AAJI Daily News - 10 September 2025
Rabu, 10 September 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
32 |
5 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
31 |
6 |
0 |
ISSUES
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 1 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 10 Total News
- Isu Konsumen dan Reputasi Publik: 2 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 8 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 16 Total News
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Berita Foto - Pendapatan Premi (Kontan, 10/09/2025)
Pelayanan nasabah di kantor perusahaan asuransi Allianz, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Allianz Life mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp 8,19 triliun per Juni 2025. Nilai itu meningkat 4,20%, jika dibandingkan posisi per Juni 2024 yang sebesar Rp 7,86 triliun.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
PT Great Eastern Life Indonesia (Great Eastern Life Indonesia) bekerja sama dengan PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) meluncurkan PROTEKSI 9+.Ini merupakan sebuah program yang menggabungkan vaksinasi HPV 9 (Gardasil 9) dengan Asuransi GREAT ProInsure CI.Setiap peserta yang melakukan vaksinasi HPV 9 di Klinik Kimia Farma secara otomatis mendapatkan perlindungan Asuransi GREAT ProInsure CI tanpa biaya tambahan.Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie menuturkan, dengan vaksinasi HPV 9 dan perlindungan finansial dari Asuransi GREAT ProInsure CI, pihaknya ingin memberikan ketenangan khususnya kepada para perempuan Indonesia supaya tetap fokus dalam meraih berbagai aspirasi dalam kehidupannya."Inisiatif ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai eliminasi kanker serviks pada 2030, kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (9/9/2025).
Hanwha Life Indonesia bersama Nobu Bank memperkuat kerja sama strategis untuk membangun pertumbuhan bancassurance yang lebih berkelanjutan. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada Agustus 2025, menandai era baru fokus sinergi dan inovasi antara kedua perusahaan. Kerja sama ini menjadi tonggak penting setelah hubungan bancassurance yang telah terjalin sejak Juli 2023. Steven Namkoong, Presiden Direktur Hanwha Life Indonesia, menyebut momen ini membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun masa depan yang lebih cerah. "Semoga Hanwha Life dan Nobu Bank bisa membuka era baru kerja sama yang makin erat untuk menuju masa depan yang lebih cerah," ujarnya, dikutip dari keterangan pers, Selasa (9/9/2025).
Berita Foto - PRODUK ASURANSI JIWA TAMBAHAN (Bisnis Indonesia, 10/09/2025)
Karyawan melayani nasabah di kantor Zurich di Jakarta, Selasa (9/9). PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan produk asuransi jiwa tambahan bernama Zurich Life Optima (ZLO) yang memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun, dan disertakan pada Polis Zurich Protector serta Zurich Income Assurance Plan.
ISU KONSUMEN DAN REPUTASI PUBLIK
Lonjakan biaya pengobatan di Indonesia menjadi tantangan serius bagi banyak keluarga. Dari operasi besar hingga perawatan pasca tindakan medis, angka yang harus dibayar seringkali mencapai ratusan juta rupiah.Isu tersebut juga menjadi persoalan sebagian besar masyarakat Indonesia. Ditambah lagi, pemerintah juga belum mampu mengatasi masalah tersebut dan membuat layanan medis serta fasilitas kesehatan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.Dalam situasi seperti ini, masyarakat yang lebih mampu cenderung memilih alternatif lainnya, seperti salah satunya, asuransi syariah yang diklaim hadir bukan hanya sebagai instrumen proteksi finansial, melainkan juga wadah gotong royong berbasis nilai keadilan dan solidaritas.Berbeda dengan asuransi konvensional, asuransi syariah berlandaskan prinsip tolong-menolong ( ta'awun ). Setiap peserta menyisihkan kontribusi yang dikumpulkan dalam dana tabarru , yaitu dana bersama yang digunakan untuk membantu sesama peserta saat terkena musibah.Perusahaan asuransi bertugas mengelola dana ini secara amanah dan transparan, tanpa mengambil keuntungan dari setiap klaim yang dibayarkan. Dengan mekanisme ini, peserta bukan sekadar pemegang polis, tetapi bagian dari komunitas yang saling mendukung.Pengalaman nyata dialami Sri Kurniati, seorang ibu asal Jakarta. Pada 2023, anaknya mengalami cedera serius pada lutut (ACL) akibat kecelakaan. Biaya pengobatan mencapai hampir Rp 300 juta, mulai dari operasi hingga fisioterapi.Seluruh biaya ditanggung penuh melalui asuransi syariah yang ia ikuti sejak 2019. "Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Bahkan saat harus pindah rumah sakit, semua dibantu dengan sigap," tutur Sri belum lama ini di Jakarta.Hal serupa dialami Agustine, peserta asuransi syariah sejak 2014. Meski sudah memiliki BPJS Kesehatan, dia memilih menambah perlindungan keluarga dengan skema syariah."Saya pernah operasi mata pada 2019 dengan biaya lebih dari Rp 40 juta. Proses klaimnya cepat dan mudah," jelas Agustine. Baginya, kontribusi yang dibayarkan setiap bulan adalah bentuk ibadah sekaligus cara membantu orang lain yang sedang kesulitan.Menurut Vivin Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, prinsip utama asuransi syariah adalah keadilan, transparansi, dan tanggung jawab.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Aturan OJK dan Perlambatan Kredit Dinilai Tekan Asuransi Jiwa Kredit (kontan.co.id, 09/09/2025)
Perlambatan penyaluran kredit diperkirakan bakal menekan kinerja asuransi kredit. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai tekanan terhadap lini bisnis ini sebenarnya sudah terjadi lebih dulu sejak diberlakukannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, penerapan Peraturan OJK Nomor 20 Tahun 2023 tentang asuransi kredit dan suretyship menjadi titik awal penurunan kinerja asuransi kredit. Regulasi tersebut mengharuskan adanya burden sharing dengan perbankan, di mana bank diwajibkan menanggung 25% dari beban kerugian asuransi. Selain itu, terdapat syarat permodalan yang lebih ketat bagi pelaku usaha asuransi kredit. "Sejak aturan itu berlaku, perusahaan asuransi melakukan konsolidasi sehingga kinerja asuransi kredit mulai mengalami penurunan. Perlambatan penyaluran kredit sekarang semakin menambah tekanan," jelas Irvan kepada Kontan, Senin (8/9/2025). Ke depan, Irvan memandang prospek asuransi kredit masih sangat dipengaruhi oleh ekspansi kredit perbankan serta kesediaan bank untuk menanggung sebagian klaim asuransi.
Masih Terseok di Tengah Potensi (Stabilitas, 10/09/2025)
Tidak ada yang menyanggah jika dikatakan bahwa industri asuransi di Tanah Air masih terbelenggu pada kondisi stagnasi. Setidaknya itu yang dirasakan pelaku bisnis dalam beberapa tahun terakhir.Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mengakui bahwa industri asuransi belum bisa lepas dari tekanan bisnis yang menyandera mereka baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam satu dekade terakhir, otoritas mengatakan bahwa tingkat penetrasi asuransi nasional masih minim."Penetration rate masih di bawah 3 persen, pertumbuhannya itu tidak lebih besar dari pertumbuhan ekonomi kita, sehingga penetration rate dari industri asuransi itu stagnan dari 10 tahun yang lalu tetap di bawah 3 persen," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, Juli lalu.Apa yang dikatakan Ogi sangat beralasan. Berdasarkan catatan OJK, pada 2023, penetrasi asuransi tercatat hanya 2,59 persenterhadap produk domestik bruto (PDB). Posisinya menjadi yang terendah dalam 5 tahun terakhir, dengan posisi tertinggi pada 2020 yakni 3,11 persen.
Menkeu Baru Diharapkan Tegas dalam Menuntaskan Kasus Jiwasraya (kontan.co.id, 09/09/2025)
Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati lewat reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) menimbulkan reaksi beragam.Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, pengalaman Purbaya sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi modal penting dalam memimpin Kementerian Keuangan.Terlebih, dalam dua tahun terakhir Purbaya terlibat dalam persiapan Program Penjaminan Polis yang diamanatkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)."Harapannya, Menkeu baru segera mewujudkan program penjaminan polis sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi asuransi kita yang masih rendah, tentu bersama regulator dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Irvan kepada Kontan, Selasa (9/9/2025).Selain itu, Irvan menekankan agar Menkeu baru segera menyelesaikan kasus gagal bayar Jiwasraya yang sudah delapan tahun terkatung-katung."Terutama bagi nasabah yang menolak restrukturisasi dan sudah berkekuatan hukum (inkracht) yang jumlahnya Rp 200 miliar.
MENEGAKKAN FAIRNES DALAM ATURAN CO-PAYMENT (Stabilitas, 10/09/2025)
Aturan berbagi beban dalam asuransi hendaknya tidak membebani masyarakat. Harus ada pembagian beban yang adil kepada semua stakeholder industri kesehatan. Pelaku industri asuransi di Indonesia masih berada dalam kebimbangan akibat kinerja produk asuransi kesehatan yang masih tetap mengkhawatirkan dari waktu ke waktu. Klaim asuransi kesehatan terlihat terus meningkat sejalan dengan terjadinya ledakan inflasi medis menjadi tantangan yang tidak mudah di tengah ketidakpastian ekonomi. Di tengah situasi seperti itu, otoritas dan pelaku industri mencoba mencari jalan keluar dengan menginisiasi tawaran penerapan pembagian risiko (co-payment). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menelurkan Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan. Aturan baru tersebut sontak mendapat perhatian publik, karena berencana menerapkan pembagian risiko (co-payment) berupa porsi pembiayaan kesehatan yang menjadi tanggung jawab pemegang polis. Nantinya masyarakat atau tertanggung atau peserta akan menanggung pembayaran tagihan paling sedikit sebesar 10 persen dari total pengajuan klaim rawat jalan atau rawat inap di fasilitas Kesehatan.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Berbicara kehidupan pasca pensiun, seringkali yang terjadi ialah banyak penyesalan karena seseorang cenderung sibuk mengejar karir sehingga lupa akan rencana pasca pensiun berikut persiapannya. Padahal, kehidupan pasca pensiun merupakan bab baru dalam hidup yang juga tak kalah penting di mana semestinya seseorang bisa menikmati seluruh hasil kerja kerasnya di masa produktif.Di sektor perhotelan, tantangan tersebut juga nyata dirasakan oleh para pelaku industri. Meski memiliki karier yang panjang dan prestisius, tidak sedikit yang masih belum memiliki perencanaan pensiun yang jelas. Hal ini mendorong pentingnya edukasi serta kesadaran bagi para profesional untuk mulai menata masa depan mereka sejak sekarang.Menyoroti hal ini, PT Avrist Assurance (Avrist) mengadakansharing sessionbersama Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali bertajukKarir Hebat,Pensiun Bermartabatdi Denpasar, Bali,pada 21 Agustus 2025.
Makassar bersiap merayakan Hari Asuransi Nasional 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang. Peringatan ke-19 ini mengusung tema "Bersatu, Bertumbuh, Bangkit Bersama", dengan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak September.Salah satu agenda pembuka yang menyedot perhatian adalah turnamen badminton yang berlangsung di Goro Arena, 830 September 2025. Pertandingan digelar setiap Senin malam mulai pukul 19.00 WITA, menghadirkan semangat sportivitas sekaligus kebersamaan antar insan asuransi di Makassar.Ketua Panitia Hari Asuransi 2025 Makassar, Wawan Lesmana, yang juga Branch Manager PT Asuransi Sinar Mas Makassar, mengatakan bahwa olahraga dipilih sebagai salah satu media mempererat silaturahmi."Lewat kegiatan fun sport seperti badminton, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan. Selain itu, momentum Hari Asuransi ini juga menjadi ajang untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya memahami, memiliki, dan melindungi diri dengan asuransi," ujar Wawa, Senin (8/9).Sementara itu, Ketua AAUI Makassar, Firman Baso, menegaskan bahwa momentum Hari Asuransi 2025 tidak hanya berfokus pada industri, tetapi juga pada masyarakat luas.
IFG Life Sebut Banyak Miskonsepsi Hambat Kesadaran Asuransi (id.investing.com, 09/09/2025)
IFG Life menyoroti masih rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang baru mencapai 1,4% pada Februari 2025, terendah di Asia Tenggara.Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita, menyebut minimnya literasi dan miskonsepsi masyarakat menjadi tantangan utama peningkatan kesadaran perlindungan.Rendahnya penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia menunjukkan masih besarnya tantangan dalam meningkatkan edukasi keuangan. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa asuransi bukan sekadar biaya, melainkan investasi perlindungan jangka panjang bagi diri dan keluarga, ujar Fabiola dalam keterangan tertulis, Senin (8/9/2025).Data IFG Progress mencatat angka Indonesia tertinggal dibanding Vietnam (2,2%), Filipina (2,5%), Malaysia (3,8%), Thailand (4,6%), hingga Singapura (12,5%). Bahkan dibanding Tiongkok (3,9%) dan India (4,0%), posisi Indonesia masih di bawah.
Dimulai Penjualan Tiket Astra Half Marathon 2025 (Bali Tribune, 10/09/2025)
ASTRA Melalui Astra Runners, komunitas pelari dari perusahaan-perusahaan Grup Astra, resmi membuka penjualan tiket Astra Half Marathon 2025 pada 11 September pukul 12.12 WIB melalui situs resmi astra.co.id. Menginjak usia ke-12 tahun, Astra Runners mengusung tema "Together in Motion yang merefleksikan kolaborasi yang menjadisumbe ji untukterus bergerak maju dan memb: kehidupan sehari-hari maupun di lintasan lari. Ajang lari dengan kategori SK, 10K, dan half marathon ini,akan berlangsung pada 30 November 2025 di Astra Biz Center BSD, Tangerang dengan target 5.000 pecinta olahragalari.Melalui Astra Half Marathon 2025, Astr: mengajak masyarakat untuk bergerak bersama. Setiap langkah para peserta tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan olahraga, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat serta peduli terhadap kelestarian lingkungan sehingga tercipta dampak positif berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia yanglebih baik" ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto. Sejalan dengan tagline Astra Runners "We Run, We Care, We Share, para peserta diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menerapkan prinsip reuse, reduce, dan recycle.
PFI Mega Life kembali mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan finansial. Kali ini, PFI Mega Life mengusung tema dari serial anime Demon Slayer yang dianggap memiliki kisah yang dekat dengan keseharian yakni, keluarga, pengorbanan, dan bagaimana melindungi seseorang.Dalam kisah Demon Slayer, Tanjiro digambarkan sebagai sosok kakak yang rela berkorban dan menghadapi berbagai ancaman demi keselamatan adiknya, Nezuko. Bedanya, jika di dunia Demon Slayer 'iblis' digambarkan sebagai sosok menakutkan, di dunia nyata 'iblis' menjelma risiko finansial: sakit kritis, kecelakaan, atau kehilangan pencari nafkah.Ketika risiko itu datang, dampak yang dirasakan individu bisa sangat besar. Bukan hanya soal fisik atau mental, tetapi juga kondisi keuangan keluarga layaknya Nezuko yang butuh perlindungan Tanjiro untuk bertahan hidup.
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hadir melalui Muda Sukses Roadshow Goes to Medan di HKBP Nommensen, Medan, bersama Young On Top untuk membantu anak muda, termasuk first jobber mengambil langkah kecil menuju masa depan finansial yang lebih stabil. Acara tersebut dihadiri 534 peserta dengan menghadirkan berbagai pembicara, salah satunya Nuranisa Putri Matahari, Head of Community Investment Prudential Indonesia. Ia menekankan bahwa Gen Z saat ini tengah berada di fase "adultin" yang menuntut kemandirian finansial sekaligus kemampuan mengelola risiko.
Cara Mengoptimalkan Manfaat Asuransi Kesehatan (kompas.com, 09/09/2025)
Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah). Salah satu solusi yang bisa diandalkan adalah asuransi kesehatan. Premi asuransi kesehatan adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi secara berkala, baik bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan. Besaran premi ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut. Selain itu, premi juga bisa mengalami penyesuaian seiring waktu. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan inflasi biaya medis, peningkatan layanan, maupun bertambahnya usia tertanggung. "Premi atau biaya asuransi kesehatan perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan biaya kesehatan, seperti biaya medis meningkat. Harga obat, perawatan di rumah sakit, dan tindakan medis cenderung naik setiap tahun," kata Prudential Indonesia dalam siaran pers, Selasa (9/9/2025).
Riset IFG: Penetrasi Asuransi RI Terendah di Asia Tenggara (jatim.idntimes.com, 09/09/2025)
Di sisi lain, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 juga mencatat tingkat literasi asuransi di Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 45,45 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata negara lain yang mencapai 6070 persen.Fabiola menyebut minimnya pemahaman mengenai manfaat asuransi yang memicu banyak kesalahpahaman dan menjadi salah satu faktor utama rendahnya kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan sejak dini.Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa proses klaim asuransi selalu rumit, membutuhkan waktu lama, dan sering kali memakan biaya tambahan. Persepsi ini membuat sebagian orang enggan memiliki asuransi, karena merasa nantinya justru akan dipersulit saat membutuhkan manfaat perlindungan.Untuk itu, IFG Life juga menegaskan bahwa klaim asuransi sebenarnya dirancang untuk mudah, cepat, dan transparan.
