan melonjak hingga 82,2 juta ton pada 2045.Pemerintah pun menargetkan sektor limbah padat domestik menuju nol emisi karbon (net zero emission/NZE) pada 2050, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar kebersihan lingkungan, melainkan bagian penting dari mitigasi perubahan iklim.Sejalan dengan tantangan tersebut, sekaligus memperingati World Cleanup Day (20 September) dengan tema "Menuju Indonesia Bersih 2029" serta Zero Emission Day (21 September), Great Eastern Life Indonesia bersama Great Eastern General Insurance Indonesia menggelar Great Plogging Day .Inisiatif ini bukan hanya gerakan olahraga sambil memungut sampah, melainkan simbol nyata dari perjalanan babak baru Great Eastern Indonesia setelah peluncuran logo baru pada 26 Agustus 2025.Acara ini dilaksanakan di MidPlaza, kantor Great Eastern General Insurance Indonesia, dan secara resmi dibuka dengan flag-off oleh Roy Hendrata Gozalie, Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, bersama Andy Soen, Finance Director Great Eastern General Insurance Indonesia.
Mandiri Inhealth Gelar MI-FunRun untuk Dukung Gaya Hidup Sehat (businessasia.co.id, 01/10/2025)
Dukung gaya hidup sehat PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia ("Mandiri Inhealth") gelar MI-FunRun di kawasan Car Fee Day Jl. M.H Thamrin. Fun Run 5K ini adalah puncak dari perayaan Hari Pelanggan Nasional 2025 (Harpelnas), merupakan persembahan eksklusif bagi Peserta Asuransi Mandiri Inhealth. Mengusung tema "Empowering You, Securing Tomorrow", Mandiri Inhealth mengajak lebih dari 700 Peserta yang hadir untuk hidup sehat, baik fisik, mental maupun sosial.Marihot H. Tambunan, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth menyampaikan "Peringatan Hari Pelanggan Nasional menjadi momen istimewa bagi Mandiri Inhealth untuk mengapresiasi para peserta yang senantiasa memberikan kepercayaan dalam menjaga aset terbaiknya, yaitu kesehatan. Sebagai wujud apresiasi tersebut, selain diselenggarakan di wilayah operasional Jakarta dan Bogor-Tangerang-Bekasi, kami juga mempersembahkan serangkaian kegiatan di 9 Kantor Operasional lainnya dan 34 kantor layanan Mandiri Inhealth di seluruh Indonesia, seperti kegiatan Sapa Pelanggan, Customer Visit, kegiatan kepedulian kepada yayasan kesehatan, hingga puncaknya kegiatan Olahraga Sehat.
Tugu Insurance Ajari Pelajar Cara Kelola Uang (mediaasuransinews.co.id, 30/09/2025)
Sebagai bagian dari komitmen Bakti Tugu terhadap pendidikan dan pengetahuan keuangan, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) hadir memberikan literasi keuangan kepada siswa-siswi SDN Tebet Barat 05, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pertamina Energi Negeri (PEN) 8.0 "Anak Hebat, Indonesia Kuat".Relawan Tugu Insurance, yang biasa disebut dengan Kawan Bakti Tugu, turun langsung untuk mengajak siswa belajar mengelola uang dengan bijak melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Edukasi ini dikemas dalam bentuk papan permainan ( board game ) yang dirancang secara khusus agar sesuai dengan usia anak-anak Sekolah Dasar, sehingga materi tentang pengelolaan keuangan dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan.| "Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah bekal penting yang harus dimiliki sejak dini. Anak-anak perlu mengenal konsep dasar pengelolaan keuangan sehingga membentuk kebiasaan finansial yang baik serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara finansial," kata Corporate Secretary Tugu Insurance, Dudi Subekti, dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, 30 September 2025.
Zurich Pertegas Aksi Lingkungan dengan Penanaman Mangrove (mediaindonesia.com, 30/09/2025)
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) dan MUFG Bank, Ltd., PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), dan PT Home Credit Indonesia (Home Credit Indonesia) yang tergabung dalam One Financial Group menggagas program pelestarian lingkungan di enam kota besar di Indonesia melalui gerakan tanam mangrove. Pelaksanaan inisiatif tersebut akan berlanjut ke Surabaya, Semarang, Bali, Makassar, dan Medan hingga akhir Oktober mendatang.Rangkaian kegiatan itu menargetkan penanaman lebih dari 1.500 pohon mangrove dengan melibatkan lebih dari 250 sukarelawan dari karyawan Zurich dan One Financial Group untuk memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 43,2% dengan bantuan internasional (31,8% tanpa bantuan) pada tahun 2030, serta mencapai net zero emission pada 2060.Di bulan ini, Zurich juga telah melakukan penanaman 4.000 bibit kopi dan 500 bibit cengkih bersama masyarakat Desa Cipta Gelar, Sukabumi.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.687,00 |
|
IHSG |
8.062,08 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
Media Asuransi, tribunnews.com, jawapos.com, investortrust.id, olenka.id, kompas.com, sindonews.com, republika.co.id, viva.co.id, bisnis.com, investor.id, kontan.co.id, mediaindonesia.com, rmol.id, voi.id, id.investing.com, fortuneidn.com, jakarta.suaramerdeka.com, wartaekonomi.co.id, mediaasuransinews.co.id, industry.co.id, koranindopos.com, cobisnis.com, bisnisupdate.com, kumbanews.com, binomedia.id, jak-one.com, id.tradingview.com, wartakota.tribunnews.com, koran-jakarta.com, theiconomics.com, lensamedan.co.id, sulselnetwork.com, Kontan, Investor Daily, Bisnis Indonesia, Ekonomi Neraca, topbusiness.id, mediakawasan.co.id, besttangsel.com, espos.id, businessasia.co.id, rm.id, banpos.co, antaranews.com, jabar.antaranews.com, tunjuk.id, indonesiaweek.com, ambon.antaranews.com, neraca.co.id, gorontalo.antaranews.com, kabarmakassar.com, cnbcindonesia.com, infobanknews.com, eline.news, ekonosia.com, dan Tribun Medan.
