AAJI Daily News - 28 November 2025
Jumat, 28 November 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
30 |
0 |
5 |
|
Online |
|
Electronic |
|
29 |
6 |
0 |
ISSUES
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 10 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 13 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 6 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 6 Total News
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PertaLife mencatat pertumbuhan jumlah peserta hingga kuartal III-2025. Hal ini turut mendorong kenaikan total aset dana kelolaan perseroan. Pengurus Business & Quality Assurance DPLK PertaLife, Deny Kuriniawan menyampaikan bahwa total peserta mencapai 78.203 orang per September 2025, naik dari 73.979 peserta pada periode yang sama tahun lalu. Deny mengatakan peningkatan jumlah peserta tidak lepas dari strategi ekspansi yang dijalankan perusahaan. "Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan kerja sama dengan pemberi kerja, edukasi literasi keuangan, serta penguatan layanan digital yang mempermudah akses peserta," ujarnya kepada Kontan, Senin (24/11/2025).
OJK: Premi Asuransi Unit-Linked Turun 17,57% per September 2025 (bisnis.com, 27/11/2025)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked pada kuartal III/2025.Kepala Eksekutif PPDP OJK Ogi Prastomiyono mengemukakan total pendapatan premi lini usaha PAYDI pada JanuariSeptember 2025 mencapai Rp30,67 triliun.Secara year on year [YoY], angka ini turun 17,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tuturnya dalam lembar jawaban RDK Oktober 2025, Rabu (26/11/2025).Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai dalam dua hingga tiga tahun terakhir terjadi pergeseran minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa.Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut saat ini masyarakat cenderung memilih produk asuransi jiwa tradisional untuk proteksi asuransinya, dibandingkan dengan unit-linked.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Menghadirkan Pengalaman Berasuransi yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat (sindonews.com, 27/11/2025)
Momentum pertumbuhan positif industri asuransi sepanjang 2025 menjadi landasan bagi BRI Life untuk memperkuat inovasi produk sekaligus memperluas jaringan layanan di berbagai wilayah. Kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial jangka panjang juga terus meningkat, sehingga perusahaan perlu meresponsnya."Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. BRI Life memastikan bahwa setiap solusi yang kami hadirkan relevan, sederhana, dan memberikan nilai nyata bagi nasabah," ujar Division Head of Corporate Secretary BRI Life, Ade Nasution dalam keterangannya dikutip Kamis (27/11/2025).
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Dewan Asuransi Indonesia Ingin Setiap Wisman Miliki Asuransi (Ekonomi Neraca, 28/11/2025)
Dewan Asuransi Indonesia (DAI) ingin agar aturan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang membeli asuransi sebelum tiba di Indonesia digodok bersama pemerintah."Kita lagi mencoba mendorong untuk turis masuk ke Indonesia punya travel insurance. Supaya sebelum dia datang, seperti kita ke luar negeri. Kita harus beli, kenapa di Indonesia enggak harus beli?," kata Ketua Umum DAI Yulius Bhayangkara, sebagaimana dikutip Antara, kemarin.Yulius mengatakan usulan tersebut sudah dikoordinasikan DAI bersama dengan DPR dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Country Manager Zurich Indonesia Edhi Tjahja Negara menyampaikan bahwa saat ini mayoritas wisatawan didominasi oleh generasi milenial dan gen Z.
Pakar Beberkan Dampak Mendalam Kasus Jiwasraya ke Industri Asuransi RI (bisnis.com, 27/11/2025)
Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai masih menyisakan dampak mendalam bagi industri asuransi, terkhusus asuransi jiwa.Pakar asuransi Andreas Freddy Pieloor menyinggung bahwa imbas kasus Jiwasraya itu kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap asuransi saat ini berada pada titik terendah."Jadi masyarakat Indonesia sudah tidak lagi percaya dengan asuransi karena tidak ada solusi, tidak ada suatu permintaan maaf, tidak ada suatu statement apapun, tidak ada perbaikan apapun dari regulator maupun dari asosiasi ya," katanya saat dihubungi Bisnis , Kamis (27/11/2025).Akademisi Universitas Trisakti ini turut menyoroti perihal proses restrukturisasi yang berjalan pun tetap menyisakan pemotongan bagi pemegang polis.Kemudian, lanjutnya, sejumlah pemegang polis yang menolak skema restrukturisasi dan menempuh jalur hukum kemudian memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) tidak dijalankan oleh Jiwasraya.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
AXA Mandiri Ingatkan Pentingnya Rencana Dana Pendidikan Anak di Masa Depan (detik.com, 27/11/2025)
Banyak orang tua punya pemikiran serupa 'Yang penting sudah menabung, nanti juga cukup buat biaya kuliah anak'. Namun, kampanye terbaru AXA Mandiri mencoba membuka cara pandang berbeda bahwa kondisi di lapangan tidak sesederhana itu.Diceritakan seorang ibu yang mulai menghitung kembali perkiraan biaya pendidikan anaknya. Semakin dihitung, semakin terlihat bahwa kenaikan biaya kuliah setiap tahun tidak bisa diprediksi hanya dengan tabungan biasa. Situasi sederhana ini terasa dekat dengan keseharian banyak keluarga, terutama mereka yang sedang merencanakan masa depan pendidikan anak.AXA Mandiri ingin menyampaikan bahwa menabung tetap penting, namun tidak selalu cukup untuk mengejar kebutuhan pendidikan yang terus bertumbuh.
Bank Mandiri Taspen Perkuat Layanan untuk Pensiunan (metrotvnews.com, 27/11/2025)
Bank Mandiri Taspen berkomitmen untuk memperkuat layanan bagi para pensiunan . Salah satunya dilakukan dengan melakukan screening pendengaran, pemeriksaan kesehatan, hingga alat bantu dengar bagi para lansia yang memenuhi kriteria tanpa dipungut biaya.Sebanyak 250 nasabah Bank Mandiri Taspen mengikuti program Mantap Mendengar ini, yang digelar bekerja sama dengan Allianz Life Indonesia dan Perhati-KL.Plt Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama mengatakan program Mantap Mendengar merupakan bagian dari tiga pilar layanan Mandiri Taspen, yakni Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera."Program ini bagian dari upaya kami menjaga kesehatan masyarakat agar produktivitas meningkat.
Dari runway yang merayakan keberlanjutan, Sejauh Mata Memandang kini melangkah jauh ke jantung Hutan Leuser , Aceh .Label sustainable fashion lokal ini menggandeng AIA Financial dalam aksi restorasi 10 hektar lahan kritis, menandai babak baru di mana mode tak hanya bicara soal material ramah lingkungan di panggung fashion, tetapi juga menanam dampak nyata di panggung bumi.Kolaborasi ini melibatkan petani dan perempuan ranger lokal untuk menanam ribuan bibit pohon produktif dan memonitor pertumbuhannya, sembari membuka peluang ekonomi hijau bagi ratusan warga di sekitar kawasan Leuser, benteng keanekaragaman hayati yang kian terancam.
Pemanfaatan Aset Bersejarah Berikan Nilai Tambah bagi Masyarakat (mediaindonesia.com, 27/11/2025)
Holding industri keuangan negara, Indonesia Financial Group (IFG) di bawah naungan Danantara Indonesia, mendorong seluruh anggota holding untuk mengoptimalkan aset strategis, termasuk aset historis agar tidak hanya produktif secara bisnis, tetapi juga mampu menghadirkan nuansa pelayanan baru kepada masyarakat.Gedung Singa di sekitar kawasan bersejarah Jembatan Merah, Surabaya, Jawa Timur, yang saat ini dikelola anggota holding IFG Life menjadi salah satu contoh nyata warisan masa lalu dapat hidup kembali dalam konteks modern.Sekretaris Perusahaan IFG Denny S Adji mengatakan transformasi gedung yang jadi bagian dari pengelolaan aset IFG itu merupakan implementasi strategi holding dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat lewat pemanfaatan aset bersejarah.
Pentingnya Alat Bantu Dengar bagi Lansia (investor.id, 27/11/2025)
Sebanyak 250 Nasabah Bank Mandiri Taspen mengikuti program Mantap Mendengar yang digelar Bank Mandiri Taspen bekerja sama dengan Allianz Life Indonesia dan Perhati - KL. Dalam kegiatan ini, para lansia mendapat screening pendengaran, pemeriksaan kesehatan, hingga alat bantu dengar bagi yang memenuhi kriteria tanpa dipungut biaya.Plt Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama mengatakan program Mantap Mendengar merupakan bagian dari tiga pilar layanan Mandiri Taspen. Pertama Mantap Sehat, yaitu memberikan layanan kesehatan gratis untuk pensiunan.Kedua Mantap Aktif yakni kegiatan sosial, keagamaan, dan pembinaan bagi pensiunan agar tetap aktif. Terakhir Mantap Sejahtera adalah pelatihan kewirausahaan untuk pensiunan, termasuk dukungan membuka usaha kecil."Program ini bagian dari upaya kami menjaga kesehatan masyarakat agar produktivitas meningkat.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
16.668,25 |
|
IHSG |
8.517,99 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
detik.com, metrotvnews.com, sindonews.com, viva.co.id, Ekonomi Neraca, voi.id, beritasatu.com, sonora.id, merdeka.com, bisnis.com, id.investing.com, id.tradingview.com, kontan.co.id, mediaindonesia.com, akurat.co, disway.id, Kontan, Bisnis Indonesia, dan investor.id.
