AAJI Daily News - 7 Agustus 2025
Kamis, 07 Agustus 2025
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
34 |
9 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
38 |
2 |
3 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 1 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 41 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 1 Total News
TENTANG AAJI
Premi Asuransi Jiwa Turun, AAJI Dorong Diversifikasi Pasar (kontan.co.id, 06/08/2025)
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai pelemahan daya beli masyarakat dan penurunan kinerja kanal distribusi utama menjadi faktor yang membebani pertumbuhan premi asuransi jiwa di semester I-2025.Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total premi asuransi jiwa pada paruh pertama tahun ini tercatat Rp 87,48 triliun, turun 0,57% secara tahunan ( year-on-year /YoY). Koreksi ini juga terjadi pada Mei 2025 dengan penurunan 1,33% YoY.Mengenai hal ini, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, berkaca dari hasil kinerja tersebut, industri asuransi perlu untuk segera melakukan diversifikasi jalur distribusi guna menjangkau potensi pasar baru."Industri asuransi bisa segera melakukan diversifikasi dari segmen pasar yang lain," ujar Togar kepada Kontan, Rabu (6/8).Meski demikian, data terakhir AAJI mencatat pendapatan premi industri masih tumbuh 3,2% YoY hingga Maret 2025.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
BCA Life Raih Pendapatan Premi Rp 1,01 Triliun pada Semester I-2025 (kontan.co.id, 06/08/2025)
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 1,01 triliun sepanjang semester I-2025. Presiden Direktur dan CEO BCA Life, Eva Agrayani menjelaskan bahwa jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 10,81% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap produk-produk proteksi yang kami tawarkan," ujar Eva kepada Kontan, Selasa (5/8). Di tengah kondisi industri yang mencatatkan tren kontraksi dalam dua bulan terakhir, BCA Life menilai dinamika ini masih berada dalam batas yang wajar.
BRINS Diakui Jadi Asuransi Umum Terbaik (liputan6.com, 06/08/2025)
PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance (BRINS) kembali mencetak prestasi gemilang. Perusahaan asuransi umum anak usaha BRI ini berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Non-Bank Financial Forum 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko BRI Insurance , Heri Supriyadi.Adapun kategori yang berhasil diraih mencakup:Industri asuransi saat ini tengah menghadapi tantangan berat. Mulai dari kondisi pasar yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun. Hal ini membuat banyak pelaku industri tertekan.Advertisement Meski dihadapkan pada situasi tersebut, BRI Insurance tetap menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan ketahanan operasional. Menurut Heri Supriyadi, penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.
CUAN JUMBO INVESTASI ASURANSI (Bisnis Indonesia, 07/08/2025)
Hasil investasi industri asuransi melejit per Mei 2025 berbarengan dengan momentum pembalikan arah indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal. Industri asuransi turut memanfatkan momentum kebangkitan pasar modal tersebut.Melansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), data hasil investasi asuransi komersil mencatatkan lonjakan signifikan pada Mei 2025. Hasil kalkulasi, total hasil investasi asuransi jiwa, umum, dan reasuransi melompat 96,38% secara tahunan year-on-year/YoY) senilai Rp 19,46 triliun.Dengan hasil investasi asuransi jiwa yang melonjak 149,22% YoY menjadi Rp 15,68 triliun. Padahal, hasil investasi industri asuransi pada Februari sempat mencatatkan kerugian Rp4,76 triliun, sedangkan rugi investasi asuransi jiwa sebesar Rp6,04 triliun.
Saham Grup Prajogo Menguat, SMMA Akuisisi Saham Generali (idxchannel.com, 06/08/2025)
Saham-saham Grup Prajogo Pangestu kompak menguat meski IHSG melemah, di tengah antisipasi pengumuman rebalancing indeks MSCI pada 7 Agustus 2025. Sementara itu, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) akan mengakuisisi 2% saham PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia senilai Rp22,1 miliar dari PT Puncak Nusantara.
IFG Life Lelang 7 Aset di Sekitaran Menteng, Termurah Rp33 Miliar (bisnis.com, 06/08/2025)
PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG life mengumumkan akan melelang tujuh aset perusahaan yang berada di Jakarta Pusat.Dalam pengumuman perusahaan hari ini, Rabu (6/8/2025), aset yang ditawarkan IFG Life terletak di Cempaka Putih, Gondangdia, dan Menteng.Lelang tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 15 Agustus 2025 mendatang dengan waktu penawaran mulai sejak tayang pada aplikasi lelang hingga batas akhir penawaran."Batas akhir penawaran lelang pada 15 Agustus 2025, pukul 10:00 WIB berdasarkan waktu server ," tertulis dalam pengumuman perusahaan di media massa.
Kinerja industri asuransi jiwa masih mencatatkan tren pelemahan hingga paruh pertama tahun ini. Meski begitu, capaian masing-masing pelaku industri tercatat bervariasi, dengan sebagian perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan positif. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pendapatan premi asuransi jiwa per Juni 2025 tercatat mencapai sebesar Rp 87,48 triliun. Jumlah tersebut menurun 0,57% secara tahunan (year on year/YoY). Pada bulan sebelumnya, per Mei 2025 pendapatan premi asuransi jiwa juga tercatat terkoreksi sebesar 1,33% secara tahunan menjadi Rp 72,53 triliun. Meski demikian, rasio kecukupan modal (Risk Based Capital/RBC) industri masih berada di level yang sehat, yakni 473,55% per Juni 2025, atau jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%. Salah satu perusahaan asuransi jiwa PT AXA Financial Indonesia (AFI) misalnya, membukukan pertumbuhan pendapatan premi ( unaudited ) sebesar 18% secara tahunan ( year on year /yoy) menjadi Rp 887 miliar pada semester I-2025.
Kondisi Ekonomi Kikis Permintaan Produk Asuransi (Kontan, 07/08/2025)
Kinerja industri asuransi jiwa masih menunjukkan tren pelemahan, akibat lesunya denyut ekonomi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi jiwa sepanjang semester 2025 mencapai Rp 87,48 triliun, alias turun 0,57% secara tahunan.Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo menilai pelemahan kinerja ini dipicu oleh penurunan daya beli masyarakat yang semakin nyata. Gelombang pemutusan hubungan kerja hingga sulitnya masyarakat menambah pundi-pundi keuangan, melemahkan kemampuan untuk membeli produk proteksi.Di sisi lain, kondisi pasar keuangan juga belum kondusif untuk mendorong minat terhadap produk asuransi jiwa yang berbasis investasi.Hal ini seiring merosotnya jumlah kelas menengah dibarengi tidak adanya sentimen positif investasi di pasar modal," kata Irvan, Selasa (5/8).
Para pelaku industri keuangan non-bank, yang mencakup sektor pembiayaan ( multifinance ) dan asuransi, berkumpul dalam acara "Non-Bank Financial Forum 2025" untuk membahas strategi dan memetakan tantangan guna membuka ruang pertumbuhan baru di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Forum ini digelar di Jakarta pada Rabu (6/8/2025).Mengusung tema 'Membuka Ruang Tumbuh Industri Asuransi dan Pembiayaan', kegiatan ini diinisiasi oleh Infobank Media Group bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan, termasuk regulator, untuk mendiskusikan upaya memperkuat daya saing sektor keuangan non-bank.
Kondisi Ekonomi Mengikis Permintaan Produk Proteksi (kontan.co.id, 07/08/2025)
Kinerja industri asuransi jiwa masih menunjukkan tren pelemahan, akibat lesunya denyut ekonomi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi jiwa sepanjang semester I-2025 mencapai Rp 87,48 triliun, alias turun 0,57% secara tahunan. Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo menilai pelemahan kinerja ini dipicu oleh penurunan daya beli masyarakat yang semakin nyata. Gelombang pemutusan hubungan kerja hingga sulitnya masyarakat menambah pundi-pundi keuangan, melemahkan kemampuan untuk membeli produk proteksi.Di sisi lain, kondisi pasar keuangan juga belum kondusif untuk mendorong minat terhadap produk asuransi jiwa yang berbasis investasi. Hal ini seiring merosotnya jumlah kelas menengah dibarengi tidak adanya sentimen positif investasi di pasar modal," kata Irvan, Selasa (5/8).Agar kinerja tak semakin terpuruk, Irvan menilai pelaku industri asuransi jiwa mesti gencar berinovasi.
Punya Ekosistem Lengkap, Prospek TUGU Dinilai Kokoh (kontan.co.id, 06/08/2025)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) memiliki ekosistem asuransi yang terintegrasi dan lengkap. Hal itu yang membuat anak usaha Pertamina ini dinilai unggul dibanding pesaing. TUGU fokus pada asuransi umum dengan produk beragam seperti asuransi properti, kebakaran, energi, rangka kapal, pengangkutan, penerbangan, rekayasa, dan kendaraan bermotor. Sejak IPO di Bursa Efek Indonesia pada 28 Mei 2018, TUGU juga aktif mengembangkan segmen ritel, termasuk asuransi perjalanan. Selain itu, TUGU menjalin kerja sama strategis dengan Samsung Fire and Marine Insurance Co., Ltd. melalui entitas asosiasi PT Asuransi Samsung Tugu, di mana TUGU menguasai 30% saham.
Astra Financial berhasil memperoleh capaian positif dalam penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan.Selama 11 hari pameran pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 lalu, Astra Financial berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp2,4 triliun, atau melampaui 111,5% dari target Rp2,2 triliun, serta berhasil membukukan 6.406 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dari sembilan unit bisnis Astra Financial, yang menghadirkan layanan mencakup berbagai kebutuhan pengunjung dalam hal pembiayaan, asuransi, hingga layanan keuangan digital.Sembilan unit itu terdiri dari FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, Moxa, SEVA, dan Bank Saqu yang melakukan sinergi dalam memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mewujudkan kepemilikan kendaraan melalui solusi keuangan yang terintegrasi.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Buletin iNews Malam - Perlindungan Asuransi (Garuda TV, 07/08/2025)
MNC Insurance Business Group melalui PT-MNC Life Assurance dan PT-MNC Assuransi Indonesia resmi melakukan penanatangan yang kerjasama strategis dengan PT Kasyamatamu Indonesia sukses. Dengan adanya kerjasama ini setiap pelanggan Kasyamatamu secara otomatis akan mendapatkan sejumlah manfaat perlindungan tanpa dikenakan biaya tambahan, mulai dari pergantian produk kasyamatah yang rusak dari MNC Insurance selama 6 bulan dengan yang baru, sehingga perlindungan asuransi jiwa akibat kecelakaan. dari MNC Live selama satu tahun penuh. Kolaborasi ini membuktikan bahwa proteksi asuransi bisa hadir lewat aktivitas sehari-hari. Melalui pembelian kaca mata di kaca matamu, pelanggan langsung mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dan asuransi produk. Ini merupakan bentuk nyata inovasi kami agar asuransi makin dekat dan relevan dengan gaya hidup masyarakat.
